Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Sisinya


__ADS_3

Sepasang matanya selalu menatap lekat wajah gadis di depannya yang sedang berbaring di tempat tidurnya. Kali ini baru pertama kalinya ia membiarkan seorang gadis tidur di kasurnya. Biasanya dia akan sangat jijik ada wanita di kamarnya. Dia bahkan akan berganti kamar atau membakar semua bekas wanita yang menempel di tempat miliknya.


Yah, James memang hilang akal bila itu menyangkut kebersihan. Akan tetapi, entah kenapa jika itu Diana maka ia membiarkannya. Tidak mempedulikan lagi apa itu teori keberhasilan yang pernah ia dengar selama ini.


"Kenapa! Kenapa! Kenapa, kak Roy! " Diana mengigau disela tidurnya. James pun berdiri dari duduknya dan pergi menghampiri Diana. Dilihatnya gadis itu masih menutup rapat matanya. Hanya tetesan air mata yang keluar dari mata gadis itu.


James pun duduk di samping tempat tidur Diana. Menepuk pelan lengan gadis itu. Mencoba untuk menenangkan gadis itu. Dan secara perlahan Diana pun kembali terdiam dan mulai masuk lagi ke dalam mimpinya.


Ada rasa tidak senang di hati James ketika Diana menyebutkan nama pria lain di depan matanya sendiri.


Apa kesedihannya berasal dari pria yang bernama Roy itu. Siapa dia sebenarnya? Apa hubungannya dengan Diana? Kenapa Diana seperti menaruh hati kepadanya? James terlihat mengepal erat tangannya. Tidak terima dengan apa yang sedang terjadi sekarang.


James pun memutuskan untuk pergi membersihkan dirinya. James menyiram tubuhnya dengan air shower yang mengalir. Membersihkan dirinya sendiri dengan tangan besarnya. Tubuh kekarnya terlihat lebih sempurna ketika melihat tubuhnya yang basah. Semua gadis tidak akan tahan bila di suguhkan oleh ciptaan tuhan yang satu itu.


Beberapa saat setelah itu, Diana terbangun dari tidurnya. Mendengar riak air yang mengalir. Diana pun memutuskan untuk membuka matanya. Ketika sudah membuka matanya. Diana terlihat terkejut dengan apa yang telah ia lakukan sekarang.


"Dimana aku? Kenapa aku ada di sini? " lirih Diana melihat ke dinding yang ada di depannya.


"Kau sudah bangun? Dari tadi aku sudah menunggumu. Syukurlah kamu baik-baik saja. " seru James menghampiri Diana yang masih duduk di tempat tidur. Diana pun menoleh ke sampingnya. Dilihatnya James sedang menghampirinya hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Diana pun membulatkan matanya dengan sempurna. Lalu,


"Aahhh. Kenapa kamu tidak memakai pakaian! " teriak Diana.


Di tempat lain di waktu yang sama Kinaya sudah selesai membersihkan dirinya. Kinaya melihat sang suami tengah asyik bermain di balkon kamar dengan Reza. Kinaya pun tersenyum dan mendekati mereka berdua.


Kinaya memilih untuk duduk di samping suaminya. Lalu menyandarkan kepalanya di bahu Samuel.  Samuel pun tersenyum dan membelai kepala Kinaya. Samuel menatap wajah sang istri. Terlihat sangat kelelahan wanita itu menurut Samuel.


"Lain kali kalau kamu tidak kuat jangan terlalu dipaksa untuk bekerjanya, Nay. Kamu sudah tidak sendiri sekarang. Ada anak kita sekarang di dalam perutmu. Mas tidak mau terjadi sesuatu padamu. " seru Samuel mengusap lembut pipi Kinaya. Kinaya pun tersenyum dan mulai membenamkan kepalanya di dada Samuel. Tidak berniat menjawab ucapan sang suami.


Samuel pun terlihat menghela napasnya, kasar. Menyentuh lembut pipi istrinya. " Kamu dengar mas bicarakan? " tanya Samuel ingin memastikan jawaban Kinaya.


"Iya mas. Aku tidak apa-apa, kok. " balas Kinaya tanpa melihat wajah Samuel.


"Lihat mas. Emang mas ada di bawah sana. " ucap Samuel yang berhasil membuat Kinaya tersenyum. Kinaya pun mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap wajah Samuel.


"Jangan buat mas khawatir lagi. Apa gunanya mas cari uang jika kamu selalu kelelahan begini.  Atau kita pecat saja mereka semua dan kita kerjakan semuanya bersama-sama. " ucap Samuel yang membuat Kinaya langsung mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu mas. Mereka sudah susah payah cari pekerjaan. Jangan buat mereka makin kesusahan lagi karena ulah kita. " seru Kinaya. Samuel pun tersenyum. Samuel tahu bahwa sang istri akan mengatakan hal itu. Jadi, dengan santainya Samuel mengatakan itu semua. Bukan berarti Samuel benar-benar ingin membuat Kinaya mengerjakan semua pekerjaan rumah. Semua itu hanya ancaman yang akan membuat Kinaya patuh terhadapnya. Agar Kinaya bisa lebih banyak istirahat dan menjaga kandungannya tetap sehat.


Dokter kandungan Kinaya pernah mengatakan bahwa kandungan sang istri sangat rentan. Karena ini adalah kehamilan pertama sang istri. Apalagi, setelah lama mereka menikah. Baru kali ini mereka di beri kesempatan. Dan Samuel tidak mau hal-hal buruk terjadi kepada istrinya.


