Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Menyakiti


__ADS_3

Beberapa hari setelah itu.


Sialan! Apa Kinaya tidak berniat membantuku keluar dari sini? Ini sudah 3 hari semenjak aku mengabari nya. Apa Kinaya tidak mendengar pesanku kemarin. Aku harus mencari cara untuk menelpon nya lagi. Gumam Laras melihat sekelilingnya. Mencari pengawal yang berjaga di sana.


Dimana mereka meletakkan ponselnya. Aku harus keluar dari sini secepatnya. Laras masih sibuk mencari ponsel untuk bisa menghubungi seseorang. Setidaknya dia harus keluar dari sini secepatnya. Jika dia nekat kabur, bukannya bisa lepas dari pengawal Roy malah dia akan di siksa semakin kejam dari biasanya.


Itu dia, sepertinya itu adalah ponsel pelayan di sini. Aku harus cepat mengambilnya dan meminta bantuan kepada Kinaya.


Laras mengendap-endap ketika berjalan ke arah dapur. Dilihatnya sekelilingnya. Ketika sudah merasa aman, Laras dengan cepat menyembunyikan ponsel tersebut dan memasukkannya ke dalam saku celananya.


Setelah itu, Laras bersembunyi di balik kamarnya. Mengecilkan volume ponsel dan segera menekan nomor ponsel Laras.


Ketika panggilan tersambung, ada senyuman di bibir Laras.


"Kinaya! Syukurlah kamu mengangkat panggilan ku. Tolong aku , Kinaya. Tolong bujuk kak Roy agar membebaskan aku dari sini. Aku mohon Kinaya. " seru Laras memohon dengan akting yang luar biasa.


"Kamu tunggu sebentar lagi, aku akan meminta kak Roy untuk membebaskan kamu lagi. Kamu tunggu sebentar. " ucap Kinaya.


"Baiklah, Kinaya. Aku akan menunggumu. " jawab Laras.


Di tempat Laras.


"Kamu pikir aku akan membebaskan kamu dengan mudahnya hanya karena kamu minta tolong kepada Kinaya. Itu tidak akan mempan kepadaku. " ucap Roy yang datang menghampiri Laras.


"Maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi. Kamu bisa melakukan apapun padaku jika aku melakukan hal yang sama lagi kepada Kinaya. Kamu harus percaya padaku. Aku tidak akan mengingkarinya. " ucap Laras.


"Minta maafmu tidak akan mempan padaku lagi. Tapi, aku bisa membebaskanmu tapi bukan berakhir disini melainkan di dalam penjara. " ucap Roy.


"Pengawal, bawa wanita ini dan masukkan dia kepenjara. Antarkan dia ke kantor polisi sekarang juga. "


"Baiklah, Tuan. " jawab pengawal itu yang langsung menarik tangan Laras ke kantor polisi.


Di tempat lain Samuel terlihat mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Matanya pun mengedar ke kasur. Dilihatnya sang istri tengah terlelap tidur di balik selimut. Samuel tersenyum dan mendekati sang istri. Duduk di samping kasur Kinaya. Dirinya masih memakai jubah mandi warna putih.


"Kehamilan membuatmu sangat kelelahan. Inilah yang mas cemaskan. Mas akan pergi ke kantor hari ini. Tidak enak juga kalau membangunkannya pagi-pagi begini. " lirih Samuel mengusap lembut pipi Kinaya. Kecupan lembut pun mendarat di bibir mungil sang istri.


Samuel pun bersiap-siap memakai jasnya. Setelah selesai, Samuel kembali melihat ke arah sang istri.


"Masih belum bangun juga. Mas akan segera berangkat ke kantor. Hati-hati lah di rumah. " lirih Samuel mengecup bibir sang istri. Lalu satu kecupan lagi di perut Kinaya yang sudah mulaiΒ  kelihatan. Sebelumnya Samuel memberikan kecupan juga kepada Reza yang masih tertidur. Benar-benar suasana yang membuat hati Samuel adem. Kebahagiaan menari-nari di hatinya. Sesuatu yang tidak ternilai harganya bagi Samuel.


Samuel pun turun ke lantai 1. Dilihatnya bik Yas sudah menyiapkan sarapan pagi untuknya.


"Bi, nanti saat nyonya sudah bangun bilang bahwa saya ada hal yang harus di selesaikan pagi ini juga. Pastikan nyonya menyantap sarapannya. Jangan buat anak saya kelaparan. " ucap Samuel setelah menyelesaikan sarapan paginya.

__ADS_1


"Baik, Tuan. "


Samuel pun melangkahkan kakinya ke luar. Disana sudah ada supirnya menunggu membukakan pintu mobil.


"Terima kasih, pak. " ucap Samuel kepada supir itu.Β 


"Sama-sama, Tuan. " jawab supir itu.


Beberapa saat setelah itu, Samuel sudah berada di kantornya. Dirinya langsung di sambut oleh berkas-berkas yang menumpuk di mejanya. Hari sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


Tok , tok , tok. Bunyi ruangan Samuel yang diketuk oleh seseorang.


"Masuk. " ucap Samuel dari dalam.


"Maaf, Tuan. Ada seorang ibu hamil ingin menemui Tuan. " ucap sekretaris Samuel.


"Siapa? " tanya Samuel.


