
Setelah melepaskan rasa hausnya. Kinaya pun membantu Samuel memakaikan popok untuk si kecil. Setelah itu Samuel dengan hati-hati dan lembut menidurkan kembali si kecil di pangkuannya dengan dua tangannya. Kinaya yang saat itu juga dalam pengaruh obat juga ikut tertidur bersama si kecil. Bersandar di bahu Samuel dengan satu tangannya memegang si kecil dan satu tangannya lagi di pinggang Samuel. Kinaya memeluk erat pinggang Samuel seolah tidak mau melepaskan pegangan nya dari Samuel. Samuel pun menatap keduanya. Hatinya berdebar. Ada rasa yang sulit untuk di jelaskan dengan kata-kata. Namun, kenyamanan terasa di hatinya. Terlihat dari sudut bibirnya yang terangkat ke atas. Dia terlihat bahagia melihat keduanya ada di dekatnya. Bersandar dengannya. Membuat dirinya merasa berguna dan di butuhkan untuk orang tercintanya. Hal kecil yang tidak seberapa namun memiliki kepuasan tersendiri bagi yang merasakannya.
Sepanjang perjalanan pulang Samuel terus berjaga di tempat duduknya. Bahunya terasa menegang dan tangannya kesemutan. Namun, dia tidak mempedulikannya. Karena semua itu ia lakukan agar sang istri dan buah hati tidak terganggu tidurnya.
Sesampainya di depan rumahnya Samuel meminta tolong kepada supirnya untuk memanggil ARTnya karena dia tidak tega untuk membangunkan sang istri tercinta. Apalagi, ia tahu istrinya butuh istirahat yang total. Bik Yas yang merupakan kepala ART di sana terkejut melihat Samuel mengendong seorang bayi kecil. Namun, dia langsung sadar dari lamunannya ketika Samuel memintanya untuk membawa di kecil ke kamarnya. Setelah Bik Yas mengambil alih si kecil dari pangkuan Samuel. Samuel pun tersenyum melihat istrinya tertidur pulas. Samuel pun langsung mengendong istrinya dan membawa Kinaya ke dalam kamar mereka. Samuel meletakkan Kinaya di kasur kingsize dengan sangat hati-hati agar istrinya itu tidak terganggu dari tidurnya. Samuel pun duduk di samping istrinya dan meninggalkan kecupan di kening istri tercintanya itu.
Setelah itu Samuel menyelimuti tubuh Kinaya. Samuel pun menghampiri si kecil. Samuel tersenyum melihat si kecil yang tertidur pulas. Samuel mendekat dan meninggalkan kecupan di pipi anaknya.
Samuel memutuskan untuk istirahat juga. Samuel tidur dengan posisi si kecil yang ada di tengah-tengah dirinya dan Kinaya. Meski belum terbiasa dengan posisi tidurnya sekarang yang mana ia berjauhan dari Kinaya. Namun, Samuel mengerti dan memahami bahwa si kecil lebih penting dari semua hal itu. Meski begitu Samuel masih bisa mengenggam tangan istrinya dan mengusap kepala istrinya yang ada sedikit jauh darinya. Tidak lama setelah itu Samuel ikut tertidur dan masuk ke dalam mimpi mereka yang ia peluk di sampingnya saat ini.
Dua jam setelah tidur nyenyaknya Kinaya terbangun. Mendapati panggilan masuk dari ponsel Samuel. Terlihat ID Jordi di sana. Kinaya mengeser tombol hijau dan meletakkan benda pipih itu di dekat telinganya.
"Hei Bro. Semua keperluan yang lo minta udah gue beliin. Gue akan mengantarkannya ke rumah lo sekarang. " seru Jordi di seberang. Kinaya tersenyum mendengar kalimat orang di seberang.
