
Aula besar yang bisa menampung 1000 orang dan panggung besar berukuran 10 x 4 M, dua buah layar besar yang terpasang pada sayap kanan dan kiri gedung. Di depan panggung utama dapat dibuat dekorasi taman bunga dan daun yang tidak terlalu mencolok. Susunan bunga juga menghias bawah panggung dengan warna-warna cerah. Ratusan kursi tersusun rapi pada bagian tengah ruangan yang bertujuan agar pendamping dan orang tua wisudan dan wisudawati bisa duduk dan melihat semua proses acara pelepasan wisuda. Alya terlihat duduk dengan anggun pada bagian sayap kanan menggunakan kebaya berwarna merah muda dan kain songket pada bagian bawahnya. Kemudian dilapisi baju jubah hitam bertopi. Iya, hari ini adalah hari yang paling dinantikannya di dalam hidupnya, wisuda. Memakai riasan sedehana dengan topi bertali di atas sanggul kecil. Sesekali bercanda kecil dengan teman disebelahnya dan tidak lupa sebentar-sebentar cekrak cekrek. Sebelum acara di mulai memang masih bebas selama wisudawan wisudawati sudah duduk sesuai dengan urutan yang susah di atur kemarin saat gladi bersih.
Seorang wanita berpakaian rapi dan juga dengan riasan naik ke satu mimbar di bawah panggung, dia adalah pembawa acara untuk kegiatan besar hari ini, mengumumkan agar seluruh wisudawan dan wisudawati serta para tamu agar bisa menempati tempat yang sudah disediakan. Kemudian membacakan tata tertib selama acara berlangsung. 10 menit kemudian masuklah Rektor Universitas, Para Dekan Fakultas, guru besar yang semua memakai baju yang sama dengan wisudawan wisudawati.
Setelah menyanyikan lagu Kebangsaan dan Mars Universitas, Satu persatu nama di panggil oleh pembawa acara untuk naik ke atas panggung untuk acara ini pelantikan kelulusan wisudawan wisudawati.
" Alyana Puteri Pratama puteri dari Bapak Rangga Pratama, lulus dengan sangat memuaskan"
Alya naik ke atas panggung untuk dipindahkan tali pada topi toganya. Turun dari panggung dan meraba tali topinya. Setitik air mata jatuh di pelupuk matanya. Hari ini, aku menjalani saat berbahagia dengan didampingi mama dan papah. Hanya mama dan papah. Tidak ada pendamping seperti mereka. Sylvia yang didampingi suaminya pak Agus, Arga yang didampingi kekasih barunya, Roni yang didampingi kekasih baru yang ketiganya, huh dia semakin berjaya dengan kisah percintaannya.
Terbayang lagi impiannya dulu, akan duduk di sini dengan di dampingi Afkar yang duduk di kursi pendamping dengan orang tuanya. Kemudian impian itu buyar saat mereka berpisah. Alya perlahan membangun impian baru akan didampingi Kevin yang memang benar-benar siap mendampinginya, tapi peristiwa di rumah sakit itu membuat Kevin pergi, sangat jauh dan bahkan tidak ingin kembali lagi. Pernah berberapa kali menghubungi dan menanyakan kabar skripsi, Alya pun menceritakan skripsi lancar dan sebentar lagi akan di wisuda. Alya meraih ponselnya dan mengirim satu foto dirinya yang sedang berdiri di depan gedung dengan atribut lengkap topi dan toganya.
Tak lama pesan WhatsApp masuk
" Cantik sekali, selamat Alya"
" Terima kasih, ini karena banyak bantuan ka Kevin"
" Sama-sama Alya, nanti setelah terima ijazah dan transkrip hubungi aku ya, nanti aku rekomendasikan pada Om Yuda. Terserah kamu mau kantor di Jakarta atau Bandung"
" Iya ka, gampang lah nanti kita bicarakan"
Satu foto masuk. Kevin sedang besedekap tangan di dada dengan memakai jas hitam dan dasi cokelat sambil tersenyum
" Aku mendampingi dari sini saja ya, hehhee"
Sebuah emo tertawa lebar Alya kirim ke Kevin. Semoga kamu bahagia ka, aku selalu mendoakanmu.
