Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Melotot


__ADS_3

Samuel tidak melepaskan pelukannya. Dia takut jika sang istri marah kepadanya. Samuel malah membenamkan kepalanya di tengkuk Kinaya hingga wajahnya terkena sabun mawar yang di pakai Kinaya.


"Maafkan mas dulu. " pinta Samuel.


"Maaf untuk apa coba? " tanya Kinaya bingung. Samuel pun beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Bathtup hingga Samuel menatap wajah sang istri.


"Tadi mas sudah menyakiti perasaanmu. Karena itulah kamu marah sama mas, Nay. " jelas Samuel. Kinaya pun mengernyitkan keningnya.


"Siapa yang marah sih. Aku tuh hanya pengin mandi air hangat saja. Mas ini mikir jelek mulu. Ataukah, mas ingin kita bertengkar tanpa ada ujungnya. " seru Kinaya. Samuel pun mengelengkan kepalanya cepat. Tidak mau hal itu terjadi.


"Tidak, Nay. Jadi, kamu tidak marah kan sama mas? " tanya Samuel lagi untuk meyakinkan dirinya. Kinaya pun menganggukkan kepalanya. Dan tersenyum menatap wajah sang suami.


Samuel merasa lega. Samuel membuka satu persatu pakaiannya. Membuat Kinaya membulatkan matanya.


"Apa yang kamu lakukan, mas? " tanya Kinaya.


"Memangnya apa lagi yang bisa mas lakukan di sini selain ikutan mandi denganmu, Nay sayang.ย  " jawab Samuel yang berhasil membuat wajah Kinaya merona.


"Bukannya mas udah mandi tadi sebelum kita pulang ke rumah. Kenapa mas mandi lagi? " Tanya Kinaya menatap bingung Samuel.


Samuel tersenyum nakal melihat sang istri. "Mas mau bantu kamu. Biarkan mas membersihkan punggungmu. " seru Samuel yang sudah masuk ke dalam Bathtup dan duduk di belakang Kinaya. Samuel mengambil body puff dan cairan mawar yang ada di sampingnya. Samuel pun mengosok punggung Kinaya dengan lembut. Membuat sang istri menikmatinya. Kinaya bahkan menikmatinya sampai-sampai mata Kinaya beberapa kali terpejam, menikmati kenyamanan.


Tidak sampai di situ saja. Beberapa saat setelah membersihkan punggung Kinaya. Tangan Samuel sudah tidak tahan untuk tidak menyentuh area favoritnya. Tangan besar itu sudah mulai meraba gunung kembar Kinaya. Kinaya yang mendapatkan hal itu, dia pun mendesah dan menikmati permainan Samuel.


Beberapa saat kemudian, Kinaya dan Samuel sudah menyelesaikan mandi plus-plusnya. Samuel mengeringkan rambut sang istri yang tengah duduk di meja riasnya. Dirinya sendiri masih memakai handuk se pinggangnya.


Malu-malu Kinaya menatap Samuel dari pantulan cermin. Pasalnya Samuel tidak mau bantahan dari Kinaya. Sedangkan Samuel sendiri tidak terusik sama sekali. Dia masih fokus pada rambut sang istri. Samuel mengeringkan rambut Kinaya dengan Hair dryer. Dengan terus menunjukkan senyumannya.


"Sudah selesai. Mas akan ganti pakaian dulu. Kamu tunggu mas sebentar, ya. " seru Samuel memberikan kecupan di pipi sang istri. Kinaya yang mendapatkan kecupan tiba-tiba, sontak membuatnya terkaget. Kinaya malu-malu sendiri setelah Samuel masuk ke ruang ganti pakaian.


"Apaan sih. " seru Kinaya memegang pipinya yang di kecup oleh Samuel. Kinaya sendiri sudah memakai pakaiannya. Kinaya memutuskan untuk memakai make upnya. Samuel baru saja selesai mengganti pakaiannya. Samuel tersenyum melihat wajah imut Kinaya dari pantulan cermin. Matanya pun turun ke perut Kinaya. Samuel pun mendekat dan berjongkok di hadapan Kinaya. Samuel mengusap perut Kinaya.


Samuel memberikan kecupan di perut istrinya. Menyapa sang buah hati.

__ADS_1


"Anak Papa, sayangnya Papa. Apa kabarmu, Nak? " tanya Samuel yang membuat Kinaya tersenyum. Kinaya pun menjawabnya dengan meniru suara anak kecil.


"Aku baik, Pa. Papa baik-baik saja, kan? " tanya Kinaya balik. Samuel tersenyum lalu memberikan kecupan lagi di perut Kinaya.


"Papa baik juga , Nak. Jagalah Mamamu. Jangan buat dia kelelahan, hem. " seru Samuel mengusap perut Kinaya. Kinaya tersenyum lalu mengusap kepala Samuel yang ada di depannya.


Di tempat lain di waktu yang hampir sama. Dua pasang pemuda tengah makan malam di sebuah restoran out door. Di temani oleh lampu kelap -kelip yang bertengger di ranting pohon. Tempat makan romantis untuk kalangan anak muda di sana.


