Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Mudah Lelah


__ADS_3

Setelah beberapa menit akhirnya dokter keluar dari ruang rawat. Kinaya yang melihat dokter itu, dia pun mendekati sang dokter. Dokter itu pun mendekati Kinaya dan Samuel.


" Maaf. Siapa disini keluarga pasien? " tanya sang dokter.


" Saya temannya dok. Bagaimana dengan keadaan teman saya dok? " seru Kinaya panik. Langsung berdiri dan menghampiri Sang dokter.


" Teman anda tidak apa-apa nona. Dia juga bisa dibawa pulang sekarang. Kalau begitu saya pamit dulu. "


" Baiklah dok. Terima kasih dok." balas Kinaya. Kinaya pun masuk ke dalam ruangan tempat Laras dirawat.


Samuel terlihat kesal melihat Kinaya yang meninggalkannya sendirian. Samuel terpaksa mengikuti Kinaya dari belakang dengan langkah yang dipaksakan. Dia tidak mau Kinaya berpikir buruk tentang dia lagi apalagi ini berhubungan dengan temannya.


Kinaya tiba di depan Laras. Dia pun tersenyum melihat sahabatnya sendiri. Kinaya pun mendekati temannya dan duduk di samping tempat tidur Laras.


" Laras aku minta maaf karena sudah membuat kamu terluka seperti ini. Kamu tidak apa-apa kan? " seru Kinaya panik.


Laras pun tersenyum melihat melihat kepanikan temannya.


" Aku tidak apa-apa Ki. Oh iya dia.." Laras menunjuk ke arah Samuel pura-pura tidak mengenal Samuel.


Kinaya pun menoleh kebelakangnya dan melihat Samuel yang memalingkan wajahnya.


" Oh dia adalah suamiku, mas Samuel." seru Kinaya tersenyum.


" Emm...kenalkan aku Laras.." seru Laras mengangkat tangannya agar mereka bisa berjabat tangan namun tanpa respon dari Samuel.


Kinaya mulai kesal dengan tingkah sang suami. Dia pun mencubit pinggang Samuel. Samuel pun menoleh kearah Kinaya.


" Nay! Kenapa malah mencubit mas! Harusnya diginiin. " Samuel mendekati Kinaya dan mengecup bibir ranum sang istri lalu menyeringai melihat ke arah Laras.


Kinaya terkejut mendapati Samuel menciumnya di depan temannya sendiri. Kinaya merasa malu dan merona dilihattin oleh Laras. Sedangkan Laras mengepal tangannya dan bibirnya mengertak melihat kemesraan pasutri di depannya.


" Kamu apaan sih mas. Malu dilihattin Laras." Kinaya mendorong pelan kepala Samuel lalu kembali melihat ke arah Laras.


" Maafkan suamiku yah."


" Tidak apa-apa kok." Laras dengan terpaksa mengeluarkan senyum manisnya lalu kembali menarik tangannya yang hendak menunggu tangan Samuel.


" Bagaimana kabarmu. Sudah lama kita tidak bertemu. " lanjut Laras.


" Kabarku baik kok. " balas Kinaya.

__ADS_1


Setelah cukup lama berbincang Kinaya pun memutuskan untuk keluar dari rumah sakit dan sekalian mengantarkan Laras pulang.


" Aku antar kamu pulang yah. Selagi mas ku disini. Nggak apa-apa kan mas? " Kinaya menoleh ke arah Samuel namun Samuel hanya diam duduk di sofa tanpa mengindahkan perkataan sang istri bahkan dia memalingkan wajahnya dari Kinaya seolah-olah sedang sibuk melihat sesuatu. Kinaya pun mulai geram dan kembali memanggil Samuel.


" Mas. " panggil Kinaya lagi. Namun Samuel masih diam tanpa menoleh.


" Mas." panggilnya Kinaya lagi.


Samuel tidak tahan lagi dan melihat kearah Kinaya lalu tersenyum manis.


" Eh iya Nay. Ada apa? " tanya Samuel pura-pura tidak dengar dengan panggilan Kinaya yang sudah 2 kali berturut-turut lagi.


Kinaya mengela napas dan membuangnya pelan-pelan.


" Kita akan mengantar Laras pulang kan? " seru Kinaya.


" Iya dong. Kan dia lagi sakit. Maka kita harus mengantarkannya dengan selamat sampai ke rumahnya. " jawab Samuel mendekat dan tersenyum kepada Kinaya.


" Makasih mas. Kamu memang yang terbaik. " balas Kinaya tersenyum.


" Oh iya, mas akan tunggu diluar yah. Kalian siap-siaplah dulu. " Samuel mengecup bibir ranum Kinaya lagi di depan Laras dan tentunya menyeringai melihat ke arah Laras.


" Kamu apaan sih mas. Sudah pergi sana." ucap Kinaya yang sudah merona.


" Kamu lihat saja. Aku tidak akan membuat kalian bahagia lagi. Dan kamu Kinaya, aku akan merebut suamimu dari mu. Kamu tunggu saja." gumam Laras dalam hatinya.


Samuel yang sudah berada di luar pintu mengeluarkan ponsel lalu menghubungi orang diseberang.


