Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Kehidupan Baru


__ADS_3

Sebuah kamar kost kecil berukuran 5x6 M berisi satu lemari tempat meletakan pakaian, ada dispenser air dingin dan panas, satu rice cooker, dengan satu kamar pribadi berukuran 3x3 m. Dan satu ruangan disampingnya dengan ukuran yang sama berfungsi sebagai dapur tempat memasak, ada satu kompor gas dengan tabung gas elpiji 3 kg, wajan teflon, panci, pisau, talanan dan beberapa piring, gelas dan sendok. Terdapat juga toples-toples kecil yang berisi gula, dan garam. Pada bagian belakang ada kamar mandi sekaligus toilet dan sedikit ruang terbuka tempat menjempur pakaian. Tempat ini memiliki 10 kamar dengan bentuk yang sama dengan posisi berhadapan sehingga hanya memiliki 5 baris dengan halaman yang luas dan biasanya digunakan anak-anak kost sebagai tempat bermain badminton di saat sore dan malam hari. Kost ini diperuntukan khusus untuk laki-laki. Sebagian mereka ada yang sudah bekerja dan ada yang masih kuliah, dengan sewa per kamar sebesar Rp. 500.000 per bulan dan demi meringankan, pemilik kost sengaja menerima pembayaran sebulan sekali agar penghuni kost tidak merasa terbebani.


Afkar yang sudah terbiasa hidup mandiri sejak masih sekolah menengah atas sama sekali tidak kesulitan, walaupun hidup sendiri di kota yang tidak pernah dia tinggali, tapi sebentar berada di kota ini sudah membuatnya nyaman


Setelah shalat isya dan makan malam, Afkar merebahkan diri di sebuah dipan kecil beralas kasur yang kemarin dibelinya di sebuah pasar bernama pasar Sudimampir yang menjual lengkap berbagai keperluan sehari-hari, selain kasur Afkar juga membeli bantal dan guling serta 2 sprei berukuran dipan.


Pasar Sudimampir adalah salah satu pusat grosir dan eceran yang berdiri di Kota Banjarmasin, terletak di pusat kota tepatnya di samping Jembatan Sudimampir, Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin. Di pasar ini menjual segala keperluan barang dan jasa dan Kondisi pasar pun tak pernah sepi selalu ramai dengan pengunjung yang buka sejak pagi hari sampai sore hari.


Pasar ini selain menjual eceran, merupakan pusat grosir terbesar di Banjarmasin, sudah sejak lama ada dan dikenal sebagai pasar tempat para pedagang busana berbelanja.


Kita bisa berbelanja banyak keperluan seperti baju dari baju anak-anak hingga dewasa, perlengkapan muslim, perlengkapan umrah, keperluan rumah tangga seperti gelas, piring, gorden, taplak meja dan karpet, berbagai aksesoris kaum wanita pun tidak kalah memanjakan mata. Lalu ada lagi tas, dompet, handuk, sepatu, sandal, kaus kaki, mainan anak, berbagai pernak-pernik oleh-oleh juga dilengkapi meyediakan peralatan makan dan minum, jenis makanan kurma, kismis, pakaian dalam, kembang hingga kue-kue jajanan khas Banjar.


Menatap foto di dinding kamar bercat putih, foto dia dan Alya saat di Yogya, di taman pinus, taman labirin, bandara, rumah makan, taman-taman kecil, kampus Alya, depan hotel Flamboyan, toko gitar, di dalam mobil Arga. Senyum dan tawamu Alya, membunuhku. Afkar membuka ponsel dan menekan tombol hijau


" Assalamualaikum Afkar"


" Waalaikum salam, ibu sedang apa?"


" Baru selesai makan malam, ini sedang santai saja menonton televisi, apa kabar nak?"


" Alhamdulillah baik bu"


" Bagaimana tempat barunya?"


" Saya senang bu, tempat kost nya nyaman, ada 10 orang disini, tapi beda kamar. Saya juga sudah membeli peralatan masak"


" Oh ya, dimana saja kamu tinggal mesti yang dibeli duluan alat masak, hahhaa"


Terdengar tawa renyah ibu. Afkar ikut tertawa, iya dia memang mandiri, dan kalau memang sempat memasak ia lebih senang masakan rumah dari pada membeli.


" Bagaimana pekerjaan nak? apakah sudah dapat?"


" Alhamdulillah bu, seminggu yang lalu saya ditemani ayah Tama ke tempat teman beliau, namanya pak Jaya, beliau mempunyai rental mobil. Ayah Tama menjaminkan saya untuk menyewa salah satu mobil rentalannya dengan sewa Rp. 4.000.000 per bulan.


