Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Istriku, Belahan jiwaku.


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’...


Hari ini adalah hari terakhir pasutri itu berada di Padang. Mereka sudah akan bersiap-siap untuk pulang. Pagi tadi, Nyonya Malaka video call menantu kesayangannya tersebut dengan Reza di pangkuannya. Membuat Kinaya merindukan anaknya tersebut. Karena hal itu membuat Kinaya meminta kepada Samuel untuk pulang saja hari ini.


Samuel juga tidak bisa menolak permintaan istrinya. Samuel tahu istrinya itu pasti sangat merindukan putra angkatnya tersebut. Meski Kinaya sudah mengandung anaknya sendiri tapi cintanya kepada Reza bukanlah kepalsuan. Cintanya tulus seperti mana umumnya orang tua kepada anaknya.


"Kita beli oleh-oleh dulu mas. Terutama untuk Reza. " ucap Kinaya yang sedang sibuk merias wajahnya.


"Baiklah. Emang kamu mau beli apa un Reza?" Tanya Samuel.


"Aku tidak tahu. Kita lihat saja nanti, mas. " ucap Kinaya.


"Baiklah. Mau pergi sekarang apa nanti saja? " tanya Samuel.


"Sekarang saja, mas. Biar kita bisa cepat juga pulangnya. " ucap Kinaya. "Ayuk, mas. Aku sudah siap. " lanjut Kinaya merangkul lengan Jenjang Samuel dengan manjanya. Membuat Samuel gumusshh dengan tingkah istrinya tersebut. Samuel pun meninggalkan kecupan hangatnya di bibir mungil Kinaya.


"Yaudah, ayuk. " ucap Samuel mengusap lembut kepala Kinaya yang ada di sampingnya.


Beberapa saat setelah itu. Mobil Samuel berhenti di sebuah Mall yang ada di sana. Dengan cepat Samuel turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Hati-hati, Nay. " ucap Samuel melindungi kepala Kinaya agar tidak terjedot. Kinaya tersenyum.


"Makasih, mas. " ucap Kinaya menerima uluran dari tangan Samuel.


Setelah itu, Samuel pun mengandeng tangan Kinaya masuk ke dalam Mall.


Beberapa jam setelah itu. Pasutri itu akhirnya menyelesaikan waktu untuk memilih oleh-olehnya. Samuel pun membawa Kinaya makan karena Kinaya sudah duluan merengek untuk makan yang tidak pada waktunya. Padahal belum waktunya makan siang. Mungkin bumil itu sudah lapar duluan. Sebelum berangkat ke Mall, bumil itu sudah makan banyak. Namun, entah kemana karbon-karbon yang ia santap pagi tadi. Membuat Samuel geleng-geleng kepala tapi tidak bisa juga menolak permintaan istrinya.


"Mau makan apa? " tanya Samuel. Dengan tangannya merangkul pinggang sang istri. Terlihat romantis oleh orang-orang yang melihatnya.


"Engga tahu. Kita lihat dulu, mas. " ucap Kinaya.

__ADS_1


"Yasudah, kita ke foodcourt dulu ya. " ucap Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setibanya di tempat tujuan. Samuel langsung memilih tempat duduk untuk istrinya. Memilih tempat duduk yang ada di dekat jendela agar mereka bisa menikmati pemandangan di luar. Samuel menarik kursi untuk Kinaya duduki. Setelah itu, dia duduk di hadapan suaminya.


Samuel pun melihat menu yang ada. Memilih beberapa menu kesukaan istrinya. Setelah itu ia memanggil pelayan yang siaga melayani pembeli.


Pelayan itu pun menuliskan menu yang di pesan oleh Samuel. Setelah selesai, pelayan itu pun pergi ke tempatnya lagi. Menyiapkan menu-menu yang di pesan oleh Samuel.


"Samuel! Benar, ini kamu Samuel. " ucap seorang wanita yang tengah bersama anaknya yang sepertinya berusia 2 tahun. Samuel pun menoleh ke sampingnya. Terkejut melihat wanita yang sedang berjalan ke arahnya. Kinaya pun ikut melihat ke arah wanita yang telah memanggil suaminya tersebut.


"Baby. " ucap Samuel yang membuat Kinaya melototkan matanya. Terlihat romantis ketika Samuel memanggil nama wanita itu. Kinaya tetap diam mengamati situasi saat ini. Wanita itu mendekat lalu menciumi pipi kanan Samuel setelah mereka sudah berdekatan. Samuel terlihat risih apalagi istrinya ada bersamanya saat ini.