" Kalian kerumah sakit kota sekarang juga. " seru Samuel yang langsung memutuskan panggilannya.


Setelah selesai siap-siap Kinaya membantu Laras dan mereka pergi keluar menemui Samuel. Terlihat Kinaya membantu Laras berjalan membuat Samuel kesel. Dia pun memanggil perawat wanita agar menggantikan posisi Kinaya.


" Biar saya bantu mbak. " kata salah satu perawat wanita.


" Tapi mbak..."


"Kamu dengarkan perawat itu saja Nay. Sini." seru Samuel menarik pinggang Kinaya dan membuat Kinaya lebih dekat dengannya.


Laras yang melihat itu hanya menahan kemarahannya di dalam hati dan mengikuti perawat yang membantunya berjalan.


Setiba di depan rumah sakit mereka sudah ditunggu oleh 2 mobil. Yang satu mobil yang dipakai Samuel bersama Kinaya dan satunya lagi Kinaya tidak tahu mobil siapa itu.

__ADS_1


" Kenapa ada dua mobil mas? " seru Kinaya menatap wajah Samuel.


" Yah untuk antar teman kamu lah Nay sayang. " seru Samuel mencubit lembut hidung Kinaya.


" Loh! Bukannya mas bilang mau mengantar Laras! Kenapa nggak jadi? " tanya Kinaya polosnya.


" Kan mas hanya bilang akan mengantarkannya dengan selamat. Bukan berarti mas harus ada di sampingnya juga kan. Yaudah yuk. " seru Samuel menarik pinggang Kinaya agar masuk ke dalam mobil.


" Tapi Laras mas. Bagaimana dengannya? "


" Dia akan diantar oleh orang suruhan mas sampai kerumahnya. Kamu tenang saja. Mereka orang baik kok dan akan menjamin temanmu sampai kerumahnya dengan selamat. " seru Samuel yang sudah membuka pintu untuk Kinaya dan langsung memakaikan sabuk pengaman untuk sang istri.


Samuel pun dengan cepat duduk di samping lalu mesertir mobilnya menuju rumah mereka.


Di tempat lain Laras tengah kesal karena rencananya hari ini sudah gagal total. Sia-sia rencananya yang telah disusun serapi mungkin agar hasilnya memuaskan namun hasil yang didapatkanny malah tidak sesuai dengan ekspektasinya. Dia rela-rela menabrakkan dirinya ke mobil Samuel agar mendapatkan perhatian dari Samuel namun Samuel malah acuh dan seperti tidak peduli padanya.


Disisi lain Samuel sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah mereka. Seperti biasa Samuel turun terlebih dahulu lalu dia membukakan pintu untuk Kinaya. Setelah Kinaya keluar Samuel menarik pinggang Kinaya lalu mereka masuk bersama ke dalam rumah. Kinaya langsung merebahkan badannya di sofa dekat ruang tamu. Entah kenapa Kinaya belakangan ini merasa sering lelah. Kinaya langsung menutup matanya. Samuel yang habis mengambil air mineral di dapur segera mendekati sang istri. Dia terlihat bingung dengan Kinaya. Tidak biasanya sang istri langsung merebahkan tubuhnya ke sofa. Biasanya Kinaya kalau habis dari luar maka dia akan langsung ke kamar dan membersihkan dirinya, namun kali ini sang istri sangat berbeda dari biasanya. Samuel pun mendekati sang istri dan duduk di samping istrinya.


" Kenapa emm? "seru Samuel. Mengusap keringat Kinaya dengan telapak tangannya. Kinaya pun menoleh dan menatap wajah Samuel sekilas.


" Capek mas. Aku mau istirahat dulu. Kalau sudah sore bangunkan aku ya mas. " seru Kinaya kembali menutup matanya.


" Tidurlah di kamar. Nanti tubuhmu akan pegal kalau tidur disini. " seru Samuel.


" Aku malas gerak mas. Nanti sajalah jika sudah kesorean ya." balas Kinaya kembali menutup matanya.


Samuel menghela napasnya. Dia pun berdiri lalu mengendong tubuh Kinaya ala Bridal Sryle. Kinaya terkejut membuka matanya beberapa saat setelah itu dia kembali menutup matanya lalu merebahkan kepalanya didada kekar Samuel. Dia malas bicara karena dirinya sudah sangat lelah dan memilih tidur di gendongan suaminya dengan melingkarkan tangannya di leher Samuel.


Setelah sampai dikamar Samuel menurunkan tubuh Kinaya di kasur dan meletakkannya dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan sang istri. Setelah itu Samuel memilih membersihkan tubuhnya terlebih dahulu habis itu kembali mengerjakan tugas kantornya.


Beberapa menit kemudian akhirnya Samuel selesai bersih-bersih di kamar mandi. Setelah selesai berpakaian dia pun menghampiri Kinaya, mencium keningnya dan menyelimuti tubuh sang istri dengan selimut. Setelah itu dia pergi keruangan kerjanya.


" Selamat tidur Nay. Semoga kamu sehat selalu." Samuel mengecup kening dan pipi sang istri lalu berlenggang ke ruang kerjanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2