Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Kenapa Tidak Mengabariku


__ADS_3

Sebuah mobil sedan hitam berhenti di sebuah halaman yang luas. Afkar turun dari mobil dan melepas topinya.


Joy dan Fani sedang mian badminton di halaman.


" Waah Afkar kerja siang malam, jangan terlalu di porsir bro, simpan tenaganya buat masa depan, hahaha".


Fani mengelap wajahnya. Afkar ikut tertawa


" Ya ini buat masa depan"


Jawabnya enteng


" Afkar, bagantian dulu nah, cari paluh"


Afkar menaikan alisnya


" Maaf apa artinya?"


Joy tertawa


" Artinya kita main badminton dulu, cari keringat"


Afkar tersenyum


" Aku mulai harus belajar bahasa Banjar ya"


" Iya, harus itu, apalagi sudah parak beisi pacar urang Banjar"


Afkar kembali tidak mengerti


" Maksudnya bagaimana?"


" Artinya tuh Cindi mendekati, calon pacarmu, hehehe"


Afkar menoleh, Cindi mulai mendekati mereka


" Afkar, sudah pulang? bisa temani aku? mau melanjutkan laporan, tapi harus cari inspirasi keluar biar dapat ide".


Afkar mengangguk


" Iya aku sudah pulang, memangnya mau di antar kemana?"


" Nanti aku tunjukan, aku ambil laptop dulu ya"


" Iya".


Joy dan Fani tertawa.


" Baru tiga bulan kamu sudah bisa merebut hati Cindi, kami sudah bertahun-tahun tidak pernah diperhatikan Cindi, whahaha"


" Saya biasanya cuma mengantarnya saja, tidak pernah apa-apa, maaf kalau ada yang tersinggung"


Fani malah menertawai nya

__ADS_1


" Afkar Afkar, tidak ada yang tersinggung, kami malah senang jika diantara kita ada yang bisa memacari anak ibu kost, nanti diturunin ya harga sewanya, hahaha".


Cindi datang dengan membawa laptop yng sudah dimasukan ke dalam tas kecil. Afkar memasang topinya kembali


" Saya permisi dulu ya" pamitnya pada Fani dan Joy sedangkan Cindi dengan cueknya sudah duluan menuju mobil sewaan Afkar


" Mau kemana Cin?"


Tanya Afkar sambil menyalakan mesin mobil


" Aku mau ke siring"


" Iya"


Afkar sudah mengenal beberapa tempat di Banjarmasin dan tidak perlu lagi memakai panduan lokasi.


Salah satu tempat bersantai favorit di Banjarmasin adalah Taman Siring merupakan wisata yang di kembangkan di tepian sungai Martapura. Taman ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di seberang Kompleks Masjid raya Sabilal Muhtadin.Taman ini memiliki tempat yang nyaman untuk kegiatan bersantai, nongkrong, bermain, menikmati pemandangan serta melakukan kegiatan lainya di sekitar taman siring seperti menikmati kuliner khas Banjar. Di taman ini ditumbuhi banyak pohon sehingga suasananya rindang dan sejuk. Pohon-pohon di sini berjenis penopang tanah bantaran sungai seperti trembesi yang memang sengaja ditanam oleh Pemerintah agar sungainya lestari. Di dua bagian ujung Siring sepanjang satu kilometer ini ada dermaga apung.


Afkar memarkirkan mobil, Cindi mengajaknya turun, Afkar mengikuti Cindi yang menuju satu sudut. Duduk di lantai siring yang terdiri dari bebatuan bermotif. Ada juga yang timbul.


