
Sebuah showroom besar dengan ratusan jejeran mobil baru dan beberapa karyawan langsung menjadi pemandangan Alya pertama masuk. Tempat yang sangat luas dan semua lahan full terisi dengan mobil. Alya tercengang, ini bukan parkiran mobil di mall kan yang sering ia datangi bersama teman-temannya ataupun bersama Kevin. Baru kali ini menginjak tempat penuh barang mewah begini
Tangannya langsung membuka tas ransel dan mengambil ponselnya
Tiit
" Iya Al"
" Lo dimana?"
" Di kantor papah"
" Showroom?"
" Iya"
" Gue di showroom lo"
" Ngapain?"
" Nyari lo"
" Hah, tunggu gue keluar, jangan bikin ulah ya"
Klik.
Roni keluar dari ruang kerja papahnya dan mencari Alya, ngapain dia kesini, jangan bikin ribut ya Al, ini kantor papah gue. Begitu melihat Alya datang tidak sendiri tapi bersama Kevin hatinya lega, setidaknya kalau Alya mau rusuh akan bisa ditahan Kevin
" Hallo Kevin"
Roni mengulurkan tangan dan menjabat tangan Kevin, 2 karyawan nya juga sedang menemani Alya dan kevin untuk berkeliling melihat-lihat produk mereka. Roni juga langsung mendekati Alya dan berbisik
" Mau ngapain lo"
Alya seperti biasa dengan gaya konyolnya langsung menarik kepala Roni agar telinganya bisa berada di dekat mulut Alya pastinya dengan posisi sedikit menunduk
" Lo lupa, orang yang dijodohin sama gue tajir, ya beli mobil lah"
Roni langsung menjauhkan kepalanya, risih banget begini dihadapannya karyawan gue, Alya ih suka lupa sopan santun.
" Kevin, ada yang bisa gue bantu?"
Sekarang Roni ikut 2 karyawannya untuk menemani Kevin, ini pelanggan, perkara Alya ntar aja
" Boleh bantu aku, carikan mobil buat Alya"
Roni menoleh ke Alya, gila lo apain Kevin tadi Al? tunggu, bukannya kalian break? bukannya lo sudah milih Afkar? ini dilanjutin? lo sekarang milih Kevin? ini hadiah perkawinan lo ya?. Berbagai pertanyaan mulai memenuhi kepalanya. Sementara Alya bengong juga melihat Roni memandangnya.
Alya menyikut siku Roni dan sedikit berbisik
" Gue juga bingung, lo jangan ikutan **** kaya gue"
Roni mengangguk, bener kata Alya jangan ikutan **** kaya dia.
" Jadi model bagaimana yang diinginkan?"
Kevin mengulurkan tangannya dan menarik lembut tangan Alya agar dekat dengannya
" Sayang mau yang bagaimana?"
Kedua karyawan yang sejak tadi mengikuti mereka hanya tersenyum, mereka akan berpikir romantis sekali pasangan ini, beruntungnya diberikan hadiah di tempat ini, sedang Roni melihat dan mendengar sandiwara ini serasa ingin menonjok Kevin dan mengomel
" Lo tau diri, lo mau mobil ini akan dijadikan Alya sebagai bahan kesombongannya di hadapan kami? lalu Afkar akan memohon bantuan kami lagi, lalu Alya akan luluh lagi saat Afkar datang? lalu kamu memberi Alya hadiah lagi, lalu Afkar datang lagi, lalu Alya luluh lagi, membayangkannya saja gue sudah eneq. Alya lo jangan bikin masalah lagi, lo pikir ini hadiah cuma-cuma dari Kevin? tidak ada pemberian yang tanpa minta balasan Alya, lo itu terlalu polos, walau sok pinter. Lo bisa balikin ini seperti saat lo bilang mau balikin motor itu? buktinya belum balik-balik"
Roni memandang Alya yang sepertinya risih dengan sikap Kevin, tapi tidak melepaskan pegangan tangannya
" Terserah kaka saja"
" Begitu? oh iya Ron, kamu sahabat baiknya, kamu tau selera dan keperluannya, bisa dampingi dia buat memilih, mungkin Alya tidak enak memilih bersamaku, aku mau liat mobil yang sebelah sana, mohon bantuannya pilihkan buat Alya ya"
Roni mengangguk
" Maaf Kevin, ada syarat atau apa, biar gue bisa bantuin Alya"
Kevin tertawa
" tidak ada syarat, soal harga tidak akan jadi masalah, sayang aku kesana dulu ya"
Alya mengangguk. Roni memerintahkan 2 karyawannya untuk menemani Kevin dan dia sendiri yang akan menemani Alya.
