
...Happy Reading readers πΌπΌπΌ...
...Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»...
...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku πΈπΈπΈ...
...β’β’β’β’...
Kurang lebih 10 menit Kinaya di kamar mandi. Samuel pun khawatir dengan istrinya. Samuel pun memutuskan untuk melihat keadaan Kinaya. Namun, langkahnya terhenti karena sudah melihat Kinaya keluar dari kamar mandi.
"Kenapa lama sekali di dalam? Kamu bikin mas khawatir saja. Sini, biar mas keringkan rambutnya. " Samuel menuntun Kinaya duduk di meja riasnya. Samuel sendiri berdiri di belakang Kinaya sembari menatap wajah sang istri dari balik cermin.
"Istri ku cantik sekali meski dengan wajah yang tidak mengunakan apapun. " ucap Samuel melingkarkan tangannya di atas dada Kinaya. Meletakkan dagunya di bahu Kinaya lalu matanya menatap wajah Kinaya di balik cermin yang ada di depannya. Kinaya tidak menjawab. Pandangan Kinaya terlihat kosong ke depan. Samuel pun mengernyitkan keningnya. Membalikkan badan Kinaya ke arahnya. Tanpa di sadari oleh sang istri.
"Ada apa? Jangan coba-coba menyembunyikan sesuatu lagi di belakang mas, hem. " ucap Samuel memegang kedua pipi Kinaya sembari berjongkok di hadapan sang istri.
"Aku tidak apa-apa, mas. Kalau begitu, aku mau memakai pakaian ku dulu. " meninggalkan Samuel dan langsung menganti pakaian tidur di tubuhnya. Setelah selesai berpakaian. Kinaya memilih untuk tidur lagi. Tubuhnya benar-benar lelah hari ini. Banyak yang telah ia alami hari ini. Kehamilannya membuat Kinaya mudah kelelahan. Memilih untuk istirahat agar kehamilannya baik-baik saja kedepannya.
Samuel saat ini tidak berada di kamar. Samuel sibuk menyiapkan makanan yang di pesan saat makan di RM Lamun ombak, siang tadi. Samuel tahu istrinya sangat menyukai masakan padang. Samuel pun memutuskan untuk turun tangan sendiri menyiapkan segalanya. Saat sudah selesai. Samuel pun masuk ke dalam kamarnya dengan senyuman di bibirnya. Senyuman pun hilang karena melihat sang istri kembali tertidur. Samuel pun meletakkan nampan berisi makanan untuk Kinaya di atas nakas yang ada di samping tidur sang istri. Samuel memilih duduk di samping ranjang Kinaya. Mengusap lembut pipi Kinaya. Membangunkan Kinaya dengan lembut dari tidurnya.
"Nay. Makan yuk. Mas sudah menyiapkan semuanya. " ucap Samuel lembut sembari mengusap lembut pipi kanan Kinaya dengan tangan kanannya. Kinaya pun tidak membalas sapaan Samuel yang membangunkannya. Hanya bisa memilih untuk diam. Menutup kedua matanya agar tidak di curigai oleh Samuel karena dirinya hanya pura-pura tidur saja. Samuel yang tahuΒ Kinaya hanya pura-pura tidur memutuskan untuk tidur di samping Kinaya. Tidur di samping sang istri yang membelakanginya. Memeluk erat tubuh Kinaya dari belakang. Pelukan posesif ia berikan. Menunjukkan betapa ia sangat mencintai istrinya tersebut. Tidak ingin sang istri dalam keadaan tidak baik bila ada di dekatnya.
"Mas tahu kamu belum tidur, Nay. Jangan buat mas sedih karena tidak mengetahui masalah yang kamu hadapi saat ini. Mas merasa menjadi suami yang tidak becus karena tidak mengetahui apa yang telah terjadi padamu, Nay. Beri tahu mas. Apa yang telah terjadi padamu. Agar kita bisa menyelesaikannya bersama -sama, hem. Jangan lakukan hal yang sama seperti masalah tempo lalu. Mas tidak akan memaafkanmu untuk yang terakhir kali ini jika kamu melakukan hal yang sama, Nay. Janjilah pada mas, Nay. " Memeluk erat tubuh Kinaya dari belakang. Kinaya tidak menjawab namun perutnya memberontak untuk meminta di berikan asupan. Samuel pun tersenyum lalu membalikkan tubuh Kinaya.