" Afkar temani aku ya"


Afkar mendekati Cindi dan ikut duduk di sebelahnya. Cindi mulai membuka laptop dan beberapa kertas. Afkar memandang ke arah sungai dengan suasana lampu-lampu yang bercahaya dan sebagian berkelip. Pantulan cahaya ke sungai sangat cantik. Beberapa pedagang lesehan juga menyediakan karpet-karpet untuk pengunjungnya. Beberapa menu nya adalah roti bakar, jagung bakar, pisang bakar dan beberapa minuman teh ataupun kopi yang dikemas dalam gelas plastik dan ditutup dengan alat agar tidak tumpah.


Seandainya Alya melihat ini dia pasti akan senang, Alya akan memintanya untuk dibelikan jagung bakar dengan cocolan cabe yang banyak, kemudian memesan minuman kopi atau juice dengan rasa alpukat ataupun cokelat, tidak cukup hanya segelas, karena dia pasti akan merasa pedas, akan diminumnya minumanku yang masih utuh sampai habis, baru dia meminta izinku, dan terkadang lupa berterima kasih. Afkar tersenyum mengingat gaya Alya yang sedang merasa kepedasan, kadang diapun ikut jahil mengerjai Alya dengan menyembunyikan minumannya dan membuat Alya kehilangan kontrol dan cepat berlari menuju pedagang minuman, saat itu aku akan langsung memeluknya dan memberikannya minumanku, dan akhirnya, aku yang harus kembali mengantri untuk membeli minuman lagi, Kamu suka sekali jajan, sebentar-sebentar mengucapkan Alya lapar, tapi kenapa tidak juga berat badanmu bertambah, oh mungkin tenaganya lari ke mulutmu yang tambah bawel dan cerewet itu.


" Kok senyum-senyum Afkar?"


Pertanyaannya Cindi mengagetkan Afkar


" Ooh Afkar boleh tanya sesuatu?"


" Boleh, ada apa?"


Afkar membalikan posisi nya dan menghadap Cindi, perempuan bertubuh tinggi dan berambut panjang itu sedikit tergagap, oooppps kenapa jadi gugup begini


" Eeemm, kamu belum punya pacar?"


Afkar hanya tersenyum, aku sudah tidak punya pacar lagi, tapi hatiku akan selalu miliknya


" Afkar, kenapa tidak jawab?"


" Kemarin ada, hehehe"


" Ooh sudah putus?"


Afkar mengangguk.


" Cindi, aku boleh tanya?"


Deg deg deg, mau tanya apa Afkar? aku kenapa mengharapakan dia bicara sesuatu ya, Cindi salah tingkah sendiri


" Kenapa kamu suka mengerjakan skripsimu di luar begini? bukannya harus konsentrasi misalnya di dalam kamar, apa kamu tidak terganggu dengan suara bising begini?"

__ADS_1


" Ooh, seseorang punya cara masing-masing biar tidak bete kan Afkar. Aku malah merasa lebih santai begini, kepalaku bisa lebih leluasa untuk berpikir dan mencari ide, kenapa? kamu sudah bosan menemaniku?"


" Maaf, bukan begitu, aku hanya ingin tau, kenapa wanita sepertimu harus keluar untuk menyelesaikan laporan nya, terima kasih jawabannya, aku akan tetap menemanimu"


Afkar tersenyum melihat beberapa kertas yang bertanda silang dan garis-garis coretan pada berkas yang dibawa Cindi, ini sepertinya laporan yang sudah di cek dosen pembimbing skripsi dan harus dalam perbaikan. Afkar kembali menatap sungai dengan pantulan cahaya lampu. Alya cintaku, kamu bagaimana? jika kamu pun merasa bosan dan ingin mengerjakan skripsimu di luar begini siapa yang menemanimu malam-malam seperti ini ? kekasihmu itu juga jauh, Arga dan Roni pasti juga sibuk dengan skripsi mereka, jangan keluar sendiri dengan motor mu Alya, jangan keluar malam lagi ya. Ahh, aku begitu mengkhawatirkanmu, apa kamu baik-baik saja disana? Aku ingin menghubungimu sekarang juga, tapi sudah jam 9 malam, mungkin kamu sudah perlu istirahat, besok saja.