"Baiklah. Makasih ya sekretaris Jordi. Maaf sudah ngerepotin. " balas Kinaya membuat orang di seberang mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Eh. Ternyata kakak ipar. Baiklah, aku akan kesana sekarang. Kalau begitu aku tutup dulu ya teleponnya. " seru Jordi
Panggilan pun terputus. Kinaya tersenyum melihat Samuel yang menggenggam tangannya dengan erat meski ada anak bayi di antara mereka. Kinaya tahu bahwa Samuel belum terbiasa tidur berjauhan dengannya. Kinaya mendekati wajah Samuel dan ia pun memberikan kecupan di bibir Samuel. Terlihat Samuel tersenyum setelah kecupan yang di berikan oleh Kinaya di bibirnya namun dia tetap melanjutkan tidurnya. Mungkin sebuah mimpi indah menghampirinya.
"Kamu mungkin tidak terbiasa dengan semua ini. Meski begitu, aku tidak akan melupakan tugasku sebagai seorang istri mas. " Mengusap lembut kepala Samuel. Kinaya pun meninggalkan kecupan di pipi si kecil. Kinaya memutuskan untuk membersihkan dirinya. Sebelum itu Kinaya memberi posisi bantal dan guling di samping si kecil agar tidak terjadi apa-apa nantinya.
Setelah selesai dengan mandinya Kinaya pun keluar dari kamarnya karena Bik Yas mengabarkan bahwa Jordi datang dengan membawa banyak keperluan si kecil. Kinaya pun menyuruh ARTnya untuk membawa semua perlengkapan yang sudah ada ke kamarnya. Setelah semuanya selesai dan menyusun segalanya di lemari para ART pun keluar dari kamar Kinaya. Selang tidak lama tangisan seorang bayi kecil membuat Kinaya memalingkan wajahnya ke tempat tidur. Kinaya pun mendekat dan memeriksa keadaan si kecil. Setelah memeriksa, Kinaya pun memutuskan untuk memandikan si kecil. Yang di bantu oleh Bi Yas. Setelah si kecil selesai mandi dan memakai pakaian barunya Kinaya menaruh si kecil di box bayi.
"Tunggu sebentar ya sayang. Biar Mama buatkan susu untukmu. " seru Kinaya tersenyum sembari mengusap lembut pipi si kecil dengan punggung jari telunjuknya. Kinaya pun keluar dan pergi ke dapur.
__ADS_1
Setelah selesai membuat susu untuk si kecil Kinaya pun kembali ke kamarnya. Kinaya dengan lembut dan hati-hati memberikan si kecil susu hingga si kecil kembali tertidur. Dilihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 5 sore. Kinaya pun mendekati Samuel dan membangunkan Samuel dari tidurnya.
"Mas. Bangun mas. " seru Kinaya menyentuh lembut lengan kekar Samuel. Samuel perlahan membuka matanya. Melihat Kinaya di depannya Samuel pun tersenyum dan menarik Kinaya hingga wanita itu terjerambah dan tertidur di atas perut Sixpack nya.
"Mas merindukan pelukan mu, Nay. " memejamkan matanya. Melepaskan rasa rindunya. Kinaya tersenyum lalu membiarkan sementara Samuel untuk memeluknya.
"Yaudah. Sekarang kamu mandilah dulu mas. Jordi sudah datang dan membawa semua perlengkapan anak kecil kita tadi. " seru Kinaya. Samuel pun menoleh ke arah si kecil yang ada di sampingnya. Melihat si kecil yang sudah berada di box bayi. Samuel pun malah mengeratkan pelukannya dan tersenyum. Samuel kembali memejamkan matanya.