Saya kemudian mendaftar di Grab Car dan syaratnya cukup mudah dan simpel. Grab Car ini merupakan layanan Grab yang menggunakan sarana transportasi mobil atau kendaraan roda empat. Saya mengunjungi situs resmi dan mendaftar. Kemarin saya dapat kabar melalui email dan sms kalau saya diterima bekerja menjadi driver di grab car. Dan tadi pagi saya sudah mulai bekerja bu"


" Alhamdulillah, tapi bagaimana kamu bisa hapal tempatnya nak, bukannya kamu baru dua di Banjarmasin?"


" Kami punya aplikasi khusus bu, jadi kami ikut yang sudah di arahkan dari aplikasi kami bu"


" Ooh, mudahan-mudahan kamu bisa nyaman disana ya nak"


" Aamiin, terima kasih doa nya bu"


" Oh iya Afkar, bagaimana rumah mu di Surabaya? apakah ada niat menjualnya?"


" Kenapa bu? belum lunas masih jalan tahun ketiga"


" Kemarin Andi menghubungi ibu, katanya Raka akan menikah dan dia ingin memberikan hadiah tempat tinggal buat anak sulungnya itu, dia bilang kalau beli cash uangnya belum cukup, kalau melanjutkan rumahmu bisa, nanti dia akan mengganti berapa biaya yang sudah kamu keluarkan"


" Ooh, saya belum terpikir bu"


" Kamu ada rencana balik lagi ke Surabaya?"


" kalau sudah mendapat pekerjaan tetap mungkin saya akan menetap di sini saja bu"


" Nanti biar Andi yang langsung bicara padamu ya"


" Iya bu"


" Apakah kamu masih menghubungi Alya nak?"


" Tidak bu, saya tidak pernah lagi menghubunginya"


" Iya, jangan jadikan masa lalumu itu penghambat dan melemahkan semangatmu, justru jadikan itu sesuatu yang membuatmu harus bangkit dan berhasil, berhasil dalam artian kamu bisa keluar dari kesedihan, dan menjadi lebih baik dari saat kalian bersama dulu"


" Iya bu, saya memang sudah menguatkan tekad saya"


" Afkar ibu juga mau tanya"


" Kenapa bu?"


" Apakah kamu merasa sedih melepas pekerjaanmu di Surabaya yang sudah bagus dan tiba-tiba kamu pergi ke kota lain tanpa ada saudara, bahkan sekarang kamu menjadi supir grab"


Afkar tertawa pelan

__ADS_1


" Tidak bu, saya sudah pernah menjadi OB, kemudian diangkat menjadi karyawan di perusahaan om Andi, lalu ketika saya menjadi supir, saya merasa baik-baik saja, bukankah almarhum ayah dan ibu mengajarkan saya untuk mencari sesuatu yang halal dan baik, tidak perlu malu menjadi apapun"


" Syukurlah nak, ibu hanya khawatir kamu menyesalinya"


" Jangan mengkhawatirkan itu bu. Oh iya bu, kalau ibu sudah cape nanti kita sambung dulu, mungkin ibu mau istirahat".


" Iya Afkar, semoga semua dimudahkan dan kamu selalu dalam lindungan Allah SWT, ibu akan selalu mendoakanmu"


" Aamiin, terima kasih bu, semoga ibu selalu sehat dan panjang umur, saya sayang ibu, Assalamualaikum"


" Waalaikum salam Afkar"


Klik.


Afkar memandang wajah Alya yang tergantung di dinding.


Cintaku,,kamu tau jarak yang semakin kubentangkan ini kupikir bisa menghapus segala benih cinta sekaligus dengan serpihan rindu, ternyata salah, aku masih saja dengan cinta dungu dan rindu yang busur panahnya selalu mengarah padamu.