"Katanya mbak Ani, Tuan. " jawab sekretaris Samuel. Seketika raut wajah Samuel terlihat tidak bersahabat. Ada kemarahan di dalamnya. Entah apa yang terjadi. Tapi, bisa di tebak kalau Samuel terlihat sangat marah saat ini. Sekretaris Samuel sampai bergidik ngeri melihatnya.


"Biarkan dia masuk. Tapi, pastikan tidak ada yang membicarakan kehadirannya di sini. Sekarang kamu boleh keluar. " ucap Samuel mengusap kasar wajahnya. Bahkan, berkas yang ada di depannya sudah membuat Samuel tidak fokus lagi untuk memeriksanya. Pena yang ada di depannya Samuel buang saja ke sembarang arah.


Seseorang masuk ke ruangan Samuel. Seorang wanita cantik yang tinggi semampai. Kulit putih dan rambutnya yang panjang. Sekilas, orang pasti akan tergoda dengan kecantikannya. Tapi, tidak dengan Samuel. Wajahnya masih datar. Kaku dan dingin seperti biasanya.


"Aku ingin menemui ayah dari anakku. Apa aku salah dengan itu semua. Lihatlah, hari ini aku pergi ke rumah sakit dan aku membawakan foto USG anak kita. Kamu berhak untuk melihatnya juga kan. " ucap Ani berjalan menghampiri Samuel.


"Berhenti di sana. Sudah aku katakan padamu. Aku tidak pernah menyentuhmu. Jangan membuatku melakukan kekerasan padamu. " ucap Samuel dingin.


"Tapi aku hanya ingin memberikan ini. " ucap Ani melihatkan amplop warna coklat kepada Samuel.


"Aku tidak peduli. Itu bukanlah anakku. Anakku hanya dari Kinaya seorang. " ucap Samuel yang mulai mendidih kemarahannya.


"Baiklah, kamu tunggu saja anak ini lahir dan kita lakukan tes DNA. Disaat hari itu, aku jamin kamu tidak akan bisa menolak semua kenyataan ini. Dan bersiap-siaplah berpisah dari istrimu atau menjadikan ku istri keduamu."ancam Ani yang langsung berlenggang keluar. Dan sesaat dia menghentikan langkahnya. "Oh iya, apa aku boleh tinggal di rumahmu. Entah kenapa aku ingin selalu di dekatmu. Mungkin ini keinginan anak kita yang masih di dalam perut ku. " ucap Ani.


"Jangan coba-coba. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu tinggal di rumahku. " ucap Samuel.


"Sudahlah, susah kalau bicara denganmu. " ucap Ani yang langsung berlenggang keluar. Setibanya di luar. Ani mengeluarkan senyum licik nya. Dia mengeluarkan ponselnya.


"Semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan, tante. Aku akan menemuinya sekarang. Entah apa reaksinya jika dia tahu aku sedang mengandung anaknya Samuel. " ucap Ani.


Ani pun segera memutuskan sambungan ponselnya setelah orang di seberang membalas ucapannya.


"Kamu akan aku depak dari rumah itu. Dan aku akan menjadi nyonya Malaka berikutnya. " lirih Ani tersenyum jahat. Ani pun pergi memasuki mobilnya.

__ADS_1


Beberapa saat setelah itu, Ani sudah berada di kediaman Samuel dan juga Kinaya. Ani menekan bel rumah. Dan datanglah seorang Security.


"Maaf, cari siapa mbak? " tanya Securityitu.


"Aku ingin menemui wanita yang tinggaldi sini. " ketus Ani dengan wajah sombongnya.


"Maksud mbak wanita yang mana? " tanya Security itu karena di rumah ini banyak wanitanya.


"Siapa lagi. Wanita kampungan itu. Kinaya. " jawab Ani karena Security itu terlihat tidak paham dengan ucapannya.


"Maaf mbak. Dia adalah nyonya kami. Mbak tidak berhak bicara seperti itu di depan kami. " ucap Security itu tidak terima. Karena Kinaya adalah wanita baik-baik, tidak pantas di hina oleh Ani.


"Sudahlah, kamu panggil saja dia kemari. Aku ingin menemuinya sekarang juga. " ucap Ani sombong.


"Maaf mbak. Mbak tidak diizinkan masuk ke dalam. Silahkan mbak pergi dari sini. " usir Security itu karena merasa Ani bukanlah wanita baik-baik dan dia takut kalau Ani akan menyakiti Kinaya nantinya. Tapi, sebelum Ani melangkahkan kakinya tiba-tiba Kinaya datang dan melihat keributan yang terjadi.


"Siapa yang datang pak? " tanya Kinaya menoleh melihat Ani. Ani pun membalikkan badannya dan tersenyum licik kepada Kinaya.


"Ada apa, mbak? Mbak mau cari siapa? " tanya Kinaya.


"Maaf nyonya. Dia bukanlah orang baik. Lebih baik nyonya masuk saja ke dalam. " ucap Security itu khawatir dengan Kinaya.


"Tidak apa-apa, pak.Β  Biarkan dia masuk. Lagian ada Sisil dan Yosi juga kan. Bapak tenang saja. Buka gerbangnya pak. " ucap Kinaya karena Security itu hanya diam saja. Terpaksa Security itu membukakan pintu gerbang untuk Ani.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πŸ˜šπŸ˜™πŸ˜™


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Kinaya&Samuel_LFR


__ADS_2