
Bandung adalah kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta
Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada zaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner. Dan berlanjut menjadi kota pariwisata. Mama papah dan Alya menunggu koper mereka setelah turun dari pesawat.
Judika,,
" Assalamualaikum ka"
" Waalaikum salam, dimana Alya?"
" Menunggu koper ka"
" Aku di depan ya"
" Iya"
Klik
" Kevin ya?"
" Iya ma"
Setelah mendapatkan koper masing-masing mereka berjalan ke depan, terlihat seorang lelaki bertubuh atletis, memakai jas hitam berdasi coklat tua dan menenteng ponsel ditangan melambai ke arah mereka.
" Assalamualaikum om tante"
Kevin menunduk dan mencium tangan mama dan papah
" Waalaikum salam, wah kami jadi merepotkan ya nak Kevin"
" Tidak sama sekali om, kami malah merasa sangat bangga bisa dikunjungi keluarga istimewa ini"
Mama dan papah tertawa, senangnya dengan penyambutan tuan muda ini, secepatnya Alya, jangan dibiarkan saja sosok seperti ini terlewat, dimana lagi ada calon mantu tampan, dengan tubuh yang ideal dan penampilan keren begini, penuh santun dan mencintai pula. Kamu juga tidak perlu berpikir bekerja untuk mencari nafkah lagi, jika memang masih ingin bekerja sebagai mengisi waktu saja.
Istimewa apaan?? belum aja gue yang bicara ka, panjang nih urusan kita.
" Om tante, mama tadi pesan nginapnya di rumah saya saja, tadinya mau kami inapkan di hotel, tapi mama bilang akan kehilangan waktu buat ngobrol, biar seru katanya di rumah saja semua"
" Ooh bagus itu Kevin, memang kami kalau ketemu harus banyak waktu buat ngobrol, iya kan pah?"
Papah mengangguk
" Dimana saja, kami ini bisa terus, hehehe"
Seorang lelaki paruh baya mendekati mereka
" Oh iya ini mang Diman beliau supir kami, om dan tante bisa ikut beliau langsung ke rumah, dan mohon izin om tante, tadi mama juga pesan kalau saya diminta membawa Alya ke boutique dulu buat mencari pakaian untuk nanti malam"
" Ka, Alya bawa baju yang kemarin kaka belikan, tidak usah beli lagi"
" Tidak apa Alya, biar bisa couple"
Kevin menjawab pelan karena malu dihadapan om dan tante
" Iya Kevin, silakan"
Mama langsung memberi izin
" Om dan tante kalau mau memilih pakaian juga boleh, kita sama-sama saja"
" Tidak, kami sudah bawa pakaian buat nanti malam, lagian tante juga sudah tidak sabar pengen ketemu mama kamu"
" Oh iya, kalau begitu Mang Diman, antarkan mereka pulang ya"
" Iya den, mari tuan nyonya ikut saya"
Mama dan papah mengikuti mang Diman ke parkiran, sementara Alya.menunggu titah sang paduka raja
" Kok bengong sayang?".
" Alya lagi nungguin titah, mana berani banyak ngomong"
Kevin mendekati Alya
"sudah berapa hari tidak ketemu, harusnya aku di mesrain dikit kek, itu mulut kenapa manyun dari tadi?" sambil mencolek bibir Alya
" Enggak apa-apa, pusing aja turun dari pesawat"
" Tidak enak ya? mau nanti pulangnya kita sewa jet pribadi saja biar tidak pusing?"
" Boleh".
