Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Ngidam


__ADS_3

Bruughh


Sylvia menjatuhkan tubuhnya ke kasur Alya sambil terus menangis


" Gue qa percaya Al kalau Dimas tega sama gue kaya gini, hiikkss, hiikkss"


Alya memandang sahabatnya dengan layu


Satu lagi drama pemutusan hubungan sepihak terjadi didepan mata gue lirih Alya.


"Udah deh Syl, ngapain di tangisi sih cowok brengsek kaya Dimas, sekarang hapus air mata lo, pandang ke depan aja, Dimas kita buang ke laut biar dimakan piranha"


Alya mengelus pundak sahabatnya


"Jangan dimakan piranha donk Al, kasian juga kan dia habis sampe ke tulang-tulangnya, sisain sedikit buat gue" jawab Sylvia sambil terus menangis


" Ya udah kita lempar ke kandang buaya aja, biar di babat sama buaya" saran Alya mengimbangi kebegooan sahabatnya


"Masa buaya makan buaya sih Al" protes Sylvia.


Alya tambah kesal


" Trus mau lo apaaaa, perlu gue gantungin dia dia bundaran sono biar dia jera boongin dan selingkuhin lo?"


Tuh Alya udah marah ke ubun-ubun sekarang. Syvia malah makin keras nangisnya.


Flashback


Alya dan Sylvia baru saja pulang dari perpustakaan umum, karena buku yang mereka cari tidak ada di perpustakaan kampus. Awalnya mereka berdua asik dan konsentrsi nyari buku buat mengerjakan tugas perkuliahan, sampai tiba-tiba telinga mereka terusik sama cekikan orang di rak buku bagian belakang mereka, Alya dan Sylvia penasaran ngapain sih berisik di perpustakaan, jadilah mereka mengintip di antara buku-buku yang berjejer rapi di depan mereka.


Oh ternyata ada sepasang muda mudi sedang baca buku tapi wajahnya tidak kelihatan karena dalam posisi membelakangi mereka. Alya dan Sylvia kembali fokus mencari buku. Perlahan tapi jelas sayup terdengar mereka mendengar cowok itu menyebut nama Sylvia, merekapun sepakat kembali mengintip lewat celah buku di rak yang sama saat mengintip pertama tadi


"Jadi kapan dong mutusin Sylvi, aku cape umpet-umpetan gini, aku kan juga mau bebas posting foto mesra kita berdua di sosmed, apalagi waktu kita di Bandung kemaren, udah qa sabar lah pamer ke teman-teman aku punya pacar ganteng kaya kamu"


" Sebentar lah sayang, dua atau tiga hari ini aku janji nemuin dia dan mutusin dia, sabar ya sayaaang"


"Kamu janji terus, pokoknya ini yang terakhir ya, kalau sampai tiga hari ke depan kamu belum mutusin Sylvia aku yang akan nemuin dia dan memberi foto-foto mesra kita"


" Jangan lah sayang, biar aku aja, aku lagi nyari kesempatan dia tidak bersama nenek lampir sahabatnya Alya itu, kalau Sylvia kuputusin waktu sendiri paling dia pingsan atau nangis, tapi kalau ada Alya bisa bonyok aku yang"


Alya terhenyak,,, kaya nyeritain gueee.


Bener ini Dimas, Alya langsung menoleh ke sebelahnya mau mengajak Sylvia buat mengeroyok Dimas, tapi dia kaget Sylvia sudah tidak ada di sebelahnya, kok ngilang ya. Sadar dengan keadaan darurat Alya langsung berlari ke arah Dimas dan si pelakor, eh bener qa ya namanya pelakor kalau belum nikah, tau ah, ,,


Plaaakk, tangan mulus Sylvi sudah mendarat tanpa hambatan di jalur yang sudah disediakan


"Brengsek kamu Dimas, jadi ini yang kamu lakukan di belakangku? Jadi kamu ke Bandung kemarin jalan-jalan sama perempuan ini, kamu bilang kamu pergi sama mama kamu jenguk tante."


Stlvia menghimpun tenaga sesaat begitu melihat Alya mendekatinya


"Jangan menahan gue Al"


Alya menggeleng " Gue qa nyuruh lo berhenti, puasin Syl, perlu gue bantuin jambak rambut Dimas?"


Sylvi kembali menatap dua orang yang tertunduk di hadapannya


" Dimas, sebelum kamu mutusin aku, aku yang akan mutusin kamu, satu lagi buat kamu perempuan,,, kamu tidak akan nyaman karena kamu mendapatkan Dimas dengan cara mencuri, bersiap juga lah dia akan di curi perempuan lain lagi" Sambil telunjuknya mengarah ke wajah perempuan itu.


