
...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...
...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...
...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku 🌸🌸🌸...
...••••...
Tepat pukul 8 malam. Kinaya dan Samuel sudah tiba di kediaman Tuan dan Nyonya Malaka. Kinaya langsung di sambut oleh senyuman anaknya, Reza yang ada di pangkuan sang Mama mertua. Kinaya duduk di samping Nyonya Malaka dan langsung mencium pipi gembul anaknya.
"Anak Mama. Mama rindu kamu sayang. " ucap Kinaya mencoba mengambil alih Reza di pangkuan Nyonya Malaka. Tapi di tahanoleh mertuanya tersebut.
"Mending kamu ke kamar dulu sayang. Istirahatlah dan Mama akan menyiapkan makan malam untuk kalian. " ucap Nyonya Malaka. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kalau begitu Kinaya ke dalam dulu ya, Ma. Sekalian mau bersih-bersih juga. " ucap Kinaya. Nyonya Malaka pun tersenyum untuk membalas ucapan menantunya. Samuel yang baru masuk ke dalam rumah pun menatap kepergian istrinya yang terlihat menuju ke kamarnya.
"Bawa apaan tuh, Sam? " tanya Nyonya Malaka.
"Ini oleh-oleh yang di beliin oleh Kinaya untuk Mama dan yang lainnya. " jawab Samuel.
"Benarkah! Menantu Mama emang baik. Kalau begitu susul gih Kinaya-nya ke kamar. " ucap Nyonya Malaka.
"Iya, Ma. Samuel ke dalam dulu. " jawab Samuel. Samuel pun melangkahkan kakinya ke kamarnya. Di dalam kamar di liatnya sang istri yang baru masuk ke dalam kamar. Samuel melangkahkan kakinya agar sejajar dengan sang istri.
"Mau mandi, Nay? " tanya Samuel yang sudah berada di sampingnya.
"Iya mas. " jawab Kinaya.
"Barengan yuk. " ucap Samuel.
"Baiklah. " jawab Kinaya. Samuel pun dengan cepat mengendong tubuh kecil sang istri. Kinaya pun melingkarkan tangannya di leher Samuel.
Setibanya di kamar mandi. Samuel langsung melepaskan satu persatu pakaiannya dan juga pakaian istrinya. Kali ini Kinaya langsung mengambil inisiatif terlebih dahulu. Dirinya menginginkannya kali ini. Bawaan kehamilan membuat dirinya merubah kebiasaan lamanya. Yang dulunya jika tidak di minta Samuel, Kinaya pasti tidak mau melakukannya. Tapi, sejak kehamilannya kali ini membuat Kinaya menginginkannya terlebih dahulu.
Samuel yang mendapatkan serangan terlebih dahulu membuat dirinya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Samuel membalas pagutan di bibirnya. Menahan tengkuk Kinaya untuk memperdalam pergulatannya. Menjeda kegiatannya karena tahu sang istri sudah mulai susah bernafas. Hal itu membuat Samuel gumusshh. Istri tercintanya dari dulu sampai sekarang belum bisa mempelajari caranya berciuman. Samuel tidak kecewa melainkan dia sangat menyukai hal tersebut. Membuat dirinya lebih mendominasi sang istri.
Beberapa menit setelah itu. Pasutri itu menyelesaikan ritual mandinya. Mereka sudah memakai handuk di tubuh mereka masing-masing.
"Setelah itu, Samuel dan Kinaya pergi ke dapur untuk sekedar mengisi perut mereka. Kinaya akui dirinya memang merasa lapar saat ini. Apalagi kehamilannya yang sudah berusia 2 bulan lebih. Membuat dirinya makan banyak belakangan ini.
__ADS_1
Sebelum mengandung Kinaya termasuk wanita yang selalu menjaga porsi makanya tetap sehat. Tapi, permintaan anak yang masih berada di perutnya membuat Kinaya melupakan semua itu.
Samuel yang ada di depan Kinaya memgulum senyumnya. Bahagia karena sang istri yang terlihat menikmati makanannya. Ini adalah yang ketiga kalinya Kinaya nambah porsi makanya. Samuel tidak mempermasalahkannya asal makanan yang masuk di perut sang istri sehat untuk di konsumsi.
"Mau nambah lagi? " Tanya Samuel dengan senyuman hangatnya. Kinaya pun mendongakkan kepalanya ke atas. Menatap wajah sang suami yang tengah tersenyum kepadanya.
"Mas mengejek? " tanya Kinaya. Samuel pun membulatkan matanya. Lalu dengan cepat mengelengkan kepalanya sembari melambaikan tangannya agar Kinaya tidak salah paham dengannya.