" Aku tidak bercanda, di bandara ini menyediakan lho"
Kevin mencubit pipi Alya gemas
" Kalau benar aku sewain tidak boleh ditolak ya, kalau aku nawarin itu artinya benar"
Alya mendongakan kepala sedikit ke atas untuk bisa melihat wajah Kevin yang jauh lebih tinggi dari tubuhnya
" Kalau kaka yang nawarin Alya harus nurutin, kalau Alya yang nawarin tidak dituruti"
" Ya jelas tidak di turuti lah, kamu selalu nawarin kita pisah, aku tidak mau"
" Kaka ini enak banget semua serba boleh, serba bebas"
" Alya, kalau boleh memilih aku lebih bahagia menjadi seorang karyawan biasa, memiliki penghasilan yang cukup walau tidak besar, rumah sederhana walau masih di cicil, punya satu motor dan sedang berusaha menabung untuk membelikan kekasihnya mobil, juga sedang mencari proyek-proyek di luar untuk mencari tambahan modal menikah. Aku pasti akan sangat bersemangat untuk bekerja demi kekasihku yang sangat mencintai ku, tapi semoga saja kekasihku itu tidak berpaling ke lain hati"
" Ka Kevin lagi ngomongin siapa?"
" Tidak, ini kan tadi kubilang andai, memang kamu ingat siapa, ada kemiripan dengan seseorang?"
Alya hanya mengangkat bahu
" Ka, jadi tidak kita jalan, kaki Alya pegal berdiri dari tadi"
" Mau kugendong?"
" Tidak perlu, pegel nya di batalin"
" Sombong begini yang tidak ada sama cewe lain"
" Tidak suka?"
" Teruskan, biar tidak ada cowo lain yang berani sama kamu"
" Hahaha"
Tuuh kan sebentar juga bisa ditaklukin lagi, Kevin melingkarkan tangannya ke pundak Alya dan membawanya ke halaman parkir
" Sudah lapar kan?"
" kok tau?"
" Aku tau banyak, hatimu saja yang tidak pernah bisa kutebak, mau makan apa?"
" Apa aja, yang belum pernah kita cobain"
" Hhmmm, iya deh"
__ADS_1
Kevin membukakan pintu mobilnya dan segera berlalu dari bandara Husein Sastranegara.
Kevin melepas dasi cokelat tua nya dan meletakannya di jok belakang
" Kenapa dilepas ka?"
" Aku tampil begini kaya jadi papah dan kamu anaknya, tua banget ya, hehehe"
" Enggak, cakep banget kok"
Uuuupppss, dan benar saja Kevin tertawa.
" Serius?"
" Enggak becanda aja"
" Nanti malam kamu bersedia kan mendampingi aku?"
" Alya ini sudah di Bandung kak, dari awal juga sudah tau tugas Alya berat begini, coba aja Alya disuruh jadi tukang potret saja kan ringan kerjanya"
" Alyaaa"
Kevin menoleh dari kursi pengemudi menatap Alya
" Hehehe, sorry ka"
" Beban banget ya kalau diminta buat membahagiakan aku?"
" Tergantung tidak semua".
Hening
" Ka, Alya mau cerita"
" Hhmm"
" Iih, jawabnya ketus begitu".
" Terus aku harus nanggapinnya bagaimana? ya cerita aja"
" Enggak jadi deh"
" Ya sudah"
Sambil terus berkonsentrasi melewati jalanan yang padat
" Enggak penasaran? ini soal ka Afkar"
Sedikit melirik kemudian kembali menatap ke jalan, ayo Alya cerita, aku kenapa tidak sabar begini, apakah ini akan menjadi berita baik untukku? setidaknya kamu sudah mau datang ke sini adalah perihal yang sangat baik, dan apakah ini karena sesuatu yang akan kamu ceritakan
" Ya, aku dengar"
" Ka, kemarin malam Alya bertengkar lagi sama mama, tepatnya setelah tante sama mama ngobrol di telf yang mau ngundang kami kemarin ka"
" Terus?"
Cepat Alya,,, biasanya kamu ngomong enggak pakai titik koma, kenapa sekarang mengalun sekali? jangan pakai nada puisi ya yang penuh irama lembut mendayu, langsung saja, aku benar-benar tidak sabar
" Alya sedih ka, sakit hati, ka Afkar semakin dipojokan, dan itu karena ka Kevin"
" Lho, yang berantem kan kamu, kenapa menjadi kesalahanku"
" Karena ka Kevin kelebihannya banyak sedangkan ka Afkar tidak, dimata mama papah begitu ka"
" Kalau begitu suruh saja dia datang dan menunjukan kelebihannya, tidak perlu berantem kan?"