Setelah Kevin berlalu diikuti 2 karyawannya Roni langsung menatap sinis Alya
" Al, di otak gue sudah bertumpuk-tumpuk pertanyaan, tapi gue ambil satu pertanyaan saja, lo balikan sama Kevin"
" Tidak"
" Alya, ini hadiah tidak main-main, lo bisa kejebak lagi Alya"
" Dia yang maksa"
" Gue senang lo akan dibelikan mobil, tapi gue lebih senang kalau lo tidak menerimanya, kecuali kalau lo memang sudah menerima cintanya"
" Iih, tadi gue diomelin Arga, sekarang lo, mimpi apa sih gue tadi malam"
" Sini gue bangunin"
Tiiiit, panggilan video.
" Assalamualaikum ka"
" Waalaikum salam bidadari, lagi dimana itu"
" Ooh di kantornya Roni ka"
Alya memindah posisi kamera ke arah Roni, Roni cuma tersenyum dan melambaikan tangan
" Oh iya udah, jangan lupa makan siang sayang, aku mau bilang setelah istirahat ini aku ada kerjaan di luar, mungkin sinyal nya lemah, kalau menghubungi chat aja yang sayang, nanti aku balas kalau sudah ketemu sinyal bagus"
" Iya ka, ini Alya juga ada kerjaan sama Roni,"
" Baiklah, Roni titip Alya ya"
Kembali posisi kamera dipindah Alya ke arah Roni, Roni hanya mengacungkan jempol
" Terima kasih ya Ron"
" Ya udah sayang, baik-baik ya, Assalamualaikum"
" Waalaikum salam ka"
" Emuuuaah"
" Sayang ka Afkar"
Alya melambaikan tangannya.
Klik.
" Al, lo enggak kasian sam Afkar?"
" Kasian kenapa?"
" Dia lagi cari duit buat lo"
" Iya gue tau"
" Ini lo nerima mobil pemberian laki-laki lain"
" Ini kan mobilnya Ka Kevin bukan mobil gue"
" Lo tadi enggak denger katanya buat lo"?
__ADS_1
" Gue palingan cuma dikasih pinjem".
" Lo ingat kan pesan Afkar?"
" Soal motor? ingat gue disuruh balikin, ini gue balikin"
" tapi lo nerima mobil"
" Ka Afkar tidak pernah mesani gue begitu"
" Serah lo deh Al"
" Ya udah, gue bilangin aja Ka Kevin, gue enggak nerima hadiahnya, gue juga enggak minta, selesai kan?"
" Al, kalau lo enggak nerima cintanya Kevin, lo juga jangan menerima hadiah-hadiahnya"
" Iya, gue bilangin deh enggak jadi, yuk kesana kita samperin ka Kevin"
" Alasan lo apa batal?"
" Enggak ada yang cocok sama selera gue"
" Terus, lo akan dibawanya ke showroom lain, lo masih dengan alasan itu?"
" Rooon, gue pusing ini"
" Boleh gue saranin? bilang aja lo masih mikir mana yang cocok, nanti kita cari ide lagi buat tetap menolaknya. Kecuali kalau lo berubah pikiran dan menerima dia, tapi harus mutusin Afkar"
" Enggak lah, enak aja bilang mutusin ka Afkar, sudah gila lo"
" Kalau gitu ikutin saran gue tadi"
" Iyaa, gue turuti saran lo". Alya dan Roni berjalan menuju Kevin yang sejak tadi melihat-lihat beberapa mobil.
" Sudah ketemu sayang?"
Kevin menyambut kedatangan Alya dan Roni dengan tersenyum
" Alya masih mikir ka, masih bingung, iya kan Ron?"
Alya menoleh ke arah Roni
" Iya, katanya masih bingung"
" Kalau begitu nanti Roni sambil kasih masukan saja sama Alya biar tidak bingung lagi, besok-besok juga tidak apa"
Alya mengangguk.
" Kita minum dulu yu"
Roni mengajak mereka untuk duduk di satu sudut ruangan, disitu ada 3 meja bundar, dimana dalam satu meja memiliki 6 kursi. Setelah duduk, seorang karyawan mendekati mereka
" Maaf pa, mau minum apa?"
Roni menoleh ke arah Kevin
" Mau minum apa?"
" Sayang mau minum apa?
Kevin malah bertanya pada Alya
" Es kopi susu ada mbak?"
