Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Penjelasan


__ADS_3

Di dalam mobil, Kinaya hanya bisa terdiam. Menatap trotoar jalan dari balik jendela mobil. Mulutnya tidak ada pergerakan barang sedikit pun. Bahkan senyuman yang biasa di lihat oleh Samuel tidak ada terlihat sedikit pun. Samuel sesekali menghela napas melihatnya. Samuel juga tidak bisa berbuat apa-apa, dan akan menjelaskan semuanya setibanya mereka di mansion nantinya.


Setibanya di mansion. Kinaya turun terlebih dahulu. Meninggalkan Samuel yang masih mematikan mobilnya. Ketika Kinaya masuk ke dalam rumahnya, Kinaya melihat Ani ada di dalam rumahnya. Wanita itu sedang duduk di sebuah sofa yang ada di ruang tamu. Kinaya mematung melihat wanita itu. Menatap kandungan Ani yang sudah besar, 3 kali lipat lebih besar dari perutnya. Dada Kinaya sesak melihatnya. Air matanya jatuh begitu saja. Kinaya menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Tidak mau Ani melihatnya dalam keadaan lemah.


Yosi yang juga ada di sana pergi menghampiri Kinaya. Ada raut kekesalan di wajah Yosi. Tapi, tidak di tujukan untuk Kinaya.


"Maaf, Nyonya. Saya sudah menyuruhnya untuk pergi dari sini, tapi dia tidak mendengarkan ucapan saya. Dia memaksa untuk tetap berada di sini. " jelas Yosi. Kinaya yang sudah mulai tenang. Menganggukkan kepalanya, menepuk bahu Yosi. Seperti berkata 'tidak apa-apa. Kamu bisa istirahat sebentar. Aku akan mengurusnya. '


Yosi yang paham dengan maksud Kinaya. Dia pun memilih untuk keluar dari mansion. Di luar Yosi melihat Samuel yang mendekat ke arahnya.


"Apa kamu melihat, Nyonya?  " tanya Samuel.


"Maaf , Tuan. Nyonya sedang bersama wanita itu dan meminta saya untuk keluar. " ucap Yosi sembari menundukkan kepalanya. Tidak berani bersitatap dengan Samuel.


"Baiklah, kamu boleh pulang sekarang. " jawab Samuel. Samuel pun langsung masuk ke dalam. Dilihatnya Kinaya tengah berdiri. Tidak ada percakapan di sana. Samuel pun mendekati Kinaya.


"Mari, Nay. Kamu harus banyak istirahat. Sekarang kita ke kamar yuk. " ucap Samuel.  Mencoba menarik pelan tangan Kinaya. Mengacuhkan Ani yang ada di sana. Namun, Kinaya malah menahan tangan Samuel.


"Aku ingin mendengar semuanya. Aku tidak ingin keluarga ini hancur hanya karena kedatangan wanita yang tidak jelas di dalam rumah tangga kita. " ucap Kinaya. Memohon dengan tatapannya agar Samuel bersedia menjelaskan apa yang telah terjadi sebenarnya selama kurang lebih 6 bulan sebelumnya. Kinaya tidak mau mengambil kesimpulan sendiri bahwa apa yang ada di depannya benar adanya. Kinaya ingin memastikan yang sebenarnya. Karena Kinaya juga tahu bahwa Samuel tidak akan melakukan hal yang beja* seperti yang ia dengar dari Ani.


"Mas tidak mau kamu salah paham dengan mas, Nay. Biar saja mas yang mengurusnya. Akan mas buktikan padamu bahwa mas tidak pernah melakukan hal yang memalukan itu. " jelas Samuel. Menatap lekat sang istri. Kinaya terdiam dan menatap Ani. Ani pun berdiri. Juga menatap Kinaya dan Samuel bergantian.


