
Seorang wanita berusia 45 tahun sedang mondar-mandir di dapur berukuran 4x8 meter. Tampak senyum sumringahnya sejak tadi pagi selalu menghiasi wajahnya yang cantik. Sejak pukul 5 subuh ia sudah merengek minta diantar suaminya ke pasar pagi untuk membeli bahan-bahan yang akan di masak siang itu. Ada cempedak muda yang di bakar dengan kulitnya, ikan gabus, bawang merah, santan, sambal terasi, garam. Cempedak muda dan ikan gabus di bakar, setelah masak cempedak di kupas dan dipotong melintang sepanjang sekitar 3 cm, masukan ke dalam santan yang sudah tercampur dengan sambal terasi, terakhir masukan ikan gabus yang sudah di panggang.
" Sedap banget keliatannya ma"
" Iya dong pah, masakan mama kan cuma ada 2 rasa, enak dan enak banget"
Lelaki berusia 47 tahun bertubuh tinggi tegap itu tertawa
" Iya sih, tapi kalau masaknya sebulan sekali gimana papah mau gemuk"
" Enggak nyampe lah pah, dalam seminggu kan mama nyempat-nyempatin masak"
Si papah terkekeh sambil mencomot tempe goreng yang sudah siap di atas meja makan.
Bibi yang sudah 10 tahun ikut bekerja di rumah ini ikut tersenyum, ini baru obrolan orang tua nya, kalau anaknya yang 3 lagi kumpul hebohnya luar biasa.
Tuan Rangga Pratama seorang Asisten Manajer di sebuah perusahaan retail, mempunyai 3 orang anak. Anak pertama Pandu Alvaro Pratama berumur 24 tahun dan sudah bekerja di perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa, anak kedua Alyana Putri Pratama berumur 18 tahun dan sekarang menjadi mahasiswi baru di ibukota Provinsi, hanya berjarak 200 km dari kabupaten mereka, sedangkan anak ketiga, Anastasya Putri Pratama, masih duduk di kelas 1 SMA. Anak pertama dan keduanya saat ini tidak tinggal di rumah mereka karena Pandu bekerja di luar kota, begitu juga Alyana. Hanya si bungsu Anastasya yang masih tinggal serumah karena sekolahnya dekat dengan rumah. Nyonya Siska, seorang bidan yang bekerja di Puskesmas dan juga membuka praktik di rumah, kesibukannya itulah yang membuat dia jarang bisa melaksanakan aksi masak-memasaknya, seperti juga suaminya, makan siang di kantor masing-masing, Anastasya pun lebih sering makan di kantin atau rumah makan dekat sekolahan sebelum pulang sekolah. Sementara malam, Bi Inah lah yang lebih sering pegang kendali, untungnya masakan bi Inah sesuai dengan selera orang rumah, dan mereka selalu memasrahkan pada bi Inah apapun menu untuk makan malam. Dan hari ini 2 anak mereka akan datang, walau cuma 2 hari. Tentu saja mereka sebagai orang tua menantikan dengan rasa suka cita setiap kali anak-anak mengabarkan akan pulang. Seperti hari ini sejak subuh dapur sudah di obrak-abrik mama untuk menghidangkan menu-menu favorit anak-anaknya.
Terdengar suara mobil berhenti di halaman
" Pah, Alya datang tuh".
Mama langsung mencuci tangan untuk menyambut Alya, papah pun langsung berdiri ke depan pintu.
" Assalamualaikum"
Alya berlari memeluk papahnya
" Waalaikumsalam"
Papah membalas pelukan Alya.
" Gadis mama sudah balik kandang ya,,,"
Si mama nerobos aja dari belakang papah
" Mama Alya makin cantik aja Alya tinggalin, diapain papah mah" Sambil mencium pipi kiri dan kanan mamanya.
Mama mencubit tangan Alya
" Assalamualaikum om, tante"
Di belakang Alya sudah berdiri Arga, Roni dan Afkar. Mereka pun mencium punggung tangan Pa Rangga dan Nyonya Risma.
" Waalaikum salam" jawab keduanya
" Sylvia mana Al?'
" Sudah kami antar ke rumah nya mah".
" Ooh, eh iya ini siapa Al"
Sambil menunjuk afkar
" Ini ka Afkar mah"
Mama tersenyum
" Kaka angkatan ya Al?"
