Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Kebahagiaan


__ADS_3

Malam yang sunyi. Keheningan menemani malam yang dingin ini. Hembusan angin menyentuh wajah cantik yang tidak di tutupi oleh selimuti itu. Dinginnya malam membuat tubuh tidak nyaman dan ingin terus merubah posisinya saat tertidur. Selimut tebal di tarik sampai ke leher. Memberikan kehangatan pada malam yang dingin itu.


Selang tidak lama setelah merasakan kehangatan dan kenyamanan dari selimut tidurnya. Kinaya terbangun dari tidurnya. Membuka matanya lebar-lebar. Bangun dari tidurnya yang sudah nyaman dan melihat ke samping tempat posisi ia tidur. Tidak jauh dari tempat tidurnya Kinaya menatap putranya yang menangis. Memintanya untuk menenangkannya dirinya yang butuh pelukan seorang ibu.


Kinaya turun dari tempat tidurnya. Mengambil Reza di box bayi. Kinaya mencoba menenangkan Reza dari tangisnya. Dia gendong bayi kecil itu dan menggerakkan tubuhnya untuk menyesuaikan ataupun meninabobokkan Reza. Kinaya berpindah - pindah tempat posisinya berdiri. Mencoba menghibur si kecil dengan galak dan tawa tanpa suaranya itu agar si kecil bisa tenang dan kembali tertidur.


Selang tidak lama Samuel meraba tempat tidur di sampingnya. Samuel membuka matanya. Dia terkejut karena tidak mendapati kehadiran istri tercintanya. Samuel pun bangun dari tidurnya. Menghidupkan lampu kamar dengan remote kontrol otomatis. Samuel mengedarkan pandangannya. Melihat sekelilingnya. Samuel terkejut. Membulatkan matanya mendapati sang istri. Samuel tidak percaya melihat apa yang ia lihat. Samuel pun mendekat.


Astaga, Nay. Kenapa kamu terus membuat mas menjadi seorang suami yang tidak becus. Haih. Menghela napas. Menyadari kesalahannya.


Samuel berjongkok di depan Kinaya yang sedang tertidur. Tertidur pulas di samping box bayi. Menyandarkan kepalanya di box bayi. Samuel mengusap pipi Kinaya. Menatap wajah sang istri dengan penuh rasa bersalah. Samuel pun menoleh ke arah Reza. Dia tersenyum mengusap lembut kepala Reza. Samuel memberikan kecupan kasih sayang di kening Reza.


Setelah menyelesaikan urusannya dengan Reza. Samuel pun mengendong tubuh Kinaya dengan hati-hati. Takut sang istri terbangun dari tidurnya. Samuel melangkah ke arah kasur kingsize nya. Meletakkan tubuh Kinaya dengan lembut ke tempat tidur. Samuel menarik selimut sampai ke dada sang istri. Agar Kinaya tidak kedinginan. Samuel mengatur suhu di kamarnya agar sang istri ataupun anaknya tidak kedinginan.


Samuel duduk di samping kasur tempat Kinaya tertidur. Samuel menatap lekat wajah sang istri. Terlihat raut wajah yang penuh rasa bersalah. Samuel mengusap pipi Kinaya lembut. Meninggalkan kecupan lembut di seluruh wajah yang istri. Kecupan lembut di bibir tidak pernah Samuel tinggalkan. Samuel kembali menatap wajah sang istri.


Jangan lakukan lagi hal yang membuat mas seperti pengecut, Nay. Kamu tahu bahwa mas tidak bisa memaafkan diri mas sendiri. Mas tidak akan bisa mentolerir kesalahan mas padamu, Nay. Kecupan lembut di kening istrinya. Samuel bangun lalu mengambil ponselnya. Berjalan menuju balkon kamarnya. Agar tidak mengganggu tidur sang istri ataupun anaknya. Selang tidak lama panggilan telepon pun tersambung.


"Saya mau kamu bawakan pengawal wanita ke kantor besok. Pengawal yang bisa segalanya. Bahkan untuk mengurus seorang bayi. " seru Samuel yang langsung menutup panggilan setelah mendengar balasan dari orang seberang. Samuel berbalik dan melihat wajah cantik istrinya yang sedang tertidur pulas. Samuel mendekat. Dia ikut berbaring di samping sang istri. Menggerakkan dengan pelan tubuh Kinaya agar menghadap ke arahnya. Kinaya sedikit terusik. Samuel pun menghentikan gerakannya sebentar. Kinaya pun langsung melingkarkan tangannya di pinggang Samuel. Membenamkan wajahnya di dada kiri Samuel. Samuel tersenyum dan malah mempererat pelukannya. Dia menepuk lembut punggung dan kepala Kinaya lalu memberikan kecupan di kepala istrinya.


"Selamat tidur. Semoga mimpi indah, Nay istriku tersayang. Belahan jiwaku. " lirih Samuel tersenyum. Menarik selimut sampai ke bahu Kinaya. Memeluk erat sang istri. Menempelkan kepalanya ke atas kepala Kinaya. Merasakan kenyamanan yang hanya dia yang tahu dimana letak nyamannya. Samuel pun ikut masuk ke dalam mimpi indah sang istri dengan senyuman di bibirnya.

