Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Manja


__ADS_3

" Apa kamu senang dengan liburan ini yank ? " sahut Samuel yang tengah meluruskan kakinya di tepi pantai dan satu tangan direntangkan ke belakang sedangkan satu tangannya lagi memegang pinggang Kinaya.


" Emm, senang banget mas. " kini Kinaya memeluk tubuh sixpack Samuel, dia membenamkan wajahnya di dada bidang Samuel sembari melihat pasir pink yang dia duduki bersama Samuel.


" Aku mau hidup kita seperti pantai ini mas, yang selalu melihatkan warna kecerahan di sekelilingnya. " kini Kinaya meraih pasir pink itu di jemari mungilnya. Nampak dia sangat bersedih, entah apa yang telah dipikirkan oleh istri tercintanya pikir Samuel, semenjak liburannya kali ini dia seakan menghawatirkan sesuatu. Dia tidak tahu apa dia harus bahagia karena Samuel sudah menyiapkan segala sesuatunya saat liburan atau bersedih karena suatu pikiran yang selalu menghantuinya.


" Jika kamu mau hidup secerah pantai ini maka jangan pernah tinggalkan mas Nay, karena mas akan selalu membuat hidup kamu bahagia bila ada disisi mas Nay. " nampak wajah Kinaya tersenyum namun dengan cepat dia merubahnya dengan senyum yang tertahan oleh kesedihan tapi tidak terlihat oleh Samuel.


" Emm, aku tahu mas akan selalu membuatku merasa bahagia karena mas sangat mencintaiku. " kini Kinaya mendongak kepalanya dan melihat kearah Samuel dan mencoba tersenyum agar Samuel tidak melihat kesedihannya.


" Percayalah itu selalu Nay. " balas Samuel tersenyum dan mengelus lembut rambut Kinaya .


Kali ini Kinaya merasa bosan, dia pun Mengajak Samuel untuk jalan-jalan di pinggiran pantai, Kinaya melepaskan sepatunya yang sudah kotor akibat pasir, dia pun terpaksa berjalan tanpa sandal namun Samuel yang melihat itu langsung membungkukkan badannya dan menyuruh Kinaya untuk naik ke punggungnya.


" Naiklah Nay, tidak baik untuk kakimu yang kecil itu. " Kinaya yang mendapat penawaran dari Samuel dengan sopan dia menolak ajakan Samuel dan terus berjalan kedepan.


" Nggak usah mas, kaki ku tidak apa-apa kok, lagian masih bisa jalan sendiri meski tidak beralas sedikit pun. " Samuel yang melihat Kinaya yang terus berjalan dan tidak mau naik ke punggungnya, dia pun menarik Kinaya dan langsung mengendongnya dengan tatapan lurus kedepan tanpa melihat ke arah Kinaya.


" Tidak akan mas biarkan kamu berjalan tanpa alas Kaki Nay. " entah kenapa lagi-lagi Kinaya sedih mendengar perkataan Samuel, dia selalu merasa bahwa semua perkataan manis Samuel akhir-akhir ini hanya akan menjadi kenangan untuknya nanti, dia pun akan menikmati kenangan indah itu untuk yang terakhir kalinya bersama Samuel.

__ADS_1


Hari sudah semakin sore, Samuel membawa Kinaya ke sebuah hotel terdekat dan memilih kamar yang langsung berdekatan dengan pemandangan lautnya.


" Nay, kalau kamu ngantuk tidur saja dulu, biar nanti mas bangunkan jika sudah waktunya makan malam. " sahut Samuel yang habis mandi bersama Kinaya namun Kinaya sudah duluan duduk di meja riasnya dan mulai menguap karena kelelahan.


" Emm, iya mas, aku ngantuk sekali, apa mas tidak tidur juga ? " balas Kinaya sembari menghampiri ranjang.


" Tidak, mas mau periksa pekerjaan dulu yang sudah hampir seminggu ditinggalkan. " balas Samuel menyambar laptopnya dan langsung membuka aplikasi G-mail.


" Yaudah, aku tidur dulu ya, mas jangan sampai kelelahan. " balas Kinaya membuat Samuel tersenyun.


Pukul 17: 00


" Nay, bangun Nay waktunya kita makan malam yuk, kamu pasti sudah lapar kan. " Samuel duduk di samping kasur dan mengusap rambut Kinaya lembut.


" oahhh, jam berapa sekarang mas, aku masih ngantuk ! " balas Kinaya yang kembali menutup matanya.


" Loh kenapa kamu tidur lagi! Apa kamu tidak lapar huh ? " Samuel kebingungan harus bagaimana membangunkan istri tercintanya dia pun memikirkan sesuatu sembari tersenyum menyengir.


" Apa kamu yakin tidak mau bangun huh! " goda Samuel mengelitik pinggang Kinaya hingga akhirnya Kinaya tidak tahan dan langsung bangun setelah menerima serangan dari Samuel.

__ADS_1


" Ha, ha geli mas, oke, oke aku bangun sekarang. " Kinaya tidak tahan di gelitik Samuel dia pun duduk di atas kasur namun masih memegang guling di atas pahanya.


" Mas, makan di kamar aja yah, aku malas keluar. " sahut Kinaya yang masih betah di kasur.


" Baiklah, mas akan suruh pelayan mengantar makanan kesini, sekarang cucilah wajahmu itu dulu. " balas Samuel kembali duduk di depan laptopnya.


" Emm, bantuin. " balas Kinaya manja sembari memberikan kedua tangannya agar segera di gendong.


" Kamu tuh yah, baiklah ayuk sini my princess. " Samuel tersenyum dan mengendong Kinaya ke kamar mandi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2