Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Tolong mas, Nay.


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’...


Hari sudah mulai sore. Langit senja sudah menampakkan dirinya. Pasangan suami istri itu tengah tertidur di ruangan yang memang telah di siapkan oleh Samuel sebelumnya. Samuel dan Kinaya terlihat sedang berpelukan satu sama lain. Memberikan kehangatan pada diri mereka. Tiba-tiba tidur mereka di ganggu oleh anak kecil yang berada di box bayi yang juga di sediakan oleh Samuel di sana. Suami istri itu langsung membuka kedua matanya dengan paksa. Kinaya langsung menoleh kepada sang anak. Melepaskan pelukan Samuel di pinggangnya.


"Sayang. Cup, cup. Maafkan Mama ya. Kamu lapar ya. " ucap Kinaya mengeluarkan Reza di box bayi lalu mengendongnya. Dilihatnya jam di dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore. Kinaya pun menoleh ke arah suaminya. Mendekati pria itu yang juga sedang menoleh ke arahnya.


"Ada apa, Nay? " tanya Samuel.


"Anak kita harus di beri makan. Aku pun juga. Tapi aku mau bersihin Reza dulu. Mas pesankan makanan ya. Aku mau ke kamar mandi dulu. " ucap Kinaya berdiri di samping ranjang yang di tiduri oleh Samuel.


Samuel pun berdiri.


"Baiklah, apa kamu mau mandi juga? Mas sudah menyiapkan baju untukmu di lemari. " ucap Samuel mendekati Kinaya. Mencium kening istrinya tersebut. Kinaya pun tersenyum.


"Makasih ya, mas. Kalau begitu aku mandiin Reza dulu. " Kinaya langsung berlenggang ke kamar mandi. Samuel pun langsung menelepon sekretarisnya, Hiro. Hiro dengan sigap menyanggupi permintaan bosnya.


Beberapa saat setelah itu. Kinaya dan Reza sudah selesai bersih-bersih. Tinggal Samuel yang belum. Pria itu memilih untuk makan bersama keluarganya. Setelah itu baru mandi.


"Emm. Kita pindah ke rumah besok ya. Tidak apa-apakan? " tanya Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Mama juga nelpon tadi. Katanya mama akan pergi dengan papa. Mungkin akan memakan waktu lama. Kurang lebih sebulan. Mau kumpul bareng keluarga. " ucap Samuel.


"Emang ada apa, mas? Kenapa kita tidak ikut? " tanya Samuel.


"Karena.... " ucap Samuel mengantung karena tiba-tiba ponsel Samuel berdering.


"Bentar ya, ponsel mas berdering. " ucap Samuel. Kinaya pun menganggukkan kepalanya. Menunggu Samuel menjawab panggilan masuk tersebut.


"Sayang. Hari ini Naura akan datang. Kita pulang sekarang ya. Mas mau jemput Naura di bandara dulu. Tidak apa-apakan? " tanya Samuel.


Kinaya terdiam untuk beberapa waktu. Lalu, menganggukkan kepalanya.


"Naura tidur di rumah kita, mas? " tanya Kinaya. Samuel pun menoleh ke arah Kinaya.


"Apa tidak apa-apa Naura tinggal di rumah kita? " tanya Samuel.

__ADS_1


"Apa aku boleh nolak? " tanya Kinaya menundukkan kepalanya.


"Baiklah. Apapun katamu akan mas lakukan. Naura biar tinggal di rumah mama saja. " jawab Samuel. Kinaya pun tersenyum karena sang suami peka padanya.


Samuel pun mengantar Kinaya dan Reza terlebih dahulu ke rumah mamanya. Lalu langsung menjemput Naura di bandara.


Setelah beberapa saat.


"Tante. Aku datang. " teriak seorang gadis remaja yang lagi labilnya.


"Ya ampun, sayang. Kenapa teriak-teriak sih. Pamali tahu. " ucap Nyonya Malaka. Samuel yang ada di sana hanya bisa tersenyum. Kinaya pun ikut tersenyum melihatnya.


"Kamu udah makan malam? " tanya Nyonya Malaka.


"Belum, Tan. Emang Tante masak apa? " tanya Naura. "Kebetulan sekali. Kakak iparmu masak ayam goreng. Kamu suka ayam goreng kan? " tanya Nyonya Malaka? Tiba-tiba mood Naura down. Menatap malas ke arah Kinaya.


"Tidak, Tan. Aku udah kenyang. Aku ke kamar saja ya, Tan. Mau istirahat dulu. " ucap Naura yang langsung berlenggang ke kamarnya yang memang ada khusus kamar untuknya di sana.