" Kita pulang Al" Sylvia menarik tangan Alya


" Sebentar Syl, ada yang ketinggalan"


Alya berbalik arah menuju Dimas yamg masih tertunduk malu, bukan karena malu diputus Sylvia, tapi malu karena beberapa pengunjung perpustakaan meliat mereka dan bahkan ada yang merekam ke dalam handphone mereka, alamat viral nih gue batinnya.


"Plak,,,plak,,,plak,,,


Pipi kanan, kiri, kanan lagi.


Dimas yang tidak siap menerima tamparan keras dari Alya terhuyung dari kursinya.


"Satu tamparan buat balasan lo udah menyelingkuhi sahabat gue, satunya lagi elo berani ngatain gue nenek lampir, dan terakhir bayaran karena sebentar lagi Sylvi pasti ngerepotin gue karena masalah ini".


Alya menarik tangan Sylvia yang sudah terisak-isak di depan pintu perpustakaan.


"Ayo pulang Syl, sudah tidak ada yang ketinggalan lagi" Keduanya pun menuju parkiran motor, Alya membawa motor nya dengan kecepatan penuh karena sudah tidak sabar ingin sampai di rumah, selain karena sakit hati melihat sahabatnya dikhianati, dia juga malu diliatin orang sejak dalam perpustakaan, parkiran sampai di jalan. Apalagi pakai acara tangisan bak perpisahan sekolah waktu di SD dulu.


Sylvia sudah bisa menstabilkan perasaannya dan bersandar di tepi tempat tidur Alya


" Al, malam ini gue nginap di sini ya, gue takut pulang dengan mata bengkak begini, tante pasti marah ke gue"


Alya menghela napas panjang, udah gue sangka lo pasti bakal ngerepotin gue, untung tadi udah gue minta bayaran ke Dimas dengan! tamparan tangan gue. Alya mengangguk.


" Syl, daripada elo nangis gini gimana kalau kita nge mall, ntar gue telf deh Arga jemput kita, gimana?"


" Tapi gue malu mata gue bengkak gini Al"


Alya menjentikan tangannya


" Itu mah kecil, gue ada kacamata hitam, aman lah, selama di mall kita qa ketemu tante lo,hahahaha".


Tit,,tit,,, notifikasi berbunyi dr hp Arga, Arga melirik


My Sweety : Bisa telf gue sekarang?

__ADS_1


Arga mengernyitkan alisnya yang tebal, dia yang perlu, dia yang minta telf, qa punya pulsa ya, miskin banget pacar gue.


Lagu Judika "Jikalau Kau Cinta" terdengar di handphone Alya


Arga memanggil,,,


"Haloo"


"Hallo yang, kangen ya baru setengah hari qa ketemu udah minta telf"


"Iya gue kangeeen banget, lo bisa kesini sekarang?"


" Gue lagi main PS yang kalau sekarang, nanggung, sekitar jam 4 ya, 2 jam lagi, rindunya disimpan dulu"


"Oke sayangku, kalau sampe 30 menit lo qa nyampe kesini jangan harap bisa liat gue lagi, dan jangan pake motor, pake mobil, kalo perlu bawa duit yang banyak, gue lagi matre hari ini"


Arga menatap layar hp nya, ini bener Alya kan ya


"Yang, sejam lagi deeh, tanggung banget ini" Mohonnya. " Yaaang,,,"


Klik, telfon diseberang sudah di tutup.


Akkkhh, Arga mengacak-ngacak rambutnya, apaan sih ni cewe, biasanya qa begini, kejedot pintu kali ya,atau baru jatuh dari kamar mandi jadinya ingatannya sebagian menghilang.


Demi Alya, akhirnya Arga berdiri juga dan mematikan PS nya.


Alya tersenyum " istirahat dulu deh Syl, gue mau ke bawah ya, tadi kakanya Yanti datang, kayanya bawa banyak makanan, gue laper, tadi ketemu Dimas nguras energi". Sylvia mengangguk dan memainkan hp nya.


Alya bersenandung menuruni tangga


"Hai mba Santi, maaf tadi ngelonyor ke atas belum sempat nyapa, soalnya mesti ngantarin pasien dadakan dulu ke atas,hehe"


Mbak Santi adalah kakanya Yanti, beliau memang sering mampir ke kost buat ngasih uang jajan ke Yanti, plus makanan-makanan yang tentu saja semua penghuni kost berenam itu boleh menikmati bersama.


