
...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...
...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...
...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku 🌸🌸🌸...
...••••...
Keesokan harinya. Samuel sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Saat ini Samuel tengah memakai baju kemeja. Kinaya sendiri tengah memilihkan dasi yang cocok untuk di pakai oleh Samuel hari ini.
Kinaya pun mendekati suaminya dengan tangan kanannya memegang dasi untuk Samuel. Memakaikannya ke leher Samuel setelah pria itu selesai memakai kemejanya.
"Nanti mas akan menjemputmu. Kita akan balik ke rumah kita. " kata Samuel melingkarkan tangannya di pinggang Kinaya. Kinaya sendiri sibuk memakaikan Samuel dasi berwarna dongker tua di leher Samuel.
"Apa tidak besok saja kita balik, mas? " tanya Kinaya.
"Maunya gimana? " tanya Samuel mencium bibir mungil Kinaya karena wanita itu sudah selesai memakaikan dasinya.
"Aku mau di sini dulu, mas. Tidak apa-apakan? " tanya Kinaya.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. " ucap Samuel. Samuel pun berjalan ke meja rias Kinaya. Menyisir rambutnya. Memakai pomade untuk rambutnya.
"Mas ada urusan di kantor. Apa kamu butuh sesuatu untuk mas bawa pulang nanti, sayang? " tanya Samuel menoleh ke arah Kinaya. Samuel pun mendekati Kinaya karena sang istri mulai sibuk dengan anaknya, Reza. Kinaya yang mendengar ucapan Samuel pun menoleh.
"Emm. Aku mau kita makan siang bersama nanti, mas. Apa mas ada waktu? " tanya Kinaya. Samuel pun tersenyum lalu mendekati istrinya. Melingkarkan tangannya di pinggang Kinaya. Menatap hangat sang istri.
"Mau mas pulang ke sini atau kita makan di luar berduaan? " tanya Samuel.
"Makan di luar. Tapi aku ingin membawa Reza juga. " ucap Kinaya.
"Baiklah. Mas akan menjemputmu nanti. Kalau begitu mas berangkat dulu ya. Berikan mas ciumannya dulu." ucap Samuel. Samuel pun mencium bibir Kinaya penuh gairah. Kinaya pun tersenyum dan setelahnya Samuel melambaikan tangannya dari dalam mobil.
Kini Samuel sudah berada di kantornya. Duduk di kursi kebesarannya. Terlihat sibuk menandatangani berkas-berkas yang menumpuk di mejanya. Samuel pun terlihat menelepon seseorang dengan telepon kantor.
"Kumpulkan orang-orang yang bersangkutan dengan proyek Sumatra. Saya tunggu 5 menit lagi. " ucap Samuel yang langsung bergegas ke ruang sidang.
__ADS_1
"Baiklah, Pak. " jawab sekretaris Samuel yang bernama Dara.
Samuel pun bergegas menuju ruang sidang. Melangkahkan kakinya penuh dengan kewibawaan yang di miliknya. Dengan gagahannya berjalan. Satu tangannya di saku celana.
Sampai akhirnya Samuel sudah berada di depan pintu masuk ruang sidang. Samuel di arahkan oleh asistennya untuk duduk di kursinya. Para karyawan yang bersangkutan dengan proyek Sumatera sudah duduk di tempat duduknya masing-masing. Mereka tidak berani menatap Samuel. Hanya bisa menundukkan kepalanya sampai Samuel membuka pembicaraan dan memanggil namanya. Dari pada membuat Samuel marah nantinya pikir mereka.
"Siapa yang bersangkutan dengan proyek Sumatra? " tanya Samuel. Semua kepala yang menundukkan tadi pun lantas menegakkan kepalanya.
"Jadi! Apa yang harus saya lakukan agar semua kerugian yang ada kembali lagi ke khas kantor? " Tanya Samuel yang membuat semua orang di sana berkeringat dingin. Mereka tidak berani menjawab. Hal itu akan membuat posisi mereka terancam nantinya.
"Kerugian tidak sedikit loh 10M. Emang sih tidak seberapa dengan uang jajan istri saya. Hanya saja itu bukan untuk istri saya. Jika semua uang itu di habiskan oleh istri saya maka saya biasa-biasa saja. Saya tidak akan mempermasalahkannya. Jadi, saya akan menunggu selama 1 minggu. Carilah sebuah proyek yang bisa menggantikan kerugian yang saya terima. Maka saya tidak akan mempermasalahkannya lagi. " Samuel tersenyum menyeringai. Menatap tajam semua karyawan yang ada di depannya.