Memasak nasi di alat rice cooker, dan menggoreng telur serta kerupuk, Afkar belum membeli bahan-bahan untuk dimasak pagi ini sebagai sarapan, jadi menu dadakan praktis begini langsung di praktekan saat melihat hanya ada telur dan kerupuk. Dengan segelas teh hangat, dinikmati nya sarapan pagi dengan rasa syukur. Ditemani layar ponsel yang memutar berita di saluran youtube, setelah 15 menit sarapan sendiri selesai, Afkar mencuci piring dan gelas di dapur. Memastikan listrik, air dan kompor sudah dimatikan Afkar memandang dirinya pada cermin yang tergantung di dinding. Tubuh tingginya yang sekarang terlihat lebih kurusan, beberapa helai rambut jatuh pada alisnya yang tebal, kata Alya mataku teduh, dari mananya ya, Afkar tersenyum mengingatnya. Hari ini dia memilih baju kaos berkerah warna abu muda dengan lengan pendek. Celana jeans biru tua dan sepatu santai. Mengambil kain sarung dan peci yang sudah disiapkan agar nanti tepat waktu shalat, dia langsung saja menggantinya di mobil. Ponsel untuk pribadi dan satu untuk pekerjaan sudah masuk ke dalam tas kecilnya. Sebelum beranjak menuju pintu, mendekati satu foto spesial di meja kecil samping tempat tidurnya, foto pertama dia dan Alya di bandara saat Afkar akan meninggalkannya ke Surabaya pertama kali, Afkar mengangkat foto berfigura dan menciumnya


" Aku berangkat kerja dulu bidadariku, semoga kegiatan kita hari ini lancar dan semua urusan di mudahkan, Assalamualaikum, emuuahh"


Afkar meletakan foto dengan hati-hati. Tangan nya meraih topi yang terletak di dekat pintu agar ia ingat untuk memakainya, andai Alya melihat ia pasti akan marah


" Jangan pakai topi begitu ka, kelihatan kurang keren, begini ni cakep"


Tangannya akan melepaskan topi Afkar dan mengacak sedikit rambutnya, katanya akan lebih muda 5 tahun. Afkar memang sengaja setelah berpisah dengan Alya akan mengembalikan penampilannya seperti dulu, yang Alya bilang ceking dan culun. Dia sering menghinaku, tapi kenapa dia lebih dulu mencintaiku, walaupun dia menduakanku, tapi kenapa dia masih enggan melepaskanku.


Berjalan perlahan ke halaman, menyapa teman-teman yang juga sedang melakukan aktifitas nya di depan kamar.


Fendi yang sedang main badminton bersama Joy menghentikan sebentar permainan nya karena Afkar akan lewat bersama mobil sewaannya untuk bekerja


" Maaf aku permisi sebentar mengganggu"


" Santai aja bro"


Joy mengelap mukanya yang mulai berkeringat


" Tidak kuliah Joy?"


Sapa Afkar hangat


" Ya udah, aku duluan ya, Assalamualaikum"


" Waalaikum salam, selamat kerja, semoga banyak penumpang"


" Aaamiin, terima kasih"


Afkar melangkahkan kakinya, sebelum memasuki mobil langkahnya terhenti mendengar suara seorang perempuan memanggilnya


" Afkar, tunggu"


Afkar, Joy dan Fendi menoleh. Seorang gadis berambut panjang mendekatinya


" Boleh aku ikut? tidak usah online, di offline aja, aku mau ke kampus"


Afkar sedikit berpikir, memang dia belum mengaktifkan aplikasi Grab Drivernya


" Kampus nya dimana mbak?"


" Tuh Afkar bikin aku kedengaran tua, panggil Cindi saja"


Terdengar tawa Joy dan Fendi dari samping mereka.


" Eeh malah di ketawain"


Cindi terlihat sedikit cemberut, Afkar merasa sedikit bersalah


" Iya, maaf Cindi. Kampusnya dimana ya?"


" Di Universitas Lambung Mangkurat Kayu Tangi, pokoknya nanti aku pandu, enggak usah nyalain aplikasi deh"


Afkar mengangguk pelan


" Boleh, sebentar saya bukain pintu"

__ADS_1


" Tidak usah, aku bisa sendiri"


Afkar memasuki mobil dari pintu pengemudi dan Cindi membuka dari arah kiri.


Mobil melaju perlahan, suasana Banjarmasin pagi memang tidak sepadat dan semacet Surabaya, tapi kan biasanya Afkar memakai motor, sedang sekarang dia memakai mobil dan lumayan berasa macet kalau memakai motor kan bisa nyelip-nyelip.


" Kamu asli orang Surabaya Afkar?"


" Bukan, saya orang Jakarta, tapi kerja di Surabaya"


" Kenapa pindah ke Banjarmasin? ada saudara?"


Afkar selalu berharap pertanyaan ini tidak pernah ada, tapi sayangnya setiap orang yang bertemu dengannya pasti menanyakan hal itu. Dia sudah menghapal jauh-jauh hari alasannya agar selalu dengan jawaban yang sama


" Saya pindah karena saya sebagai petugas lapangan, tapi kondisi fisik saya tidak terlalu bagus untuk bekerja pada proyek-proyek besar, saya sering tidak bisa bekerja maksimal, lebih baik saya mengundurkan diri dan mencari pekerjaan yang bisa saya atur sendiri"


" Ooh, disini sendiri?"


