Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Si Kecil


__ADS_3

Samuel dan Kinaya sudah berada di depan bioskop. Dan Samuel sudah memilih film yang di sukai oleh istrinya. Kinaya duduk di ruang tunggu. Para pengawal yang di perintahkan oleh Samuel menjaga Kinaya di depan pintu masuk yang ada di ruang tunggu tersebut. Kinaya sendiri menunggu Samuel yang sedang memesan cemilan. Setelah memesan cemilan Samuel pun menghampiri Kinaya.


"Yaudah. Ayuk. " Samuel mengulurkan tangannya agar Kinaya berpegangan tangan dengannya. Samuel meletakkan tangannya di pinggang Kinaya. Kinaya di buat bingung karena tidak ada seorang pun di sana kecuali mereka berdua. Kinaya berhenti berjalan dan menatap Samuel yang ada di sampingnya.


"Mas! Kenapa hanya ada kita berdua di sini. Jangan bilang ini ulahmu mas. " Kinaya mengedarkan pandangannya.


"Mas melakukannya untukmu Nay. Mas tidak mau kamu kelelahan menunggu. Jadi, apa kamu mau lanjut masuk ke dalam atau kita batalkan saja dan istirahat di rumah? " Menunggu respon Kinaya. Kinaya mau tidak mau pun akhirnya memutuskan untuk memilih menonton karena dia tahu bahwa Samuel sudah mengeluarkan banyak uang untuknya. Samuel tersenyum melihat Kinaya masuk ke dalam. Kinaya memilih kursi yang ada di tengah-tengah. Tidak ada jarak di antara mereka sehingga Samuel menarik kepala Kinaya agar bersandar di bahunya.


Sudah hampir satu jam mereka menonton filmnya. Tiba-tiba Kinaya di kejutkan oleh suara tangisan seorang bayi. Kinaya menegakkan kepalanya. Mengedarkan pandangannya di sekelilingnya membuat Samuel bingung dengan tingkah istrinya itu.


"Lihat apa hem? " tanya Samuel ikut melihat sekelilingnya.


"Mas. Coba kamu dengarkan deh. " seru Kinaya bangun dari duduknya dan melihat sekelilingnya. Samuel pun ikut bangun dan memegang bahu Kinaya.


"Iya mas dengar. Dengerin dialog tokoh filmnya. "


"Bukan itu mas. Aku dengar suara tangisan bayi. " Kinaya memfokuskan telinganya. "Nah itu, mas dengar kan? " Kinaya melangkah ke sumber suara bayi tersebut. Samuel pun mengikuti Kinaya. Meletakkan tangannya di pinggang istrinya. Semakin mendekat Kinaya suara bayi itu semakin jelas. Samuel mengikutinya langkah istrinya. Tiba-tiba langkahnya terhenti. Kinaya di kejutkan oleh kehadiran bayi yang ada di ujung kursi. Kinaya pun menghampiri bayi tersebut. Samuel pun ikut terkejut dan mengikuti langkah istrinya.


"Mas. Ada bayi di sini mas. Pasti ibunya mencari keberadaannya mas. " seru Kinaya mengambil bayi tersebut dan mengendongnya. Samuel tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat. Mereka sudah berada di sana hampir satu jam lamanya. Namun, kenapa tidak ada yang mengambil ataupun menjemput bayi tersebut.


"Coba mas tanyakan sama manajer sini mas. Mungkin orang tua bayi ini surah mencarinya dari tadi. " Menenangkan bayi yang ada di gendongannya tersebut.


"Tapi kamu ikut dengan mas ya. Mas tidak mau ninggalin kamu sendirian. " seru Samuel. Kinaya paham dengan kekhawatiran suaminya terhadapnya. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sini. Biar mas yang mengendongnya. Mas tidak mau kamu sakit lagi karena kelelahan. " Bayi itupun berpindah tangan ke tangan Samuel.


Samuel melaporkan keberadaan bayi tersebut kepada manajer bioskop. Manajer itupun menyuruh petugas yang bertugas menjaga cctv di bioskop tersebut untuk melihat rekaman video yang ada di dalam bioskop. Samuel menyuruh petugas cctv untuk melihat kejadian sejam sebelum dia dan Kinaya mendatangi area bioskop. Mereka di kejutkan oleh seseorang pria yang memakai pakaian hitam dan wajahnya di tutup dengan topi dan masker sehingga Samuel ataupun Kinaya tidak mengenali wajah pria itu. Pria itu meletakkan bayi tersebut di dalam bioskop lalu meninggalkan bayi tersebut sendirian.


Setelah melihat rekaman video tadi Samuel dan Kinaya tidak percaya terhadap apa yang mereka lihat. Kenapa ada orang tua yang tega membuang anaknya sendiri. Mereka bahkan sudah menunggu 2 tahun untuk bisa memiliki seorang buah hati.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan terhadap anak ini mas. " Mengelus pipi bayi yang ada di pangkuan Samuel. Menatap iba kepada bayi mungil itu. Mereka menatap bayi tersebut dengan penuh kasih sayang. Kinaya terlihat menyayangi bayi tersebut. Terlihat dari caranya menenangkan tangisan si bayi.