"Kalau begitu, lakukanlah apa yang mas bilang tadi. Jangan sampai kamu kelelahan dan jangan pernah membuat mas khawatir terhadapmu. Atau mas akan benar-benar memecat mereka semua. " seru Samuel. Samuel pun tersenyum setelah Kinaya menganggukkan kepalanya. Samuel pun meninggalkan kecupan lembut di bibir sang istri.


Di tempat lain Roy terlihat memasuki rumahnya. Dirinya terlihat tidak semangat seperti siang tadi saat akan menemui Kinaya. Roy pun duduk di sofa yang ada di dalam rumahnya. Roy terlihat mengusap wajahnya dengan kasar.


Roy menatap langit-langit rumahnya. Roy pun menoleh ke sampingnya. Dilihatnya pelayan rumahnya yang sedang membersihkan lantai. Yang ada di depan kamar Diana. Roy pun teringat Diana. Roy baru menyadari gadis itu.


"Dimana Nona? " tanya Roy.


"Maaf, Tuan. Dari tadi saya tidak melihat Nona. Mungkin nona ada di kamarnya. Atau mungkin nona sedang tertidur siang. " seru pelayan itu.


"Biarkan saja dia. Jika sudah waktu makan malam tolong bangunkan dia ya Bik. " seru Roy.


"Baiklah, Tuan. " ucap pelayan itu sembari membungkukkan badannya memberi hormat.


Roy pun terlihat kembali membaringkan tubuhnya di sofa itu. Mencoba menenangkan pikirannya yang bercampur padu.


Setelah beberapa saat akhirnya Roy menyelesaikan ritual mandinya. Roy pun memutuskan menyelesaikan pekerjaannya yang di kirim oleh sekretarisnya.


Roy terlihat serius menyelesaikan pekerjaannya. Sampai lupa bahwa sudah waktunya untuk makan malam. Sampai akhirnya pelayan datang dan mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Masuk. " seru Roy dari dalam. Pelayan itupun masuk ke dalam.


"Maaf, Tuan. Nona hilang tuan. Kami sudah mencarinya kemana-mana tapi tetap tidak menemukan Nona, Tuan. " ucap pelayan itu. Sontak hal itu membuat Roy menjatuhkan penanya yang sedang ia pegang ke lantai. Dan Roy pun bangun dari duduknya.


"Kenapa nona bisa hilang. Cepat buka cctv rumah. Bagaimana bisa nona hilang! " seru Roy tidak percaya.


Sedangkan di tempat lain Diana tengah menyantap makan malamnya bersama James di  lantai bawah yang ada di hotel tempat ia nginap sekarang. Diana terlihat lahap menyantap makan malamnya. Ia bahkan tidak malu-malu meski itu di depan James. Pria yang menyebalkan menurutnya.


Sedangkan James sudah gemes terhadap Diana. Dirinya sudah melihat 4 sisi di dalam diri Diana. Yang pertama yaitu sisi pemarahnya, kedua sisi tenangnya, ketiga sisi sedihnya dan yang terakhir yaitu sisi anak-anak.


James bahkan tidak peduli dengan itu semua. Dirinya malahan senang sekali melihat itu semua. Entah kenapa itu sangat mengemaskan untuknya.

__ADS_1


"Kamu boleh nambah jika masih belum cukup. " seru James. Diana terlihat antusias dan menganggukkan kepalanya.


"Kamu jangan menulisnya di buku hutangmu yah. Ini kamu loh yang menyuruhku. " seru Diana yang membuat James tergelak.


"Hahahaha. Baiklah, aku tidak akan menulisnya. Kamu pesan saja. Aku akan menunggumu sampai selesai. " ucap James menahan tawanya. Dengan menutup mulutnya dengan satu tangannya. Ya, bertambah lagi satu sisi yang di lihat oleh James di diri Diana yaitu sisi lucu Diana. Sisi lucu yang seolah-olah dia tidak sadar bahwa dirinya terlihat lucu dan imut oleh orang di depannya sekarang.


Bagaimana bisa dia begitu mengemaskan begini. Aku sampai tidak bisa menahan tawaku di depannya. Orang lain tidak bisa tidak jatuh cinta kepadanya jika tahu dia seperti apa aslinya. James menatap wajah Diana.


Ya, Diana memang jarang memasang tingkah laku seperti itu. Hal itu biasa ia lakukan bila ia sedang terpuruk saja. Biasanya ia akan mengontrol emosinya bila di depan orang banyak. Dia tidak mau orang lain melihat kelemahannya.


Grek. Bunyi sendawa Diana. Diana sudah kekenyangan.


"Hehehe makasih ya traktirannya. Aku benar-benar senang sekali hari ini. " seru Diana menatap wajah James. " Terima kasih juga karena kamu ada di sampingku saat aku benar-benar membutuhkan sebuah sandaran. Aku tidak tahu akan berada di mana sekarang jika kamu tidak ada tadi. " ucap Diana tersenyum hangat.


"Sama-sama. Jika kamu ada masalah kamu bisa bilang sama aku. Aku akan selalu ada untukmu. " balas James yang berhasil membuat Diana tersenyum tulus lagi.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Kinaya&Samuel_LFR


__ADS_2