
Kinaya menatap makanan yang sudah di masaknya. Dia tata secantik mungkin. Dia taruh seledri di tepi piring Gulai Ayam Opor dan tidak lupa satu Tomat yang berukuran besar di tengahnya. Terlihat menggoda untuk segera memakannya. Tidak hanya itu, Kinaya juga membuat beberapa masakan lain, namun karena sang suami sangat menyukai Gulai Opor bikinannya sendiri membuat Kinaya berusaha agar meninggalkan kesan terbaik kali ini. Hari ini Kinaya memutuskan untuk mengungkapkan isi hatinya yang beberapa minggu ini bersembunyi di pikirannya.
Setelah selesai menata makanan di atas meja makan Kinaya pun menyusul Samuel di ruang keluarga. Kinaya saat ini sedang berdiri di samping Samuel, melihat sang suami yang tampak fokus mengutak-atik ponselnya.
" Mas, ayuk. " seru Kinaya.
Samuel pun menoleh ke arah Kinaya dan tersenyum.
" Ayuk. Kenapa kamu tidak panggil mas saja kesana, kan mas bisa nyusul. " seru Samuel meraih pinggang sang istri agar lebih mendekat.
Mereka pun menghampiri meja makanan yang sudah tertata hidangan kesukaan Samuel. Hampir semua hidangan tersebut adalah makanan kesukaan Samuel. Samuel bingung kenapa sang istri melakukannya. Bahkan tidak ada hidangan kesukaan Kinaya disana. Namun Samuel tidak mau membahasnya dan mencoba berpikir positif terhadap sang istri.
Kini mereka sudah duduk di tempat mereka biasa makan. Samuel duduk di bagian tengah ujung meja makan tersebut. Seperti biasa juga Samuel menarik kursi Kinaya agar lebih dekat dengannya, agar Samuel bisa menyuapi sang istri makan dari tangannya. Kadangkala Samuel mendudukan Kinaya di pangkuannya, namun karena saat ini Kinaya sakit Samuel pun hanya bisa menarik kursi sang istri lebih dekat dengannya.
Kinaya pun mengambilkan nasi dan lauk ke piring sang suami. Dia letakkan menu favorit sang suami yaitu Gulai Opor, lebih tepatnya sayap daging ayamnya. Lalu Kinaya memberikannya kepada sang suami.
" Ini mas." seru Kinaya.
" Makasih Nay. " Samuel menerima piring dari tangan Kinaya dan memberikan senyumannya.
__ADS_1
" Mas. Apa kamu ada kerjaan lagi nanti?" tanya Kinaya.
" Emang kenapa Nay? " balas Samuel yang hendak menyantap makanannya. Lalu menatap sang istri.
" Aku mau membicarakan sesuatu ke padamu mas. " balas Kinaya yang tidak menatap wajah Samuel. Lebih baik memalingkan wajahnya. Mengambil lauk agar tidak terlalu jelas menjauhi tatapan Samuel.
" Bicarakan saja langsung Nay, akan mas jawab selagi mas bisa menjawabnya. " balas Samuel yang sudah memasukkan satu sendok makanan ke mulutnya.
" Nggak mas, nanti saja habis makan. " balas Kinaya.
" Baiklah, kita bicarakan nanti. Sekarang kamu juga harus makan yah. " balas Samuel yang hendak menyuapi Kinaya dengan tangannya. Menurut Samuel berbagi makanan satu piring dengan sang istri adalah sesuatu yang sangat disukai oleh Samuel. Seolah Samuel tengah mengecap bibir sang istri secara langsung. Hal itu membuat dia merasa senang. Namun saat Samuel akan menyuapi Kinaya makan tiba-tiba Kinaya mendorong pelan tangan Samuel.
" Bukan gitu mas. Entah kenapa aku tidak bernafsu untuk menyantapnya. "
" Lalu kenapa kamu bikin kalau nggak bernafsu memakannya Nay sayang! "
" Karena mas suka Gulai Opor Ayam ini mas. "balas Kinaya polos.
" Yaudah. Kalau begitu ambilkan mas lauk yang kamu sukai Nay. Biar mas Bisa menyuapimu. "
__ADS_1
Kinaya pun memilih Ayam Bumbu. Karena dia sedikit berselera dengan ayam bumbu saat ini. Kinaya meletakkan ayam bumbu ke piring Samuel. Samuel pun kembali menyuapi Kinaya dan kali ini Kinaya menerimanya, membuat Samuel tersenyum puas.
" Lain kali kalau kamu tidak bernafsu dengan makanan maka jangan dibuat. Karena mas mau setiap kita makan mas menyuapimu Nay. " seru Samuel mengecup bibir istrinya. Lalu kembali menyantap makanannya.
" Jadi mas tidak menyantap Gulai Opornya? " tanya Kinaya pasrah karena dia telah berusaha agar Samuel menyantapnya dan meninggalkan kesan baik untuk Samuel.
" Mas akan menyantap makanan yang bisa kamu makan Nay. Meski mas sangat menyukai Gulai Opor tapi mas lebih suka apa yang kamu suka sayang. " seru Samuel mencubit lembut hidung Kinaya.
Kinaya merona mendengar perkataan sang suami. Namun dia tidak tahu apakah Samuel juga akan menyukai sarannya nanti yaitu meminta Samuel untuk memadunya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.