__ADS_1


Pantulan sinar matahari malu-malu menampakkan wujudnya. Kicauan burung membuat bola mata perlahan terbuka. Kinaya sedikit mengeliat. Mencoba mengumpulkan separuh nyawanya. Mengucek mata dengan tangan kirinya. Kinaya membuka matanya perlahan dan mendapatkan sang suami sedang tersenyum kepadanya.


"Pagi, Nay. Istriku sayang. " Kecupan lembut di bibir istrinya. Kinaya malah membenamkan wajahnya ke dada Samuel.


"Mas akan ke kantor hari ini. Kamu tidak apa-apa mas tinggal sendiri di rumahkan? " Mengusap kepala Kinaya. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Aku tidak akan menjadi alasan Mas untuk tidak bisa pergi ke kantor. Aku akan mendukung penuh apapun yang mas lakukan untuk kebahagiaan keluarga ini. Keluarga kecil kita. " Menatap Samuel, tersenyum. "Aku tidak apa-apa sendiri. Lagian kita kan ada Reza sekarang. Dia akan menemani aku di sini. Menemani aku untuk menunggu mas pulang. Jadi, jangan khawatirkan aku lagi, Mas. " lanjutnya tersenyum. Samuel pun ikut tersenyum melihat Kinaya tersenyum kepadanya. Samuel memberikan kecupan di bibir istrinya. Dia menahan tengkuk Kinaya untuk memperdalam cinta mereka. Dan tiba-tiba saja suara tangisan  Reza mengganggu kesenangan Samuel.


Hei, Nak. Nggak senang lihat Papa bermesraan dengan Mama yah. Geram Samuel di hatinya.


Kinaya tersenyum. Geleng-geleng kepala melihat wajah kesal Samuel. Dia pun bangun dan menghampiri Reza.


"Kenapa, sayang? Apa anak Mama ngompol? Baiklah, kita ke kasur Mama yah. " seru Kinaya mengangkat tubuh Reza dan membawa Reza ke kasurnya.


"Ini, Nay. " Samuel memberikan celana Reza kepada Kinaya. Kinaya menerimanya dan berterima kasih kepada Samuel dengan senyuman yang mengembang di bibirnya. Samuel gemes sehingga Satu kecupan lembut pun mendarat di bibir Kinaya. Membuat Kinaya merona dan memalingkan wajahnya dari Samuel.


Setelah itu Kinaya membersihkan Reza dengan tisu basah lalu memakaikan celana Reza.


Tidak lama setelah itu Samuel sudah siap-siap untuk berangkat ke kantornya. Samuel meletakkan satu tangannya di pinggang istrinya. Kinaya pun ikut meletakkan tangannya di pinggang Samuel. Mereka berjalan keluar bersama. Dengan senyuman yang terus mengembang di bibir mereka.


"Baiklah. Mas berangkat dulu. Kamu jangan terlalu kelelahan. Kalau ada yang tidak nyaman rasanya di tubuhmu bilang langsung sama mas. Ingat! Kamu baru keluar dari rumah sakit kemarin. Mas tidak mau sesuatu terjadi padamu, Nay. Jangan membuat mas merasa bersalah karena tidak bisa menjagamu untuk tetap sehat saat bersama mas. " Memeluk Kinaya yang sedang berdiri di depannya. Membenamkan wajah sang istri di dadanya sembari mengelus lembut kepala Kinaya. Setelah itu Samuel membungkukkan badannya mengelus lembut perut Kinaya yang masih datar. " Anak Papa. Papa pergi kerja dulu, yah. Baik-baik di dalam. Jangan buat susah Mamamu, hem. " Mencium perut Kinaya yang tertutup oleh pakaian. Kinaya pun tersenyum lalu mengusap kepala Samuel yang ada di depannya.

__ADS_1


"Baik-baiklah di rumah. Jangan lupa angkat telepon mas di dering pertama. " seru Samuel memberikan kecupan lembut di kening dan bibir Kinaya. Mengusap lembut pipi Kinaya sebelum dia masuk ke dalam mobil. Samuel menurunkan kaca jendela mobilnya. Melambaikan tangannya kepada Kinaya dengan sebuah senyuman tulus di bibirnya. Kinaya ikut membalas hal yang sama dilakukan oleh suaminya.


Suami yang over protektif kepadanya. Namun, meski begitu Kinaya mencintai suaminya yang sangat protektif itu. Karena Samuel melakukan hal itu untuk keselamatan dirinya juga. Apalagi saat ini dia tidak sendiri lagi. Di dalam rahimnya sudah ada seorang makhluk kecil yang akan membuat hidupnya dan hidup suaminya bahagia.


Mama sudah tidak sabar menantikanmu hadir di dunia ini, sayang. Kita akan bermain bersama kakakmu Reza dan juga papamu yang sudah menantimu selama beberapa bulan kedepan. Sehat-sehatlah di dalam sana karena Mama akan menjaga dan menantikanmu hadir di dunia ini. Kinaya mengusap lembut perutnya yang masih datar. Tersenyum membayangkan betapa bahagianya dia sekarang.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😙😙

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Kinaya&Samuel_LFR


__ADS_2