Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Memperoleh cinta


__ADS_3

Samuel memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya. Dirinya sudah sangat merindukan sang istri yang sedang berada di rumah. Membelai pipi mulus sang istri. Menatap lama wajah cantik istrinya dan tidur siang bersama istri dan juga anaknya Reza. Samuel merindukan semua itu.


Selang tidak lama mobil Samuel sudah berhenti tepat di depan rumahnya. Pintu utama di buka oleh ART. Samuel langsung berlenggang masuk ke  kamarnya. Samuel membuka pelan-pelan knop pintu kamar. Samuel mendapati sang istri yang tengah berbaring bersama Reza di sampingnya. Samuel tersenyum melihat apa yang ia dapati oleh mata hitamnya. Samuel pun mendekat. Duduk di samping kasur, tepatnya di samping Reza. Samuel mencium pipi gembul Reza lalu bibirnya berpindah ke kening sang istri.


Samuel pun melepaskan jasnya dan meletakkannya di sofa yang ada di kamarnya tersebut. Samuel mengambil Reza dan memindahkannya ke box bayi. Dia tersenyum setelah meninggalkan satu kecupan lagi di pipi bayi tersebut. Samuel gemes melihat pipi gembul nan putih milik Reza. Samuel pun meletakkan Reza pelan-pelan di tempat tidurnya. Samuel pun melepaskan sepatunya dan ikut tidur siang bersama sang istri.


Samuel menghadapkan wajahnya ke arah wajah sang istri. Rambut gelombang sang istri mengganggu Samuel ketika hendak menatap mata sang istri. Samuel pun dengan pelannya menyelipkan rambut Kinaya ke belakang telinga. Samuel pun dengan lembutnya mengusap pipi Kinaya. Ucapan itu berpindah ke ekor matanya Kinaya, hidung, telinga dan terakhir di dagu sang istri. Kecupan lembut pun mendarat di bibir sang istri. Kinaya sedikit terusik. Samuel pun menghentikan gerakannya. Setelah Kinaya kembali terlelap Samuel pun meninggalkan kecupan di kening Kinaya.


Menggemaskan sekali istriku ini. Tersenyum melihat wajah imut Kinaya. Samuel pun mengecup daun telinga Kinaya. Kecupan turun di bahu Kinaya dan yang terakhir kecupan yang sangat lama di leher Kinaya. Samuel pun ikut masuk ke dalam mimpi indah sang istri. Dengan membenamkan wajahnya di leher Kinaya. Meletakkan satu tangannya di perut Kinaya. Seolah memberikan keamanan pada calon bayinya.


Pukul 15 : 25 waktu setempat. Kinaya terbangun  dari tidur siangnya. Dia bermaksud melihat Reza di sampingnya namun dia malah mendapati sang suami yang tengah memeluknya dengan erat. Kinaya tersenyum melihatnya. Kinaya mengusap pipi Samuel. Kinaya pun melihat Reza tengah berbaring di box bayi. Mata anak itu terbuka tapi dia tidak menangis. Kinaya pun kembali menatap ke arah Samuel. Kinaya meninggalkan kecupan di bibir Samuel. Ketika Kinaya hendak melepaskan bibirnya dari  bibir Samuel tiba-tiba jemari besar Samuel menahan tengkuk Kinaya. Kinaya membulatkan matanya. Tidak menyangka kalau suaminya itu sudah bangun dari tidurnya.


"Kamu suka sekali mencium ketika mas sedang tidur. Itu curang namanya. Mas tidak bisa merasakan kenikmatannya. Sekarang mas akan membalasnya. "Samuel langsung menindih tubuh Kinaya. Samuel memberikan kecupan di kening, telinga, pipi. Seluruh wajah sang istri tidak luput dari bibirnya. Kecupan pun berpindah ke leher, bahu dan tulang selangka Kinaya.


# Padahal Samuel juga sering memberikan kecupan pada diri Kinaya saat wanita itu tidak sadarkan diri. Kenapa bisa dia bilang hal yang dilakukan Kinaya itu curang. Bahkan dia melakukan hal lebih dari kecupan bibirnya. Dasar kamu Samuel. Selalu mengambil keuntungan dari sang istri. Aahhh, jadi pengen. 😅


"Mas, udah ya. Aku mau mandi ini Reza. " seru Kinaya saat Samuel sedang memindahkan kecupannya ke tempat yang lebih sensitif.


"Tunggu sebentar lagi, Nay. Mas udah dari tadi menahannya. Biarkan mas melepaskan semuanya. " balas Samuel yang terus mencumbui istri tercintanya itu. Kinaya tidak bisa melawan lagi. Dia pasrah dan membiarkan Samuel memuaskan nafsunya. Tidak lama setelah itu Samuel pun menyudahi tugas yang luar biasa menurutnya itu. Dia pun menoleh ke arah Reza.


"Anak kita sepertinya sudah nyaman di sini. " Menatap ke arah Kinaya. Kecupan lembut pun mendarat di bibir Kinaya. "Semua ini karena Mamanya sudah membuatnya nyaman di sini. " seru Samuel. Samuel tersenyum menatap wajah Kinaya dengan sangat sendunya. Lalu kecupan lembut lagi di bibir Kinaya saat wanita itu sudah duduk di atas kasur.


Kinaya tersenyum melihat ke arah Reza. "Aku hanya melakukan apa yang menurutku harus dilakukan seorang ibu kepada anaknya, mas. " balas Kinaya tersenyum kepada Samuel.


