
Group WA
Alya
" Kalian sudah tidur?"
Sylvia
" Masih menyalin tugas"
Roni
" Lagi dengerin musik sambil tiduran"
Arga
" Baru selesai menyalin tugas"
Alya
" Ada yang mau gue omongin"
Roni
" Apaan"
Alya
" Gue mau dijodohin"
Roni
" Sama Datuk Maringgih?
Alya
" Gue serius, sama Ka Kevin yang kemaren gue ceritain"
Sylvia
" Cakep, tapi gantengan calon suami gue"
Alya
" Terserah lo, tapi gue belum jawab, nyokapnya bilang sambil jalan aja"
Roni
" Orang tua lo tau?"
Alya
" Kata tante mereka sudah bicarakan waktu resepsi ka Pandu kemarin, tapi bokap nyokap enggak ada cerita ke gue"
Sylvia
" Kalau yang menanganinya sudah orang tua, parah Al, kaya nasib gue, cepat lambat gue harus nurut, walau gue juga enggak nolak, haha"
Roni
" Dijodohin mau dikawinin sekarang?"
Alya
" Ya enggak lah, beliau bilang sambil jalan aja dulu, semacam kami mengakrabkan diri"
Roni
" Arga mana?"
Sylvia
" Pingsan dia denger Alya di jodohin"
Alya
" Gue gimana dong"
Roni
" lo kan emang qa punya pacar, ya udah terima aja, palingan Arga gantung diri"
Arga
" Gue baru bikin kopi, apaan nih manggil gue"
Sylvia
" Manjat deh keatas, kita tunggu komenan lo"
Alya
" Tapi gue masih menunggu kekasih gue"
Roni
" Kekasih apaan tuh, gantung seenaknya, dia pikir lo kipas angin, di gantungin di kamar kost, terus lo muter-muter biar dia adem, lo yang pusing dia yang keenakan tidur, ke laut aja Al cowo gitu"
Sylvia
" Gue setuju Al, hampir 1 tahun kan lo udah kaya gini, gue takut lo gila sendiri, pas ketemu eeh dia udah kawin gendong anak, hiiii serem amat"
Arga
" Senyamannya lo aja Al, kita sih cuma kasih saran"
Roni
" Enggak ada pendirian banget lo, mana sarannya?"
Arga
" Mana yang nyaman bagi lo aja, tapi gue setuju sama yang lain, Afkar tu enggak banget Al, masalah lo terima atau enggak si Kevin, itu mah bisa lo omongin sama keluarga, tapi kalau Kevin sama Afkar mau lo bikin bersaing, di mata ortu lo yakin gue Kevin yang menang"
Sylvia
" Itu yang gue maksud tadi Ga, kalau sudah ditanganin orang tua, kelar dah lo"
Alya
" Apa gue batasin dulu ya misalnya 1 tahun ka Afkar enggak ada nyatain atau ngejauhin gue sekalian, baru gue ambil sikap"
Sylvia
" Gue kan udah bilang, gue takut duluan elo yang gila daripada Afkar ngambil tindakan maju atau mundur, lelet banget jadi laki, ka Agus noh, kenal sekali ama gue langsung di pamerin di halayak ramai, walupun gue sempat pingsan, gentle banget kan?"
Roni
" Sylvia, bisa diperhalus qa sih omongan lo, ntar Alya nangis tuh"
Sylvia
" Cengeng banget nangis, lagian apa yang mau di bela sih tentang ka Afkar, lo mau majuin apanya selain hidungnya Al, hehe sorry ya"
Arga
" Al, kami bukan mau memojokan Afkar, kami semua sayang lo, kami qa mau lo jadi bahan permainan dia, di tembak enggak, tapi nahan-nahan perasaan lo biar enggak bisa lepas sama dia, lo ngerti kan maksud kami?"
Alya
" Iya gue ngerti, tapi kalian semua yang qa ngerti perasaan gue, gue yakin Ka Afkar juga mencintai gue, kalau enggak mana ada teman doang yang tiap hari nanyain kabar gue, denger cerita gue"
Roni
" Kami juga begitu kan sama lo"
Sylvia
" Eh keduluan Roni, gue tadi juga mau ngetik gitu, hehe"
Arga
" Alya, gue sayang sama lo dari dulu, gue jagain lo, gue jagain Sylvia, gue mau pengorbanan gue enggak sia-sia, walaupun kalian tiap hari nyia-nyiain gue, gue sekarang aman Sylvia sama Pa Agus yang bertanggung jawab"
Roni
" Ga, lo sayang sama Alya, sayang sama Sylvia, sama gue enggak?"
