
Bibirnya terangkat. Mata hitamnya berbinar melihat wajah sang istri. Samuel memegang dagu Kinaya hingga wanita itu menatapnya lekat. Ada sebulir air di mata Kinaya. Samuel pun mengecup mata itu. Lalu kecupan lembut di kening sang istri.
"Hufh, Kehamilanmu membuat mas merasa bersalah. Jika tahu begini mas tidak apa-apa jika kita tidak punya anak. Asal kamu tidak bersedih dan sensitif begini. " goda Samuel memelas. Mengusap lembut pipi Kinaya.
Kinaya menatap Samuel. Tidak percaya dengan respon yang di berikan oleh Samuel. "Kenapa mas bicara seperti itu. Aku tidak apa-apa kok. Kehamilan ini adalah hal yang aku Tunggu - tunggu selama ini. " kesal Kinaya menjauh dari Samuel. Melepaskan tangan Samuel yang ada di pinggangnya. "Aku tidak bersedih. Mas aja yangย lebay. Baperan jadi laki-laki. " sindir Kinaya menyilangkan tangannya di dada. Mengerucutkan bibirnya. Memalingkan wajahnya dari tatapan Samuel. Samuel tersenyum melihat wajah kesal Kinaya yang sangat Menggemaskan menurutnya.
Samuel mendekati Kinaya lalu menarik tangan wanita itu hingga Kinaya menempel erat di tubuh kekar Samuel. Samuel memeluk Kinaya lalu membenamkan wajah wanita itu di dadanya. Mengusap kepala Kinaya untuk menenangkan kekesalan sang istri. "Nah, gitu dong. Lihat kamu kayak gini lagi membuat mas lebih bersemangat kedepannya untuk menitipkan benih mas di rahimmu. Kita akan membuat mereka lebih banyak hingga rumah kita ini di penuhi oleh suara anak-anak setiap harinya. " seru Samuel berhasil mengoda istrinya. Kinaya merona mendengar perkataan Samuel. Kinaya pun membenamkan wajahnya di dada Samuel. Lalu tiba-tiba mencubit perut Samuel. Kinaya mencubit perut Samuel karena suaminya itu berhasil mengodanya.ย
"Aahhh. Berani kamu yah. Rasain ini. " Samuel mengelitik Kinaya hingga wanita itu tertawa. Berusaha menahan kegelian yang di buat oleh Samuel di pinggangnya.
Di tempat lain di waktu yang sama.
Roy dan Diana tengah berkeliling di kota singapore. Roy mengajak Diana berbelanja di Mall terbesar di sana. Meski Roy belum menyukai Diana tapi dia akan mencoba menerimanya. Dengan terus mengajaknya jalan-jalan.
"Maaf ya. Kakak baru bisa mengajakmu keluar hari ini. Beberapa klien kakak tidak mau perwakilan perusahaan yang menemuinya. Jadi, kakak hanya bisa mengikuti permintaannya. Kamu tidak apa-apakan? " tanya Roy menatap adik kecilnya itu. Di sini Roy akan mencoba menyukai Diana. Bukan hanya sekedar suka sebagai kakak tapi sebagai pendamping hidupnya. Sebagai suami masa depan dari wanita di depannya.
Diana menatap wajah pria di depannya. Diana tersenyum. Menganggukkan kepalanya bahwa dia tidak apa-apa. "Tidak apa-apa kok, kak.ย Kakak mengajak aku kesini aja aku sudah merasa senang. Makasih ya. " seru Diana tersenyum. Roy pun membalas senyumannya.
ย Diana bergumam di dalam hatinya./Dengan adanya dirimu di sampingku. Aku sudah tidak apa-apa, kak. Bahkan aku tidak menginginkan apapun lagi di dunia ini. Cukup kamu di samping ku maka kau sudah membuatku bahagia.
"Yaudah. Kita masuk ke dalam, yuk. Kakak akan membuatmu bahagia malam ini. Kamu boleh meminta apapun. Kakak akan mengabulkannya. " seru Roy menarik tangan Diana masuk ke dalam Mall.
Roy membawa Diana ke toko pakaian. Diana tidak menolak tapi dia juga bingung. Dirinya sudah demam. Bukan demam panas di tubuhnya. Tapi demam untuk memilih pakaian. Dari dulu Diana paling benci memilih pakaian. Biasanya dia hanya menyuruh asistennya untuk memilihkan pakaian untuknya. Disaat Diana masuk ke dalam toko dirinya sudah pusing karena melihat begitu banyak pakaian di depannya. Dia mengusap matanya. Mencoba melihat pakaian di depannya tapi sayang. Dia tidak tertarik sedikit pun terhadap pakaian tersebut. Roy yang melihat Diana diam saja. Roy pun mendekati Diana yang sedang berdiri di troli pakaian.
"Kenapa! Apa kamu sudah menemukan pakaian yang ingin kamu beli? " tanya Roy memegang pundak wanita di sampingnya itu. Kinaya menatap Roy dengan wajah memelas. Menurunkan bahunya. Menunjukkan bahwa dirinya tidak bisa menemukan pakaian untuk dirinya.
"Kak. Kita ke tempat lain saja, yah. Aku pusing melihatnya. " Melirik pakaian di depannya dengan ekor matanya. Roy pun mengernyitkan keningnya.
