
Happy Reading readers πΌπΌπΌ
Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»
Terima kasih πΈπΈπΈ
β’β’β’β’
Di dalam perjalanan pulang Kinaya terlihat cemberut. Tidak berpaling sedikit pun dari jendela mobilnya. Samuel sudah berkali-kali menghela napasnya. Kadang-kadang ada senyuman di bibir Samuel karena Kinaya terlihat mengemaskan dengan wajah kesal begitu.
"Mas. Berhenti! " ucap Kinaya.
"Ada apa, Nay sayang? " tanya Samuel.
"Aku mau itu. " Kinaya menunjuk sate padang yang ada di pinggir jalan. Samuel pun membulatkan matanya.
"Tidak boleh. Itu tidak bersih, Nay sayang. " jawab Samuel lembut.
"Tapi aku ingin itu. " Kinaya pantang nyerah sebelum mendapatkan keinginannya.
"Kita buat di rumah saja ya. " Samuel melembut.
"Yasudah kalau tidak mau. Aku juga tidak akan memakan yang ada di rumah. " jawab Kinaya menyilangkan tangannya di dada. Samuel pun menghela napasnya. Samuel akhirnya memutar balikkan mobilnya dan berhenti di depan gerobak sate padang yang di tunjuk oleh Kinaya.
"Mas akan pesankan. Kamu tunggu di sini. " ucap Samuel tidak mau di tolak. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kinaya hanya melihat Samuel dari jendela mobil. Memperhatikan kerumunan pembeli di sate padang tersebut. Tiba-tiba emosi Kinaya meluap ketika melihat 3 wanita mendekati Samuel. Dengan langkah cepatnya Kinaya pun menghampiri Samuel lalu menyongsong di dekat Samuel. Bergelayut manja di lengan sang suami.Β Membuat Samuel terkejut. Jika tidak melihat Kinaya Samuel mungkin sudah mendorong wanita yang berani mengandeng tangannya itu.
"Kenapa keluar dari mobil. Sudah mas bilang untuk menunggu di dalam mobil kan. " ucap Samuel menahan kekesalannya.
__ADS_1
"Aku tidak mau di dalam mobil. Banyak tikungan. " Kinaya menatap sinis 3 wanita di sampingnya. Samuel yang melihat arah pandang Kinaya menjadi paham. Samuel pun tersenyum geli karena tahu bahwa saat ini sang istri sedang cemburu.
"Yasudah, sini. Jangan jauh-jauh dari mas. "Samuel memperdekat jaraknya dengan Kinaya dengan memegang pinggang istrinya itu. Kinaya pun tersenyum lalu entah ada angin apa Kinaya berani mencium bibir Samuel di tempat umum. Samuel sampai terperanjak karena Kinaya jarang melakukan hal itu apalagi di tempat umum.
"Jangan berpaling sedikit pun dari Pak satenya. " Kinaya menghadapkan wajah Samuel ke Pak tukang jual sate. Samuel sampai tersenyum geli karena tidak menyangka jika istrinya cemburu sampai tidak mengenal tempat seperti saat ini.
"Aku mau cekernya 10 tusuk mas. " tambah Kinaya lagi.
"Baiklah. Tunggu sebentar lagi ya. " jawab Samuel tersenyum sembari mengusap lembut kepala Kinaya.
"Iih jangan di rusakin tatanan rambutku mas. Nanti aku jelek dan cabe-cabean malah main nyonsong saja. " ucap Kinaya kesal.
"Apaan sih. Mana ada yang berani menyongsong istri mas yang cantik ini. Kamu tidak bisa di singkirkan di sisi mas. Ingat itu! Kamu harus ada di samping mas. Paham! " ucap Samuel mencubit lembut pipi Kinaya. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kinaya pun memeluk tubuh Samuel.
"Iko mas. " ucap tukang jual sate setelah selesai membungkuskan pesanan Kinaya. Menggunakan bahasa minang nya.
"Tiga puluh ribu saja mas. " jawab penjual sate. Samuel pun memberikan uang seratus ribu.
"Kembaliannya untuk Uda saja. " Jawab Samuel yang di anggukan oleh Samuel diselingi dengan senyuman di bibirnya.
"Makan di mobil saja. Mau? " tanya Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Samuel pun tersenyum dan mengusap lembut kepala Kinaya.
"Uluhuluh. Tidak ada yang merebut makanan denganmu. Pelan-pelan saja makannya. " ucap Samuel mengambil tisu dan mengelap bibir Kinaya yang terkena kuah sate.
"Katanya sudah besar. Makannya saja belepotan seperti ini. " gemes Samuel.
"Biarin. Yang penting mas mau ada di sampingku. "Β Kinaya mencibir ke arah Samuel. Samuel pun tersenyum sembari mengusap lembut kepala Kinaya. Samuel pun membukakan pintu mobil untuk Kinaya. Mendudukkan Kinaya di sama karena tidak mau menjadi pusat perhatian khalayak ramai. Samuel mempersilahkan Kinaya untuk masuk mobil dulu baru dirinya menyusul untuk masuk mobil juga.
__ADS_1
Beberapa saat setelah itu Kinaya sudah menyelesaikan menyantap sate pedangnya. Semua ludes ke dalam perut Kinaya. Kinaya pun tersenyum lalu mengusap lembut perutnyaΒ
"Aahhh. Kenyangnya. " lirih Kinaya. Samuel pun tersenyum dan mengacak gemes rambut Kinaya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πππ
By : Nadila Sizy
__ADS_1
...#Kinaya&Samuel_LFR...