
Samuel pun mengikuti perintah Kinaya. Dia mengangkat wanita itu ke mobilnya. Dia letakkan wanita itu dikursi tengah. Kinaya pun ikut masuk namun di hentikan oleh Samuel.
" Jika kamu ikut duduk dibelakang untuk menemaninya maka mas tidak akan bertanggung jawab Nay. " seru Samuel berhasil membuat Kinaya diam dan menghentikan langkahnya untuk menemani Laras di kursi belakang. Kinaya pun membuka pintu mobil yang ada di sebelah Samuel.
" Kamu kenapa sih mas? Sekarang dia butuh aku. Kenapa kamu bisa begini kepadanya? " gerutu Kinaya yang kesal sama tingkah Samuel.
Samuel hanya diam saja dan langsung menjalankan mobilnya. Kinaya yang khawatir hanya bisa melihat dari kursi depan sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit.
Samuel nampak acuh kepada Laras karena dia tahu bahwa Laras hanya berpura-pura. Bahkan Samuel tidak mau mengangkat tubuh Laras lagi karena dirumah sakit sudah banyak perawat yang membantunya. Sebenarnya gendongan diawal tadi dia lakukan agar Kinaya tidak memarahinya saja. Dia tidak mau berdebat dengan Kinaya hanya karena wanita licik itu. Namun yang ada dipikirin Samuel saat ini adalah mengenai kesehatan Kinaya. Dia lebih menghawatirkan keadaan Kinaya yang belakangan ini merasa mual dan banyak pantangan saat makan. Tidak suka ini, malas lihat itu dan benci denganku. Ahh Samuel berteriak didalam hatinya melihat Kinaya yang melarangnya ini itu, tapi dia tidak bisa melawan ataupun membantah perkataan istrinya. Tapi entah kenapa dia lebih kesal lagi karena melihat Laras yang merusak rencananya untuk mengecek kesehatan Kinaya. Tapi Samuel tidak tinggal diam, dia akan membalas rencana jahat Laras kali ini.
Kinaya yang melihat Samuel yang cuek memutuskan untuk memanggil perawat pria agar membawa Laras masuk. Dia akan marah jika Samuel nantinya menolak perintahnya, dia pun memutuskan agar lebih bersabar menghadapi Samuel dari pada nanti dia marah-marah dan berujung dengan sebuah pertengkaran nantinya.
Kinaya pun mengikuti perawat pria yang menggendong Laras diikuti Samuel dibelakangnya. Setelah tiba di ruang rawat Kinaya hanya bisa menunggu di lorong dan memutuskan duduk di kursi tunggu yang ada di dekat sana. Kinaya pun menatap tidak suka kepada Samuel.
" Kenapa dengan matamu yang seperti itu? Kan mas sudah mengantarkannya sampai kesini, lagian dia juga tidak apa-apa kok. Dia hanya mencari perhatianmu Nay sayang. Dia yang salah mau menabrakkan dirinya ke mobil mas. Masih untung mas bawa dia kerumah sakit dan mengganti rugi semuanya. Ck."seru Samuel membuat Kinaya semakin marah dengan tingkah sang suami.
__ADS_1
" Kamu kenapa jadi jahat begini sih mas! Aku tidak pernah melihatmu berbuat jahat seperti ini. Apa ini sifat aslimu yang kamu tutupi dariku! Ngaku mas. Jangan bohong samaku lagi." seru Kinaya membuat mata Samuel terbelalak tidak percaya dengan perkataan istrinya.
" Apa kamu meragukan mas Nay? Mas tidak akan melakukan apapun pada mereka yang baik sama mas tapi mas tidak akan tinggal diam jika orang yang mas cinta terluka apalagi oleh para manusia naif itu. " seru Samuel membuat Kinaya bingung.
" Jadi maksud mas Laras punya maksud jahat terhadapku? Kenapa juga dia melakukan itu! Dia tidak mungkin membahayakan dirinya sendiri agar dia bisa menyakituku. Kamu jangan mengada-ngada mas. Itu tidak lucu."seru Kinaya.
Samuel menghela napasnya lalu melihat wajah polos istrinya.
" Kamu sungguh berbeda dari yang lain Nay. Mas tahu kamu orang yang baik tapi jangan biarkan kebaikanmu menjadi kelemahanmu nantinya Nay. Kamu tinggal dilingkungan yang bersih tanpa noda membuatmu selalu berpikir positif kepada semua orang. Mas nggak tahu apa yang akan terjadi padamu jika mas tidak ada di sampingmu saat ini. Kamu pasti sudah dimanfaatkan oleh orang diluar sana demi kebaikan mereka sendiri. Mas bersyukur tuhan mempertemukan kita dan membuat kita hidup bersama. Mas tidak akan membiarkan kebersihan di dalam hatimu ternodai. Mas akan selalu menjaganya tetap bersih." bisik Samuel dalam hatinya.
" Baiklah. Mas yang salah. Tidak seharusnya mas meragukan temanmu yang baru mas kenal. Jadi jangan marah sama mas lagi yah. Mas tidak mau kita bertengkar hanya karena masalah sepele ini. " Samuel memeluk Kinaya lalu mencium pucuk kepalanya.
" Lain kali jangan ambil keputusan langsung mas. Kita harus memberikannya kesempatan untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. " seru Kinaya membenamkan kepalanya didada bidang sang suami.
" Mas tidak akan mengotori pikiranmu dengan hal-hal yang tidak seharusnya kamu ketahui. Mas akan menyelesaikan sendiri masalah ini demi kamu Nay. " bisik Samuel dalam hatinya.
__ADS_1
" Iya Nay. Lain kali mas akan pikir-pikir dulu sebelum mengambil keputusan. " balas Samuel.
" Semoga kamu selalu seperti ini Nay. Mas sangat menyukai kamu yang seperti ini. " bisik Samuel dalam hatinya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1