
...Happy Reading readers πΌπΌπΌ...
...Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»...
...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku πΈπΈπΈ...
...β’β’β’β’...
Di dalam perjalanan pulang Kinaya terlihat sedang terlelap bersama mimpi indahnya. Mungkin karena kekenyangan membuat dia cepat tertidur di dalam mobil.
Kinaya bahkan habis 3 piring pecel lele. Samuel bahkan sampai kenyang sendiri melihat istrinya itu makan dengan lahapnya. Tidak berani juga menghentikan sang istri. Karena tahu itu keinginan sang anak. Karena biasanya Kinaya tidak menyukai makanan tersebut.
Samuel pun memperbaiki posisi tidur Kinaya agar istrinya itu nyaman tidurnya.
Beberapa menit kemudian. Samuel pun menghentikan mobilnya tepat di depan mansion orang tuanya. Samuel pun mengendong tubuh kecil Kinaya ala Bridal Style ke dalam kamar mereka yang ada di lantai 2. Samuel membaringkan sang istri. Melepaskan sweaternya lalu ia pun bergegas membersihkan tubuhnya di kamar mandi.
Setelah selesai. Samuel pun ikut tidur di samping Kinaya. Menarik pelan tubuh Kinaya agar menghadap ke arahnya. Melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Lalu menarik selimut sampai ke leher sang istri. Kecupan lembut pun mendarat di bibir mungil Kinaya sebagai ucapan selamat malam untuk sang istri.
...β’β’β’β’β’...
Pagi harinya. Kinaya terbangun terlebih dahulu dari tidurnya. Merasakan perutnya yang mual-mual. Dengan cepat Kinaya menghempaskan lengan Samuel di pinggangnya lalu berlari ke kamar mandi. Samuel sampai terkejut dari tidurnya karena pergerakan Kinaya yang kasar. Samuel tidak mempermasalahkannya, hanya saja dia cemas dengan keadaan sang istri saat ini.
Samuel pun mengikuti langkah kaki Kinaya. Sesampainya di kamar mandi. Samuel pun membantu Kinaya mengosok tengkuknya. Samuel bisa melihat bahwa Kinaya mengeluarkan semua makanan yang ia makan tadi malam.
"Apa sakit, Nay? " tanya Samuel ikut khawatir dengan keadaan sang istri. Kinaya hanya diam saja. Membersihkan mulutnya setelah mual-mualnya selesai.
"Lemas aja mas. " Kinaya menjawab sebisanya. Samuel pun mengendong tubuh kecil Kinaya ke kasur setelah melihat istrinya itu hendak ke luar dari kamar mandi. Kinaya pun dengan senang hati melingkarkan tangannya di leher Samuel.
"Istirahatlah dulu. Biar kamu baikan. " ucap Samuel. Kinaya pun tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya.
...β’β’β’β’β’...
Hari ini, Samuel memutuskan untuk tetap di rumah. Menemani sang istri yang butuh perhatiannya. Sedari pagi tadi. Samuel lah yang menyiapkan semua kebutuhan sang istri. Mencoba menjadi suami siaga untuk Kinaya. Kinaya bahkan sudah menyuruh Samuel untuk bekerja. Tapi, Samuel masih kukuh dengan pendiriannya. Meski sang istri sudah memerintahkannya.
"Mau makan siang apa nih? " tanya Samuel duduk bersandar di kepala kasur. Mengusap lembut kepala Kinaya. Kinaya pun menoleh ke arah Samuel.
"Mau nasi putih ama telur ceplok aja mas. Terus di kasih kecap asin ya mas. " pinta Kinaya. Samuel pun tersenyum.
"Yakin itu saja? " tanya Samuel memastikan lagi.
"Iya mas. " jawab Kinaya.
__ADS_1
"Bukannya kamu suka makanan laut. Kenapa sekarang seperti kamu menyukai semua makanan yang mas sukai sih. Apa jangan-jangan anak kita sayang dengan Papa nya kali ya? " tanya Samuel meletakkan ibu jari dan telunjuknya di dagu. Kinaya pun tersenyum.
"Mungkin kali mas. Sepertinya dia sangat menyayangimu. " ucap Kinaya. Samuel pun tersenyum lalu turun dari tempat tidurnya.
"Yaudah. Kamu tunggu sebentar ya. Ada lagi nggak? " tanya Samuel.
