
Siang-siang begini sambil menunggu mata kuliah selanjutnya,makan cotto makasar memang salah satu pilihan yang baik, Makanan tradisional ini berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Karena Alya sudah tergoda sejak penampakannya di televisi malam minggu kemarin, alhasil siang ini ia sukses membujuk Sylvia untuk makan siang disana. Bangyoes dengan cekatan menyiapkan pesanan Alya dan Sylvia dibantu 2 orang yang siang itu bertugas mengantar pesanan ke meja pelanggan dan seorang lagi menyiapkan pesanan minuman. Kedua gadis manis itu melahap hidangannya dengan lahap. Ini memang tepat jam makan siang, saat yang tepat perut untuk minta diisi. Dan masakan ini memang enak, terbukti pelanggan-pelanggan mereka masih saja datang dan datang lagi karena sudah membuktikan kelezatan dari masakan di rumah makan ini.
" Syl, gue mau cerita".
Begitu isi mangkok dihadapan mereka sudah pindah ke dalam perut.
" Cerita apa Al?"
Posisi mereka memang sudah berhadapan, dan kali ini Alya terlihat serius untuk bercerita
" Malam minggu tadi, ka Afkar datang ke kost, dan nyari gue"
" Berakhir dong penantian lo"
" Dia nanyain siapa Roni, ya gue ceritain aja yang sebenarnya"
Sylvia mengangguk" Apalagi?"
" Kami cuma cerita-cerita ringan aja, padahal gue ngeharapin dia ngomong yang lebih jauh Syl"
" Mungkin belum Al, mungkin juga enggak"
Sahut Sylvia menggoda
" Ih nggak asik nih, masa nyahutnya gitu"
Sylvia terkekeh
" Idih, becanda Al"
" Menurut lo dia ada perasaan qa ya sama gue"
Sylvia mengangkat bahunya " Gue kan qa liat gimana dia malam itu"
" Syl, ka Afkar cakep banget, sumpah. Malam itu gue benar-benar terpesona, jantung gue berasa tidak berada di tempatnya"
" Hati-hati Al, kalau jantung lo pindah perlu operasi jantung lo"
" Syl,,, gue serius"
" Hahaa, ya itulah orang jatuh cinta Al, kurang waras"
" Tapi gue sebel banget sama Yanti Syl, gue kan dandan sebelum menemui ka Afkar, tapi dia bilang gue kaya topeng monyet mau kondangan"
" Ha? emang lo dandan gimana?"
" Ya apa aja yang ada di rak kosmetiknya Yanti gue pake"
" Hahahaaa,, bener qa waras lo Al, kayanya gue setuju sama Yanti, kapan elo pernah pegang make up dan tau di bagian wajah mana harus lo pakein, whaaha, penasaran gue hasil makeup lo, ada fotonya qa?"
Alya menggeleng
" Pantas aja pertama liat gue ka Afkar bengong, gue kira dia takjub sama kecantikan gue, aduh Syl,,, malunya gue"
" Lagian lo ngapain juga pake dandan segala"
" Gue kan mau kelihatan cantik Syl, eh iya sebelum itu juga kejedot pintu gara-gara ngintip ka Afkar di balik pintu, sampe benjol Syl".
" Waahh, sayang banget gue qa liat langsung Al, hahaha"
Seminggu berlalu
Afkar tidak pernah lagi berkunjung ke kost Alya, entah sibuk, entah qa mau lagi liat Alya yang kaya topeng monyet mau kondangan, yang suka ngintip sampe benjol.
Pagi minggu ini Alya santai diatas balkon kostnya seperti biasa dengan gitar kesayangannya.
Em Am
Ketika ku mendengar bahwa
D Bm
kini kau tak lagi dengannya
Em Am D
dalam benakku timbul tanya..
Bm Em
masihkah ada dia
Am D
dihatimu bertahta
Bm Em Am
atau ini saat bagiku
D C
untuk singgah dihatimu
Bm Em
namun siapkah kau tuk
Am C D
jatuh cinta lagi...
__ADS_1
[Reff 1:]
C D
meski bibir ini tak berkata
Bm Em Am
bukan berarti ku tak merasa
D G G7
ada yang berbeda diantara kita
(-Em) C D
dan tak mungkin ku melewatkanmu
Bm E Em Am
hanya karna diriku tak mampu untuk bicara
Bm Cm D G
bahwa aku inginkan kau ada dihidupku
..C Am G
" Lagi jatuh cinta ya Al"
Alya menengok mba Cici yang sedang menjemur pakaian di samping kirinya. Balkon ini memang luas, dan di bagian sisi kiri ada tempat penjemuran karena sisi inilah yang langsung terkena sinar matahari saat pagi sampai menjelang siang
" Kalau nyanyi lagu cinta kan qa perlu jatuh cinta mba, kemaren Alya nyanyi lagu sedih, qa ditanyain lagi putus cinta,"
" Wajarlah mba nanya gitu kamu belum punya pacar, kalau mba nanyain kamu putus tapi belum punya pacar kan aneh Al"
Mba Cici mulai meladeni omongan qa jelas Alya, hitung-hitung ada yang nemenin ngobrol pikir mba Cici.
Yanti mencolek punggung Alya, Alya kaget karena tidak ketahuan tiba-tiba aja sudah muncul disampingnya
" Tuh Afkar nyariin"
" Ka Afkar?"