"Hentikan, Baby. Kenapa kamu ada di sini? " tanya Samuel ketika Baby sudah sedikit menjauh darinya.


"Apa kamu sudah lupa. Ini adalah kampung ibuku. Aku liburan di sini. Kamu ngapain di sini. Nggak bilang -bilang lagi. Aku kan bisa menemanimu keliling di kampung ku ini. " ucap Baby. Baby pun menoleh ke arah Kinaya. Menatap datar Kinaya. Samuel pun paham lalu memperkenalkan istrinya tersebut.


"Dia adalah Kinaya. Istriku. " ucap Samuel berdiri lalu menghampiri sang istri. Merangkul pinggangnya. Ada kebahagiaan di hati Kinaya karena Samuel menunjukkan kepemilikannya di depan orang lain.


"Aku mau balik, mas. " ucap Kinaya yang sudah bersiap-siap mengambil tas dan oleh-olehnya yang ia letakkan di kursi sampingnya.


"Baiklah. Kalau begitu kami pergi dulu. " ucap Samuel kepada Baby dengan wajah datarnya.


"Ayuk sayang. Biar mas bawakan belanjaannya.Β  " ucap Samuel mengambil kantong oleh-oleh di tangan Kinaya. Kinaya tidak menolak dan membiarkan Samuel mengambil alih. Sebelum pergi Kinaya tetap tersenyum kepada Baby. Wanita itu menatap kesal kepada Kinaya.


Setibanya di dalam mobil. Kinaya pun menatap ke arah Samuel.


"Kita cari tempat makan dulu. " ucap Kinaya. Samuel tersenyum lalu mengusap lembut kepala Kinaya.


"Sesuai permintaan istri cantik, mas. " ucap Samuel dengan senyuman hangatnya. Kinaya senang Samuel peka dengan dirinya. Kinaya memeluk pinggang Samuel lalu merebahkan kepalanya di dada kekar Samuel.


"Siapa wanita tadi, mas? " tanya Kinaya.


"Bukan siapa-siapa. " jawab Samuel.


"Lalu, kenapa manggilnya romantis sekali. Bikin panas telinga saja. " ucap Kinaya semakin memeluk erat tubuh Samuel. Samuel pun tersenyum lalu mengusap lembut kepala Kinaya.


"Maksudnya apa? " tanya Samuel. Mencoba mengoda Kinaya.

__ADS_1


"Itu,Β  kenapa manggil Baby segala. Aku saja tidak pernah di gituin. " balas Kinaya lagi.


"Itu karena namanya adalah Baby. Namamu kan Kinaya dan panggilan sayang mas adalah Nay. Plus sayangnya, istrinya dan belahan jiwanya juga. " jawab Samuel memegang dagu Kinaya. Mengarahkan wajah Kinaya ke hadapannya lalu Samuel mulai mencium bibir sang istri dengan rakus. Kinaya tersenyum mendengar ucapan Samuel. Kinaya pun melingkarkan tangannya di leher Samuel. Membalas ciuman dari suaminya itu.


Ketika sudah mulai kehabisan nafas. Kinaya pun memukul dada Samuel agar suaminya itu melepaskan tengkuknya. Memberikan dia waktu untuk bernafas. Samuel pun terkekeh karena istrinya dari dulu sampai sekarang tidak pandai mengatur nafasnya ketika berciuman. Tapi, itu sangat mengemaskan untuknya.


"Kenapa kamu bodoh sekali saat kita berciuman. Tapi aku suka karena itu terlihat sangat mengemaskan. " ucap Samuel memeluk istrinya itu.


"Kita makan di masakan Padang saja ya mas. Lebih enak di sana. " ucap Kinaya. Mencoba mengalihkan topik. Jika tidak, Samuel akan mendominasinya seharian.


"Baiklah. Sesuai dengan permintaan istriku. " jawab Samuel. Supir yang mengantar mereka menjadi kagum dengan keromantissan pasangan di belakangnya.


"Cari tempat makan yang enak di sini ya, Pak. " ucap Samuel kepada supirnya.


"Baiklah, Tuan. " jawab supir itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πŸ˜šπŸ˜™πŸ˜™

__ADS_1


By : Nadila Sizy


...#Kinaya&Samuel_LFR...


__ADS_2