"Apa boleh aku merawatnya mas? Biarkan kita merawat dan menyayangi bayi ini seperti anak kita sendiri. Kita akan membawanya ke rumah dan tinggal bersama kita. Membesarkannya seperti anak kandung dan menjadi Mama dan Papa untuknya. " Kinaya tersenyum menatap suaminya.


"Apa kamu yakin Nay? Mas akan menyerahkan semuanya kepadamu karena kamu adalah nyonya Malaka dan istri mas satu-satunya. " jelas Samuel mencium pipi bayi yang ada di gendongannya. Samuel pun mencium kening Kinaya lama.


"Makasih mas. Aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri. " Memeluk Samuel lalu mengelus-elus kepala si kecil. "Baiklah sayang. Kami akan merawat dan membesarkanmu seperti anak kami sendiri. Kamu akan menjadi anak Mama dan Papa. " seru Kinaya tersenyum melihat si kecil. Tiba-tiba bayi itu tersenyum dan menyentuh pipi Kinaya yang saat itu mencium pipinya.


"Dia mungkin lapar mas. Aku akan membelikannya susu dan emm masih banyak lagi yang harus kita lakukan untuknya. " Samuel paham dan langsung menelpon Jordi untuk segera menemuinya.


"Kamu nelpon siapa mas? " tanya Kinaya. Melihat Samuel bingung. Samuel pun tersenyum dan mengelus pipi Kinaya dengan satu tangannya.


"Mas tahu kamu sangat peduli dengan bayi ini. Begitu juga dengan mas. Tapi, kamu harus ingat bahwa Kamu baru keluar dari rumah sakit. Mas tidak mau terjadi sesuatu padamu dan anak kita. " Mencium bibir Kinaya lama dan mengelus perut datar Kinaya. Kinaya tersadar lalu ikut mengelus perutnya. Tersenyum.


"Yaudah. Kita duduk saja di rumah dan biarkan Jordi yang mengurus keperluan anak kita ini. " Mereka melihat ke arah si kecil. "Baiklah. Sekarang ayuk kita pulang. Mas akan mengurus kepemilikan anak kita besok. Sekarang biarkan dia istirahat di rumah dulu dan kamu juga harus banyak istirahat Nay. " Samuel merangkul pinggang Kinaya dan satu tangannya lagi mengendong tubuh si kecil.


"Sepertinya dia akan sering nempel sama kamu mas. Dia bahkan sudah tidak segan lagi untuk pipis di pakaianmu. " tawa Kinaya melihat pakaian Samuel yang basah. Samuel ikut tersenyum dan ia lebih bahagia melihat istrinya tersenyum lepas begitu.


Teruslah seperti ini Nay. Mas ikut senang melihatnya.


"Kamu tuh yah. " ******* bibir Kinaya meski tangannya masih mengendong si kecil.


di dalam perjalanan. Samuel menyuruh supirnya untuk berhenti terlebih dahulu di sebuah minimarket untuk membelikan popok bayi karena mereka belum punya baju ganti si kecil. Samuel pun memberikan si kecil di gendongan Kinaya. karena belum terbiasa melakukannya Samuel pun mengambil apa yang menurutnya di butuhkan oleh anaknya saat ini.


Setelah memilih semua keperluan anaknya tidak lupa Samuel membelikan Kinaya air minum. Samuel tahu istrinya pasti kehausan saat ini.


Segera Samuel menuju ke mobilnya setelah ia membayar barang belanjaannya. Dia meletakkan semua yang ia beli di bagasi mobil dan mengambil beberapa barang yang akan di gunakan.


"Minim dulu Nay. Kamu pasti sudah haus kan. Biar si kecil mas yang gendong. " Samuel langsung mengambil si kecil dari gendongan Kinaya. Samuel pun memberikan air putih untuk istrinya. Kinaya tersenyum karena Samuel tahu bahwa saat ini dia kehausan.

__ADS_1


"Makasih mas. " Mencium pipi Samuel di saat pria itu mengendong si kecil.


"Sini. " tunjuk Samuel dengan ekor matanya melihat pipi yang belum tersentuh bibir Kinaya.


"Udah. Aku minum air putih dulu. " seru Kinaya yang akan membuka botol penutup. Samuel pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Mas. " panggil Kinaya.


"Emm. " Menoleh ke arah Kinaya.


"Susah bukanya mas. " Kinaya menoleh ke botol mineral di tangannya.


"Yaudah sini. Tapi ini dulu. " Menunjuk bibirnya dengan ekor matanya. Tersenyum melihat wajah jengkel Kinaya karena Samuel mengambil kesempatan agar di cium oleh istrinya.


"Muahh. Muahh. Muahh. Udah kan. " Memberikan kecupan di seluruh wajah Samuel.


"Emm. Nih. Minum yang banyak sayang. " seru Samuel mengusap kepala Kinaya setelah istrinya mengambil botol air di tangannya.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2