Setelah mengantarkan penumpang ke Rumah Sakit Umum Daerah Ulin, Afkar mematikan aplikasi driver grab car nya, meraih ponsel yang ada di dasboard, menatap sebentar kontak yang ada, bidadari. Tangannya gemetar, apa aku sanggup mendengar suaranya setelah tiga bulan tidak menghubunginya, apa dia masih mau menerima panggilan telepon ku, apa dia ada di rumah orang tuanya lalu tidak berani mengangkatnya? tapi kalau aku tidak menghubunginya aku tidak tau bagaimana keadaannya, apakah dia baik saja, apakah skripsinya sudah berjalan. Aku bahkan tidak bisa tidur sampai subuh demi mengkhawatirkan keadaannya. Aku juga belum mengabarkan kalau aku sudah pindah ke Banjarmasin, mungkin saja nanti atau kapanpun dia akan jalan-jalan kesini dan kami akan bertemu, begitu pikirannya sampai kepada bayangan mereka bisa bertemu di sini Afkar menjadi sangat bersemangat. Tanpa gentar dan ragu segera di tekannya tombol hijau.


Tiiit,,,tiiitt. Kenapa belum diangkat ya


" Assalamualaikum"


Alya mengangkat, aku mendengar suaranya, cintaku, ini aku, aku menghubungimu dan kamu mengangkatnya.


Suara mamamu, kamu sibuk?


Kevin, dia menyebut Kevin, kamu bersamanya sekarang Alya?


Baiklah, aku minta kita sambung nanti saja, tidak, biar kamu saja cintaku yang menghubungiku, aku tidak ingin kamu disalahkan lagi karena ketidak sabaranku, kamu setuju, kamu akan menghubungiku lagi nanti, aku akan menunggunya Alya.


Kamu sedang bersamanya di rumah Pandu, kamu sudah menerimanya, apakah kamu juga sudah mencintainya Alya? bagaimana perasaanmu sekarang? apakah kamu masih merindukanku? Cintaku, aku tidak mengenal apapun lagi sekarang selain satu cinta yang terus kupinta dalam doa, yang menuliskan cerita namun sudah ditinggal pemiliknya. Yang mengenalkanku tentang bahagia walau rindu kadang menggoda, namun sekarang menguap pada udara


Satu bidadari yang membuat hatiku tak lagi utuh.


Kasihani aku cintaku, yang semakin tersesat dalam sketsa rindu dengan aksara buramnya


imajinasi yang terombang ambing


padamu kekasih jiwa.


Satu jam, dua jam, tiga jam. Alya kenapa belum menghubungiku ya, apa acaranya sampai malam? mungkin juga Pandu mengadakan acara besar dan Alya belum bisa menghubungiku. Baiklah aku pulang saja dulu, mungkin nanti malam dia baru bisa menelfon ku.


Jam 9, jam 10, jam 11 malam. Alya kenapa masih belum menghubungiku? apa dia lupa? tidak, aku tidak percaya dia melupakan janjinya, ini kan malam minggu? apakah dia sedang bersama Kevin menikmati malam minggunya? iya benar, mereka kan sedang bersama. Ooh cintaku, aku yang sedang sangat mengkhawatirkanmu, sedang kamu bersamanya, kamu tertawa Alya? kamu bercanda dengannya? kamu berada dalam pelukannya? sakitnya aku masih saja memendam cinta yang sama sekali belum berkurang kadarnya. Tunggu,,mungkin juga kamu tertidur karena kelelalah, iya, kamu itu energik dan lincah, tapi kamu juga pernah tumbang dan lelah di saat hal sepele sekalipun, kamu bisa tiba-tiba sakit seperti saat sedang jatuh cinta padaku, kamu juga pernah tiba-tiba sakit saat pertama di sidang orang tuamu untuk melepasku dan menerima Kevin di rumahmu saat itu. Iya, kamu mungkin sedang capek, berbaring memandang foto kita dan kemudian tertidur. Baiklah cintaku, lelaplah dan beristirahat. Aku masih menunggumu.