" Ya tidak bisa ka"
" Ka Kevin mau Alya turun disini dan pulang ke Yogya sekarang? sekali lagi ikut memojokan ka Afkar Alya nekat nih"
" Aku kan cuma tanya, salah lagi, ya udah terusin"
Kevin menepikan mobilnya dan berhenti, ini adalah kebiasaannya ketika ingin mendengar sesuatu yang serius, iya Kevin selalu fokus untuk sesuatu yang penting, itulah yang disukai om Hadi dan mempercayakan perusahaan itu ditangan Kevin yang muda
Mematikan mesin dan membuka kaca samping kanan kirinya
" Mama pengen ketemu sama ka Afkar langsung, tapi Alya tolak, Alya tidak tega ka kalau selalu dibandingkan begini"
" Aku memberikan apapun padamu tidak pernah mengharapkan penilaian dari siapapun, aku hanya ingin kamu nyaman, aman, terhormat, dan harapan terbesarku kamu bisa menerima ku apa adanya, bukan ada apanya"
" Alya percaya itu ka, tapi Alya marah sama semua, ini kan bukan maunya Alya, kenapa semua menentang kami?"
Kevin tidak menjawab, Alya bisa saja nekat seperti yang diucapkannya barusan
" Alya kemudian kemudian menelfon ka Afkar, kami lantas berantem juga"
" Afkar memarahimu Alya?"
Kali ini Kevin menatap tajam Alya
Awas saja kamu Afkar kalau sampai berani menyakiti hati Alya, bukan hanya suruhanku yang akan mendatangi, tanganku sendiri yang akan menghajarmu.
" Tidak ka"
Huuh, sampai cerita Alya disini kamu selamat Afkar, kubatalkan untuk kamu bisa melihat kekuatan tanganku.
" Ka Afkar cuma mempertanyakan apakah Alya sudah tidak lagi mencintainya, Apakah Alya sudah menerima ka Kevin, katanya Alya tidak sedang berjuang mempertahankan ini, saat dia mengatakan itu rasanya Alya pengen menghajarnya"
Kevin melongo, keduluan Alya mau hajar Afkar, ngeri juga kita Al, yang bikin masalah bisa bonyok ditanganmu
" Itu kan tidak mungkin, Alya benar-benar mencintainya, untuk apa kan Alya masih begini mempertahankannya, kalau tidak buat apa Alya masih belum menerima ka Kevin sampai sekarang"
" Terus?"
" Yaa berantem lah, Alya kecewa saja dia menganggap Alya begitu"
" Apa tanggapannya?"
" Alya tutup telepon nya"
" Ada menghubungi mu lagi?"
" Ada tadi malam"
" Bilang apa?"
" Katanya ini harus diselesaikan, tapi entahlah ka, Alya cape begini, semakin Alya menentang, mama semakin juga memaksa Alya, dan sedihnya Alya dibilang anak keras kepala dan pembangkang, Alya sudah berani melawan dan tidak lagi mematuhi perintah orang tua, Alya sayang banget ka sama mama papah"
Kevin mengelus rambut Alya, terdengar isak tangis Alya, Kevin menyeka air matanya
" Aku percaya kamu menyayangi orang tuamu, semua kita memang pasti akan mencintai orang tua nya"
" Tidak benar ka apa yang dibilang mama Alya ini anak pembangkang dan keras kepala, Alya cuma mempertahankan cinta Alya"
" Lalu kelanjutannya bagaimana?"
Ini nih point yang sangat aku tunggu, apa keputusan mu Alya.
Alya menatap Kevin
__ADS_1
" Alya tidak berani lagi meneruskan dengan ka Afkar"
Alya langsung memeluk Kevin dan terus saja menangis, Kevin lega, sangat lega
" Alya sangat mencintai ka Afkar ka"
Kevin kembali memanas
Alya, kamu menangis di dalam pelukanku dan mengatakan mencintai orang lain? gila ini Alya, entah siapa yang lebih gila diantara kita
" Afkar menerimanya?"