Hati Kinaya merasa pedih karena selalu di tolak mentah-mentah oleh adik iparnya. Kinaya bingung. Apa salahnya sehingga Naura begitu acuh dan benci kepadanya. Dari awal dia tidak pernah menganggap orang lain adik iparnya. Tapi, dia selalu di benci oleh adik iparnya itu.


"Itu anak dari dulu. Huh. Ayuk sayang, kami pasti sudah lapar kan? " ucap Nyonya Malaka kepada sang menantu.


"Ada apa dengan Kinaya, Sam? Apa kamu menyakiti menantu Mama? " tanya Nyonya Malaka judes.


"Apaan sih, Ma. Kami baik-baik saja, kok. Mungkin bawaan kehamilannya. Kalau begitu Sam mau nyusul Kinaya ke kamar dulu. " ucap Samuel.


"Pergilah. Mood wanita hamil tidak boleh terganggu. " ucap Nyonya Malaka. Samuel pun menganggukkan kepalanya lalu berlenggang ke kamarnya.


Di tempat lain di waktu yang sama. Diana dan James terlihat menyantap makan malamnya.


"Apa kamu sudah pindah dari rumah kakakmu, yank? " tanya James. Ya, Diana dan James memutuskan untuk mengikat hubungan mereka dengan memulai sekedar berpacaran dulu. Dan saat ini, Diana sudah mulai belajar untuk melupakan Roy. Dia sadar, di hari Roy tidak ada dirinya. Diana pun memilih untuk mundur dan memulai hidup bersama orang yang tulus mencintainya.


"Emm. Maaf ya. Untuk sementara aku tidak bisa. Kak Roy tidak mau aku jauh-jauh darinya. Semua itu ia lakukan karena kak Roy sudah berjanji akan selalu menjagaku. mungkin kak Roy takut aku Kenapa-napa jika berkeliaran di luar. " ucap Diana. James pun manggut-manggut. James paham jika berada di situasi Roy. Pasti Roy takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada adiknya.


"Yaudah, aku akan mendukung apapun keputusanmu. Tapi, kamu akan tetap bekerja denganku kan. Oh iya, minggu besok aku mau mengajakmu ke Singapura. Keluargaku mengadakan pesta tahunan keluarga. " ucap James.


"Apa aku tidak apa-apa ikut denganmu? Aku takut. " ucap Diana. James pun tersenyum lalu menggenggam tangan Diana.


"Hei. Apa yang kamu takutkan. Kamu adalah pacarku. Lagian aku ingin memperkenalkan dengan keluargaku. Mau ya. " ucap James.


"Baiklah. Aku akan ikut apapun katamu. " ucap Diana. James pun tersenyum. Lalu mengusap punggung tangan Diana.

__ADS_1


Kembali ke pasangan suami istri yang tengah berada di kamarnya. Samuel berjalan ke arah istrinya yang tengah duduk di pinggir ranjang. Samuel duduk di samping sang istri. Merangkul kedua bahu Kinaya.


"Sayang. Apa yang kamu pikirkan? " tanya Samuel. Samuel pun membalikkan badan Kinaya ke arahnya. Memegang dagu sang istri agar menatapnya.


"Ada apa, Nay? " tanya Samuel menatap hangat sang istri.


"Aku tidak apa-apa, kok. Apa mas mau mandi? Aku siapkan airnya ya. " Kinaya bangun dari duduknya. Tapi tangannya di cekal oleh Samuel.


"Ada apa lagi, Nay. Mas minta maaf jika kata-kata mas menyakitimu. Tapi tolong. Tolong mas. Jangan buat mas seperti ini. Mas tidak kuat melihatmu menangis sendirian seperti ini. Duduk dan termenung seperti tadi membuat mas sakit. Jangan seperti ini, Nay. Terbukalah dengan mas. Kita tuh harusnya saling berbagi suka duka kita. Jangan berusaha untuk merangkulnya sendiri. " ucap Samuel menarik tangan Kinaya. Membawa Kinaya ke pelukannya. Seketika air mata Kinaya pecah karena kepiluan sang suami. Kinaya pun membenamkan wajahnya di dada kekar Samuel. Samuel pun mengusap lembut punggung Kinaya.


"Menangislah, setelahnya jelaskan pada mas apa yang terjadi. " ucap Samuel lembut sembari mengusap lembut kepala Kinaya yang ada di dadanya.


"Apa salahku mas? Apa salahku? " tanya Kinaya kepada Samuel.


"Husttt. Kamu tidak salah, sayang. Merekalah yang salah. Jangan sedih lagi ya. "


.


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πŸ˜šπŸ˜™πŸ˜™


By : Nadila Sizy


...#Kinaya&Samuel_LFR...

__ADS_1


__ADS_2