Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Larangan


__ADS_3

Jemari -jemari mungil sang istri berhasil membuat Samuel melahap seluruh titik di dibagian wajah Kinaya. Kinaya sedikit kesal ketika Samuel melakukan itu namun dia tetaplah Kinaya yang mana dia tidak bisa jauh dari Samuel. Awalnya dia menjauhi Samuel meski Samuel sudah meminta maaf padanya namun akhirnya Kinaya kembali merengek agar di peluk oleh Samuel. Samuel hanya tersenyum dan memberikan lengannya agar Kinaya memeluknya. Entah kenapa Samuel bersyukur Kinaya seperti itu. Entah apa yang akan terjadi pada Kinaya jika tidak ada Samuel di dekatnya. Tapi Samuel sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan jauh-jauh dari istri tercintanya itu.


Setelah Kinaya berada dipelukannya kini Samuel yang mulai bermanja dengannya. Minta dikecup oleh sang istri. Kinaya pun terbelalak, bukan dia tidak mau tapi situasinya sekarang kurang tepat untuk melakukan itu. Bahkan mata sang sopir yang sedang melihat mereka dari kaca spion mobil tengah tersenyum pada mereka. Sang sopir ikut bahagia melihat kemesraan pasutri itu yang dari naik mobil sampai sekarang selalu bermesraan. Untungnya Kinaya saat ini selamat dari rasa malunya karena mereka sudah tiba di depan rumah sakit.


Samuel sudah membuat janji temu dengan dokter kandungan yang memeriksa Kinaya kemarin. Sang dokter dan beberapa staf rumah sakit bahkan sudah menyambut mereka di depan halaman rumah sakit. Mereka memberi hormat ketika pasutri itu turun dari mobil.


" Hati-hati Nay." seru Samuel membantu Kinaya turun dari mobil.


" Aku tidak apa-apa mas. " Kinaya merasa malu karena Samuel terlihat biasa saja di depan semua mata yang melihat mereka.


" Mas tidak mau terjadi sesuatu padamu Nay." seru Samuel.


" Yuk." lanjut Samuel meletakkan tangannya di pinggang Kinaya lalu berjalan masuk ke dalam dan memberikan anggukkan kepada dokter dan staf yang menyambutnya.


Samuel menyesuaikan langkahnya dengan langkah kecil sang istri. Dengan pandangan tidak lepas dari Kinaya meski sekali-kali dia melihat kedepan. Kinaya pun merasa akan hal itu tapi dia tidak tahu lagi harus bagaimana melarang suaminya itu.


" Maaf tuan sebelah sini." seru seorang dokter menunjukkan jalan untuk Samuel. Samuel pun mengikuti jalan yang ditunjuk sang dokter.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan pemeriksaan Samuel di panggil oleh seorang dokter.


" Kamu tunggu mas sebentar yah. Jangan jauh-jauh dari pandangan mas. Mengerti." seru Samuel dengan tangan masih merangkul Kinaya.


" Iya mas. Emang aku bisa kemana sih! Kita bahkan masih di area rumah sakitmu dan tidak akan ada yang bisa mendekatiku." gerutu Kinaya.


" Mas hanya tidak mau terjadi sesuatu padamu Nay. Yaudah, mas pergi dulu. Ingat, jangan jauh-jauh dari pengawasan mas." seru Samuel yang diiyakan oleh Kinaya.


Samuel pun pergi menghampiri dokter yang ada di depannya. Dokter itu tersenyum ketika melihat Samuel yang tidak mau istrinya jauh-jauh dari pandangannya.


" Sepertinya tuan sangat menyayangi istri anda tuan." seru Sang dokter memberikan senyum hormat nya.


" Kalau begitu dokter mau bicara apa? " seru Samuel. Menatap lekat wajah dokter di depannya.


"Saat ini kandungan nyonya baik-baik saja. Tapi saya sarankan untuk menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan seperti memberikan begitu banyak beban pikiran kepada nyonya dan jangan terlalu membuatnya bersedih tuan." seru Sang dokter yang sudah memberikan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan Kinaya. Samuel pun menatap tajam ke arah dokter itu membuat sang dokter serba salah.


" Apa menurutmu saya akan membuat istri saya bersedih dok. Bahkan untuk memikirkannya saja saya tidak berani. " seru Samuel dingin.

__ADS_1


" Eh. Bukan begitu tuan. Maksud saya orang lain selain tuan. " seru dokter itu gugup.


Perkataan dokter itu membuat Samuel tersadar bahwa belakangan ini Kinaya memang terlihat bersedih. Dia pun melihat istrinya dari kejauhan yang sedang melambaikan tangannya ke arahnya. Samuel pun tersenyum ketika Kinaya melambaikan tangan kearah nya.


" Baiklah. Terima kasih atas sarannya dok. Kalau begitu saya permisi dulu. " Samuel langsung menghampiri istrinya setelah sang dokter memberinya hormat. Lalu menghampiri istrinya.


" Ayuk Nay. " Samuel menjulurkan tangannya di depan Kinaya. Kinaya pun langsung mengandeng tangan Samuel.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2