
Intro: D G A D
.
D G
Kulepas semua yang ku inginkan
A D
Tak akan ku ulangi
D G
Maafkan jika kau kusayangi
A D A
Dan bila ku menanti
.
D G
Benarkah engkau coba mengerti
A D
Lihatlah ku di sini
D G
Mungkinkah jika aku bermimpi
A D
Salahkah tuk menanti
.
Musik: D C Bb A (2x)
.
Reff:
D G
Takkan lelah aku menanti
A D
Takkan hilang cintaku ini
D G
Hingga saat kau tak kembali
A D
Kan ku pendam di hati saja
.
Musik: D C Bb A (4x)
D G A D
.
D G
Kau telah tinggalkan
A D
Hati yang terdalam
D G
Hingga tiada cinta
A D
Yang tersisa di jiwa
Alya memetik gitarnya dan bersenandung di atas balkon sore sabtu itu, iyaaa, Alya sering melakukan hobinya itu untuk sekedar melepas lelahnya. Duduk di bangku panjang bercat putih sambil menikmati mereka yang lalu lalang di bawah. Sesekali terkadang teman-teman satu kost nya merequest lagu-lagu favorit mereka untuk dinyanyikan dengan suara kebebasan, bebas dengan kesumbangan suara, bebas dengan not yang lepas, bebas dengan ketidak hapalan kata, walaupun mereka sudah mengakui itu lagu favorit, dan ini adalah hiburan gratis yang sangat menghibur tanpa harus mengeluarkan biaya. Hanya harus mengantri kapan Alya punya waktu dan menunggu mood nya bagus, mereka akan berkumpul di balkon atas dan memaksanya untuk memainkan gitar, tentunya dengan penyanyi dadakan yang kadang membuat Alya tergelak mendengar jenis suara yang entah masuk ke klasifikasi apa, yang penting bahagia.
Perlahan dilepasnya pick gitar yang berbentuk segitiga dengan permukaan halus dan datar berwarna merah miliknya, menaruhnya di samping kanannya dan melonjorkan kaki, hampir di posisi berbaring dengan gitar berada diatas tubuhnya. Pikirannya kembali menerawang ke malam itu,,, malam dimana ia dibingungkan dengan benda kecil yang sangat membuatnya penasaran, helm itu,,, ada apa yaa???
" Al, mainin lagu pura-pura lupa dong"
Yanti datang sambil menyodorkan piring berisi pisang goreng panas yang baru saja ia masak di lantai bawah tadi dan segelas es teh.
Alya bangun dan membenarkan posisi duduknya, tangannya langsung mencomot pisang goreng di dalam piring
" Jorok lo Al, tissue in dulu tangannya, nih tissue "
Yanti menyodorkan tisu yang sudah ia sisipkan di telapak tangannya, karena memang sudah kebiasaan Alya selalu tidak memperhatikan kebersihan, makanya Yanti sudah menyiapkannya dari bawah. Alya terkekeh dan langsung mengelap telapak tangannya dengan tissue pemberian Yanti.
" Iya, tapi gue makan dulu ya"
" Heeh, nih minumnya"
Sambil meletakan secangkir es teh di samping kiri Alya.
Sepotong pisang goreng dengan sekejap sudah habis dilahap Alya, tangan kanannya meraih es teh dan segera meminumnya.
Alya memandang Yanti yang sedang sibuk memainkan handphone nya
" Yan, kemaren malam lo jalan sama Ka Afkar ya?"
Duuuh, gue kok jadi gugup gini ya nanya nya
Yanti melepas handphone nya dan melirik Alya
" Enggak, habis lo berangkat sama Sylvia, dia juga langsung pulang, takut macet katanya"
" Gue sempat liat dia bawa helm 2 Yan, dia habis jalan-jalan ya?"
__ADS_1
" Gak tau, katanya habis dari ngantar temannya"
" Ooh, pacar baru nya kali ya Yan?"
Yanti menggeleng" Gue qa sempat nanyain macam-macam Al, tapi kayanya dia datang kemarin bukan buat gue, soalnya kami belum sempat ngobrol, eeh dia udah pamit pulang aja, mungkin dia pas lewat aja, mampir sebentar gitu". Alya mengangguk.
" Dia sempat nanyain gue qa Yan?"
Eehh, apaan ni mulut nanya gitu, aawww semoga Yanti tidak paham maksud gue
" Qa ada nanya, kan dia udah tau lo mau jalan, dan liat lo sudah di jemput, ngapain nanya lagi, dan pas lo pergi, dia juga pamit, qa ada ngobrol lagi kami".
Gitar yang tadi di posisi berdiri di kursi panjang, segera di mainkan Alya untuk mengusir kegugupannya.
Alya meraih pick kesayangannya dan mulai memainkan senar-senar gitarnya.