" Eh perutnya sudah keliatan ya mbak, udah berapa bulan?" tanya Alya sambil mengusap perut mbak Santi


" Udah jalan 6 Al" jawab mbak Santi tersenyum.


" Lho, Yanti mana mbak?"


"Yanti lagi nyari tangga Al"


" Tangga buat apa?"


" Tadi kan mbak lewat samping, rumah nek Sum, Mbak liat pohon jambu air nya udah rimbun, jadi kepengen makan, mbak tadi udah izin sama nek Sum, beliau bilang ambil aja semaunya,tapi syaratnya petik sendiri, makanya Yanti lagi nyari tangga buat manjat".


Alya berjalan ke depan, rumah nek Sum tepat berada di samping kost nya, Alya mendongakan kepala nya ke arah pohon jambu air, oh iya rimbun buahnya, lagi musim buah kali ya pikirnya.


Disampingnya sudah ada mbak Santi


" Mbak tunggu di bawah pohon ya, biar Alya yang naik"


Alya memberi saran, karena dia emang jago naik pohon waktu SD SMP, tapi sekarang sih belum pernah nyoba lagi, menurutnya pohon ini sanggup lah dia panjat, cabangnya juga banyak, adalah tempat buat dia manjat.


Mbak Santi berbinar " bener kamu pinter manjat?"


Alya mengangguk dan berjalan ke dapur untuk mengambil kresek buat naroh jambu saat dia nanti sudah ada di atas.


" Mba tungguin di bawah ya, Alya naik dulu"


Tidak membutuhkan waktu lama, Alya sudah sampai di atas, dan tangannya cekatan mengambil buah-buah jambu dari pohonnya, sesekali mbak Santi memberi arahan dari bawah


"Sebelah kanan Al, keliatannya cantik banget bentuknya kaya amor". Alya melirik, amor dari mana sih, mata orang hamil mulai rabun ya pikirnya, demi membuat bahagia si pemesan, Alya mengambilkannya dengan semangat.


Puas dengan isian penuh kantong kresek, alya berniat turun


" Segini udah cukup qa mbak?"


" Iya udah cukup banget Al,turun deh"


Pas Alya bersiap turun, dia baru meliat ke bawah dari atas pohon


"Astaga, tinggi banget, perasaan waktu tadi naik tidak setinggi ini, siapa yang mindahin gue ke tempat yang lebih tinggi ini sih"


Alya sudah berada di puncak pohon jambu. Kok tiba-tiba lutut gue lemes sih, pandangan kok jadi agak kabur.


Waaahh, astaga nagaaa, tepat dihadapan rumah nek Sum ada depot minuman, dan saat itu pengunjungnya banyak, mereka pada ngeliatin Alya yang sedang nangkring dengan celana jeans pendeknya dan baju kaos putih lengan pendek. Mereka pada ngeliatin gue qa yaaa, batinnya dan semakin membuat lututnya melemah.


" Kok belum turun Al?"


Mba Santi menegurnya dari bawah


Alya gelabakan, kalau bilang ia tidak kuat turun pasti mba Santi cemas dan kalau ibu hamil cemas gimana kalau tiba- tiba pingsan, qa seru banget kalo sampai kejadian, duuuh.


" Yanti udah bawa tangga belum ya mba?"


" Belum Al, memangnya kenapa, kamu qa bisa turun ya?"


kelihatan mba Santi cemas, ini karena keinginannya yang pengen makan jambu, anak orang malah di atas gelantungan tidak bisa turun


"Gimana Al?"


Mba Santi mulai mondar mandir qa jelas, sementara Alya hanya berharap ada keajaiban, entah itu pertolongan tangga ataupun kakinya tiba-tiba kuat kembali.

__ADS_1


Sementara Alya bisa merasakan ia sedang menjadi hiburan gratis para pengunjung cowo di kedai seberang rumah nek Sum.


Biipp, Arga menutup pintu mobil dan menguncinya melalui remote . Ia pun melangkahkan kakinya menuju pintu yang terbuka


Buukk, Arga hampir menabrak seorang wanita hamil yang terlihat mondar mandir di depan pintu


" Maaf mba, Alya nya ada?


Tanya Arga santun


"Ka ka mu siapa?"


ditengah kebingungan dan kecemasan mba Santi malah balik nanya


"Saya teman Alya mba"


" Oh itu Alya,,, Alya,,aduh,,,Alya sudah di di atas, tapiii Alya iya Alya sudah di atas"


Sambil telunjuknya menunjuk ke langit


Arga mengikuti petunjuk wanita itu, dan Arga pun menatap langit,tubuhnya bergetar hebat


" Maksud mba,,, Alya di atas sana? "


Mbak Santi mengangguk dan tambah bingung karena Yanti masih belum pulang membawa tangga yang entahlah akan bisa menolong atau tidak.


