Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Penolak Kutukan


__ADS_3

Perkuliahan dimulai jam 3 sampai jam 5 sore. Alya memperhatikan Pak Agus mengajar biologi, ini pelajaran favorit sejak SMA, dan yang bikin makin favorit adalah tampang Pak Agus yang bikin hati mahasiswi bisa meleleh. Postur tubuh tinggi dan badan atletis, aduuuh itu kemeja coklat muda bergaris vertikal hitam kok di gulung ke atas sebelum menyentuh siku, celana kain hitam yang lumayan ngepas di kaki juga kenapa bisa matching begitu. Di usia 30 beliau masih jomblo, pastinya bukan karena tidak laku, di kampus ini aja setiap mata kuliah beliau ruangan jadi sesak karena mahasiswi tidak ada yang bolos, bahkan yang sudah lulus mata kuliah biologipun rela ngambil ulang mata kuliah ini biar masih bisa bertatap muka langsung, pinter tapi rada kurang waras juga sih. Kenapa bisa ya ada makhluk sekece Pa Agus di kampus ini, dengan pakaian sesederhana itu aja para cewe sudah hilang sebagian otak kanannya, coba aja si kunyuk yang pake begitu, pasti pemandangannya biasa-biasa aja, sambil melirik pacar dadakannya yang sedang mengejipkan sebelah matanya kearah Alya, dengan senyum manis yang begitu tidak manis, huuh.


Sebenarnya enggak banget deh, masa ia sih cowok slengean dengan motor yang bunyinya bikin emak-emak yang denger bunyinya bisa nyumpahin. Dan sekarang Alya terjebak di dalam permainan ini dengan pengumuman bahwa mereka udah jadian di kantin kampus yang saat itu lagi penuh sama mahasiswa yang sedang menikmati makan siang.


Kejadiannya benar terjadi diluar kekuasaan Alya, hari naas itu tepat sebulan sejak mereka positif berstatus mahasiswa. Pagi itu adalah mata kuliah kimia, Alya dan sahabatnya Sylvia sedang mendengarkan dosen memberi materi, terlihat Alya kurang konsentrasi karena sedang memikirkan peristiwa kemarin yang membuatnya kesal, Afkar? Kenapa ia masih terbayang mata yang sempat menitikan air mata cuma karena wanita. Sambil mengingat lagi kejadian kemarin, dan ketika ia membenarkan duduknya tiba tiba Kreeek,,,


Astaga celanku robek di bagian pantat nya, waduuuh mana habis ini masih bersambung mata kuliah fisika lagi. Ya ampuuunn, aku kan memakai kemeja yang modenya kurang bahan, angkat dikit aja bagian perutku keliatan, dan robek celananya pasti tidak bisa ketutupan, gimana bisa jalan, masa iya sih tidak berdiri sampai semua mahasiswa pulang


"Sylvi, tolongin gueee, ini begimana gue jalan"


"Gue qa bawa jaket Al, atau gue pulang dulu ngambil jaket buat elo bisa jalan dan bawain celana biar bisa ganti di toilet? elo baek2 tinggal disini"


Alya mengangguk


" Ya udah cepetan pulang gih"


Pas Sylvi berdiri dan mau izin pulang, tiba-tiba ia kembali duduk sambil menepuk jidat


" 10 menit lagi mata kuliah Fisika, Pa Yusfi kan killer Al, enggak berani gue bolos sekarang"


Merekapun tertunduk lemas.


Dosen kimia keluar karena jam kuliah nya sudah habis dan sebentar lagi berganti mata kuliah fisika di ruang yang sama. Mahasiswa yang tidak mengambil fisika segera keluar dari ruangan dan mahasiswa yang mengambil mata kuliah fisika mulai masuk satu persatu ke ruangan.


"Aduh Syl, salah apa gue tadi pagi ya dapat musibah begini apa karena kemaren niat nyolong bunga nya ka Afkar terus dijatuhin hukuman sekarang?'


"Mana gue tau" balas Sylvia.


Satu sentuhan di bahu Alya membuatnya kaget dan terlonjak dari kursi, kreeek,,, dan robeknya bertambah parah.


"Argaaaa, apaan sih bikin kaget, jantungan gue, duh mesti benerin jantung yang tempatnya rada geser nih gue"


Alya mengelus dadanya sendiri


Arga cengengesan


" Tenang aja gadis cantik, kayanya abang bisa jadi pahlawan ini" sambil menepuk dadanya dengan kesombongan level 9.


"Maksud loe"


Arya tersenyum sambil melirik ke celana robek Alya


"Apaan lo liatin gitu, mesum nih anak" emosi Alya mulai tak terkontrol.


"Eits, sembarangan anak santri dibilang mesum, mau dibantuin qa?"


Alya mengangguk rada bego


" Celana lo robek kan? pasti lo qa bisa jalan kemana2 kan, ini gue ada solusi"


Alya langsung menggeleng


" Gue qa mau,.maksud lo mau minjemin celana lo ini kan ke gue, emang gue cewe apaan jalan pake celana lo yang gede gitu, secara pinggang gue ramping bak model begini"

__ADS_1


Arga melotot


" Nona, elo ini cantik tapi kemampuan otak cuma segitu ya, lo pikir gue nyerahin celana panjang gue ke elo, trus gue cuman pake kolor di kampus, lo yang selamat gue yang kiamat"


Arga berbalik ke tempat duduknya tepat dibelakang Alya.