Karyawan itu mengangguk
" saya juga"
Kevin pun menjawab ketika karyawan itu menoleh padanya
" Saya teh hangat saja"
Sambil menunggu pesanan datang Roni menyerahkan beberapa brosur mobil kepada Alya, Alya pun membolak balik brosur itu. Kevin hanya memandangnya
Alya, kamu cuma ingin menghindari ini kan? kamu bahkan tidak berkeliling untuk melihat-lihat barang disini, kamu hanya sibuk berbincang dengan Roni, entahlah berbincang atau bertengkar karena terlihat berkali-kali kamu terlihat kesal saat bicara dengannya. kamu juga menerima video call dari Afkar kan, kamu tertawa bahagia menerimanya, kamu juga melambaikan tangan dengan mesra. seharusnya kamu terima saja hari ini Alya, karena walaupun kamu menolak, aku tetap akan membelikannya untukmu, aku akan pergi sebentar lagi, aku tidak bisa lagi mengawasimu, tidak bisa mengantar dan menjemputmu, kamu akan kepanasan, kehujanan, laptop ynag nanti akan berisi dengan file penting tugas magang dan skripsimu itu harus kamu jaga, kamu itu orangnya tidak berhati-hati, gegabah, dengan motormu itu tas laptop akan kamu letakan dimana? saat hujan kamu akan melindungi diri dan file kamu dimana?. Kalau kamu bawa mobil, semua akan aman saja, kulitmu tidak akan tersengat matahari, tubuhmu tidak basah karena kehujanan, mengertilah Alya, aku sangat ingin menjagamu agar kamu selalu dalam keadaan nyaman dan aman.
" Sayang, mungkin kamu belum menemukannya yang cocok hari ini, bagaimana kalau kartu identitasmu dikirim ke Roni saja, kapanpun kamu mau nanti biar Roni yang urus, bukan begitu Ron?"
" Maksudnya ini atas nama Alya ya?"
Roni menekankan kembali agar tidak salah paham
" Iya, atas nama Alya"
Roni mengangguk, benar-benar gila, aku ada di lingkaran mereka yang tidak waras.
Roni meminjam kartu identitas Alya dan menyerahkannya kepada satu karyawan yang tadi menemani Kevin. Gue butuh Arga saat ini.
Setelah shalat magrib dan mengambil piring kosong dengan sendoknya Alya memasuki kamarnya. Tadi dia sudah membeli nasi goreng di dekat kost untuk dibungkus dan makan di rumah saja sambil menonton televisi.
Judika
" Assalamualaikum ka"
" Waalaikum salam bidadari, sedang apa"
" Lagi santai aja"
" Boleh video call"
" Boleh".
Klik
Panggilan video
" Lagi mau makan ya sayang?"
" Enggak apa-apa, biar berasa makan berdua"
" Iya.Tadi ada acara sama Roni?"
Deg deg deg, mana video call lagi
" Enggak, cuma main aja, sebentar lagi kan kami magang di tempat berbeda, mau nikmati dulu masa-masa bersama ka"
" Benar juga, pasti bakalan kangen-kangenan. Oh iya tadi itu showroom ya?"
" Iya ka, ternyata Roni itu punya showroom gede, banyak banget ka mobilnya, Alya aja sampai bingung milihnya"
" Memilih?"
Dooor, mulut gue ,mulut gue blong lagi
" Hehehe, maksudnya Alya lagi menghayalin nanti kalau sudah kerja banyak duit, Alya mau beli yang mana"
" Semoga aku cepat bisa belikan ya sayang"
" Alya enggak minta sama kaka, tadi pas mampir aja sekalian sambil becanda sama Roni, katanya pilih yang mana, akhirnya enggak ada yang Alya pilih, hahhaha"
" Memang sayang mau yang mana?"
" Apa aja ka, asal di samping ka Afkar aja, tapi jangan yang mogok ya"
" Semampunya aku akan memberikan yang terbaik"
" Aamiin, kaka sudah makan?"
" Sebentar lagi, menemani sayang makan sampai selesai dulu"
" Ka, Alya akhirnya magang di kantor papah"
__ADS_1
" Ooh, jadi selama 2 bulan menginap di rumah ya?"
" Kayanya begitu ka, pergi dan pulang bareng papah".
Afkar cuma tersenyum, hatinya sedih, sudah terbayang di pikirannya bagaimana Alya akan semakin dalam keadaan terpojok karena aku.
" Makan yang banyak sayang, biar kuat,, menghadapi kenyataan, hehehe"
" Doain aja Alya ya"
" Pasti lah, nama wanita mana lagi yang aku sebut di dalam doa ku selain mama dan nama sayang"
Alya tersedak
" Minum sayang, segitu aja sudah grogi"
Alya langsung meminum air putih disampingnya
" Yee, siapa yang grogi"
Alya tersipu, sudah lama kita saling mencintai begini ka, setiap kamu sedikit saja memujiku aku selalu gugup. Alya kekasihku, masih saja sering serba salah dengan berbagai tingkah, merah merona pipi malumu. Kenapa kamu masih saja selalu tersipu dan malu begitu, dan satu yang paling aku senangi, salah tingkahmu yang selalu berakibat, sejak dulu pertama kamu merasakan jatuh cinta seperti dicabut nyawa katamu, bersendawa, cidera kepala, dan banyak hal yang membuatku selalu tertawa.