Setelah acara selesai Alya mendekati mama dan papah.
" Alya, kami pulang duluan ya, kamu kapan pulang?"
" Alya masih menunggu ijazah dan transkrip ma, setelah selesai Alya akan pulang dan mencari pekerjaan"
" Bukannya Kevin menawarkan padamu pekerjaan? mama tidak masalah kamu memilih di Bandung ataupun Jakarta"
Alya tersenyum
" Iya sih ma, tapi Alya tidak enak saja selalu merepotkan ka Kevin"
Mama dan papah tidak melanjutkan lagi, mereka takut Alya kembali sakit. Iya, sejak peristiwa sidang di rumah nya kemarin, Alya berkali-kali jatuh sakit, bahkan hampir 2 bulan tidak bisa melanjutkan skripsinya, awalnya baik-baik saja, tapi mama selalu saja menyalahkannya karena dia Kevin melakukan ini, dan perasaan bersalah Alya hanya bisa dipendamnya, akibatnya kondisi tubuh dan hati Alya semakin melemah dan melemah, jatuh pingsan berkali-kali dan sering melamun membuat orang tuanya sangat khawatir dengan kondisinya yang semakin memburuk.
Alya sempat di istirahatkan dan tidak melanjutkan skripsinya selama dua bulan. Dan kabar ini terdengar oleh Kevin. Sejak saat itu Kevin rutin menghubunginya setiap dua minggu sekali melalui panggilan video. Kevin memintanya untuk sehat lagi, makan dan beristirahat. Dan satu pesan Kevin yang membuat Alya kuat dan menjadi bersemangat melanjutkan skripsinya
" Alya, selemah dan sehancur apapun hati kita, tapi jiwa kita harus kuat. Aku pernah bilang kan, jika kita rubuh di satu perasaan, tapi kita masih mempunyai masa depan, aku tidak ingin hancur di semua hal hanya karena satu perasaan. Kamu harus bisa melanjutkan skripsimu, wisuda dan bekerja. Liat aku sekarang, aku sudah bisa membangun satu cabang di sini dan sudah banyak memiliki relasi, aku harus bangkit Alya. Kamu tidak akan pernah tau apa yang kurasakan saat kuputuskan untuk pergi ke Hongkong, tanpa siapapun, aku hanya punya semangat untuk bisa sukses. Dan sama sekali aku tidak membawa perasaan benci ataupun dendam dengan keadaan, aku merelakan semua dan itu adalah hal paling nyaman dan membuatku bisa sekuat ini. Jangan larut pada kesedihan Alya, aku juga tidak tau apa yang membuatmu selemah ini, aku atau masih dia? tapi sudah tak ada bedanya lagi. Kamu janji mau melanjutkan skripsimu Alya? buat aku tidak bersedih lagi karena keadaanmu sekarang, aku sudah terlalu lama bersedih karena melihatmu bersedih, jangan lagi kamu tambah dengan ini, aku tidak bisa lagi menjaga dan menemanimu seperti dulu. Maka berikan aku bahagia yaitu saat melihatmu bisa wisuda dan bekerja. Dan bagian untuk masa depan berkeluarga masing-masing nanti, doa kita sudah berbeda dengan orang yang berbeda"
" Ka, jika nanti ka Kevin sudah menemukan pengganti Alya, kaka akan melupakan Alya?"
" Untuk saat ini belum terpikir Alya, bagaimana bisa aku mampu memindahkan perasaan ku dengan mudah pada seorang baru, jikapun akan segera, tetaplah aku harus belajar kuat untuk tidak lagi dibayang-bayangi wajah manis dan tingkah lucumu. Yang menyakitkan untukku bukan perpisahan ini, tapi sikapku yang selalu membuatmu harus mengikuti keinginanku dengan cara-cara yang kubuat semanis mungkin, ternyata itu yang membuatmu menderita"
" Sudah ka, Alya tidak menyalahkan ka Kevin, Alya yang minta maaf karena terlalu banyak menyusahkan kaka"
" Kita masih akan berkabar Alya, jika kamu menemukan cintamu entah itu dia atau orang lain, katakan secepatnya agar aku bisa tenang dengan hidupku"
" Sama-sama ka, Alya selalu mendoakan hal baik untuk ka Kevin, kali ini Alya sangat jujur"
" Hehehe, entahlah kenapa aku percaya dengan kata-katamu kali ini. Semoga kita berbahagia Alya"
" Aamiin ka".