" Iya, kebetulan saya punya teman waktu masih bekerja di Yogya, dia balik ke Banjarmasin, dan dia bersedia membantu saya mencari pekerjaan di sini, dan Alhamdulillah saya bertemu tempat kost punya ibumu".


" Yogya? katanya kerja di Surabaya?"


" Sempat kerja di Yogya juga"


Cindi mengangguk


" Di lampu merah belok kiri Afkar"


Afkar membelokan mobilnya sesuai instruksi Cindi


" Kamu kuliah semester berapa Cin?"


" Semester 6, ini barusan mau ngerjain skripsi"


Deegg, jantungku kenapa bergetar hebat, aku ingat Alya lagi, dia juga sedang skripsi, apakah dia sudah selesai mengajukan judulnya ya? semoga dosen pembimbingnya adalah orang yang sabar membimbingnya, semoga Alya selalu disehatkan dalam menjalani hari-harinya


" Afkar, belok kanan lagi ya"


Afkar tersadar, uuh aku tidak boleh melamun, ini jalanan, aku harus konsentrasi


" Melamun apa Afkar? pacarnya ya? hehehe"


Cindi terlihat sedikit menggodanya, Afkar hanya tersenyum.


" Naah, kita sudah memasuki kawasan Kayu Tangi, disini tempatnya beberapa Fakultas yang ada di Universitas Negri di sini"


" Ooh"


Gerbang depan kita masuk belok kiri ya"


" Iya"


Afkar perlahan membelokan mobilnya, beberapa mahasiswa sudah memasuki kompleks kampus


" Kampusku di sebelah sana, nanti kalau aku minta jemput biar kamu tidak bingung mencariku"


Afkar menghentikan mobilnya tepat di depan parkiran kampus Cindi. Cindi mengeluarkan uang pecahan Rp. 25.000


" Afkar, biasanya aku naik Grab dari rumah ongkosnya segini, terima kasih ya"


Afkar langsung menolak


" Tidak usah Cin, aku tidak memasang biaya, hitung-hitung kamu sudah memperkenalkan aku jalan ke KayuTangi"


" Aku tidak mau, kamu tidak boleh menolak, aku adalah penumpang dan kamu pengemudi, nanti aku akan sering minta bantuanmu, kalau kamu tolak aku malah jadi repot mau minta tolong lagi"


" Kalau nanti aku mau, tapi sekarang tidak usah, aku ikhlas"


" Afkar, tidak ada niatan menyinggung perasaanmu, tapi kan tadi aku yang minta tolong, bukan kamu yang mengajak, jangan jangan di tolak, bener nanti aku akan sering meminta pertolonganmu, kalau begini nanti aku sungkan"


Afkar melihat wajah memohon Cindi, tidak enak juga rasanya berdebat begini. Cindi langsung membuka pintu mobil


" Terima kasih Afkar, jangan jera ya, dah"


Tuup, pintu ditutup. Afkar memandang Cindi dari kaca mobilnya, seorang gadis manis dengan warna kulit kuning langsat, tubuhnya tinggi dan ramping. Memakai rok lebar dan atasan kemeja yang rapi. Rambutnya dikuncir pada bagian belakang. Dia adalah anak perempuan kedua dari ibu kostnya. Afkar memandang sekeliling, bangunan tiga tingkat dengan halaman parkir luas, aku kangen kampusku, aku juga kangen kampus Alya, biasanya aku akan berada di parkiran nya saat mengantar dan menjemputnya kuliah. Cintaku, sedang apa kamu? saat ini apakah kamu sudah berada di kampus atau masih sibuk dengan pra skripsimu? baik-baik cintaku. Afkar memasukan uang pemberian Cindi sebanyak 25 ribu ke dalam dompetnya. Alhamdulillah rezeki pagi ini. Meraih ponsel kerjanya dan mulai mengaktifkan aplikasi Grab driver. Baru saja menyalakan dan Afkar mulai keluar dari gerbang kampus, ponsel kerjanya menyala dan masuk pesan, permintaan pengantaran ke Dutta mall. Oh aku tau tempatnya, kemarin sempat di ajak Joy kesana, tapi kalau dari sini aku tidak tau arahnya. Afkar langsung membalas pesan

__ADS_1


" Ditunggu, saya segera menjemput".


Bismillah, penumpang ke dua sepagi ini.


__ADS_2