"Mas akan tidur sebentar lagi. Tetaplah seperti ini. Temani mas tidur. " Memeluk istrinya. Memeluknya dengan erat. Samuel pun meletakkan Kinaya di sampingnya. Membenamkan kepalanya di leher istri tercinta. Samuel mencium lama leher Kinaya. Sebuah kenyamanan terasa sangat di sana. Kinaya tersenyum. Membiarkan Samuel melakukan apapun hingga akhirnya Samuel bangun sendiri dari tidurnya. Samuel bangun dan duduk di tempat tidurnya. Meninggalkan kecupan lembut di bibir istrinya sebelum pergi ke kamar mandi. Kinaya pun tersenyum lalu mengambilkan baju ganti untuk Samuel. Setelah beberapa menit Samuel sudah membersihkan dirinya. Dilihatnya Kinaya mendekatinya sembari memegang baju gantinya. Samuel mengambil baju tersebut dari tangan Kinaya.
"Makasih, Nay. " seru Samuel tersenyum lalu kecupan lembut mendarat di bibir Kinaya. Kinaya tersenyum untuk membalas terima kasih Samuel. Samuel langsung pergi ke ruang ganti pakaian. Setelah selesai memakai pakaiannya Samuel pun keluar dan melihat Kinaya yang sedang mengendong si kecil yang sedang rewel. Samuel pun mendekati Kinaya dan berdiri di samping Kinaya.
"Sini, Nay. Biar mas yang mengendongnya. Kamu istirahatlah. Mas tidak mau kamu kelelahan dan masuk ke rumah sakit lagi. " seru Samuel mengambil si kecil dari pangkuan Kinaya. Kinaya tersenyum dan memberikan si kecil kepada Samuel. Kinaya pun melihat ke arah si kecil.
"Emm. Karena dia seorang anak laki-laki kita yang pertama. Maka, mas akan memberinya nama Reza Pratama Wijaya. " seru Samuel tersenyum. Melihat wajah Reza.
"Reza. Nama yang bagus. Anak Mama Reza Pratama Wijaya. " balas Kinaya mencium pipi Reza yang masih merah.
"Cuma Reza aja nih yang di cium. Papanya bagaimana? " Samuel menunjuk bibirnya dengan matanya. Pura-pura cemberut di hadapan Kinaya. Kinaya pun tersenyum lalu mendekati Samuel. Kecupan lembut di bibir di berikan oleh Kinaya. Saat Kinaya hendak melepaskannya tiba-tiba Samuel menahan tengkuk Kinaya. Memperdalam cinta mereka.
"Oh iya mas. Kita belum memberi tahu kepada mama dan papa tentang Reza. " seru Kinaya. Setelah Samuel melepaskan tengkuknya.
"Tenanglah. Mas sudah menelpon papa dan mama namun mereka tidak bisa datang. Papa ada acara di luar kota. Tiga hari lagi mereka akan datang untuk melihat anak kita Reza. " seru Samuel.
"Emm. Yaudah. Aku akan keluar sebentar membuatkan makan malam untuk kita. " seru Kinaya. Samuel pun menahan tangan Kinaya ketika wanita itu hendak berdiri.
__ADS_1
"Tidak perlu, Nay. Biarkan bik Yas dan yang lainnya yang membuatkan makan malam untuk kita. Kamu baru keluar dari rumah sakit hari ini. Mas tidak mau sesuatu terjadi padamu lagi, Nay. "jelas Samuel. Samuel membawa Kinaya untuk duduk kembali bersamanya. "Kamu duduk saja di sini bersama kita. " lanjut Samuel tersenyum.
"Baiklah. Apa anak Mama haus. Ini sayang minum susunya. " Kinaya memberikan Reza susu formula yang sudah di dinginkan.
Kinaya dan Samuel bahagia melihat tawa Reza untuk yang pertama kalinya. Meski Reza bukanlah anak kandung mereka berdua tapi rasa cinta mereka benar-benar tulus untuk Reza. Mereka tahu semua anak yang di lahirkan harus di jaga dan di sayangi. Anak adalah anugrah yang di berikan oleh tuhan untuk kita rawat.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😙😙
By : Nadila Sizy
#Kinaya&Samuel_LFR
__ADS_1