Arga terduduk di depan pintu sambil kedua tangannya menutup seluruh wajahnya


" Alyaaa, kenapa kamu pergi begitu cepat, baru saja kita telfonan, ini juga aku sudah buru-buru sebisanya datang cepat, Alyaaa"


Apakah ini yang kamu maksud kalau aku tidak datang 30 menit aku tidak akan bisa melihatmu lagi. Arga benar - benar lemah lunglai duduk di depan pintu.


" Tolongin Alya ya" pinta mba Santi, Arga mengangguk


" Iya, nanti saya buka pengajian dan tahlilan mba, biar arwahnya tenang di alam sana"


Arga menangkap tangan mba Santi yang masih saja bolak balik


" Mba, apa bisa aku melihat Alya untuk yang terakhir kali?" . Mba Santi mengangguk dan membawa Arga ke samping rumah.


Alya yang sangat malu karena menyadari mata-mata cowok memandang ke arahnya sambil tertawa membuatnya sangat ingin mempunyai ilmu menghilangkan diri, salah satu caranya dengan merapatkan tubuhnya ke dahan dan ranting pohon agar tubuhnya tak terlihat.


Arga mengikuti mba Santi dan kembali mengikuti arahan telunjuk mba Santi yang menunjuk pohon jambu. Arga kembali terduduk lemas


" Lo sudah gila ya Al, masalah apa yang membuatmu bunuh diri di pohon ini, kenapa tidak cerita ke gue, gue pasti bantuin Alll, malangnya nasibmu Al"


Mba Santi menepuk pundak Arga " Siapa yang mati bunuh diri?"


Arga menatap mba Santi "Alya" jawabnya


Mba Santi ikutan menangis "Alyaaaa, ya Tuhan kenapa bisa begini, bisa di laporkan keluarganya aku ke kepolisian pembunuhan,,hikkss, hikss".


Akhirnya 2 orang itu tertunduk lemas sambil menangis.


Yanti datang tergopoh dengan membawa tangga, betapa kagetnya ia melihat kakaknya menangis dan disampingnya ada Arga yang juga tertunduk lemas. Yanti langsung mencengkram kerah baju Arga


" Lo apain kaka gue hah"


Arga menatap wajah Yanti yang emosi.


"Gue yang harusnya tanya, kenapa kejadiannya sampai begini??? harusnya lo ceritain ke gue, biar gue yang nyelesainnya'


Yanti bengong masa urusan cari tangga aja harus cerita dan minta bantuan Arga


" Cuma begini doang harus ngabarin elo? gue juga mampu"


Kali ini Arga yang marah dan berdiri


" Cuma lo bilang, pacar gue bunuh diri lo bilang cuma, mau lo nanti di kejar hantu gentayangannya?"


Yanti melongo, apaan sih ini. Yanti menatap mba Santi minta penjelasan, tapi kakanya itu masih sesenggukan menangis. Alya menoleh ke bawah, ada apa sih pada ribut.


" Yan, cepetan tangganya gue pegel"


Ketiganya spontan menoleh ke atas pohon dan serempak berkata


"Allahu Akbar"


Yanti kaget Alya sudah berada di atas puncak pohon itu.


Mba Santi kaget karena Alya tidak jadi mati


Arga kaget karena berpikir begitu cepatnya hantu Alya gentayangannya. Sebegitu banyakkah dosa lo Al sampe azab ini begitu cepat datangnya


"Kok bengong, cepetan Yan tangganya"


"Yang, lo qa jadi mati? tanya Arga


" Lo nyumpahin gue mati, biar lo bisa cari pacar baru hah"


Arga dibuat bingung, sedetik kemudian memandang mba Santi sambil berfikir beliau tadi nge prank gue ya pikirnya konyol. Sementara mba Santi tersenyum bahagia, akhirya jambu dan pemetiknya keduanya selamat, udah kaya ibu ibu lahiran aja keduanya selamat.


Di tengah kekacauan yang luar biasa Arga sempat mengeluarkan handphone nya dan klik klik klik, beberapa foto mahal langsung tersimpan di galerinya.

__ADS_1


Status Wa Arga berubah


Foto seorang gadis memakai celana jeans pendek berkaos oblong putih sedang memanjat pohon,di selipkan komentar dibawahnya " SEORANG MAHASISWI TERCIDUK NYOLONG JAMBU TETANGGA"


__ADS_2