"Buah-buahan jangan lupa mas. " ucap Kinaya. Samuel pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Samuel pun pergi berlenggang ke dapur. Mencari bahan untuk makanan istrinya. Karena jarang di dapur membuat Samuel menghabiskan banyak waktu di dapur. Tanpa menyadari bahwa dia banyak pelayan di rumahnya.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan? " tanya salah seorang pelayan di sana.
"Emm. Kenapa telurnya nggak ada ya bik? " tanya Samuel. Pelayan itu pun tersenyum.
"Karena telurnya ada di tempat khusus untuk bahan makanan, Tuan. Kalau begitu biar saya ambilkan. Tuan butuhnya berapa butir? " tanya pelayan itu.
"Emm. 5 eh 10 butir saja bik. " jawab Samuel dengan cepat. Pelayan itu pun menganggukkan kepalanya. Lalu pergi ke tempat telur berada.
"Ini, Tuan. " ucap pelayan itu memberikan pesanan Samuel. Samuel pun menerimanya. Lalu langsung saja Samuel menyiapkan pesanan sang istri tercinta.
"Mau saya bantu, Tuan? " pelayan itu mencoba melayani anak majikannya. Memberikan bantuan yang sebagaimana itu adalah tugasnya.
"Tidak perlu. Istri saya ingin masakan dari saya. " jawab Samuel yang tengah sibuk menggoreng telurnya. Pelayan itu tidak bisa menjawab lagi. Membiarkan Samuel sibuk dengan pekerjaannya lalu pergi meninggalkan Samuel sendirian.
Beberapa saat setelah itu. Samuel sudah selesai dengan pekerjaan dapurnya. Dengan hati yang bahagia, Samuel melangkahkan kakinya ke kamarnya. Memberikan pesanan istri tercintanya.
"Kerupuknya mana mas. Kerupuk Palembang itu loh mas. " ucap Kinaya lagi. Samuel pun mengernyitkan keningnya. Menatap lekat sang istri.
"Tadi kamu tidak ada minta sama mas, Nay. " jawab Samuel.
"Masa sih. Aku mau pakai kerupuk mas. Buatin ya. " ucap Kinaya. Samuel pun membulatkan matanya dengan sempurna.
"Mana bisa mas membuatnya, Nay. Tunggu sebentar ya. Biar bibik yang belikan. " ucap Samuel. Samuel berdiri dari duduknya. Meninggalkan Kinaya sendirian.
"Bik, bibik. " panggil Samuel yang membuat orang serumah berpaling ke arahnya.
"Ada apa, Sam? " tanya Nyonya Malaka.
"Kinaya mau makan kerupuk Palembang, Ma. Aku tidak bisa membuatnya. Suruh beliin sama bibik. " jawab Samuel. Nyonya Malaka pun tersenyum geli.
"Kamu ini. Mana bisa kamu membuatnya. Yaudah, mungkin bibik lagi sibuk. Tunggulah sebentar lagi. " ucap Nyonya Malaka.
"Tapi Kinaya butuh sekarang, Ma. " jawab Samuel.
__ADS_1
"Yaudah, kamu beli saja sendirian sana. Ada yang jual tuh. Di minimarket yang ada di Simpang utama. " jawab Nyonya Malaka. Samuel yang mendengar itu langsung saja menyambar kunci mobilnya. Lalu melangkahkan kakinya keluar.
Beberapa saat setelah itu. Samuel pun selesai membeli kerupuk Palembangnya. Karena tidak mau nantinya Kinaya menunggu lebih lama lagi. Samuel pun membeli satu toples kerupuk yang ada di minimarket tersebut.
"Makasih ya, Tuan. " ucap kasir minimarket.
"Hem. " balas Samuel seperti biasanya. Menunjukkan wajah datarnya.
Samuel pun kembali ke mobilnya.
Setelah beberapa saat Samuel pun sudah berada di depan kamarnya. membawa satu toples kerupuk yang di minta oleh istrinya itu.
"Sayang. Ini Kerupuknya. " ucap Samuel. Samuel pun tidak melihat keberadaan sang istri di kasur.
Samuel pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan ia langsung melihat Kinaya yang tengah membersihkan tubuhnya.
"Sayang. " panggil Samuel.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πππ
By : Nadila Sizy
__ADS_1
...#Kinaya&Samuel_LFR...