Diana, wanita cantik itu merasa bingung dengan suasana malam ini. Pasalnya, baru kali ini pria di depannya mengajaknya makan malam romantis seperti ini. Ini baru kali pertama ia rasakan dari pria di depannya. Meski begitu, Diana senang sekali. Hatinya berbunga - bunga ketika pria di depannya juga tersenyum kepadanya. Menatap dirinya dengan hangat.


Sedangkan Roy sendiri masih bingung harus melakukan apa ke depannya. Dirinya terlihat ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu kepada gadis di depannya. Belum ada niatan di hatinya untuk mengatakan hal yang ingin dikatakannya itu.


Roy berniat di hatinya untuk menjadikan gadis di depannya saat ini sebagai wanita masa depannya. Tapi, di hatinya masih tersimpan nama Kinaya. Wanita pertama yang ia cintai. Wanita pertama juga yang membuatnya mengenal apa itu cinta.


Dirinya sudah terpenjara oleh cintanya sendiri kepada Kinaya. Tapi, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena wanita yang ia cintai sudah di miliki oleh orang lain. Dan dia harus merelakan semua itu.


Dirinya juga tidak bisa egois, hanya untuk bisa memiliki apa yang ia inginkan. Roy tahu bahwa kebahagiaan wanita yang ia cintai bukanlah bersama dirinya dan dia harus rela melepaskannya dan mencoba untuk memulai hidup baru dengan orang yang benar-benar mencintainya.


Roy menatap wajah Diana lekat - lekat.ย  Gadis itu tersenyum hangat kepadanya. Membuat Roy ikut tersenyum melihatnya.


"Emm-- itu. Kita-- " seru tergantung karenaย  sulit untuk mengungkapkannya.


"Iya? Ada apa Kak? " tanya Diana masih tersenyum hangat.


"Kita akan-- " jawab Roy gugup.


"Kita apa Kak? " tanya Diana karena Roy terlihat sulit untuk mengatakannya.


"Kita akan pulang besok, " jawab Roy pada akhirnya. Roy mengerutu di dalam hatinya. Menyesali perkataannya tersebut.ย  "Kakak sudah menyelesaikan pekerjaan kakak di sini. Kamu tidak apa-apakan? " tanya Roy mengepal tangannya di bawah meja. Kali ini Roy untuk yang kedua kalinya gagal mengungkapkan perasaannya. Yang pertama kepada Kinaya, cinta pertamanya. Dan kali ini kepada Diana, wanita yang ingin di kejarnya kali ini untuk menjadi wanita masa depannya. Tapi, di hatinya Roy sudah fiks untuk tidak melepaskan lagi cintanya. Roy tidak mau lagi merelakan apa yang seharusnya menjadi miliknya.


"Emm. Tidak apa-apa kok, kak. Lagian, aku sudah sangat senang karena kakak sudah mau mengajakku ke sini. Jarang-jarang loh kakak bawa aku keluar, apalagi masih dengan berurusan dengan pekerjaan. " jawab Diana berusaha tersenyum. Diana tadi sempat berpikir bahwa Roy mengatakan sesuatu yang sudah terbayang di pikirannya. Sesuatu yang sudah lama di nantikannya 'Maukah kamu jadi pacar, Kakak' itulah kata yang ada di pikiran Diana.


Tapi, apalah dayanya karena kata-kata itu tidak ada sama sekali. Sedih! Sedih sangat hatinya ketika membayangkan hal yang tidak mungkin itu.

__ADS_1


Heh. Emang kamu siapanya, Diana. Tidak ada tempat di hatinya untukmu. Jangan berharap sesuatu yang tidak mungkin itu. Dia tidak mencintaimu, Diana. Lupakan semua yang ada di hatimu dan mencobalah untuk mencintai orang lain. Orang yang mungkin mencintaimu seperti kamu mencintai pria di depanmu saat ini. Gumam Diana di dalam hatinya.


"Aku misi ke toilet sebentar, kak. " seru Diana yang sudah berdiri dan memalingkan cepat wajahnya. Diana tidak mau Roy melihat wajah putus asanya.


Diana melangkahkan kakinya. Menjauh dari Roy. Diana menatap dirinya sendiri di dalam cermin.


"Apa yang kamu lakukan, gadis bodoh. " seru Diana melirih. Menatap dirinya di depan cermin.


Diana mengerutukan dirinya ketika ia berada di kamar mandi. Diana pun memutuskan untuk kembali ke tempat duduknya setelah puas memarahi dirinya sendiri. Saat hendak melangkah tiba-tiba bahunya menyenggol seseorang. Diana hampir terpelanting ke samping dan hendak membentur dinding. Namun, dengan sigap tangan seseorang menariknya.


"Kamu tidak apa-apakan? " tanya pria itu. Diana pun menoleh ke sampingnya. Diana memelotot kan matanya.


"Kamu!!!" Ucap mereka serentak.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Kinaya&Samuel_LFR


__ADS_2