
...Happy Reading readers πΌπΌπΌ...
...Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»...
...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku πΈπΈπΈ...
...β’β’β’β’...
Kinaya menoleh ke belakangnya. Mendapati sang suami yang sedang berdiri di ambang pintu kamar mandi. Kinaya pun tersenyum.
"Bentar ya, mas. Aku mau mandi dulu. Di tarok saja Kerupuknya di samping nakas. " ucap Kinaya yang kembali menyibukkan dirinya dengan berendam di dalam Bathtup. Samuel sampai menelan ludahnya melihat sang istri yang sudah tidak memakai sehelai benang pun. Kehamilan Kinaya membuat tubuh wanita itu sedikit berisi dari biasanya. Dan hal itu menambah kecantikan sang istri. Apalagi wajah Kinaya terlihat berseri-seri.
Tidak bisa di pungkiri bahwa Samuel sangat menginginkan istrinya saat ini. Berduaan dan menghabiskan waktu bersama. Samuel pun meletakkan toples berisi kerupuk tadi di atas nakas yang di suruh Kinaya tadi. Setelah itu, memilih untuk gabung dengan Kinaya.
Sudah hampir 1 jam lamanya mereka mandi bersama. Di tambah plus-plus yang hanya mereka yang tahu dimana letak nyamannya. Kinaya sampai berdecak kesal dengan sang suami. Bahkan sampai sekarang tidak habis pikir dengan nafsu suaminya itu.
"Cih. Maunya memuaskan nafsu sendiri. Istrinya di biarkan kedinginan. " gerutu Kinaya. Sibuk mencari pakaiannya dan juga pakaian suaminya. Meski kesal, Kinaya masih inget dengan tugasnya. Membantu sang suami memilihkan jas untuk pergi ke kantor. Sebenarnya, hari ini Samuel tidak berniat ke kantor. Namun, saat selesai mandi tadi ia mendapatkan panggilan masuk dari sekretarisnya untuk mengadakan rapat dadakan. Karena beberapa rekan bisnisnya memprotes beberapa syarat yang telah mereka sepakati.
"Bagaimana kalau kamu ikut dengan mas, Nay? Mas tidak mau jauh-jauh darimu. " ucap Samuel memeluk Kinaya dari belakang. Kinaya terlihat sedang mencari dasi yang cocok untuk suaminya pakai hari ini.
"Aku akan bosan sendirian nanti, mas. Mending aku di rumah saja. " jawab Kinaya.
"Tapi mas maunya kamu ikut. Kita ajak Reza sekalian. Ya, mau ya. " ucap Samuel menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kinaya. Mencium dan mengendus wangi tubuh sang istri.
"Geli mas. Baiklah. Tapi, aku tidak mau nunggu lama-lama. " ucap Kinaya yang berhasil membuat Samuel tersenyum. Melepaskan pelukannya. Membalikkan badan Kinaya. Lalu menghadapkan ke arahnya.
"Aku suka kamu yang penurut seperti ini. Mas akan memberi tahu mama agar menyiapkan Reza. " ucap Samuel berlenggang keluar setelah Kinaya selesai memakaikan dasinya. Sebelum itu, Samuel meninggalkan kecupan di pipi Kinaya. Lalu, pergi menemui anaknya.
...β’β’β’β’β’...
Saat ini. Samuel dan Kinaya sudah berada di kantor. Kinaya tengah duduk di sofa yang ada di ruangan Samuel.
Saat ini, Samuel sudah hampir 1 jam melakukan rapat. Membuat Kinaya bosan menunggunya. Kinaya pun mulai lapar. Lalu, memilih keluar dan mencari makanan di kantin kantor. Reza sendiri tengah berada di gendongan Kinaya. 2 pengawalnya di suruh Samuel untuk tidak ikut karena Samuel merasa dia akan menjaga sang istri sendirian.
Setibanya di kantin. Kinaya langsung memilihkan makanan yang ingin di makanya.
Di tempat rapat. Samuel merasa ada yang menjanggal di hatinya. Ia pun menyuruh asistennya untuk melihat keadaan sang istri.
__ADS_1
Setelah beberapa saat. Asisten itu pun menghampiri Samuel. Lalu berbisik di telinga Samuel.
"Kalian temukan istriku secepatnya. Saya tidak mau dia Kenapa-napa. " ucap Samuel meninggalkan rapat yang baru setengah jalan. Lalu mencari keberadaan sang istri. Beberapa pengawal dan karyawan sudah mencari keberadaan ibu bos itu.
"Jangan buat mas khawatir, Nay. " lirih Samuel. Samuel pun teringat sesuatu. Dilihatnya jam di tangannya. Pikir Samuel pasti istrinya saat ini berada di kantin. Karena disetiap jamnya Kinaya selalu mengeluh lapar. Dan mungkin saja saat ini Kinaya sedang membeli makanan.