" Iya, eh Al, lo seriusan pedekate sama Afkar?"
Ke kepoan Yanti muncul
" Bukan gue yang pedekate, tapi dia kaliii"
Sahut Alya dan berlalu meninggalkan Yanti dan mba Cici yang bengong.
Kali ini Alya langsung saja turun menemui Afkar, tanpa ganti baju tanpa dandan, malah saking cepatnya sambil bawa gitar lupa menaruhnya.
Alya berusaha tampil sesantai mungkin walau kegugupannya kembali menyerang
" Apa kabar Al?"
Duuuh meleleh lagi gue
" Baik ka"
" Bawa gitar, mau kemana Al"
Alya baru sadar kalau gitarnya ikutan ke bawah
" Ooh ini, heheehe,tadi lagi main di atas, eh kebawa sampe sini"
" Bisa main gitar Al?"
" Sedikit ka, hobi aja sambil hiburan, kaka mau main?"
" Aku qa bisa Al, main gitar qa bisa, nyanyi apalagi, hehe. Mau dong liat kamu main Al"
Alya menggaruk-garuk kepalanya bingung. Bukan takut qa bisa, Alya bisa lah beberapa lagu atau ngintip di youtube kunci nya, tapi kali ini dia malu, masa pamer main gitar dihadapan calon pacar, hehehe pikirnya konyol.
" Nanti aja deh ka, kapan-kapan"
Afkar tersenyum
Runtuh runtuh dah benteng pertahanan gue kalo gini, seandainya senyum itu bisa gue milikin
" Aku mau denger Al, pasti manis banget kalau kamu metik gitar sambil nyanyi"
Manisss??? dia bilang gue manis, handphone mana handphone, gue mau merekamnya biar Sylvia percaya kalau gue cerita nanti.
Alya duduk di samping Afkar dan membenarkan posisi duduknya agar nyaman bermain. Gue harus profesional nih, qa boleh konyol lagi.
" Mau lagu apa ka?"
" Hhmm, Iwan Fals boleh, kumenanti seorang kekasih"
Alya menoleh ke Afkar yang sedang berada disampingnya dan sekarang posisinya benar-benar dekat
" Itu lagu favorit Alya ka, Alya mau mainin tapi kita nyanyi bareng ya"
" Tapi aku qa bisa nyanyi Al"
" Alya mau nurutin permintaan kaka, masa kaka qa mau nurutin Alya"
Demi melihat wajah Alya yang belagak imut, Afkar mengangguk
__ADS_1
" Tapi sebisanya aja ya Al"
lntro : F Dm Bb C
F Bb
Bila mentari bersinar lagi
C F C
Hatiku pun ceria kembali
F Bb
Ku tatap mega tiada yang hitam
C F
Betapa indah hari ini
(*)
C
Ku menanti seorang kekasih
Bb F
Yang tercantik, yang datang di hari ini
C
Adakah dia kan selalu setia
F Bb F
Bersanding hidup penuh pesona
C F
Harapanku
Chorus :
Bb C F
Jangan kau tak menepati janji
C F
Datanglah dengan kasihmu
Bb C F
Andai kau tak datang hari ini
C F
Punah harapanku
lnt: F Dm Bb C
F Bb
Ku tatap mega tiada yang hitam
C F
Betapa indah hari ini
Alya meletakan pick gitarnya dan tersenyum puas
" Suara kaka oke banget, nanti-nanti kita ngamen di taman deh ka biar dapat duit"
Mereka berdua tertawa, keliatan banget Alya bahagia.
" Al, boleh tidak aku ngajak kamu jalan?"
Pelan sekali afkar bertanya, hampir telinga Alya tidak mendengar.
Alya memandang Afkar seakan meminta penjelasan lagi
" Aku mau ajak kamu jalan-jalan keliling kota, tapi naik motor, kalau misalnya kamu malas atau takut kepanasan, tidak usah aja, tidak apa-apa"
" Ka Afkar ini mau ngajakin jalan apa mau ngajakin berantem?"
Afkar kaget dan bingung
" Katanya mau ngajakin Alya jalan, belum di jawab udah mau batalin"
" Maksudku kalau kamu keberatan ya tidak usah"
" Siapa yang keberatan? Ayu lah"
Eh ngapain gue langsung semudah itu jawab, harusnya kan ada negosiasi dulu, apa pake syarat kek, ketahuan banget gue lagi nunggu ajakan begini
" Kalau gitu, kapan kita berangkat?"
Afkar tambah bingung, Alya jawab mau, tapi kok diam aja di tempat kaya anak lagi di setrap guru gara-gara lupa bikin peer.
" Eh iya, Alya ganti baju dulu ya ka"
__ADS_1
Alya beranjak dari duduk menuju ke lantai atas untuk ganti baju.
Edisi kedua memandang lemari pakaiannya, kali ini tidak pakai acara bongkar lemari lagi, cukup baju kaos lengan pendek berwarna coklat muda, celana jeans hitam, dan jaket jeans biru muda. Udah cantik, tambahin tas slempang kecil buat naro dompet dan handphone nya. Ini namanya ngedate ya? memang boleh nge date sama yang bukan pacar, eh calon pacar maksudnya, hehe.