Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Malam Romantis


__ADS_3

Setelah selesai makan, Samuel mengajak Kinaya kembali ke hotel tempat mereka menginap, dalam perjalanan Samuel selalu bermanja-manja dengan Kinaya, ada-ada saja yang dia katakan, dia selalu membuat Kinaya tersenyum, sekali-sekali membuat Kinaya geleng-geleng kepala oleh ulah Samuel.


" kamu tahu nggak yank, sewaktu kamu SMA dulu, mas bahkan sampai mengancam teman cowok kamu yang berani dekatin kamu, mas nggak mau kamu di dekatin oleh laki-laki lain, hanya mas seorang yang boleh dekatin kamu. " kata Samuel sembari mengelus kepala Kinaya sedangkan Kinaya hanya geleng-geleng kepala karena Samuel membuat dia tidak memiliki teman laki-laki, tapi itu bukan berarti tidak ada teman cowok. Yah, cuman hanya tidak berani mendekati Kinaya saja dan hal itu membuat Kinaya bahagia karena dia dipertemukan dengan laki-laki yang sangat mencintainya melebihi nyawanya sendiri.


" Emang teman ku yang mana mas ? " balas Kinaya bingung pasalnya itu sudah lama sekali bahkan dia sendiri tidak ingat dengan cowok yang diancam oleh Samuel.


" Mas lupa namanya Nay, tapi itu malah bagus karena tidak akan ada lagi seseorang yang berani dekatin kamu lagi. " balas Samuel tersenyum, sebenarnya Samuel ingat nama cowok yang mencoba mendekati Kinaya, hanya saja dia tidak mau membahas orang yang berani mendekati istrinya karena hal itu akan menganggu suasana romantisnya saat ini.


" Mas, kita sudah hampir satu bulan di sini, apa kita kembali saja yah ke jakarta mas? Kasihan Jordi ngurus perusahaan sendirian. " sahut Kinaya menatap Samuel.


Jordi adalah teman dekat Samuel dari kecil, Jordi dengan Samuel sudah seperti saudara kandung karena sedari kecil mereka adalah tetanggaan dan juga orang tua mereka adalah teman baik. Jordi ini memiliki sifat baik dan setia kepada Samuel, setiap Samuel punya masalah, dia selalu setia membantu Samuel menyelesaikan masalahnya.


" Emang kenapa yank! Apa kamu merasa bosan disini? Jordi sendiri tidak masalah dengan kita berlibur disini yank, dia bahkan mengurus perusahaan dengan baik tanpa mas, dia bahkan mengirimkan semua berkas yang dia kerjakan selama hampir sebulan ini ke mas, jadi kamu nggak perlu khawatir kalau perusahaan mas ada masalah oke." balas Samuel tersenyum sembari menarik Kinaya kepelukannya.


" Jadi, jangan pikirkan yang lain. Kamu cukup bersenag-senang saja disini yank karena mas sudah mempersiapkan semuanya untukmu. " lanjut Samuel memeggang kedua pipi Kinaya dengan kedua tangannya.


-


Hari sudah menunjukkan pukul 7 malam, Samuel mengajak Kinaya untuk makan malam diluar, dia membawa Kinaya ketempat yang sudah dia rencanakan sebelumnya dengan bantuan beberapa pengawalnya.

__ADS_1


" Apalagi yang kamu rencanakan mas ? " sahut Kinaya menatap lekat suaminya sembari merias dirinya, pasalnya Samuel selalu membuat dia takjub dengan persiapan yang dia lakukan, lagi-lagi Samuel hanya tersenyum dengan pertanyaan istrinya, sebelum dia pergi ke tempat tujuan mereka makan malam Samuel menerima telepon dari orang seberang.


" Ya baiklah, saya aka kesana sekarang." sahut Samuel dengan orang diseberang sana.


Setelah menerima panggilan itu, dia langsung mematikan ponselnya dan mendekati Kinaya yang berdandan di meja rias.


" Nay, kamu jangan terlalu cantik yah. Mas tidak mau semua mata cowok menikmati kecantikanmu ini, hanya mas seorang yang boleh menikmatinya dan tidak boleh untuk laki-laki lain. " sahut Samuel yang sedikit membungkukkan badannya, memeluk Kinaya dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu Kinaya .


" Mas, aku ini dandan cantik kan untuk mas juga, kalau ada cowok lain yang menikmati kecantikanku, kan mas ada disampingku untuk menjagaku dan melindungiku dari mata jahat semua pria di luar sana. " balas Kinaya tersenyum sembari memegang tangan Samuel yang ada di atas dadanya. Samuel tersenyum dengan perkataan Kinaya.


" Mas tidak akan membiarkan orang lain memiliki niat jahat kepada mu yank, mas akan memberikan pelajaran bagi mereka yang berniat merebut mu dari mas. " balas Samuel mencium wangi tubuh Kinaya melalui bahu mulus Kinaya.


" Apa kita bisa pergi sekarang yank ? " lanjut Samuel melingkarkan tangan kananya agar tangan Kinaya bergantung disana.


-


Samuel memarkirkan mobilnya di tempat mereka akan melaksanakan makan malam romantisnya, dia turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Kinaya.


" Hati-hati yank, awas kejedot." sahut Samuel sembari meletakkan satu tangannya di atas kepala Kinaya dan satu tangannya lagi menerima tangan Kinaya untuk turun dari mobil.

__ADS_1


" Makasih mas. " balas Kinaya tersenyum yang dibalas senyuman juga oleh Samuel. Sebelum memasuki tempat makan romantis yang telah disiapkannya, Samuel meminta ke Kinaya untuk menutup matanya. Samuel pun meletakkan satu tangannya di mata Kinaya dan satu tangannya lagi mengandeng pinggang Kinaya agar wanitanya itu tidak terjatuh saat berjalan.


" Emang kenapa harus tutup mata sih mas, kan jadi ribet begini. " sahut Kinaya, Samuel hanya tersenyum hingga akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka.


" Apa kita sudah sampai mas ? " tanya Kinaya yang tiba-tiba Samuel melepaskan tangannya dari mata Kinaya hingga akhirnya Kinaya melihat kecantikan dan keindahan tempat makan malam mereka itu.



" Mas, ini, apa mas yang menyiapkan ? " sahut Kinaya kagum dengan mata yang tidak bisa berpaling dari pandangannya yang melihat tempat romantis itu. Samuel pun menarik Kinaya hingga akhirnya tidak ada jarak diantara mereka.


" Emm, apa kamu suka Nay ? " balas Samuel tersenyum. Kinaya tidak bisa berkata- kata, dia hanya tersenyum dan mangut- mangut. Entah kenapa dia kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan betapa cantik dan romantisnya tempat yang sudah disiapkan oleh suaminya itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2