" Sudah selesai makannya?"
" Iya sudah, kaka sudah mau makan juga?"
" Iya, mau beli di warung depan itu"
" Makan yang banyak ya ka, biar kuat kerjanya, banyak duitnya, cepat lamar Alya, hehehe"
" Doakan ya sayang"
" Iya, nama siapa lagi yang Alya sebut di dalam doa"
" Namaku?"
" Enggak juga"
" Sayaaaang, hahaha".
" Alya mau bikin tugas dulu ya ka, kalau nanti Alya tidak nyambung lagi kaka chat antara dua nih, bisa keasikan bikin tugasnya atau ketiduran"
" Iya, besok subuh aja aku bangunin shalat. Selamat malam sayangku, selamat bikin tugas, selamat beristirahat, selamat tidur"
" Sama-sama ka"
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam"
" Emuuah"
" Sayang ka Afkar"
Alya melambaikan tangan
Klik.
Terima kasih ka.
Tiiit
" Iya Ron"
" Lo dimana?"
" Baru datang, tadi habis makan"
" Ga, siang tadi gue kedatangan tamu istimewa yang sebenarnya sangat tidak gue harapkan di showroom"
" Siapa?"
" Alya dan Kevin"
" Darimana dia tau lo punya showroom?"
" Kayanya dari Kevin"
" Terus?"
" Kevin mau beliin Alya mobil"
" Alya mau?"
" Mau"
" Dia bilang malah mau menyelesaikan urusannya sama Kevin tadi siang"
" Tapi gue bicara sama dia, kayanya sementara dia nurut sama gue, tidak menerima hadiah itu".
Hening
" Kevin gimana?"
" Kayanya tetap mau beliin Ga, kartu identitas Alya aja sudah di copy sama karyawan gue, katanya biar kapanpun Alya mau langsung aja dibikinkan surat-suratnya, atas nama Alya"
" Kayanya break ini berakhir dengan mulus, Kevin malah semakin gencar"
" Ga, kalau menurut lo nanti Alya balik lagi ke tempat gue dan beli mobil gimana?"
" Lo kan memang penjual mobil, ya jual aja"
" Tapi kenapa gue merasa kasian sama Afkar ya"
" Kita juga tidak tau Ron, mungkin memang Kevin jodohnya Alya, bukan perkara kasian lagi, semoga aja Alya bisa menghadapinya dengan baik"
" Begitu ya, gue baru kali ini tidak profesional bekerja, malah berencana mau batalin penjualan"
" Bukan salah lo Ron kalau dia beli disana, mungkin memang Alya harus memakai mobil mulai sekarang"
" Maksud lo?"
" Kita ini akan ninggalin dia sementara, dan kita akan menuju skripsi, tidak mungkin dia selalu tergantung kita, dia harus mandiri, mungkin ini baik juga untuk keselamatannya, gue sih ambil positifnya aja, Kevin memberi hadiah ini biar Alya tidak merasa kesulitan lagi"
" Afkar?"
" Nanti kita bicarakan lagi, gue juga bingung Alya ini harusnya bagaimana"
" Jadi gue tidak usah menghalanginya lagi buat milih mobil Ga?"
" Menurut gue begitu, Kevin menyayanginya dengan cara begitu, dan saat ini Alya memang butuh itu"
" Oke deh, makasih Ga, gue tadinya mau nelfon lo saat Alya sama gue tadi, tapi Kevin ada juga, enggak enak gue"
" Iya"
" Ya udah deh Ga, gue mau makan malam juga, lo besok konsultasi lagi?"
" Sudah di setujui gue"
" Sip lah, gue juga, artinya kita perlu nyiapin diri aja lagi"
" Iya"
" Oke Ga, Assalamualaikum"
" Waalaikum salam".
Klik.
Arga menyalakan televisi dan bersandar pada tempat tidurnya. Kevin pintar mengambil suatu kesempatan, dia sudah mengambil hati orang tuanya, jika ini terus dilanjutkan kamu akan semakin lemah Afkar, kalian hanya punya cinta. Kenapa kalian tidak menguatkan akar lebih dahulu, malah menambahkan daham dan dahan, kalian akan lelah mencapai puncaknya. Alya bilang kekuatan cinta itu akan bisa memberikan keajaiban dan kekuatan, aku sendiripun tidak tau bagaimana kekuatan cinta itu.
__ADS_1