"Baiklah, Pak. Akan kami usahakan untuk mencari kerugian yang timbul. Sekali lagi terima kasih kerana sudah bermurah hati kepada kami. " ucap salah satu karyawan yang mempunyai pangkat tertinggi di antara karyawan itu.
"Jika bukan karena istri saya sedang hamil. Saya tidak akan memberikan belas kasih lagi kepada kalian. Manfaatkanlah kesempatan ini. Kalian boleh kembali ke tempat masing-masing. " ucap Samuel yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan ruangan. Semua karyawan yang ada di sana memberikan hormatnya sebelum Samuel pergi dari sana. Melihat kepergian Samuel sampai pintu tertutup kembali.
"Beruntung kita karena kehamilan istri presdir saat ini. Jika tidak kita pasti sudah out dan tidak akan bekerja di sini lagi. " ucap salah satu karyawan di sana.
"Benar juga. Kalau begitu kita harus mencari segera proyek yang bisa membuat presdir senang. Jika tidak kita tidak akan pernah bisa bekerja di sini lagi. " ucap salah satu karyawan wanita yang ada di sana.
Samuel sudah berada di dalam mobilnya. Di antar oleh supirnya. Kali ini Samuel pakai supir karena ingin bermanja-manja dengan keluarga kecilnya di dalam mobil nantinya.
Setibanya di mansionnya. Samuel langsung menyusul sang istri yang sedang bersiap-siap dulu di kamar. Samuel melihat Reza yang ada di gendongan Bik Yas. Samuel pun mengambil alih Reza di pangkuan Bik Yas. Setelah itu, Samuel pergi ke kamarnya untuk melihat keadaan sang istri.
Dilihatnya Kinaya yang tengah sibuk merias wajahnya. Samuel tersenyum lalu mendekati sang istri. Meninggalkan kecupan di pipi kiri Kinaya. Kinaya yang mendapatkan kecupan yang tiba-tiba pun terperanjak. Tersenyum ketika melihat itu adalah Samuel.
"Selalu aja bikin orang kaget. Apa kita berangkat sekarang, mas? " tanya Kinaya.
"Mas akan menunggumu siap dulu. " jawab Samuel.
"Aku sudah siap nih. Ayuk. " ucap Kinaya bergelayut manja di lengan Samuel. Samuel pun tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar.
"Tunggu bentar, mas. " ucap Kinaya lalu mengambil peralatan Reza yang mungkin di butuhkan nanti.
"Sini. Biar mas yang bawa. " ucap Samuel.
__ADS_1
"Tapi mas sedang mengendong Reza. " ucap Kinaya.
"Tidak apa-apa, kok. Mas mau jadi Papa siaga untuk anak-anak kita. " ucap Samuel yang membuat Kinaya tersenyum. Kinaya pun melepaskan ciumannya di bibir Samuel. Karena sedang mengendong Reza jadi Samuel tidak bisa menahan tengkuk Kinaya. Kali ini Kinaya malah memberikan lebih untuk Samuel. Membuat pria itu merasa bahagia.
"Makasih ya. Kita pergi sekarang? " tanya Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Di dalam mobil. Samuel selalu mengambil kesempatan bermanja-manja dengan istri dan anaknya. Reza sendiri dalam gendongan Kinaya saat ini karena anaknya itu merengek entah kenapa. Membuat Samuel pun memutuskan untuk membiarkan anak itu bersama sang istri.
Setibanya di restoran kesukaan sang istri. Samuel membawa Kinaya ke sebuah ruangan privat. Tapi di tolak oleh Kinaya dengan alasan ingin merasai suasana para pengunjung yang datang. Samuel pun tidak bisa menolaknya. Tapi, Samuel memilih tempat yang paling luas hingga anaknya bisa leluasa. Tempat yang bisa di jadikan untuk istirahat anaknya. Samuel bahkan meminta kasur bayi kepada pelayan itu. Mengapa demikian, karena Samuel lah sang pemilik restoran ini. Sehingga ia memiliki kebebasan di sana.
"Letakkan di samping tempat duduk saya. " ucap Samuel yang di anggukan oleh pelayan tersebut.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙
By : Nadila Sizy
__ADS_1
...#Kinaya&Samuel_LFR...