Arga
__ADS_1
" Iih najis gue"
Roni
" whahhaaahh, gue juga ngebayanginnya jijik"
Alya
" Jadi kalau ntar gue ditanyain lagi gimana dong?"
Sylvia
" Kalau gue sih terima Al, orangnya cakep, orang tuanya sangat mendukung, ya jalanin aja lah, kalau nanti ditengah jalan lo merasa lebih nyaman, seriusin, tapi kalau berasa nyiksa lo ya putusin"
Arga
" Lo istirahat aja dulu deh, siapa tau besok atau besoknya lo udah sadar, kelamaan mimpi lo Al, gue aja capek nungguin lo bangun"
Roni
" Tidurnya perlu dibangunin kaya puteri tidur Ga"
Arga
" Gue siap jadi pangeran berkudanya"
Roni
" Lo jadi kurcacinya aja, Sylvia jadi penyihirnya
Arga
" Lo jadi kudanya, biar gue bawa ke sirkuit buat adu motorcross"
Dan akhirnya omongan mereka jadi ngelantur
Alya
" Gue ngantuk, gue tidur dulu ya
Roni
" Beneran mau tidur dia, jangan lupa bangun ya Al, hahhaa"
Sylvia
" Gie juga mau tidur, daaahh".
Group langsung sepi lagi, masing masing mereka kembali dengan kesibukan, Sylvia benar-benar tertidur, Arga main PS, Roni memilih nonton youtube balap mobil gara-gara kepancing sama omongan Arga barusan. Alya???
Aku yang terbiasa nyaman dengan suara tak berjasadmu
Nyaman hanya dengan mendengar sapa hai mu
Menunggu jika ponselku tak mengabarkan keadaanmu
Kegilaan apa yang ingin kamu rasuki ke dalam emosiku
Dan kini kau membuatku menyadari aku juga bisa lelah
membuat ku merasa kau telah
membiarkanku masuk dalam hatimu
Dan ini salahmu yang tak
mengunci pintu hatiku
Hingga bisa saja akan ada yang memberi penawaran untuk mewujudkan impianku
Kumohon jelaskan rasamu padaku sekarang Karena aku masih disini
Bagaimana teman-temanku saja yang begitu mengenalku baik, yang mengetahui keadaanku sebelum aku bercerita, yang memenuhi keinginanku sebelum kuminta. Mereka tidak mempercayakan kita
Aku harus mengandalkan apa tentangmu?
Bahkan semakin jauh kamu semakin samar bagi mereka
Hanya aku yang sangat jelas melihatmu, walau bukan dari mataku
Aku meraba hatimu dalam kesepian yang menunaikan hariku
Aku jatuh untuk mencintaimu malam itu
Saat sapa lembutmu terucap dan mata teduh lugumu membuat mataku terpahat
Laju waktu mengikat hatiku yang tidak kau ikat
Mengurungku dengan cinta satu-satunya
Kubela tanpa aku pernah bertanya
Dua tahun
bukan dua hari dua pekan
Perluku hanya ucapan pasti mu
Masihkah aku mampu menunggu??
Menutup buku diary merah jambu berkunci, menaruh di bawah bantal, biar kamu saja yang tau, memalukan jika angin yang membuka dan mengintip isinya, seorang aku yang dalam menunggu, entah lah, aku lelah,,,
Usai shalat subuh Alya mengecek handphone nya, biasanya Afkar selalu menyapanya, notifikasi masuk, kok nomer baru.
" Assalamualaikum"
Alya ragu menjawab, tapi penasarannya membuat ragu itu lenyap seketika." "Waalaikum salam"
Profil Wa nya cuma gambar tetesan air di daun, siapa ya?
" Hai Alya, ini aku Kevin, tolong di save ya"
Ooh ka Kevin, Alya mengirim emo jempol.
Di save, Ka Kevin. Setelahnya Alya menuju ke lantai bawah untuk mandi karena hari ini jadwal kuliah pagi.
Usai mandi Alya melirik lagi ponsel nya Ka Afkar
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam Ka"
" Kuliah pagi kan? semangat ya!"
'' Iya lah, terima kasih ka"
" Aku juga ada meeting pagi ini, semoga urusan kita lancar semua ya"
" Aamiin"
" Ya udah, aku mau siap-siap dulu"
" Oke, daah Ka Afkar
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam".
Alya membereskan penampilannya di depan cermin, handphone berdering
Mama
" Al, kamu kuliah pagi?"
" Iya ma"
" Ngomong sebentar bisa'
" Iya mah"
" Katanya Om Hadi kemarin ke kost ya"
" Iya mah"
" Beliau serius kayanya Al"
" Ooh"
" Kevin minta no kamu, sudah mama kasih, sudah di chat nya kamu Al?"
