
Beberapa jam setelah berada di dalam kantor suaminya Kinaya pun memutuskan untuk melihat pemandangan kota dari balik jendela yang ada di ruangan tersebut. Kinaya bisa melihat seluruh kota dari sana. Dan di ujung matanya Kinaya melihat laut biru dari kejauhan. Apa mas Samuel sengaja memindahkan kantor utama kesini agar aku bisa melihatnya dari kejauhan pikir Kinaya. Kinaya pun tersenyum jika memang yang di pikirannya adalah benar maka dia sangatlah beruntung memiliki Samuel sebagai suaminya. Seorang suami yang selalu ada di sampingnya dan tidak pernah membuatnya terluka sedikit pun. Bahkan Samuel selalu ada untuknya. Seorang suami yang selalu Membahagiakannya dan memanjakannya sampai saat ini adalah suatu keberuntungan untuknya menjadi istri hingga saat ini.
Kamu adalah harta Mama satu-satunya yang bisa Mama berikan kepada Papa mu, Nak. Mama mencintaimu sayang. Semoga kamu sehat di dalam sana. Mama akan menjaga kamu apa pun yang terjadi padamu sayang pikir Kinaya sambil mengelus perutnya yang masih datar.
Kinaya kembali melihat laut dari kejauhan. Tiba-tiba Kinaya ingin menginjak pasir laut tersebut. Samuel yang melihat istrinya tersebut dia pun mendekati Kinaya dan memeluknya dari belakang. Melingkarkan tangannya di perut istrinya yang masih datar dan kepalanya di atas bahu Kinaya.
"Lihat apa hem? Bosan yah? Apa kamu mau ke suatu tempat Nay? " tanya Samuel meletakkan bibirnya di pipi kanan Kinaya. Kinaya pun tersenyum lalu menyentuh tangan Samuel yang ada di perutnya.
"Aku nggak apa-apa mas. Lanjutkan saja kerjaanmu. Pasti banyak yang numpuk kan. " seru Kinaya tersenyum lalu kembali melihat laut dari kejauhan. Samuel pun mengikuti pandangan istrinya dan paham dengan apa yang di inginkan oleh Kinaya. Samuel tahu bahwa Kinaya sangat menyukai pemandangan laut biru dengan pasir jernihnya. Bahkan Samuel diam-diam telah membangun vila yang ada di tepi laut. Sebuah Vila yang nantinya akan menjadi tempat mereka bersama anak-anaknya berkumpul bersama. Sebuah vila yang sengaja di desain sesuai dengan selera istrinya tersebut.
Samuel pun menarik tangan Kinaya dan membawanya pergi dari kantornya. Setiba di meja resepsionis Samuel berpesan kepada karyawan yang bertugas di sana untuk menyuruh Jordy untuk menelponnya jika ada hal yang mendesak nantinya di kantor. Setelah itu Samuel pun menghidupkan mobilnya dan membawa Kinaya keluar untuk menghilangkan rasa bosan istrinya tersebut.
Samuel membawa Kinaya ke tepi pantai. Sebelum itu Samuel mengajak Kinaya untuk makan siang terlebih dahulu di sebuah kafe yang ada di pinggir pantai tersebut. Samuel memesan makanan dan minuman yang biasa di pesan oleh istrinya itu. Setelah pesanannya datang mereka pun bersama-sama menyantap makan siangnya. Sesekali Samuel menyuapi Kinaya. Apapun yang dilakukan Samuel selalu terlihat romantis membuat hidup Kinaya bahagia bila selalu ada di sampingnya.
Bagi Samuel membahagiakan istrinya adalah hal yang harus dia lakukan lakukan di dalam hidupnya. Kinaya adalah jiwa dan raganya. Tanpa Kinaya hidupnya serasa ada yang berkurang. Membahagiakanmu dan mencintaimu adalah prioritas utamaku pikir Samuel.
Samuel menatap lekat wajah dan juga perut istrinya yang masih datar. Kehamilan Kinaya yang baru beberapa minggu tersebut sudah sangat membuatnya bahagia. Membuat Samuel semakin menyayangi dan mencintai Kinaya. Kamu segala-galanya bagi mas Nay batin Samuel di sela-sela Samuel menyantap makan siangnya sambil memperhatikan wajah istrinya tersebut.
Setelah menyantap makan siangnya Samuel mengajak Kinaya untuk mengabadikan momen bahagia mereka dengan berfoto di bibir pantai tersebut.
Banyak perpohonan disana. Memudahkan Samuel dan Kinaya berjalan kaki di pinggir pantai. Sesekali Samuel mengambil foto Kinaya dan fotonya. Ada juga foto Kinaya yang sedang sendirian berlatar laut biru dengan rambutnya yang terurai di bahu dan ada juga foto mereka yang lagi romantissan.
Cukup banyak yang mereka lakukan berdua sampai akhirnya Kinaya kelelahan dan meminta Samuel untuk membelikannya air kelapa yang di jual oleh pedagang setempat.
"Mas aku haus. Mau minum itu. " Menunjuk ke arah pedagang yang sedang menjual air kelapa muda segar. Samuel pun menoleh ke arah yang di tunjuk Kinaya lalu mengeluarkan senyumannya. Saat itu Kinaya tengah bersandar di bahu Samuel dan satu tangan Samuel memeluk pinggang Kinaya.