Intro] D# Cm G# G
C G Am G F G
C G Am
Pernah aku jatuh hati
F Em
Padamu sepenuh hati
F Em Am
Hiduppun akan kuberi
Dm G
Apapun akan kulalui
C G Am
Tapi tak pernah kubermimpi
F Em
Kau tinggalkan aku pergi
F Em Am
Tanpa tahu rasa ini
Dm E
Ingin rasa ku membenci
Am E
Tiba-tiba kamu datang
G D
Saat kau telah dengannya
Dm G C F G
[Reff]
C G
Jangan datang lagi cinta
Am G
Bagaimana aku bisa lupa
F Em Am
Padahal kau tahu keadaaannya
B G
Kau bukanlah untukku
C G
Jangan lagi rindu cinta
Am G
Ku tak mau ada yang terluka
F Em Am
Bahagiakan dia aku tak apa
Dm G C
Biar aku yang pura-pura lupa
[Int] F Em D# Dm
C# Cm G E
Am E
Tiba-tiba kamu datang
G D
Saat kau telah dengannya
Dm G C F G
Semakin hancur hatiku
[Reff]
C G
Jangan datang lagi cinta
Am G
__ADS_1
Bagaimana aku bisa lupa
D Em Am
Padahal kau tahu keadaaannya
B G
Kau bukanlah untukku
C G
Jangan lagi rindu cinta
Am G
Ku tak mau ada yang terluka
F Em Am
Bahagiakan dia, aku tak apa
B G C A B#
Biar aku yang pura-pura lupa
D A
Jangan datang lagi cinta
Cm A
Bagaimana aku bisa lupa
F F#m Cm
Padahal kau tahu keadaaannya
C A
Kau bukanlah untukku
D A
Jangan lagi rindu cinta
Cm A
Ku tak mau ada yang terluka
G F#m Cm
Bahagiakan dia aku tak apa
Em A D A Bm A
Biar aku yang pura-pura lupa
G F#m Cm
Bahagiakan dia aku tak apa
Em A D G D
Biar aku yang pura-pura lupa
" Satu lagu lagi dong Al"
Rayu Yanti setelah lagu yang dimainkannya selesai
Alya menaruh gitar di sampingnya dan mencomot pisang goreng lagi
" Ntar lagi ah, gue capek, mau mandi dulu, siapa tau ada yang ngapelin gue"
" Lo emang sudah jadian beneran sama Arga?"
" Enggak, kita sahabatan doang"
" Kelamaan gini, bisa- bisa lo cinta beneran Al"
" Yan, kalau gue naksir ka Afkar gimana?"
Tanya Alya sambil senyum menggoda dan mata yang bekerjap-kerjap agar telihat imut
" Mana mungkin, elo yang ngeselin gini bisa naksir Afkar yang cool nya tingkat tinggi, yang lain aja deh Al"
" Lo juga naksir ka Afkar yaaaa" Tanya Alya sambil mencolek-colek dagu Yanti
" Enggak lah, dia sahabat gue kok"
" Ya qa papa lah, banyak kok sahabat jadi cinta, dan berjalan mulus-mulus aja"
" Ngaco, sebenarnya gue udah jadian sama kaka angkatan gue"
" Hah, serius, lo qa pernah cerita"
" Lo qa pernah nanya"
" Kapan nih ngenalin ke gue, takutnya kalau qa kenal bisa-bisa gue sambar di luaran, kan qa tau punya temen gue"
" Ih kaya gledek aja main sambar, ntar malam dia mau kesini Al"
Jawab Yanti sambil tersipu
" Aseeeekk, satu lagi berkurang jomblowati di kost kita"
" Elo tu, kapan mengakhiri kejombloan lo"
" Kalau gue udah jadian sama Ka Afkar, gue akan mengakhiri kejombloan gua"
Alya mencoba tertawa sambil berjalan meninggalkan Yanti dan mengambil handuk yang berjemur di dekat mereka duduk untuk mandi
" Berhenti dengan lelucon lo Al, gue sangat tidak mendukung, tersiksa banget Afkar jadian ama lo"
Sahut Yanti yang juga tertawa.
Sementara di balik itu ada wajah yang sangat sedih mendengar olokan Yanti, Yan, ini gue beneran niat banget mau jadi pacarnya Ka Afkaar, lo kok nanggapinnya begitu, bikin gue murka aja.
Tapi sesaat Alya tersenyum
__ADS_1
" Berarti hilangan saingan gue satu, Yanti bukan pacar ka Afkar, entah siapa saingan gue yang sebenarnya, seandainya saja ka Afkar bisa datang malam ini, gue juga pengen diapelin kaya Yanti, hhuuuuuuu, nelangsa banget gue, cantik-cantik belum punya pacar nyata, si Arga tuh pacar alam maya gue. Alya melangkah ke kamar mandi dan berharap akan ada kejutan manis untuknya malam ini.