__ADS_1
" Iya, barusan mah"
" Ya udah, nanti malam kita telfonan lagi ya, hati-hati sayang, jangan lupa sarapan dan jangan telat makan ya"
" Pesannya gitu doang? salam tempel nya enggak ada?"
" Kiriman papah kurang Al?'
" Mama nih, kalau soal ngomel boros, kalau soal duit hemat"
" Udah sana, ntar telat, sarapan Al sarapan"
" Iya mama cantiiikk, di mata papah doang sih"
" ,Assalamualaikum"
" Waalaikum"
Alya tertawa, punya nyokap segitu banget, kapan bisa dewasa sih mama.
Berlari ke lantai bawah, memasang sepatu kets putih dengan garis merah muda. Memasang helm dan starter motor matic.
Tujuan pertama sebelum kampus, warung makan lontong Haji Dijah yang memang terkenal dengan lezatnya menu sarapan pagi, ada nasi kuning, lontong dan ketupat.
Alya memesan seporsi lontong yang berisi 2 lontong berukuran sedang, berkuah santan kental dengan bumbu khas berwarna kuning, ikan gabus dengan sambal merah dan diberi taburan bawang goreng, selera Alya pasti ditambahin sambal pedasnya yang buanyaaaak, minumnya teh hangat. Sebelum disentuh piring lontong di foto dulu, cekrek, cekrek, kirim ke mama dengan komen
" Sarapan mah, enak banget, pasti ngileerr kan, nih Alya kirimin dalam bentuk gambar, biar mama tambah kepengen"
Kirim lagi ke group Wa
" Gue sarapan dulu ya, tungguin gue di lantai dasar"
Jawaban mama
" Uang jajannya mau di tambahin apa mau di stop?"
" Ampun mah, tadi salah kirim"
Kirim emo tertawa terbahak
Balasan group Wa
Roni
" Al, cabe nya nutupin lontong, hati-hati nutup ke hati"
Alya membalas emo menjulurkan lidah
Beberapa berkas masih bertumpuk di meja kecil Afkar, tapi sejak tadi malam dia sangat gelisah, pikirannya hanya tertuju pa Bu Laily, sejak meeting tadi dia ingin cepat berakhir dan menemui bu Laily untuk mengajukan tanggal cutinya, akhirnya setelah 10 menit menyusun saja tanpa mengecek karena akan membutuhkan waktu lama dan perlu konsentrasi, Afkar memutuskan untuk menemui Bu Laily dulu
" Assalamualaikum
" Waalaikum salam,masuk"
Afkar langsung duduk di kursi depan meja Bu Laily sebelum di persilakan duduk
" Bu, ini pengajuan cuti saya, tiga hari lagi, bagaimana bu"
Ibu Laily mengambil buku agenda dan menunjukan kepada Afkar
" Pa Dani bagian promosi di tanggal yang sama harus keluar kota untuk melaksanakan meeting dengan perusahaan xxx untuk kerjasama di cabang baru, jadi dengan sangat terpaksa Pa Afkar mundur 3 hari ya setelahnya"
" Kan bukan bagian pemasaran bu yang cuti, kenapa saya tidak bisa di tanggal itu"
" Di bagian promosi selain pa Dani ada 2 staff yang ikut keluar kota, Asisten Manajer memberi mandat kalau Pa Afkar yang mengisi kekosongan sementara karena bisa saja akan ada pemegang saham yang berkunjung di tanggal sekian, walaupun di dalam daftar belum ada, tapi bidang promosi tetap harus ada yang menghandle, dan beliau ingin Pa Afkar yang menanganinya"
" Apa tidak ada yang lain bu?'
"Pa Afkar termasuk yang beruntung lho, saya mendengar pa Asisten Manajer kemarin menyebut nama Bapak berkali-kali di depan Manajer, mungkin beliau sudah melihat kinerja Pa Afkar dan merasa bapak mampu melakukannya, lagipula cuma 3 hari pa mundurnya, bapak tidak sedang menunggu istri nya melahirkan kan?"
Goda Bu Laily, mereka di perusahan tau Afkar muda yang cakap dan jujur belum berkeluarga, beberapa pegawai sudah ada yang melirik untuk mempertemukan dengan anak gadis mereka, tapi Afkar selalu berkata ia sudah memiliki kekasih.