" Dia tidak menjawab"
Tidak akan Alya, Afkar tidak akan menerima ini, aku yakin dia akan datang, tidak semudah ini untuk kalian, aaahh, aku lupa aku sudah tidak disamping mu untuk menemani, bagaimana kalau kamu luluh lagi? kamu bersikeras lagi? dan bahkan akan bertambah kuat lagi. Kevin memejamkan matanya, sambil terus memeluk Alya yang belum juga menyudahi tangisnya.
Sebuah hotel mewah sudah di sewa oleh keluarga om Hadi untuk acara syukuran sekaligus penyerahan jabatan direktur utama PT. Rajawali Anugerah Abadi dari om Hadi diserahkan penuh pada Kevin. Tamu undangan yang memenuhi aula besar itu terdiri dari rekan bisnis dari berbagai kota, keluarga dekat dan beberapa teman mama. Selayaknya reuni akbar, setiap bertemu dengan yang satu mereka akan saling bertukar cerita, dan pastinya Kevin dan Alya adalah bintang untuk malam itu. Nama Alya yang sudah tersohor dan masyur di kalangan group media sosial Tante Risma, maka sosoknya sangat di cari dan di amati malam itu. Alya memakai busana pesta malam resmi, berbahan lace dan sutera dengan kualitas tinggi, dengan model asimetris dan panjang nya selutut. Tidak banyak polesan walaupun tante Risma sengaja mendatangkan penata makeup dan rambut khusus ke rumahnya sejak sore tadi, tapi Alya tetap memilih tampilan minimalis nya. Dan ada yang berbeda, kalung Alya yang bertulis Alfar, untuk yang pertama kali sejak dipasangkan Afkar ke lehernya malam ini harus tertanggalkan, karena bentuk gaun Alya yang menampilkan lehernya mau tidak mau tidak akan menyambung dengan penampilan mewahnya malam ini. Digantikan dengan seuntai kalung berlian dan anting serupa yang sengaja dibelikan tante Risma saat ke Eropa, saat itu Alya menolaknya, ternyata tante Risma tetap membelinya dengan harapan nanti akan bisa diberikannya pada Alya, dan harapan nya itu malam ini terwujud.
Semua mata berdecak kagum pada pasangan muda ini. Sang bintang Kevin yang sudah memang mewarisi sikap dan wajah pemimpin semakin memukau dan mempesona, bahkan Alya sendiri sempat mengagumi penampilan Kevin malam ini. Betapa gagah dan tampannya kamu malam ini ka, kita memang selalu bersama, tapi seolah samar saja, walaupun memang tidak jarang aku memujimu diam-diam saat menatapmu tidak sengaja, dan entah kenapa sepertinya malam ini aku di perbolehkan hatiku untuk memujimu langsung
" Ka, keren banget malam ini"
" Biasanya?"
" Biasa aja, hehehe"
" Kamu juga sangat cantik, mulai malam ini tidak akan kubiarkan siapapun menyentuhmu, apalagi ingin memilikimu"
" Huuh mulai lagi, Alya tidak bisa membalas dengan fisik, semua mata seperti sedang memandang kita ka"
" Memang tidak boleh, bukan hanya malam ini tapi untuk malam selanjutnya, kecualii"
" Saat aku selesai mengucapkan izab kabul, terserah aku mau diapain aja pasrah"
Alya tidak sengaja langsung memberi cubitan di pinggang Kevin
" Aaww, sst Alya"
Kevin menangkap tangan Alya dan menggandengnya tanpa melepas, walau beberapa kali melihat lirikan mata papah memberinya isyarat agar melepaskan karena tidak enak dengan om Rangga, tapi Kevin memilih lebih baik berpura-pura terlalu romantis daripada Alya bikin rusuh dan tiba-tiba menonjok bahunya atau menendang kakinya saat mereka ngobrol nanti. Setelah ini aku akan kursuskan private kepribadian Alya, agar nanti saat kita berada di keramaian pesta kamu jaga sikap sendiri, bukannya aku yang menjaga sikapmu dengan cara lumayan norak begini.