"Kita makan dulu, yuk. Mas tahu. Kehamilanmu ini membuat dirimu mudah kelaparan. Jika kamu tidak ingin turun tidak apa-apa. Mas akan menyuapimu. Mas akan meminta pelayan untuk menyiapkan makanannya di dalam kamar kita. " ucap Samuel lembut. Kinaya hanya diam dengan wajah yang merona. Malu karena perutnya tidak bisa di ajak kompromi.
__ADS_1
Samuel pun turun dari tempat tidur. Tersenyum melihat sang istri yang sedang malu-malu kucing saat ini. Samuel pun duduk di samping ranjang Kinaya. Membantu istrinya untuk duduk bersandar di kepala ranjang. Terlihat Kinaya memalingkan wajahnya dari Samuel. Samuel pun tersenyum lalu memegang lembut dagu Kinaya.
"Sudah ya. Kita makan malam dulu. Lupakan semua yang telah terjadi hari ini. Mari kita lalui semuanya bersama -sama ya. " ucap Samuel lembut. Samuel pun mulai menyuapi Kinaya makanan.
"Emm. Mas tidak ikut makan juga?Β " tanya Kinaya.
"Melihatmu makan sudah membuat mas kenyang. " ucap Samuel tersenyum. Cih. Emang ya, cowok itu suka ngegombal. Nggak ada yang serius pikir Kinaya.
"Hei! Apa yang kamu pikirkan, Nay sayang. Jangan pikirkan yang macam-macam. Apa yang mas katakan adalah yang sebenarnya. " ucap Samuel yang seolah-olah paham isi pikiran sang istri. Kinaya sendiri tidak percaya jika Samuel tahu apa yang dia katakan di dalam hatinya.
"Hahahaha. Apa yang mas bilang sesuai dengan apa yang telah kamu pikirkan kan? " tanya Samuel menahan tawanya. Kinaya pun menganggukkan kepalanya dengan mata masih membulat.
"Semua ini terjadi karena suamimu ini bukanlah manusia biasa. Kamu adalah wanita beruntung bisa memiliki mas di sampingmu. Menyayangimu dengan sepenuh hati. Jadi, jangan sia-siakan pria di depanmu ini. Dia adalah pasangan yang akan membawakan kebahagian jasmani dan rohani untukmu, sayang. " mencium bibir Kinaya yang ada di depannya.
Kinaya terharu mendapatkan perhatian dari sang suami. Kinaya pun memeluk erat pinggang Samuel. Membenamkan wajahnya di dada Samuel. Ada isakan tangis dari matanya.
"Mas. Janjilah padaku. Kedepannya tetap bersamaku. Aku tidak punya siapa pun sebagai sandaranku. Hanya kamu yang aku punya mas. " membenamkan wajahnya di dada kekar Samuel.
"Aku tidak bisa mengatakannya mas. Ini urusan perempuan. " jawab Kinaya menundukkan kepalanya. Tidak mau bersitatap dengan suaminya tersebut.
"Baiklah. Asal jangan menjodohkan mas dengan wanita lain lagi. Karena mas tidak akan pernah melakukan hal itu. Meskipun kamu sudah menangis darah sekalipun karena sudah memohon pada mas. Mas tetap tidak akan melakukannya. " ucap Samuel serius. Kinaya pun menganggukkan kepalanya. Kembali Kinaya pergi ke dalam pelukan sang suami.
Makan malam pun selesai. Kinaya menyibukkan dirinya dengan membaca novel kesukaannya di sebuah room yang ada di ponselnya. Sampai Kinaya tidak menyadari bahwa hari sudah mulai menunjukkan pukul 9 malam. Waktunya bagi Kinaya untuk segera tidur juga. Namun, ketidakberadaan sang suami membuat Kinaya tidak bisa tidur, bahkan melakukan sesuatu tanpa sosok suaminya tersebut tidak bisa.
Kinaya pun melihat Sang suami di sebuah ruangan yang terbuka.
"Mas. " ucap Kinaya lembut dan masih berdiri di balik pintu tempat Samuel menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
" Sayang. Ada apa? Apa kamu butuh sesuatu? " tanya Samuel mendekati sang istri.
"Aku mau makan buah yang kemarin. " ucap Kinaya manja.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πππ
__ADS_1
By : Nadila Sizy
...#Kinaya&Samuel_LFR...