__ADS_1
"Baiklah. Kamu tunggu sebentar dan jangan kemana-mana tanpa mas, oke. " jelas Samuel memperingatkan Kinaya setelah dia berdiri dari duduknya. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Samuel pun meninggalkan Kinaya sendirian dan membelikan permintaan istrinya Setiba di sana Samuel langsung memesan pesanan Kinaya lalu kembali menemui Kinaya setelah pedagang kelapa muda itu mencatat pesanannya. Entah kenapa Samuel memiliki perasaan buruk hari ini sehingga tidak maurninggalkan Kinaya sendirian. Bagi Samuel Kinaya adalah sesuatu yang sangat berharga untuknya dan dia tidak bisa kehilangan Kinaya dari sisinya.
"Bentar ya Nay. Sudah mas pesankan Sebentar lagi air kelapangan akan di antar ke sini. " seru Samuel. Kinaya pun mangut-mangut sambil melihat foto-foto yang mereka abadikan tadi.
Setelah beberapa saat akhirnya air kelapa muda itupun diantarkan oleh pedagangnya. Dua buah kelapa muda yang masih segar membuat Kinaya senang Kinaya langsung meneguk air kelapa tersebut tanpa ragu sedikit pun. Setelah Kinaya menghabiskan air kelapanya dia pun meminta Samuel mengantarnya pulang karena tubuhnya yang sudah lengket dan berkeringat. Samuel pun menuruti permintaan Kinaya dan mengantar Kinaya pulang ke rumah. Samuel memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dan memerintahkan Jordy temannya untuk mengirimkan file-file yang akan mereka kerjakan besok.
Di dalam perjalanan pulang tiba-tiba dada Kinaya terasa sesak dan perutnya terasa sakit
"Mas dadaku mas. Dadaku sesak mas dan perutku auuuh. Sakit mas... ." Terbata Kinaya mengatakannya. Samuel pun menjadi cemas lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Samuel terlihat khawatir mendengar rintihan Kinaya yang terlihat kesakitan.
"Ada apa Nay? Kenapa kamu bisa sakit seperti ini? " tanya Samuel khawatir. Kinaya hanya diam karena dirinya yang sulit bernafas ataupun berbicara.
Samuel melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Melihat kondisi Kinaya membuat air mata Samuel mengalir dengan sendirinya. Samuel takut sesuatu terjadi pada istri dan calon anaknya.
Setelah beberapa saat Samuel pun tiba di rumah sakit. Diangkatnya tubuh Kinaya ala Bridal Style ke dalam rumah sakit dan dengan cepat para perawat dan suster datang membawa brankar. Kinaya di bawa ke ruangan darurat dan dengan cepat dokter masuk lalu memeriksa keadaan Kinaya.
Samuel terlihat khawatir dan cemas. Tubuhnya gemetar melihat keadaan Kinaya yang sudah tak bertenaga dan wajahnya terlihat pucat. Samuel berdiri di samping brankar istrinya dan satu tangannya memegang tangan Kinaya. Samuel di suruh oleh perawat dan suster untuk keluar namun dirinya tidak mau di bantah sampai akhirnya dokter mengizinkannya masuk dengan syarat jangan mengganggunya dalam bekerja.
Samuel menuruti syarat yang dokter berikan dengan air mata membanjiri pipinya. Rasa cemas dan khawatir akan keselamatan istrinya membuat dirinya tidak bisa berpikir apapun lagi. pikirannya saat ini benar-benar kacau. Beberapa dokter lagi datang membantu dokter yang sebelumnya masuk membuat Samuel semakin cemas. Getaran di seluruh tubuhnya tak beraturan.
Setiap pergerakan tangan yang dilakukan oleh para dokter di depannya membuat Samuel tidak bisa menahan rasa takutnya. Samuel selalu berdoa agar istri dan calon anaknya baik-baik saja.
__ADS_1
Setelah beberapa saat salah satu dokter pun meminta Samuel untuk keluar sebentar. Di luar ruangan UGD Samuel terus memperhatikan Kinaya dari sana.
"Bagaimana dengan keadaan istri dan calon calon anak saya dok. Apa yang terjadi padanya dok?" tanya Samuel dengan tubuh yang gemetaran .
"Begini tuan. Sepertinya pasien keracunan makanan. " jelas sang dokter.
"Apa dok. Bagaimana bisa istri saya keracunan!... . " seru Samuel mengantung mengingat terakhir kali diminum oleh istrinya.
"Istri saya terakhir kali minum air kelapa muda dok. Apa minuman itu di racuni? " Samuel memastikan kembali pedagang yang menjual kelapa muda tersebut. Samuel merasa pedagang tersebut tidak terlibat. Pasti ada orang yang diam-diam memasukkannya pikir Samuel.
"Sepertinya minuman yang di minum pasien telah di campuri racun oleh seseorang. Taou tuan tidak perlu cemas karena istri dan calon anak tuan baik-baik saja. Saya harap tuan harus berhati-hati kedepannya. " nasehat sang dokter.
"Terima kasih dok. Lain kali saya akan berhati-hati kedepannya. " balas Samuel. Dokter itu menganggukkan kepalanya dan kembali ke kamar UGD
Setelah mendapatkan penanganan dari dokter Kinaya pun di pindahkan oleh dokter ke ruang rawat inap VIP rumah sakit tersebut. Kedua orang tua Samuel sudah ada di sana menemani Kinaya yang sedang istirahat karena di pengaruhi oleh obat bius. Beberapa pengawal di tugaskan oleh Samuel untuk menjaga Kinaya sudah bersiaga di kamar inap Kinaya. Jordy dan teman-temannya tengah membicarakan hal serius dengan Samuel di luar ruangan inap Kinaya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.