Acara berakhir dengan sukes dan meriah, keluarga om Hadi begitu bergembira dengan kehadiran tamu undangan yang malam itu bersedia hadir, terlebih tante Risma yang dengan bangganya memperkenalkan Alya sebagai calon mantu nya,baik untuk mereka, tetapi kehancuran bagi Alya, walaupun dia memang sudah mengucapkan perpisahan pada Afkar, tapi itu hanya di mulut saja, belum ada yang bisa berakhir dengan cara mudah begini, dan belum ada hati yang ia persiapkan untuk dibuka. Alya duduk disamping Kevin yang sudah duduk di balik kemudi.
Judika,,,
Alya mengeluarkan ponsel dari tas clutch nya, ka Afkar. Kevin menoleh
" Angkat saja"
Alya menggelang
" apa aku yang keluar biar kalian bisa bicara?'
Perlahan Alya menekan tombol hijau
" Assalamualaikum ka"
" Waalaikum salam sayang, sedang dimana?"
" Di Bandung ka"
" Menemui Kevin?"
" Sama mama papah ka"
Hening
" Alya, kita harus bertemu, aku tidak bisa begini"
Hening.
" Alya, kamu sedang bersamanya"
" Iya"
" Kamu memang menginginkan ini berakhir?".
" Alya tidak berani menentang orang tua ka"
" Hanya itu alasannya?"
" Iya"
" Bukan karena kamu memang sudah menerima Kevin?".
" Bukan"
" Aku bisa mempercayaimu sekarang?"
" Apa maksudnya ka?".
" Jika aku bukan aku yang sekarang apa orang tua mu akan bisa menerima aku?"
" Mungkin"
Hening
" Kamu sedang bersamanya kan? dia mendengar ini?"
Alya menoleh pada Kevin yang sedang menatap ke depan dengan wajah tegas, tanpa senyuman bahkan tanpa ekspresi.
" Iya"
" Mungkin nanti kita akan bicara lagi, terlalu bodoh aku bicara tentang kita di depannya"
" Iya"
" Kapan balik?".
" Besok".
" Hati-hati sayang, Assalamualaikum".
" Waalaikum salam"
Klik.
" Sudah selesai Alya?"
" Sudah"
" Kamu tidak akan pernah menyelesaikan ini kan? kamu memerlukan cintanya, tapi kamu juga memerlukan aku yang bisa menjaga dan melindungimu, walau kami sama-sama berjarak, tapi kamu tetap merasakan aku lebih bisa memberikan rasa nyaman"
" Ka"
Alya memegang tangan Kevin dengan gemetar
" Dan jangan berpikir kalau aku memanfaatkan harta Alya, yang sering kamu tuduhkan, walau aku sudah tidak perduli lagi, aku lebih fokus tentang rasa nyamanmu, memberimu perlindungan dan penjagaan dengan cara-caraku, dimana pada akhirnya hati yang memutuskan dengan siapa kamu ingin menjalani hidup ini. Aku dan dia sama-sama tidak bisa melepas mu, jika kamu hanya menunggu siapa diantara kami yang lebih dulu minggir, itu tidak akan sesingkat yang kamu pikir. Memaksa hal yang tidak semestinya itu adalah sebuah tantangan, kupikir semua akan bisa saja kumenangkan, tapi kemudian aku berpikir, untuk apa aku mencoba memenangkan padahal aku juga tau, tanpa cinta saja kamu terkadang masih saja belum mau jauh dariku, artinya apa? aku hanya perlu waktu untuk menunggu, menunggu kamu yang melepaskannya, atau dia yang melepaskanmu lebih dulu. Seperti kataku, kami berdua tidak bisa melepasmu, setidaknya dalam waktu dekat, harapan ku adalah kamu mau lebih berpikir, bersama siapa kamu akan lebih nyaman"
" Kenapa kaka tidak mundur saja?"
__ADS_1
" Dari awal aku sudah bilang, aku tidak hanya mencintaimu, aku juga ingin menjaga dan membuatmu bahagia".