Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Pemilihan part 2


__ADS_3

Sudah 2 pengawal selesai memperkenalkan dirinya. Namun, raut wajah Samuel tidak ada perubahan sedikit pun. Dia seperti biasa memasang wajah datarnya. Menyandarkan punggung dan kepalanya di sandaran kursi tempat ia duduk sedari tadi. Samuel sepertinya belum menemui pengawal yang cocok untuk menjaga istrinya. Samuel pun meneguk jus di depannya. Selang beberapa detik ponselnya berdering. Melihat ID favorit di ponselnya. Samuel tersenyum lalu berdiri dari duduknya. Samuel menggerakkan tangannya. Meminta semua orang yang ada di ruangan tersebut untuk diam. Dia pun melangkahkan kakinya ke jendela kaca yang ada di ruangan tersebut. Menatap hamparan laut yang ada di ujung matanya.


"Hallo, Nay. Sayang ada apa? Apa kamu butuh sesuatu? " Samuel dengan lembutnya menyapa sang istri di seberang melalui ponselnya. Para pengawal yang menyaksikannya pun tidak percaya terhadap perubahan sikap Samuel yang Tiba-tiba. Beberapa di antaranya menatap Samuel dengan tatapan tidak percaya terhadap apa yang mereka lihat. Berbeda dengan Jordi yang sudah terbiasa melihat itu semenjak ia kenal Samuel. Dia hanya tersenyum lalu melihat sahabatnya itu. Para pengawal itu menunduk seketika mendengar deheman Jordi.


"Baiklah. Nanti mas akan pulang untuk makan siang bersama. " seru Samuel lembut.


"Tidak. Kamu tidak boleh keluar dari rumah dulu. Ingat apa yang mas bilang pagi tadi. Jangan buat mas khawatir, Nay. Hem. " seru Samuel. Mencoba menghentikan niatan istrinya yang ingin menyusul ke kantornya.


"Hah ... Iya, aku ingat. Aku tutup dulu, mas. Semangat kerjanya ya. Aku dan Reza merindukanmu. " Kinaya membuat pria itu terpancing untuk segera pulang ke rumah menemui mereka berdua.


"Wah. Sepertinya mas harus segara pulang agar menghilangkan rasa kerinduanmu dan Reza. Yaudah, mas pulang sekarang. " goda Samuel tersenyum.


"Tidak boleh. Pintu rumah akan aku kunci. Dah mas. " jawab Kinaya langsung menutup panggilan teleponnya.


"Hah. Harusnya aku tidak bilang bahwa aku merindukannya. " lirih Kinaya menatap ponselnya setelah ia memutuskan panggilan.


Di tempat Kantornya Samuel tersenyum puas setelah berhasil mengoda istrinya.


Setelah berhasil menguasai rasa senangnya saat habis telponan dengan sang istri. Samuel pun berbalik badan dan kembali ke posisinya tadi. Samuel dengan dokumen dan teliti memeriksa biodata pengawal yang akan menjaga istrinya. Terdapat dua pengawal yang menjadi pilihan Samuel. Setelah ia melihat dua biodata pengawal. Samuel terlihat puas. Terlihat dari wajah tenangnya.


Samuel berdiri dan berpindah duduk di sebuah sofa yang ada di ruangan itu. Dia terlihat berpikir sejenak. Setelah merangkul beberapa hal yang akan ia lakukan kedepan. Samuel pun meminta Hiro memanggil beberapa pengawal pria untuk masuk ke ruangannya. Hiro pun menganggukkan kepalanya dan segera memanggil beberapa pengawal pria untuk masuk ke dalam. Setelah itu mereka pun menghadap Samuel. Memberi hormat dan salam.

__ADS_1


"Kamu. " Samuel menunjuk salah satu dari dua orang pengawal yang ia pilih. " Buktikan sendiri keahlian bela dirimu kepada mereka. Jika kamu tidak sanggup kamu bisa keluar dari sini sekarang juga. " jelas Samuel. Pengawal wanita itupun menatap teman sesama pengawalnya itu.ย  Dia terlihat tenang. Seolah tidak akan terjadi apa-apa padanya


"Baiklah, tuan. Saya akan membuktikan keahlian saya dalam bela diri. Mohon izinkan saya menyerang. " Samuel menganggukkan kepalanya. Pengawal itupun berterima kasih. Lalu dia pun mulai mengambil posisi yang luas untuk berkelahi. Serangan pun di mulai. Wanita itu terlihat gesit dan bisa meladeni serangan yang ia dapati oleh lawannya. Samuel yang melihatnya merasa puas sekali. Dia pun menggerakkan tangannyaย  agar para pengawal itu mengakhiri pertarungannya.


"Baiklah. Selanjutnya kamu. " seru Samuel kepada pengawal wanita lainnya. Pengawal itu terlihat sudah siap untuk memulai penyerangan. Sama halnya dengan pengawal wanita yang pertama. Namun, pengawal yang satu ini terlihat cukup cepat dan tajam melihat serangan mendadak dari lawannya. Tubuhnya yang kecil membuat dirinya dengan cepat mengelak dan menyerang balik lawan di depannya. Wanita ini menahan tangan pengawal pria itu kebelakang dan segera menguncinya pergerakan lawannya. Samuel yang melihatnya pun bertepuk tangan. Merasa puas melihat apa yang ia lihat di depannya.