"Kalau tidak mau dibantuin ya udah, gue malah seneng bisa liatin bokong lo dari sini dengan jelas"


Alya langsung berbalik menatap Arga dengan mata melotot


" apa maksud lo"


Arya membuka ponsel nya dan membuka galeri


" Noh liat pemandangan yang gue ambil barusan sebelum lo nolak bantuan gue"


Alya terbelalak melihat sebuah foto dirinya dari belakang dengan fose duduk dan terlihat isi di balik celananya yang robek


" Jadi gimana Al, masih nolak bantuan gue" sambil alis nya naik turun menggoda Alya


" Oke Arga, gue minta maaf, bantuan apa yang terpaksa bisa gue terima"


" Ini kemeja yang gue pake bisa lo lilitin ke pinggang lo, kan aman sampe elo pulang, tidak ada yang tau insiden celana robek lo, kecuali gue yang bongkar"


"Trus lo pake apa kalo kemeja lo gue pake"


" Gue ada baju dalaman, masih pantes kok di pakai kuliah, sekalian mau mamerin otot dada bidang gue hasil nge gjm"


Alya mengangguk


Arga tersenyum


" Tidak ada yang gratis lho cantik"


Alya paham dan mengangguk


" Besok lo gue traktir deh"


"Kalau cuma traktir, seisi kampus ini bisa gue traktir Al"


" Ih sombong banget, kemaren tetangga gue sombong begitu besoknya kesambar petasan Ga, mati di tempat loh"


Sambil mencibir ke Arga


" Bukan begitu maksudnya Al, sini deh gue mau cerita"


Alya dan Sylvia memutar kursi mereka demi mendengar cerita Arga yang semoga kali ini berfaedah


" Kemarin gue kan lewat tuh di gang anggrek, itu kan deket kost gue, pas gue lewat ada nih gengster emak-emak berdaster lagi beli sayur sama tukang sayur keliling yang kalau jualan teriak sayuuurr,,, sayuuur. Lo kan tau ya suara mesin motor mewah gue yang bunyinya buuumm buuumm, tiba-tiba satu emak tu ternyata kagetan, gue lewat dia lagi pegang terong, eh terong eh terong gitu terus jatuhin terongnya ke tanah. Gue yang secara cowok beradab dan berprikemanusiaan berhenti lah dan deketin tu emak-emak, gue minta maaf, Padahal kan niat gue baik ya, ternyata emak yang jatuhin terong tu malah ngomel ke gue, katanya iih kamu ini bawa motor yang bener, bunyinya juga di perbaikin, sakit telinga tante, tante kutuk ya biar jomblo seumur hidup"


Alya dan Sylvi sontak ketawa


"Ngapain pake di kutuk, kayanya biar tidak di kutuk ya itu udah nasib lo"

__ADS_1


kata Sylvi sambil ketawa.


"Terus hubungannya sama gue dimana?" tanya Alya


" Gini Al, gue rada takut juga sih di kutuk jomblo seumur hidup, kalau gue bantu lo, lo mau kan bantu gue?"


Alya mengangguk walau bener-benar tidak paham apa maksud Arga


" Lo bantu gue mencabut kutukan itu, lo mau jadi pacar gue sementara"


"whaaat? ih ogah"


Arga tersenyum


" Terserah ya, kalau lo mau tersiksa hari ini tidak bisa kemana-mana"


Alya memandang Sylvia, konyol banget nih Arga


" Lo bilang tadi sementara, sampai kapan?"


"sampai ketemu wangsit selanjutnya yang memastikan kutukan itu sudah berakhir"


Alya terdiam dan mengangguk


" Oke gue terima"


Arga tersenyum penuh kemenangan


"Syl, lo saksinya ya"


Sylvia mendelik


" Emang akad nikah perlu saksi"


" Nah, nanti selesai mata kuliah fisika gue traktir lo berdua di kantin, sebagai peresmian kita udah jadian"


" Cuman kita? katanya tadi mampu traktir satu kampus" ejek Alya


" Ngapain, kan uangnya bisa buat traktir pacar gue yang manis ini tiap hari"


Alya ngangkat bahu


" Serah lo deh, sini lepasin kemeja lo"


Arga melepas kemejanya dan memberikannya ke Alya


" ni kemeja nya, tidak usah dikembaliin, gue kasih biar bisa lo cium-cium malam sebelum tidur"


Alya bergidik


" Al, sekalian gue pinjemin celananya?"


" Boleh kalau lo bersedia di kampus pake kolor doang, sama persis sama Tarzan"

__ADS_1


" Kalau gue jadi Tarzan,lo pacarnya Tarzan"


Sylvia menggaruk-garuk kepalanya, kalau lo berdua Tarzan, gue temennya Tarzan, batinnya sedih


__ADS_2