"Kenapa! Apa kamu tidak suka dengan semua pakaian di sini. Ini adalah toko terbaik yang ada di Mall ini. Jika kita ke tempat lain maka kamu akan mendapatkan pakaian yang lebih buruk dari sini. " seru Roy heran. Diana pun mengelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Bukan begitu. Hanya saja... ." Seru menggantung karena Roy memotong kalimat Diana.
"Hanya saja kamu tidak bisa memilihnya. Begitu maksudmu ? " tanya Roy tersenyum.
"Dari mana kakak tahu? Maaf, dari dulu aku memang tidak bisa memilih pakaian sendiri. Aku biasanya meminta tolong kepada Mona( Mona adalah asisten pribadi Diana )untuk memilihkan aku pakaian. " ucap Diana malu dengan Roy. Roy pun gemes dengan adiknya. Roy mencubit lembut hidung Diana. Setelah itu Roy melangkahkan kakinya ke troli pakaian yang sudah di gantung di sana. Roy memilih beberapa pakaian di tangannya dan memberikannya kepada Diana.
"Nah, cobalah pakaian ini. Semoga kamu suka. " ucap Roy meletakkan pakaian yang dia pilih ke tangan Diana. Roy mengambil pakaian cukup banyak sehingga Diana cukup gelagapan ketika menerima pakaian tersebut dari tangan Roy. Diana membulatkan matanya lebar-lebar. Tidak menyangka kalau Roy akan memilih pakaian sebanyak itu.
"Ini banyak sekali, kak. Aku hanya akan mencoba beberapa saja. Mending beberapanya lagi kita letakkan di tempatnya. " seru Diana mencoba menolak dengan lembut. Diana menatap ke arah Roy. Pria itu memelotot ke arahnya. Hingga akhirnya Diana pasrah dan mencoba semua pakaian tersebut.
Diana masuk ke ruang ganti pakaian. Baju pertama, kedua dan ketiga Diana coba. Roy hanya tersenyum. Sampah akhirnya Diana sudah mencoba semua pakaian tersebut. Roy pun mendekati meja kasir dan memberikan kartu rekeningnya. Tolong bungkus semua pakaian yang di coba olehnya. " seru Roy menatap ke arah Diana. Diana tidak menyangka kalau Roy memanjakannya seperti itu. Diana pun mendekati Roy.
"Tidak perlu, kak. Kita beli beberapa saja. Ini terlalu banyak. Nanti saat pulang aku malah harus beli koper baru lagi. " seru Diana.
"Kakak tidak menerima penolakan. Kamu ikuti saja apa yang kakak lakukan untukmu. Kalau tidak, kakak akan sedih karena kamu menolak pemberian kakak. "Roy menunjukkan wajah memelasnya. Diana pun menghela napas.
"Baiklah. Terima kasih, kak. " balas Diana. Roy pun tersenyum lalu mengusap kepala Diana.
"Kita makan malam aja ya, kak. Aku sudah lapar. " seru Diana menyentuh perutnya. Roy pun tersenyum dan mengusap kepala gadis itu.
"Yaudah, ayuk. Kamu mau makan apa? " tanya Roy.
"Sushi. " jawab Diana antusias karena wanita itu memang suka sekali dengan makanan Sushi. Roy paham lalu menarik tangan gadis itu. Roy membawanya ke restoran spesial Sushi yang ada di sana.
"Duduklah di sini. Kakak akan pesankan Sushi nya untukmu. " seru Roy menarik kursi untuk Diana. Diana tersenyum lalu duduk di kursi yang di siapkan oleh Roy.
"Makasih, kak. " balas Diana. Roy membalasnya dengan senyuman dan ucapan lembut di kepala Diana. Roy mencoba melakukan hal yang terbaik untuk gadis di depannya.
Roy beranjak ke tempat pemesanan. Saat hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba Roy di panggil oleh seorang wanita dengan pakaian seksi melekat di tubuhnya. Diana menatap wanita itu. Diana sedikit risih melihatnya namun dia mencoba menahan dirinya agar tidak mempermalukan kakaknya tersebut.
__ADS_1
"Laura! " seru Roy terkejut.
"Ternyata benar ini kamu. " seru Laura memeluk Roy di depan Diana. Roy diam mematung. Tidak menolak pelukan Laura tapi dia juga tidak merespon pelukan tersebut. Dia hanya tidak menyangka saja kalau Laura ada di depannya sekarang.
"Bagaimana kabarmu. Udah lama kita nggak ketemuan. Aku rindu tahu sama kamu. " seru Laura ketika sudah melepaskan pelukannya karena tahu pria itu tidak merespon pelukannya.
"Seperti yang kamu lihat. Kenapa kamu bisa ada di sini. Bukannya kamu pulang ke rumah orang tuamu? " tanya Roy. Roy sadar kalau dia tidak sendiri. Roy pun melihat ke arah Diana. Dia melupakan Diana. Roy pun meninggalkan Laura sendirian dan langsung memesan pesanan adiknya, Diana. Setelah Roy memesan makanannya. Roy pun kembali mendekati Diana yang sendiri duduk di meja.
"Maaf ya. Tadi kakak ketemu teman kampus. " seru Roy yang langsung duduk di samping Diana. Roy bahkan melupakan Laura yang sedang berbicara dengannya tadi. Laura kesal di acuh kan oleh Roy. Diana pun memilih untuk mendekati Roy di mejanya.
"Eh. Dia siapa Roy? " tanya Laura ketika mendapatkan Diana yang sedang duduk berdampingan dengan Roy.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih ๐๐
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian ๐๐๐
__ADS_1
By : Nadila Sizy
#Kinaya&Samuel_LFR