Samuel membelai lembut pipi Kinaya. "Emm. Karena itu juga mas betah dan nyaman bersamamu. Kamu adalah sosok yang sulit untuk di gantikan di dunia ini. Mas mencintaimu, Nay. " seru Samuel menarik tangan Kinaya hingga wanita itu menempel erat  di tubuh kekar Samuel. Kinaya pun tersenyum mendengarnya. Kinaya pun membenamkan kepalanya di dada Samuel.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Kinaya sudah memandikan Reza yang di bantu oleh bi Yas. Kinaya tidak mau melakukan kesalahan dan membuat Reza sakit olehnya. Karena belum terampil dalam memandikan seorang bayi. Meski Kinaya sudah pernah melihat orang memandikan bayi namun ketakutan jika melakukan kesalahan masih ada di pikirannya. Oleh karena itu Kinaya meminta bi Yas untuk membimbingnya ketika hendak memandikan Reza.


Saat ini Samuel sedang membersihkan dirinya di kamar mandi setelah Kinaya menyelesaikan tugasnya memandikan Reza. Kinaya pun menunggu Samuel di jendela besar yang ada di kamar tersebut sembari bermain bersama Reza.


Beberapa menit kemudian, Samuel sudah selesai dengan ritual mandinya. Dia melihat Kinaya yang sedang mengendong Reza sambil menatap ke arah jendela kamar. Samuel langsung ke ruang ganti pakaian dan memakai pakaian rumahnya. Setelah rapi, Samuel pun menghampiri Kinaya yang masih di posisinya tadi. Samuel memeluk Kinaya dari belakang. Meletakkan dagunya di bahu Kinaya. Satu tangannya ia letakkan di pinggang Kinaya dan satu tangannya lagi mengusap kepala Reza yang tertutup oleh bedungan. Kinaya terkejut saat Samuel tiba-tiba datang. Namun, kecupan Samuel di leher Kinaya membuat Kinaya sadar lalu tersenyum ke arah Samuel.


"Kapan mas datang? Aku kira masih masih bersih-bersih. " seru Kinaya


"Udah dari tadi. Kamu aja yang nggak lihat. " Samuel kembali memberikan kecupan di leher Kinaya membuat Kinaya menegang. Namun, dengan cepat Kinaya menguasai dirinya. Kinaya melihat ke arah Reza. Dilihatnya anaknya sudah kembali tertidur. Kinaya pun berjalan ke tempat tidur Reza.


"Yaudah. Mas lepaskan tanganmu. " Melihat ke arah tangan Samuel. " Biarkan Reza tidur dulu. Mas lepaskan tangannya. " seru Kinaya lagi. Namun, Samuel malah mempererat pelukannya. Membuat Kinaya memutarkan bola matanya ke kanan. Kinaya pasrah. Jika dia memberontak maka dia akan mendapatkan hal sebaliknya. Samuel pun tersenyum melihat wajah kesal sang istri. Samuel mempererat lagi pelukannya lalu kecupan lembut pun mendarat di pipi Kinaya.  Setelah itu Samuel melepaskan pelukannya. Kinaya tersenyum melihatnya. Kinaya pun membawa Reza ke tempat box bayi. Samuel mengikutinya dari belakang. Dengan pelan-pelan Kinaya meletakkan Reza ke tempat tidur itu agar tidak membangunkan anak kecil tersebut.


Samuel menoleh ke arah jam tangannya. Samuel pun menarik tangan Kinaya setelah wanita itu selesai menaruh Reza di box bayi. Samuel membawa Kinaya keluar dari kamar mereka.


"Kamu ikut aja. Jangan banyak tanya. " balas Samuel.


"Tapi, Reza.... " Seru Kinaya mengantung.


"Dia kan sudah tidur. Tidak akan bangun juga beberapa menit ke depan. " jelas Samuel.


Kinaya tidak bisa menolak lagi. Kinaya tahu bahwa saat ini Samuel membutuhkan perhatiannya. Apalagi dia sudah membagikan perhatiannya kepada sang anak Reza.


Kinaya berinisiatif sendiri. Kinaya menghentikan langkahnya sehingga membuat pria itu ikut menghentikan langkahnya. Samuel menatap heran wajah sang istri. Sebelum benar-benar menatap wajah Kinaya. Kinaya sudah duluan memegang kedua pipi Samuel. Memberikan kecupan lembut di bibir Samuel. Samuel tidak percaya terhadap apa yang dilakukan oleh Kinaya. Samuel pun tidak mau menghilangkan kesempatan tersebut. Samuel menahan punggung Kinaya dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi di tengkuk sang istri untuk memperdalam cinta mereka.


"Maafkan aku. " lirih Kinaya setelah Samuel melepaskan kecupannya yang membuat Samuel mengernyitkan keningnya. Bingung dengan tingkah sang istri.

__ADS_1


"Untuk alasan apa? " tanya Samuel. Menarik Kinaya agar lebih dekat. Menghilangkan jarak di antara mereka.


"Karena aku sudah mengacuhkanmu. Jika, suatu saat nanti aku terlalu sibuk mengurus anak-anak dan tidak bisa merawat mas. Maka, mas boleh memarahiku. Asal mas jangan meninggalkanku. " seru Kinaya menundukkan kepalanya membuat Samuel tersenyum mendengarnya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙


By : Nadila Sizy


#Kinaya&Samuel_LFR

__ADS_1


__ADS_2