"Baiklah. Bela diri ini mungkin tidak terlalu sering di gunakan. Yang penting di sini adalah kalian harus mengawasi istri saya. Jangan sampai membuat dirinya dalam bahaya ataupun dalam keadaan terancam. Jangan buat saya melihatnya terluka. Saya sangat membenci melihat istri saya terluka. Jadi, kalian harus buat istri saya sehat selalu tanpa lecet sedikit pun. Bahkan semut pun tidak boleh melukai istri saya. Kalian tahu itu artinya apa? " Menatap kedua pengawal wanita di depannya. Kedua pengawal terlihat menganggukkan kepalanya. Memahami maksud perkataan Samuel.


"Baiklah. Kalian boleh keluar. " Menggerakkan tangannya. Menyuruh para pengawal wanita itu pergi dari ruangannya, sedangkan Jordi sudah lebih dulu pergi karena sudah di hampiri oleh tugas-tugasnya. Setelah kedua pengawal itu pergi Samuel pun melihat ke arah Hiro yang ada di sampingnya. "Kamu suruh mereka untuk menghadap istri saya malam nanti. Carikan mereka apartemen atau apalah itu yang berdekatan dengan mansion saya. Agar mereka bisa menjaga istri saya 24 jam. Saya tidak mau ada wanita lain di rumah saya. Kamu paham! " seru Samuel.


"Baik presdir. Nanti jam 10 presdir ada meeting dengan departemen pemasaran. Mereka sedang dalam perjalanan sekarang. " jelas Hiro.


"Kamu aturlah semuanya. Tapi, usahakan meeting nya selesai sebelum makan siang. Saya akan pulang untuk makan siang bersama istri saya di rumah. " seru Samuel yang dirinya sudah mulai fokus kepada dokumen di depannya.


Dalam proses meeting nya hari ini Samuel terlihat fokus memperhatikan slide demi Slide PowerPoint yang di jelaskan oleh karyawannya. Samuel terlihat tidak suka dengan saran para karyawannya. Dia pun menghentikan karyawan yang sedang menjelaskan tersebut.


"Cukup. Saya kurang setuju dengan temanya. Saya tunggu perubahannya sampai besok. " Samuel melihat jam di tangan kirinya. Samuel pun berdiri dan mengancingkan jasnya. "Meeting hari ini selesai. Kalian boleh kembali ke tempat kalian masing-masing. " lanjutnya. Samuel pun keluar lebih dahulu. Samuel segera menuju lobi perusahaan dan bergegas pulang ke rumahnya. Menantikan makan siang bersama sang istri tercinta.


Di dalam perjalanan Samuel melihat toko bunga. Ia pun memesan beberapa bunga kesukaan Kinaya. Dengan perasaan bahagia Samuel membawa bunga itu masuk ke dalam mobilnya. Samuel membayangkan wajah Kinaya yang akan senang mendapatkan bunga darinya. Setiba di rumah Samuel langsung menuju ke kamarnya. Dilihatnya sang istri tengah bermain dengan Reza anaknya di sofa santai yang ada di balkon kamarnya. Samuel mendekat. Menundukkan badannya. Memeluk sang istri dari belakang. Kecupan lembut di leher dan pipi Kinaya. Kinaya terkejut lalu menoleh ke sampingnya. Dia pun malah mendapatkan bunga mawar berwarna merah di depannya. Kinaya tersenyum tahu bahwa itu adalah Samuel suaminya. Kinaya pun mengambil bunga itu dengan satu tangannya.


" Kenapa cepat sekali pulangnya masih? Baru jam setengah 12. Bik Yas mungkin masih menyiapkan makan siang untuk kita. " seru Kinaya. Samuel tersenyum lalu duduk di samping sang istri. Mengambil alih Reza dalam gendongannya. Kini bocah kecil itu sudah berada di pangkuan Samuel.

__ADS_1


"Mas merindukan kalian. Jadi, mas memutuskan untuk pulang lebih cepat. " jelas Samuel mengusap pipi Kinaya dengan satu tangannya lagi lalu kembali menoleh ke arah Reza. Kinaya tersenyum lalu memeluk Samuel. Menyandarkan kepalanya di bahu Samuel. Menatap wajah Reza dan ikut mengusap punggung Reza yang terlindungi oleh ikatan kain bedung bayi. Samuel tersenyum melihat istrinya yang sudah mulai manja lagi kepadanya. Dia membiarkan Kinaya seperti itu dan mencoba berkomunikasi dengan si kecil.


"Apa mas sudah memasukkan Reza di kartu keluarga kita? " tanya Kinaya. Samuel pun menoleh kearah Kinaya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Terima kasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Kinaya&Samuel_LFR


__ADS_2