"Tidak, sayang. Mana berani mas melakukannya. " ucap Samuel berdiri lalu duduk di samping sang istri.
"Huh. " Kinaya mendesah kesal. Kinaya berdiri karena merasa sudah kenyang. Apalagi mendengar ucapan Samuel barusan. Kinaya pun memilih untuk menyusul Reza yang ada bersama mertuanya. Samuel tentunya gelagapan. Ikut menyusul Kinaya yang sudah duluan pergi.
"Sayang. Mas tidak bermaksud bicara begitu. " ucap Samuel mengejar langkah Kinaya. Kinaya pun membalikkan badannya. Menatap kesal kepada Samuel.
"Jangan bahas hal ini di depan keluarga. " ucap Kinaya yang berhasil membuat Samuel menutup rapat mulutnya. Dengan kepala bergerak ke atas dan ke bawah.
Kinaya pun kembali melanjutkan langkah kakinya. Menemui sang anak yang sudah 3 hari ia tinggalkan.
"Mama. Biar Reza sama Kinaya ya. Kinaya mau membawanya ke kamar. " ucap Kinaya kepada mertuanya.
"Yasudah. Apa kalian sudah makan malam ? " tanya Nyonya Malaka. Menatap anak dan menantunya yang sepertinya sedang marahan.
"Sudah, Ma. " jawab Kinaya.
Kinaya menatap tajam ke arah Samuel.
"Kamu lihat sendiri kan. Aku tidak bilang apa-apa tadi. " ucap Samuel takut Kinaya marah padanya.
"Iya, iya. Tapi, wajahnya jangan dilihatkan seperti itu. Sudah pasti mama akan tahu. " ucap Kinaya. Samuel pun tersenyum kikuk sembari mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Samuel pun mendekati Kinaya yang sedang duduk berduaan dengan Reza.
"Jangan marah ya. Mas takut jika kamu menjauhi mas. " ucap Samuel melingkarkan tangannya di pinggang Kinaya. Lalu merebahkan kepalanya di bahu Kinaya. Tiba-tiba Kinaya mendengar gerobak bakso yang lalu di depan rumah mertuanya.
"Aku tidak akan marah jika mas membelikan aku bakso. " ucap Kinaya dengan masih memalingkan wajahnya dari Samuel. Samuel pun tersenyum dan dengan semangat '45nya Samuel segera berlari mengambil dompetnya yang ada di kamar mereka. Setelah itu Samuel lekas ke arah Kinaya. Mengecup pipi kiri sang istri dengan tangannya melingkar di bahu Kinaya.
"Kamu tunggu sebentar ya. Akan mas belikan semua permintaanmu. " ucap Samuel lembut dan segera memanggil abang tukang baksonya.
Setibanya di dekat abang tukang bakso. Samuel dengan semangatnya memesan pesanan Kinaya. Memesan bakso tanpa mie kuning dan hanya meminta di banyakkan mie putihnya. Dan tentunya baksonya harus double agar sang istri tidak ngambek lagi dan senang kepadanya.
"Tunggu sebentar ya, Pak. " ucap tukang bakso itu.
__ADS_1
"Iya, Pak. " jawab Samuel.
Beberapa saat setelah menunggu pesanan siap. Samuel pun menerima email masuk dari Hiro, sekretarisnya. Setelah itu panggilan masuk dari Hiro di ponselnya.
"Baiklah. Besok siapkan semuanya. Jangan biarkan mereka terlambat jika tetap mau bekerja di perusahaan saya. " ucap Samuel dengan wajah berangnya. Tukang bakso sampai bergidik ngeri melihat tatapan dingin di wajah Samuel. Sampai ia tidak berani untuk mengatakan bakso yang di pesan oleh Samuel sudah siap.
"Emm, Pak. Ini pesanannya. " ucap tukang bakso itu pada akhirnya. Takut bakso yang di pesan dingin dan membuat pembelinya nanti tidak puas sama baksonya.
"Makasih, Pak. Berapa semuanya, Pak? " tanya Samuel.
"30 ribu saja Pak. Karena plus dengan bakso uratnya. " ucap abang tukang bakso.
Samuel pun mengeluarkan uang 100 ribu dan memberikan kepada abang tukang bakso.
"Kembaliannya untuk abang saja. " ucap Samuel tersenyum. Abang tukang bakso pun ikut tersenyum. Merasa bersalah karena sudah beranggapan buruk kepada Samuel tadi.
"Makasih ya, Pak. " ucap abang tukang bakso. Samuel tidak menjawab. Ia langsung berjalan ke kediaman orang tuanya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙
__ADS_1
By : Nadila Sizy
...#Kinaya&Samuel_LFR...