Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Makan siang


__ADS_3

Samuel menarik tangan Kinaya. Satu tangannya mengendong Reza. Kinaya sesekali menoleh ke belakang karena penasaran dengan keributan yang terjadi di sana. Samuel pun melihat istrinya itu terus menoleh ke belakang. Entah kenapa Samuel merasakan hal yang tidak nyaman di hatinya. Apakah itu dia pun tidak mengetahuinya. Samuel saat ini hanya bisa menjauhkan Kinaya dari hal yang memungkinkan sesuatu yang buruk terjadi. Samuel pun tidak mau mengambil resiko. Lebih baik menjauh dari hal buruk tersebut dari pada ia kehilangan istrinya itu.


Samuel pun menggenggam erat pergelangan tangan Kinaya. Membawa istrinya itu agar mendekat ke arahnya. Kinaya pun sampai menoleh ke arahnya karena tarikan tangan Samuel.


"Jangan pedulikan urusan orang lain, sayang. Tidak baik tahu. " ucap Samuel memberikan kecupan di bibir mungil Kinaya.


"Tapi mas. Aku penasaran dengan apa yang telah terjadi di sana. " ucap Kinaya kembali menoleh kebelakang. Padahal tempatnya sudah tidak terlihat lagi. Kinaya pun tetap melihat ke belakangnya. Samuel pun menghentikan langkahnya. Mereka memilih untuk duduk di sebuah kursi panjang yang ada di sana. Samuel pun tersenyum lalu memberikan botol air mineral untuk istrinya.


"Minum dulu, sayang. " ucap Samuel setelah membuka tutup botol air mineralnya.


"Makasih, mas. " ucap Kinaya setelah menerima air mineralnya.


"Sama-sama, sayang. Lihat mas. " ucap Samuel mengarahkan tubuh Kinaya ke arahnya.


"Kamu tahu. Kemarin adalah hal yang paling mas sesali. Dokter bilang kamu tidak boleh banyak pikiran. Tidak boleh kelelahan. Jadi, jangan hiraukan masalah orang lain, okey. Pikirkan saja bagaimana membuat hatimu bahagia. Mas akan mengabulkannya. " ucap Samuel memberikan kecupan di kening Kinaya. Kinaya pun tersenyum mendengarnya.


"Yaudah, sekarang kita makan siang dulu, yuk. " ajak Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Di dalam mobil. Reza berada di pelukan Mamanya. Sedangkan Samuel fokus menyetir mobilnya. Kinaya sesekali memberikan kecupan lembut di wajah Reza dan Samuel tersenyum melihatnya. Sungguh Samuel tidak sabar menunggu buah cintanya bersama sang istri.


"Mas. Kita makan di tempat biasa, ya. " ucap Kinaya yang di anggukan oleh Samuel.

__ADS_1


Tempat biasa yang di maksud oleh Kinaya adalah di tepi laut kesukaannya. Samuel sengaja membangun restoran di sana khusus untuk istrinya tersebut. Awal pertemuan mereka adalah di tepi pantai. Kinaya selalu melihat ombak jika sedang sendirian. Meratapi nasibnya yang dulu. Dulu, Kinaya hanyalah seorang remaja yang serba kekurangan. Di kantong sakunya terbiasa terselip uang 20 ribuan. Jarang lebih karena ia menabung untuk masa depannya. Dan Samuel mendapati Kinaya pertama kali di pantai yang akan mereka kunjungi saat ini.


Saat ini Kinaya tengah bersedih sendirian di tepi pantai. Hatinya saat itu begitu kelut. Beberapa masalah datang secara bersamaan. Orang terdekat nya berkhianat. Tempat kerjanya memecat dia. Dan temannya yang menjauh darinya.


Samuel datang saat Kinaya secara tidak sengaja menabrak tubuhnya hingga Kinaya menimpa tubuh Samuel di atas pasir putih itu. Ciuman pertama mereka juga terjadi pada saat itu. Samuel pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sang istri. Wajah natural dan rambut ikal sang istri berhasil menghipnotisnya.