"Aku sudah menjelaskan semuanya kepada suamimu. Ini adalah anak kita. " menatap ke arah Samuel. Mendekati Samuel. " Apa mas ingat. Waktu itu disaat ulang tahun tante Melani. Mas merasa bosan dengan istri mas karena dia sibuk membantu kelancaran acara pada malam itu. Mas merasa kesepian karena tidak ada yang menemani mas malam itu. Dan mas pergi mendekati ku. Meminta ku untuk menemani mas. Kita minum banyak malam itu. Dan mas menarik ku ke dalam kamar. " jelas Ani. Kinaya terlihat mengepal tangannya ketika mendengar ucapan Ani.


Apa dia mencoba memfitnah ku di depan istriku sendiri. Samuel mengumam di dalam hatinya. Samuel pun menatap Kinaya yang mencoba menahan kekesalannya.


Samuel pun membawa Kinaya duduk di sofa.


"Kamu tidak boleh kelelahan. Jangan mencoba-coba menahan amarahmu. Mas akan menjelaskan semuanya. Hanya untuk memuaskanmu. Mas tidak mau kamu nantinya tersakiti hanya karena ulah wanita itu. " ucap Samuel membawa Kinaya duduk di sofa. Samuel mendudukkan Kinaya di pangkuannya. Seperti biasa yang ia lakukan. Mengelus rambut sang istri.


"Malam itu kamu pasti tahu betul bahwa mas sibuk melayani para tamu. Di malam itu juga mama sakit sehingga papa tidak bisa menemani ku melayani para tamu undangan. Aku semalaman sibuk mengurus tamu undangan. Sesekali mas mendekati mu yang sibuk membantu pelayan. Mas sudah melarang kamu melakukannya tapi kamu masih tetap dengan pendirian mu. Jadi, mas tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mas pun hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Kamu tahu kan, malam itu pandangan mas tidak pernah jauh darimu. Dan dari mananya mas ada waktu berduaan dengannya. Apa kamu sudah paham sekarang! Jika tidak, mas akan mencarikan buktinya untukmu. "Menatap sendu sang istri. Kinaya pun melingkarkan tangannya di leher Samuel. Tersenyum hangat kepada Samuel.

__ADS_1


"Aku tahu itu mas. Aku tidak akan meragukan hal itu lagi. " balas Kinaya. Ani yang ada di sana merasa jengkel. Kenapa dia bisa lupa dengan semua itu. Seharusnya dia mencari tahu lagi apa saja yang terjadi. Dari informasi yang ia dapat dari Melani bahwa Kinaya sibuk dengan urusan dapur. Dan Melani tidak bilang kalau Samuel sibuk dengan urusan tamu undangan. Ani pun mengepal erat tangannya.


"Tapi Kamu tidak bisa lari begitu saja dari tanggung jawab. Kita tidak hanya sekali saja melakukannya. Mas Samuel juga melakukannya di taman pada malam itu. " fitnah Ani lagi. Entah apa yang ada di pikirannya sekarang. Beraninya dia memfitnah Samuel secara terang-terangan. Samuel terlihat menahan rahangnya. Tapi, Kinaya mencoba meneduhkan emosi Samuel. Kinaya mengelengkan kepalanya di hadapan Samuel.


"Ingat mas. Dia sedang hamil besar sekarang. Tidak baik mas menyakitinya. " menatap sebentar ke arah Samuel. matanya pun kembali tertuju ke Ani." Karena tidak ada hal lagi yang dilakukan kalau begitu aku pergi dulu. Apa mbak Ani tidak berniat untuk pergi dari sini? " tanya Kinaya. Namun, wanita itu malah mendudukkan pinggul nya di sofa.


"Jadi, apa tujuan mbak kesini? Mbak sudah menjelaskan semuanya kepada kita. Dan aku  sebagai istri sudah mendengarkannya. Lalu apalagi yang mbak ingin katakan padaku. " seru Kinaya yang membuat Ani heran. Bagaimana bisa wanita ini terlihat santai bahkan aku sudah terang-terangan memfitnah suaminya pikir Ani.