" Baiklah bu, saya tunggu seminggu lagi, mohon jangan diundur lagi ya bu, ini sangat penting bagi saya"
Bu Laily mengangguk
" Sebisanya pa selama tidak ada lagi kejutan dari atasan bapak"
Afkar melangkah gontai dan kembali masuk ke ruang kerjanya, memandang berkas yang belum di cek, Alyaa, semoga kamu sabar menungguku ya, bisiknya sambil memandang foto mereka berdua di galeri handphone nya. Selama 5 menit memandang foto itu, ingin rasanya dipeluknya wanita tersenyum di foto ini. Kembali memandang mejanya, Alya ini demi masa depan kita, semangat Afkaaarrr, batinnya memberi semangat sebelum ia bergulat lagi dengan pekerjaannya.
Ponsel berwarna hitam milik Alya bergetar
"Assalamualaikum mah"
" Waalaikum , lagi ngapain Al"
" Habis shalat Isya, baca buku"
" Al, mama mau nerusin yang tadi pagi"
" Soal Ka Kevin?"
" Iya, jadi bagaimana Al?"
" Alya enggak ngerti mah, ngapain juga sih pake jodoh-jodohan"
" Bukan di jodohin Al, tapi yaaa,,, gimana biar kalian bisa sejodoh" mama tertawa
" Alya masih usia 20 mah, Alya juga masih semester 4"
" Kami enggak minta kamu menikah Al, mungkin tunangan dulu. Al, mama papah sudak kenal Om Hadi dan keluarganya, mereka pembisnis yang sukses, dari keluarga terpandang, dulu waktu masih tetangga, mama sering kumpul sama keluarga besar mereka, sopan santunnya tinggi, dari keturunan yang baik-baik. kevin sedang menyelesaikan S2 nya Om Hadi bilang, Kevin akan pegang satu perusahaan di cabang Bandung. mereka juga keluarga agamis, Om Hadi itu selalu shalat berjamaah kaya papah, walaupun mama enggak tau Kevin ikut atau enggak sekarang, tapi pasti beliau juga mengajarkan seperti itu pada anak-anaknya, bagaimana Al?
" Ma, kalau kelebihan Ka Kevin sebanyak itu, enggak salah Alya yang jadi pilihannya? Mungkin aja sekarang Ka Kevin sudah punya pacar?".
" Kata kevin belum Al, kalau sudah enggak bakalan lah orang tua nya ikutan carii jodoh"
" Oooh"
" Bagaimana Al?"
" Liat nanti aja"
" Alya,,kamu belum punya pacar kan?"
" Lagi OTW mah"
" OTW apaan?"
" OTW mau jadian"
" Arga?"
" Bukan"
" Afkar?"
" Iihh, mama kok tau,"
" Alya,,, mama enggak melarang kamu berteman sama siapa aja, makanya dari dulu mama sama papah selalu minta setiap teman kamu laki-laki atau perempuan kenalin sama kami, biar kami bisa tau kamu dalam pergaulan yang baik, kamu juga tau kami tidak pernah membeda-bedakan siapapun teman kamu, yang penting dia baik, perhatian dan tulus berteman sama kamu, tapi kalau soal jodoh, kami berhak membantu memilih. Mama tidak meminta kamu memilih yang kaya, yang pendidikannya tinggi, yang keluarganya berderajat, enggak Al, tapi kalau masih ada pilihan kan lebih bagus"
"Ma, Ka Afkar sekarang sudah tidak jadi OB lagi, dia sudah kerja di perusahaan ma, walaupun masih jadi staf"
" Kamu pernah ketemu dia sekarang? kamu sudah melihat pekerjaannya sekarang?
" enggak ma"
" kamu cuma dengar ceritanya saja kan?"
" Mama jangan menilai seseorang dari materi aja dong ma, siapa tau nanti dia sukses"
" Alya, mama enggak memandang dari materi, tapi sekarang di depan kamu ada Kevin yang mama sudah tau orangnya, sudah kenal baik kelurganya, tau dengan segala aktivitasnya, dan rencana pekerjaannya, dan yang ingin maju ini mereka Al, bukan kita, berarti mereka serius"
" Tapi Alya benar-benar enggak ada perasaan, ketemu aja sekali kemarin, kan udah 5 tahun lebih enggak ketemu lagi"
" Kamu bisa belajar Al"
" Nanti deh ma, Alya pertimbangkan"
" Alya,, memang Afkar janji mau melamar kamu?"
Alya diam, jangankan janji melamar Alya, nembak aja belum, batin Alya
" Alya, mudah-mudahan kamu bisa memikirkan yang terbaik, tapi mama selalu akan mencoba memberikanmu yang terbaik, apapun yang kamu pikirkan , selalu bilang ke mama ya!"
" Iya ma".
" Sudah malam Al, istirahat dulu, besok masuk jam berapa Al?"
" Jam 10 ma"
__ADS_1
" Iya, udah dulu ya, di depan kayanya ada pasien, Assalamualaikum Alya"
" Waalaikum salam ma"