Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Ketakutan


__ADS_3

Karena romantisnya malam yang sudah disiapkan suaminya, Kinaya merasa bahagia sekali, Kinaya membalas pelukan suaminya dan mengecup singkat bibir Samuel. Ketika Kinaya hendak melepas cumbuannya seketika Samuel menahan tengkuk kapala Kinaya agar tetap mempertahankan ciumannya, setelah selesai Samuel pun menarik kursi yang akan di dudukkan Kinaya setelah itu dia menghirup bau tubuh Kinaya dan berlangsung duduk di kursinya.


" Terima kasih mas. " balas Kinaya tersenyum dan dibalas senyuman oleh Samuel.


" Sttt, jangan terus-terusan berterima kasih kepada mas Nay, kalau tidak maka semua yang mas berikan kepadamu tidak akan ada gunanya dan hanya akan menjadi sia-sia, mas mau kamu selalu berhutang sama mas agar kita selalu dipertemukan dan tidak akan pernah dipisahkan. " sahut Samuel sembari mengelus punggung tangan Kinaya dan di balas senyuman oleh Kinaya.


Setelah selesai makan malam romantis, Samuel pun mengajak Kinaya untuk jalan-jalan di pasar malam yang ada di lombok. Samuel mendapat info dari pengawalnya bahwa hari ini ada pekan raya di Lombok. Samuel pun tidak menyia-nyiakan malam kali ini dan berencana akan membawa Kinaya kesana.


" Nay! Apa kamu mau pergi ke pekan raya yang kebetulan diadakan malam ini ? " tanya Samuel.


Seketika Kinaya tersenyum mendengar pertanyaan Samuel, dengan cepat Kinaya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Samuel senang melihat Kinaya tersenyum, karena kebahagian Kinaya adalah segalanya untuknya.


" Baiklah, kalau begitu ayuk Nay. " balas Samuel tersenyum lalu dia melingkarkan tangan kanannya agar tangan Kinaya bergantung disana, Kinaya pun menggantungkan tangannya di tangan kekar Samuel sembari tersenyum, mereka pun berjalan kaki ke pekan raya karena memang pekan rayanya dekat dari tempat mereka makan malam.


Tampak kebahagiaan di wajah Kinaya sembari melihat bianglala mini yang terbuat dari kayu, Kinaya pun ingin menaiki bianglala itu dan dengan mata kucingnya dia pun membujuk Samuel untuk naik bianglala bersama dan dengan menghela napas kasar Samuel pun mengikuti.


" Baiklah hanya sekali ini saja oke. " sahut Samuel lembut namun dia tetaplah Kinaya yang tidak puas menaiki bianglala itu dan akhirnya Samuel sampai 3 kali menahan kegemasannya terhadap Kinaya yang selalu merayunya untuk terus naik bianglala itu.


" Makasih mas, kamu memang suami yang sayang istri. " sahut Kinaya yang bergantungan di lengan kekar Samuel.

__ADS_1


" Emm, kalau ada maunya aja baru bersikap manis, ck." balas Samuel tersenyum menyeringai.


" Iih, apa mas nggak ikhlas ? " balas Kinaya pura-pura cemberut dan berhasil meluluhkan Samuel.


" Mas ikhlas sayang, itu aja ngambek sih. " balas Samuel mencubit hidung Kinaya namun saat Samuel mencubit hidung Kinaya tiba-tiba datang seorang laki-laki membuat Samuel marah.


" Jauhkan tanganmu dari istriku. " teriak Samuel kepada laki-laki yang tiba-tiba memegang tangan Kinaya.


" kamu siapa, dia adalah wanitaku kamu yang harus jauh darinya. " balas pria itu yang mempererat pegangannya.


" Mas, bantu aku, lepaskan aku dari dia mas, mas. " sahut Kinaya yang takut dengan pria yang memegang tangannya.


" Nak, dia bukan Wulan nak, dia adalah orang lain, kamu harus ikhlas nak. " sahut wanita paruh baya itu yang berhasil membuat dia luluh dan melepaskan tangannya dari tangan Kinaya, Kinaya yang lepas dari pria itu langsung mendekati Samuel dan berdiri di belakang Samuel.


" Tenang sayang, kamu sudah aman sekarang. " sahut Samuel menenangkan Kinaya yang terlihat ketakutan.


" Maafkan anak saya nona, dia mungkin salah mengenali orang, harap nona memaafkan anak saya, kalau begitu saya permisi dulu. " sahut wanita paruh baya itu lalu menjauhi Kinaya dan Samuel.


Setelah pria dan wanita paruh baya itu menjauh, Kinaya pun menghela napas lega karena sudah di jauhi oleh pria aneh itu.

__ADS_1


" mas, pria tadi kenapa yah, aku takut mas. " sahut Kinaya memeluk erat tubuh Kinaya.


" Kamu yang tenang sayang, karena mas akan selalu menjaga kamu. Baiklah, sekarang kita balik ke hotel yah. " balas Samuel memeluk erat Kinaya sembari mencium pucuk kening Kinaya. Tampak wajah lelah dan ketakutan di wajah Kinaya, Samuel pun mengendong Kinaya sampai ke mobil yang sudah disiapkan oleh pengawal Samuel, didalam perjalanan Kinaya langsung tertidur di pangkuan Samuel. Setibanya di Hotel Samuel langsung mengendong Kinaya ke dalam hotel karena dia tidak tega untuk membangunkan Kinaya dari tidur pulasnya.


Setiba di dalam kamar hotel, Samuel langsung menganti baju Kinaya dengan baju tidur agar tidurnya merasa nyaman, setelah itu Samuel membersihkan dirinya yang sudah merasa gerah ke kamar mandi, habis membersihkan dirinya Samuel ikut berbaring di samping Kinaya.


" Selamat tidur Nay, semoga mimpi yang indah. " sahut Samuel tersenyum sembari mencium pucuk kepala Kinaya, Samuel memperhatikan cukup lama wajah cantik Kinaya hingga akhirnya dia tertidur di samping Kinaya dengan satu tangan memeluk tubuh Kinaya dengan erat dan kepalanya berada di leher Kinaya agar Samuel bisa mencium wangi tubuh istri tercintanya itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2