Alya menyadari semua yang dikatakan Kevin benar, aku harus bangkit lagi, aku harus menyelesaikan impian ku. Aku tidak ingin perduli dengan perasaan, aku akan menutup semua dari masa laluku.
Mama dan papah langsung pulang, sementara Alya dan sahabat-sahabatnya berkumpul untuk berfoto bareng.
" Ga, kenalin pacar baru lo"
Wanita berkulit kuning langsat dan memakai dress selutut itu tersenyum
" Fanya"
Jawabnya sambil mengulurkan tangan
Alya, Sylvia, Roni membalas uluran tangan itu juga dengan menyebutkan nama masing-masing
" Ini sahabat-sahabatku, sudah seperti saudara" Arga menjelaskan pada kekasihnya tentang hubungan baik mereka berempat, Fanya mengangguk dan tersenyum
Roni juga mengenalkan kekasih barunya lagi, semakin kesini pesona Roni semakin bersinar
__ADS_1
Pesan group WhatsApp
Roni
" Nanti malam kita makan malam bareng ya, kalau sekarang tidak seru kita bawa pasangan Alya tidak, jiwa jomblo nya bakal meronta, hahaha"
Sylvia
" Siap, gue juga mau tidurin baby Lee dulu, sudah ngantuk dia, gue langsung pulang juga"
Alya
" Karma gue, dulu punya pacar sekalian dua, giliran acara penting dalam hidup gue, tidak ada yang mendampingi, semua sudah pergi ninggalin gue"
Emo menangis
Roni
" Jangan mewek lo, malu sama baju toga"
Arga
" Siip, gue juga mau ngantar orang tua dan Fanya ke Bandara dulu, mau pulang ke Jakarta hari ini
Sylvia
" Ciyee, calon mantu sama calon mertua sudah akrab aja"
Arga
" Gimana enggak akrab, Fanya saudara 2 kali atau 3 kali sama gue, tapi gue baru tau sekarang"
Alya
" Di jodohin juga lo Ga? hati-hati kaya nasib gue"
Arga
" Tauu ah, eh gue izin off dulu, disuruh nyokap gue ngajakin jalan-jalan Fanya"
Alya
Roni
" Siiipp".
Memilih warung makan lesehan untuk makan malam kali ini. Arga membawa sahabat-sahabatnya ke warung seafood yang menyajikan hidangan laut segar.
" Al, masih doyan kepiting asam manis kan?
Alya mengangguk
" Iya Ga, pesenin satu ya"
" Gue ikan bakar aja, belum boleh makan kaya biasa, kasian nyusuin baby Lee"
" Gue Cumi lada hitam Ga"
Roni menselonjorkan kakinya, ini lah nikmatnya kalau makan di lesehan, bebas lah nentuin gaya kaki
Arga memanggil satu pelayan dan menyebutkan pesanan sahabatnya.
" Sampai kapan nyusuin Syl?"
" Katanya dua tahun Al, tapi sudah berumur 6 bulan ini, nanti gue ajarin makan, bisa aja sih sebelum dua tahun sudah enggak nyusuin lagi"
Roni tertawa
" Gue ngebayangin Alya nyusuin, enggak bisa makan cabe seenaknya lagi, masih bisa makan enggak lo Al kalau dilarang makan cabe"
Alya terdiam, iya juga sih
" Makan sedikit cabe boleh enggak Syl?"
" Jangan lah Al kasian bayinya kepedasan ASI nya"
" Bentar Al, lo mikirin menyusui, ayahnya sudah ketemu belum, hahaha"
__ADS_1
Mereka bertiga tertawa mendengar candaan Roni
" Lama banget hilangnya ya Al, atau bisa jadi dia sudah meninggal"
" Bisa juga sih"
" Lo masih mau ketemu dia Al?"