"Apa kamu tidak membenci suamimu. Apa kamu tidak akan melakukan sesuatu kedepannya? " tanya Ani.


"Untuk apa aku melakukannya? Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu. Kalau begitu, sebagai nyonya di sini aku meminta mbak untuk pergi dari sini. " ucap Kinaya. Mengusir secara halus Ani.


"Tapi aku merasa di rugikan di sini. Aku sudah mengandung anak suamimu. Dia harus bertanggung jawab untuk itu. " jelas Ani.


"Itu saja! Baiklah, aku akan meminta mas Samuel untuk menjaga anak mbak nanti sampai ia besar. Meminta sama mas Samuel untuk menafkahi mbak sampai mbak sudah bisa bekerja sendiri. " jelas Kinaya.


"Tidak bisa. Aku tidak setuju. Aku ingin suamimu menikahi ku.  Aku punya hak untuk itu. " ucap Ani.


"Apa mbak lupa! Di sini aku adalah istri sah mas Samuel. Aku lebih berhak memutuskan untuk mengizinkan atau tidaknya mas Samuel menikah lagi. Tanpa restuku kalian tidak akan bisa menikah. Benar begitu mas? " tanya Kinaya kepada Samuel. Samuel hanya tersenyum kepada Kinaya lalu menganggukkan kepalanya.


"Jadi, mbak boleh keluar dari sini sekarang. Aku ingin istirahat kali ini. Dokter bilang aku tidak boleh terlalu kelelahan. " ucap Kinaya bangun dari pangkuan Samuel. Samuel pun ikut berdiri.


"Mas akan mengantarmu. " ucap Samuel yang langsung saja mengendong Kinaya ala Bridal Style.


"Bagaimana dengan dia? " tanya Kinaya menatap ke arah Ani.


Samuel pun sedikit berteriak.


"Bi, tolong pastikan wanita ini pergi dari rumah dan minta Security untuk tidak membiarkan wanita ini masuk lagi. Dan juga, kedepannya jangan biarkan orang asing main masuk saja ke rumah ini. " menatap Kinaya. Memperingati istrinya agar tidak membiarkan sembarangan orang masuk ke mansion. Kinaya hanya mengerucutkan bibirnya.


"Apaan sih. Katanya aku berhak melakukan apapun tapi sekarang berkata lain. " gumam Kinaya pelan. Memalingkan wajahnya dari Samuel.

__ADS_1


"Kamu bilang apa tadi, Nay? " tanya Samuel menatap ke arah Kinaya.


"Eh! Tidak ada mas. Aku hanya ngantuk saja. Kehamilan membuat ku mudah kelelahan. " jawab Kinaya yang membuat Samuel melanjutkan langkahnya. Ada senyuman di bibir Samuel setelah ia melanjutkan langkahnya tapi tidak terlihat oleh Kinaya.


Setibanya di kamar. Samuel meletakkan Kinaya dengan pelan-pelan ke kasur.


"Nanti akan mas bangunkan jika hari sudah sore. Apa ada yang kamu butuhkan, Nay. " tanya Samuel.


"Aku tidak butuh apapun. Temani saja aku tidur di sini. " ucap Kinaya mengeser posisinya agar Samuel ikut berbaring di sampingnya. Samuel pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Samuel ikut masuk ke dalam selimut Kinaya. Meletakkan kepala Kinaya di atas lengannya. Memeluk erat sang istri.


"Makasih sudah percaya dengan mas, Nay. Sekarang, tidurlah. Jangan pikirkan apapun yang bisa membuatmu pusing. Ada mas di sini. Mas akan menyelesaikan semua ini. Jadi tidurlah dengan nyenyak. " ucap Samuel meninggalkan kecupan di kening Kinaya. Kinaya pun tersenyum. Memilih membenamkan wajahnya di dada Samuel. Kedua pasangan itupun terbuai dalam belaian masing-masing. Dan sudah mulai masuk ke dalam mimpi masing-masing.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Kinaya&Samuel_LFR


__ADS_2