Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Kekhawatiran


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’...




Beberapa saat kemudian. Makan siang pun selesai. Reza terlihat tersenyum sendiri melihat kedua orang tuanya angkatnya itu. Reza tertidur telentang dengan mulutnya sibuk dengan kakinya. Beberapa kali Kinaya sudah menghentikan anak kecil itu namun terus menerus Reza ulangi lagi. Kinaya mulai menyerah dan akhirnya Samuel ambil alih Reza ke gendongannya.


"Kamu tuh ya. Kasihan Mamanya. Biar Papa gendong ya. " ucap Samuel lembut. Samuel tersenyum kepada sang istri yang sudah mulai kelelahan. Kinaya pun mengusap perutnya yang sudah sedikit berbentuk.


Setelah selesai makan siang. Samuel pun membawa keluarga kecilnya pulang. Samuel tidak mau ajak keluarga kecilnya untuk jalan-jalan karena sudah melihat sang istri yang terlihat letih.


"Kamu istirahatlah. Sini biar mas pijitin. " ucap Samuel duduk di samping kasur Kinaya. Mulai memijit kaki sang istri.


"Kamu tidak apa-apakan? Atau kita ke rumah sakit saja? " tanya Samuel. Kinaya pun tersenyum.


"Makasih ya, mas. Aku tidak apa-apa, kok. Lagian minggu depan adalah cek up ku. Sekalian aja aku periksa nanti. " tolak Kinaya.


"Apa mas tidak ada pekerjaan lagi. Aku tidak apa-apa, kok. " ucap Kinaya. Samuel tersenyum lalu mengecup kening sang istri.


"Semuanya sudah mas handle. Mas ingin berduaan denganmu, Nay. " ucap Samuel.


...β€’β€’β€’β€’β€’...


Sore harinya. Kinaya dan Samuel terbangun dari tidur siangnya. Kinaya terbangun terlebih dahulu. Dan langsung mendapati sang suami yang memeluknya dengan erat. Terlihat Samuel membenamkan wajahnya di ceruk leher Kinaya. Merasakan adanya gerakan Samuel pun semakin mengeratkan pelukannya.


"Mau kemana? Tidurlah bentar lagi. " ucap Samuel memindahkan kepalanya di dada Kinaya. Bermaksud menahan sang istri agar tidak pergi.


"Udah sore Mas. Aku mau memandikan Reza dulu. " ucap Kinaya memukul pelan lengan Samuel. Samuel pun membuka kelopak matanya. Tersenyum kepada Kinaya lalu kecupan lembut mendarat di bibir mungil Kinaya.


"Mas ingin membantumu. " ucap Samuel sudah duduk dari tidurnya.


"Yaudah, ayuk. Tuh anak juga udah bangun duluan. " ucap Kinaya turun dari tempat tidur. Tiba-tiba Kinaya merasa pusing dan hampir jatuh ke lantai jika Samuel tidak sigap menangkap tubuh sang istri.


"Kamu tidak apa-apakan? " tanya Samuel khawatir. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Aku tidak apa-apa, mas. Mungkin karena habis tidur dan langsung bangun jadinya begini. " elak Kinaya.


"Apa kamu yakin, sayang? " tanya Samuel lagi.


"Aku tidak apa-apa, mas. Yaudah, aku siapkan air untuk mandi Reza dulu. " ucap Kinaya mencoba turun dari kasurnya tapi tangannya di cekal oleh Samuel.


"Tidak boleh. Biar ART yang menyiapkannya. Kamu pasti masih pusing kan. " ucap Samuel. Kinaya pun tidak bisa membantahnya karena kepalanya memang masih sedikit pusing.

__ADS_1


"Tunggu sebentar ya. Biar mas panggilkan ART dulu. Biar mereka yang memandikan Reza. "Β  ucap Samuel turun dari kasurnya.


Beberapa menit kemudian. Reza pun selesai dengan ritual mandinya. Reza sudah di bedakin oleh Kinaya. Kinaya sendiri juga sudah selesai mandi. Saat ini keluarga kecil itu terlihat sedang bersantai sembari menatap langit senja dari belakang rumah.


Kinaya terlihat bersandar di bahu Samuel. Entah kenapa, tubuhnya terasa lelah dan letih. Tangan dan kakinya pun terasa dingin. Hal itupun di rasakan oleh Samuel.


"Sayang. Tanganmu dingin sekali. Kamu tidak apa-apakan? " Samuel mulai khawatir lagi. Apalagi sang istri tidak merespon dan memilih untuk memejamkan matanya. Samuel pun memindahkan Reza yang ada di pangkuannya ke sofa yang berukuran besar. Lalu memindahkan sang istri ke kasur kingsizenye. Samuel pun menyalakan pemanas ruangan. Mengambil selimut tebal dan memakaikannya ke tubuh sang istri.


Setelah itu, Samuel pun mengambil Reza dan memindahkannya ke box bayi.


"Tidurlah, sayang. Mamamu butuh Papa sekarang. " ucap Samuel. Mengusap lembut kepala Reza. Lalu menciumi pipi sang anak.


Samuel pun mengambil ponselnya lalu menelepon dokter keluarga. Terlihat raut wajah yang khawatir. Melirik sang istri yang tertidur dengan raut wajah orang yang menahan rasa sakit.