Jam 6, jam 7, jam 8. Sudah pagi cintaku, kamu pasti sudah bangun, menatap embun yang jatuh pada rumput liar yang wanginya bisa menyegarkan pernapasanmu, atau memainkan gitar dan melagukan cerita cinta yang masih atau sudah tidak bertema rindu lagi. Kenapa belum menghubungiku? ada apa Alya? atau tadi malam acaranya masih belum selesai dan kamu tidur terlalu larut, lalu kamu akan bangun pagi untuk shalat subuh kemudian tidur lagi? mungkin juga, baiklah cintaku, aku berangkat kerja dulu, istirahat lah dengan nyaman, jika nanti sudah bangun kabari aku, emuuah.


Sudah sore lagi, hari ini aku dapat banyak penumpang cintaku, mungkin karena ada doa mu juga di dalamnya, terima kasih. Kenapa ponselku belum berdering? ini kan sudah sore? aku mulai mencurigaimu, kamu lupa? tidak mungkin kan selama 24 jam lebih kamu sedang bersama Kevin? apa aku yang lebih dulu menghubungimu? tapi bagaimana jika kamu masih di rumah Pandu dan masih bersama keluarga mu, kamu akan terlihat salah lagi. Cintaku, jika sulit untukmu kenapa tidak chat saja aku, katakan kamu sedang sibuk, aku akan mengerti dan tidak membuatku lebih khawatir begini.


Sudah jam 12 malam cintaku, ada apa? aku kembali tidak bisa tidur. Baiklah, besok pagi aku yang akan lebih dulu menghubungimu, sebelum aku berangkat kerja dan sebelum kamu berangkat kuliah, Selamat tidur cinta ku. Afkar duduk di teras depan kamar kost nya menatapa bulan dan bintang yang bersinar seakan memang sudah menunggunya untuk membisikan pesan untuk jiwa di cinta


" Selamat malam cintaku, sudah malam, jangan lagi menyukai tidur larut , katamu saat terakhir kita bersama di taman itu mulai sekarang akan menyukai angin malam, tidak usah cintaku, tidur saja. Besok kamu akan kembali kuliah dan siapkan saja tenaga untuk skripsimu. Selamat malam dan selamat tidur wahai kekasih jiwa, sang pewarna mimpi, yang mencairkan hati yang beku ini. Semoga indah mimpimu malam ini.


Bulan jagakan dia dan peluk selalu dalam hangatmu


Angin, bertiuplah sekedarnya, jangan membuat dia kedinginan


Bintang, jika dia masih bermain gitar dan belum tidur katakan lanjutkan besok saja, raga dan hatinya juga perlu istirahat


Langit, tolong jika mimpi buruk akan menghampirinya lindungi dan jauhkan secepatnya.


Alya cintaku, aku ingin bercanda lagi, dengan semua kejahilan dan kelucuanmu. Seandainya saja masih bisa, tidak perlu lama.


Inikah hati yang memiliki tapi tidak bisa manyandingi, aku yang kamu sebut rindumu, sayangmu, sekarang hanya sebuah jasad yang masih kuat dengan percaya di dalam doa. Aku masih berfirasat kalau kita masih akan bertemu. Alasanku bertahan disini untuk melihat cahayamu dari jauh, aku tidak bisa merangkaikan kata, aku hanya bisa memaknai rindu, rindu yang tidak bisa memilih, hari ini atau besok. Masihkah ada aku dalam rancangan masa depanmu atau sudah beralih ke dia?

__ADS_1


Selesai dengan pengharapannya Afkar pun masuk dan memejamkan matanya, tidak sabar menunggu besok pagi, aku akan menelfonmu cintaku.


__ADS_2