"Apa dia sedang berada di kantin sekarang? " tanya Samuel pada dirinya sendiri. Lalu, dengan cepat Samuel berlari ke arah kantin. Saat tiba di kantin. Mata Samuel membulat dengan sempurna. Tangannya mengepal dengan erat nya.
Plak. Satu tamparan yang berhasil membuat Samuel menghentikan langkahnya.
"Sialan. " teriak Samuel yang berhasil membuat orang-orang yang ada di sana menoleh ke arah suatu bariton tersebut.
Ya, Samuel terlihat murka. Bagaimana tidak. Anaknya, Reza. Menagis dalam pangkuan Kinaya dan istrinya terduduk bersimpuh di lantai. Sungguh suatu hal yang tidak ingin Samuel lihat sama sekali. Dengan cepat Samuel melangkahkan kakinya ke arah sang istri. Lalu satu tamparan berhasil Samuel layangkan di pipi seorang gadis yang berani menampar istri tercintanya. Setelah itu, dengan cepat Samuel mendekati Kinaya. Membawa Kinaya berdiri lalu merangkul pundak sang istri. Menunjukkan bahwa wanita di sampingnya adalah orang yang amat berharga baginya.
"Hiro. " teriak Samuel yang membuat pria itu mendekati Samuel dengan ngosngosan.
"Iya, Tuan. " jawab Hiro.
"Aku tidak mau melihat wanita ini di kantor ku lagi. Dan jangan biarkan dia di terima di perusahaan atau pun di tempat kerja manapun. Lalu hancurkan keluarganya. " perintah Samuel yang membuat orang-orang yang ada di sana tidak bisa menolong gadis itu. Karena mereka tahu orang yang ada di depan mereka adalah atasannya.
"Melukai istriku sama saja berurusan denganku. Bahkan, aku tidak mau sehelai rambut pun jatuh dari kepalanya dan kamu malah berani menampar dan membuat istriku mengeluarkan air mata. Seret ia keluar dari kantorku. " teriak Samuel yang membuat beberapa satpam langsung menarik gadis itu.
"Tidak, Tuan. Tolong maafkan saya, Tuan. Saya ngaku salah, Tuan. " ucap Dara. Ya, dia adalah Dara. Sekretaris yang baru di angkat oleh Hiro sebagai sekretaris Samuel. Dara sudah percaya diri sendiri dengan jabatan yang di miliknya. Dan apalagi dia tidak tahu bahwa bosnya saat ini sudah memiliki istri bahkan anak kecil. Sungguh, Dara menyesali perbuatannya.
"Tolong beri saya kesempatan lagi, Tuan. " ucap Dara.
Kinaya yang melihat itu menjadi iba.
"Mas. Kasian dia. Jangan pecat dia mas. " ucap Kinaya. Samuel pun mencoba mengontrol emosinya. Lalu membawa Kinaya ke ruangannya.
" Mas.Β Semua itu terjadi gara-gara aku. Aku yang salah mas. " ucap Kinaya ketika mereka sudah berada di ruangan Samuel. Samuel sendiri tengah duduk bersama Reza di pangkuannya. Lalu, Kinaya duduk di sampingnya sembari memegang lengan Samuel.
"Karyawan seperti itu tidak pantas di perhatikan. Dia telah bersalah, Nay. " ucap Samuel.
"Tapi ini salahku mas. Aku merasa pusing tadi dan aku tidak sengaja menumpahkan kuah kari di bajunya. " ucap Kinaya. Samuel pun menoleh ke arah Kinaya.
"Kamu tidak apa-apakan? Apa masih pusing? " tanya Samuel khawatir
__ADS_1
"Aku sudah tidak apa-apa, mas. Tapi bagaimana dengan gadis itu? Lagian di sini aku yang salah. " tanya Kinaya.
"Kamu tidak sengaja kan. Dan dia masih saja menampar dan membuat anak kita menangis. Mas tidak menerima hal itu. Itu adalah hukuman untuknya. " jawab Samuel memalingkan wajahnya dari Kinaya.
"Tapi mas.... " ucap Kinaya menghentikan ucapannya karena Samuel menatapnya dengan wajah yang dingin. Tidak seperti biasanya yang selalu hangat.
"Jangan buat mas merubah keputusan mas, Nay. " ucap Samuel yang membuat Kinaya langsung bungkam. Melihat Kinaya yang takut melihatnya. Samuel pun menarik tubuh Kinaya agar bersandar padanya.
"Jangan membantah ucapan mas. Sekarang, kamu mau makan apa? " tanya Samuel. Kinaya pun mengelengkan kepalanya. Dirinya sudah tidak mood lagi.
"Mas pesankan makanan. " ucap Samuel tanpa menunggu respon sang istri.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πππ
By : Nadila Sizy
...#Kinaya&Samuel_LFR...
__ADS_1