"Sabar ya sayang. Dokter akan datang sebentar lagi. " ucap Samuel memberikan kehangatan di tangan tangan kecil Kinaya. Dengan menggosok telapak tangan Kinaya yang terasa dingin oleh Samuel.


Beberapa saat setelah itu. Dokter yang di telepon Samuel pun datang.


Tok, tok, tok.


"Maaf, Tuan. Dokternya sudah datang. " ucap ART. Mama dan Papa Samuel ikut khawatir dengan keadaan sang menantu.


"Bagaimana dengan keadaan istrimu, Sam? " tanya Tuan Malaka.


"Samuel tidak tahu, Pa. Tiba-tiba Kinaya memejamkan matanya. Lalu, tangan dan kakinya terasa dingin. " ucap Samuel. Dokter yang mendengar hal itu langsung memeriksa keadaan Kinaya.


Setelah beberapa saat akhirnya dokter pun selesai memeriksa.


"Istri Tuan mengalami Anemia. Dikarenakan kekurangan zat besi dan folat. Maka dari itu, disarankan untuk menaikkan jumlah asupan makanan tinggi zat besi dan asam folat selama masa kehamilan hamil.


Anda bisa mendapatkannya dari kacang-kacangan, biji-bijian, telur yang dimasak matang, dan sayuran. " ucap dokter itu. Terlihat Samuel menganggukkan kepalanya.


"Tapi dok. Istri saya tidak menyukai kacang-kacangan dan biji-bijian tersebut. Apa ada saran yang lebih baik lagi dok? " tanya Samuel.


"Maaf, Tuan. Lebih baik di bujuk bumilnya karena ini demi keselamatan sang janin. Kalau begitu, untuk sementara saya beri vitamin saja. " ucap dokter itu. Samuel pun menganggukkan kepalanya. Terlihat Tuan dan Nyonya Malaka berhela napas , lega.


"Biar saya antar ke depan, dok. " ucap Nyonya Malaka. Dokter itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tuan Malaka pun menghampiri Samuel.


"Bujuklah istrimu. Ini demi kebaikannya. " ucap Tuan Malaka.


"Iya, Pa. " ucap Samuel.


"Kalau begitu Papa pergi dulu. Reza biar bersama Papa. " ucap Tuan Malaka. Mengambil Reza di ranjang box bayi. Samuel pun membiarkan Papanya. Lalu, kembali fokus dengan istrinya.


Samuel ikut berbaring dengan sang istri. Membuka pakaiannya. Lalu menarik tubuh Kinaya ke dalam pelukannya. Memberikan kehangatan untuk sang istri.


"Tetaplah sehat istriku. Jangan buat mas merasa khawatir dengan keadaanmu sekarang. Mas mencintaimu apa adanya. " ucap Samuel memberikan kecupan lembut di kening Kinaya. Lalu mengusap pelan punggung belakang Kinaya. Samuel pun ikut terpejam dengan tangannya tetap memeluk erat tubuh sang istri.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 8 malam. Kinaya pun terbangun dari tidurnya. Perutnya sudah mulai merasa lapar. Tiba-tiba ingin memakan pecel lele. Lalu Kinaya menoleh ke arah sang suami. menepuk pelan lengan Samuel yang melingkar di pingangnya.


"Mas. Bangun, mas. " ucap Kinaya. Samuel pun mengerjapkan matanya.


"Ada apa, Nay? " tanya Samuel mulai duduk dari tidurnya. Kinaya pun ikut duduk di samping Samuel.


"Mau makan pecel. Beliin ya, hem. " ucap Kinaya memelas.


"Kalau begitu mas order saja ya. Kamu tunggu sebentar. " ucap Samuel. Kinaya pun menahan tangan Samuel yang ingin mengambil ponselnya.


"Aku ingin makan langsung di tempatnya. " jawab Kinaya.


"Tapi kamu masih sakit, Nay. Kita order saja ya. " ucap Samuel.


"Aku tidak mau. Mas makan sendirian saja. " ucap Kinaya kembali merebahkan tubuhnya. Membelakangi sang suami. Samuel pun mengusap kasar wajahnya. Lalu mencoba membalikkan tubuh Kinaya ke arahnya.


"Yaudah, kita pergi sekarang. Jangan ngambek lagi ya. " ucap Samuel mencium bibir Kinaya. Kinaya pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


Kinaya pun bersiap-siap pergi. Saat hendak keluar dari kamar tiba-tiba Samuel menahan tangan Kinaya.


"Tunggu dulu. Pakai dulu sweaternya. Nanti kamu kedinginan. " ucap Samuel yang langsung pergi ke ruang ganti pakaian. Mengambilkan sweater hangat untuk sang istri.


"Mas tidak mau kamu jadi sakit nanti. " ucap Samuel. Kinaya pun tersenyum lalu memberikan kecupan di pipi Samuel.


"Makasih mas. Aku mencintaimu. " ucap Kinaya. Samuel pun tersenyum.


"Mas lebih mencintaimu, Nay sayang. " ucap Samuel kembali meninggalkan ciuman di bibir mungil Kinaya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πŸ˜šπŸ˜™πŸ˜™

__ADS_1


By : Nadila Sizy


...#Kinaya&Samuel_LFR...


__ADS_2