Alya mengangguk
" Mau banget"
" Terus lo balikan?"
" Entahlah"
" Mungkin juga sekarang dia sudah punya anak kaya gue Al"
" Iya Syl, kayanya sehabis kami berpisah kemarin keluarganya mendukung banget dia buat mencari pendamping, mereka sudah benci sama gue"
Sylvia memegang tangan Alya
" Maaf, jadi ngingetin lo lagi deh. Kita nikmati aja saat-saat begini, sebentar lagi kita berpisah, dan mencari moment begini tidak akan bisa sering lagi, kalau gue sama Roni sih masih bisa karena satu kota, kalian berdua yang akan jauh"
" Iya Syl"
Arga menatap Alya
" Al, jadi gimana keputusan lo? tawaran gue buat ikut ke Jakarta masih berlaku kapanpun lo mau"
" Gue belum tau Ga, ka Kevin juga menawarkan buat gue masuk ke perusahannya di Bandung atau Jakarta"
" Kalau gue selesaikan tugas nyusuin dulu, baru mikir kerja"
" Lo enggak usah kerja Syl, jadi istri dan ibu yang baik saja sesuai dengan tampang lo yang keibuan, pasti pa Agus senang banget tiap pulang kerja mendapati istri cantiknya sedang bermain-main dengan anak-anak, rumah yang rapi, masakan yang enak-enak, kamar yang bersih dan melayani suami dengan maksimal"
Arga tertawa keras
" Lo lagi memberikan Sylvia petuah atau lagi menghayalkan lo sendiri Al"
Alya dan Sylvia ikutan tertawa
" Kalau gue bukan begitu hayalan saat ini, gue mau menjadi wanita karir Ga, gue kan belum punya suami dan anak-anak, jadi gue harus mengejar karir setinggi-tingginya dulu, lain cerita kalau gue sudah punya suami, pasti lah gue mementingkan keluarga dulu, soal pekerjaan bisa lah di bicarakan biar tidak mengganggu keluarga"
" Dengar omongan lo bijaksana sih Al, semoga saja nanti lo bisa menjalaninya dengan baik"
" Jadi gimana Al? lo akan kerja dimana? gue saranin ikut gue ke Jakarta"
" Sampai sekarang gue belum bisa memastikan Ga, tapi gue benar-benar terima kasih ya atas tawaran lo"
" Apa yang lo pikirin sih Al, enak banget dapat tawaran dari Arga dan ka Kevin, masih aja belum bisa menentukan"
Kali ini Sylvia ikutan mengomentari
" Atau lo mau daftar jadi SPG gue di showroom Al"
Roni tersenyum menggoda
" Enggak, pusing gue nanti menghadapi ketiga pacar lo itu"
" Hahhaha"
" Nanti kalau sudah berpisah kita usahakan ya kita bisa bersama begini lagi, mungkin setengah tahun sekali atau bagaimana nanti kita atur"
" Gue setuju Ga, dimanapun kita berada nanti, persahabatan kita tidak akan pernah hilang selamanya"
Sylvia memeluk Alya dengan erat, sementara Roni dan Arga memandang dua sahabat perempuannya. Selama 4,5 tahun bersama, suka duka, bahagia, menangis, berantem, nyusahin, tidak membuat mereka saling jauh, malah saling menguatkan.
" Janji, kita tetap rajin memberi kabar di group WhatsApp"
" Janji"
" Al, lo jangan pernah lagi ganti kartu ya? kalau ganti bilang dulu biar tidak ada cerita kehilangan Afkar edisi ke dua, hahaha"
Alya ikut tertawa, masa laluku. Sudah satu tahun kehilangan Afkar, dimana dia sekarang?. Apakah kita masih berada di bumi yang sama, apakah kita masih memandang langit yang sama, apakah kita masih menyimpan rindu yang sama? apakah kamu sudah berkeluarga dan memiliki bidadari-bidadari kecil mu?
Apakah rumahmu sudah nyaman untukmu terlelap dengan seorang ratumu?
__ADS_1
Ka Afkar, aku masih merinduimu.