Di hitung dari sekarang berarti Samuel sudah kenal Kinaya selama 7 tahun. Banyak cobaan di dalam hidup mereka selama 7 tahun tersebut. Seperti kesalahpahaman Kinaya karena melihat Samuel dekat dengan seorang wanita. Ada juga kecemburuan Samuel melihat Kinaya di dekati oleh teman cowok Kinaya di kampus dan rintangan hubungan di antara mereka yang belum mendapat restu dari pihak mama Samuel. Dan karena hal itu pasangan tersebut jadi tahu sifat masing-masing. Menjadikan pelajaran bahwa kekurangan mereka adalah kekuatan juga untuk mereka. Jika tidak, mereka tidak akan bisa seperti sekarang. Menerima apa adanya pasangan kita masing-masing.


Saat ini Samuel sudah menepikan mobilnya. Samuel memilih ruangan VIP agar mereka bisa leluasa di dalam. Dan anak mereka juga bisa bermain di lantai yang sudah di alasi oleh karpet berbulu yang lembut. Sengaja Samuel sediakan stok mainan di sana. Agar anaknya bisa bebas bermain. Sedangkan dirinya bermesraan dengan sang istri. Saling berpelukan dan melihat anak mereka yang sibuk bermain di bawah.


Samuel terlihat mengusap sayang perut istrinya. Memberikan kecupan sesekali di perut Kinaya.


"Nanti kalau sudah besar dedek main dengan abangnya ya, dek. Biarkan Papa bermain dengan Mamanya. " ucap Samuel yang langsung mendapat cubitan oleh Kinaya. Samuel pun terkekeh. Lalu, Samuel pun memberikan kecupan lembut di bibir mungil Kinaya.


"Mas mengusirnya. Kamu tidak boleh merengek bahwa mas sudah melakukan kesalahan mengusirnya. Ini adalah keputusan bulat yang sudah mas buat. Mas tidak mau mendengar apapun dari mulutmu lagi. " ucap Samuel yang membuat Kinaya mengerucutkan bibirnya. Belum bicara juga sudah membuat dirinya tidak berkutik pikir Kinaya. Samuel pun melihat bibir kerucut Kinaya. Karena gemes Samuel pun mencium bibir istrinya tersebut. Sampai akhirnya ketukan pintu membuat Samuel mengakhirinya.


"Masuk. " ucap Samuel dari dalam. Pelayan pun datang dengan membawakan pesanan mereka.


Kinaya pun mengambil Reza. Membawanya duduk di pangkuannya.


Pelayan pun keluar dari ruangan itu setelah menyelesaikan pekerjaannya. Samuel pun melihat istrinya yang mulai sibuk menyuapi anaknya makan.

__ADS_1


"Kamu makan dulu, Nay. " ucap Samuel melihat istrinya yang sibuk dengan putranya itu.


"Aku mau menyuapi Reza dulu, Mas. Setelah ini aku akan menyantap bagianku. " balas Kinaya tanpa menoleh ke arah suaminya. Samuel pun mendesah. Samuel pun berinisiatif sendiri. Samuel menyuapi istrinya. Kinaya pun terkejut karena Samuel menyodorkan suapan untuknya.


"Kamu butuh makanan juga. Masih ada anak kita yang butuh makanan. " ucap Samuel mengusap lembut perut Kinaya. Kinaya pun tersenyum mendengarnya.


Samuel pun fokus menyuapi istrinya. Bahkan nasi di piringnya tidak tersentuh sedikit pun. Dan Kinaya sibuk menyuapi Reza. Saat 2 orang itu selesai makan. Kinaya pun menoleh ke piring Samuel.


"Mas tidak makan juga? " tanya Kinaya merasa bersalah.


"Kamu dulu yang lebih penting. Mas bisa nanti. " balas Samuel tersenyum hangat kepada istrinya. Kinaya pun ikut membalas senyuman suaminya itu. Merasa bahagia karena sang suami peduli padanya. Kinaya pun meletakkan Reza di bawah. Membiarkan anak itu bermain dengan permainannya. Setelah itu, Kinaya kembali duduk di samping suaminya.


"Kalau begitu biarkan aku melayani suamiku lagi. " ucap Kinaya. Samuel pun dengan senang hati menerima tawaran istrinya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2