" Bukan ma, dia sudah kerja"
" ooh"
Mama berteriak dari ruang tamu memanggil Anastasya
" Tasya, ini ka Alya sudah datang"
Arga terbahak sesaat
" Rupanya ilmu teriak lo turunan dari tante ya"
Mama melotot, walaupun baru bertemu Arga satu kali, tapi mereka sudah kaya jadi sahabat aja, tingkah Arga yang konyol memang kurang lebih sama dengan gaya mama masih muda, mirip ke Alya sekarang lah
Seorang gadis manis keluar dari kamar sambil masih memegang stik PS
" Gue tinggalin kuliah jauh-jauh kelakuan lo masih aja gini ya de"
" Malah makin parah Al, kalau kamu disini kan bisa tengah malam maksa dia berhenti, sekarang tidak ada yang ngawasi lagi"
__ADS_1
" Mama nih, Tasya juga ngerasain ngantuk, kalau sudah ngantuk ya tidur, iya kan pah"
Sambil melirik papah minta pembelaan. Papah cuma geleng-geleng kepala tanda tidak setuju. " Kalau tidur sambil makan itu namanya ngigau Tas"
Sahut Roni ikutan nimbrung
Klakson mobil berbunyi 2x, sebuah mobil sedan hitam masuk ke halaman luas yang dihiasi dengan 2 pohon mangga dan jambu, sedangkan bunga-bunga kecil dalam pot berjejer dan sebagian bergantung di teras rumah.
" Ka Pandu datang"
Tasya berlari ke halaman, si bungsu ini memang bahagia banget kalau yang datang Pandu, karena sudah bekerja, Pandu selalu memanjakannya dengan hadiah-hadiah setiap pulang.
" Pandu bawa siapa mah?"
Tanya papah ketika melihat Pandu turun dari mobil dengan seorang wanita
Mama menggeleng
" Enggak tau pah".
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Seorang lelaki berperawakan tinggi berbadan atletis, kulitnya yang putih dan rambut lurus memasuki ruang tamu sambil mencium tangan papah dan mamah, diikuti gadis yang bersamanya.
" Pah, mah kenalin ini Kayla, teman sekantor aku"
Gadis manis dengan rambut panjang hitam dan berhidung mancung itu tersenyum manis
" Selamat datang di rumah kami, maaf ya seadanya"
" Terima kasih tante, om sudah menerima Kayla bertamu"
Arga berbisik
" Al, gue lapar"
Bisikan Arga terdengar mama
" Oh iya, ini tamu dari jauh-jauh, masa sampai kelaparan, ayo kita makan, mamah sudah masak makanan favorit kalian"
Bi Inah sudah menyiapkan berbagai menu masakan di atas meja. Mereka menempati kursi masing-masing.
" Waaahh, keren mama sayang, bikinin makanan kesukaan Alya"
Sambil berbinar-binar menatap hidangan yang ada di meja makan
" Iya lah Al, mama dari subuh lo nyiapkan ini"
" Papah yang bantuin Al" sahut papah tertawa.
Para tamu segera menikmati hasil usaha jerih payah mamah, papah dan bi Ijah dengan lahap, mamah memandang semuanya dengan perasaan bahagia dan puas, mereka ini lapar apa kelaparan ya.
Setelah makan dan shalat zuhur berjamaah mereka mulai mengambil posisi masing-masing. Arga dan Roni merebahkan diri kasur kecil depan televisi, Afkar dan Pandu mulai ngobrol di ruang tamu. Mama, Alya, Tasya dan Kayla ngobrol di teras sambil membahas bunga-bunga mama yang koleksinya semakin banyak. Sementara papah sedang sibuk menerima telf dari kantor, hari libur pun masih saja disibukan dengan pekerjaan-pekerjaan.
" Kerja dimana Afkar?"
Tanya Pandu ramah
" Saya OB ka"
Jawab Afkar malu-malu
" Oh enggak apa-apa, mereka yang sukses banyak loh yang dari bawah, karena mereka jujur, ikhlas, rajin, berusaha dan berdoa, enggak ada yang qa mungkin kan?"
Afkar mengangguk, sungguh Alya beruntung lahir di keluarga ini, ramah, hangat, bersahabat, berkecukupan, pantas saja Alya adalah gadis ceria, dibesarkan di tengah keluarga yang bahagia begini.
" Ka Panduuu, hadiah Tasya mana???"
Tasya mendekati Pandu sambil memelintir-melintir pergelangan tangan Pandu
" Aww, sakit Tasya, iya kaka bawa, di mobil"
" Kunci"
sambil menegadahkan tangannya meminta ke Pandu, Pandu menunjuk samping televisi
" Kayanya tadi kaka taro di samping televisi de"
__ADS_1
Tasya berlari menuju televisi, tak sengaja kakinya terinjak kaki Arga yang sedang tengkurap di depan televisi
" Awww, sakiit"
Teriakan Arga terdengar dari ruang keluarga, ruang tamu sampai ke teras, mereka menuju arah suara
" Ada apa?"
Tanya mama cemas
" Ini lo tante, Tasya nginjak kaki Arga"
" Siapa suruh kaki selonjoran begitu, biasanya kan Tasya lari-lari di sini enggak ada hambatan, lah ini tiba-tiba ada kaki, salah siapa?"
" Gue kan lagi tengkurap Tas, cape gue 5 jam nyetir buat bawa pulang kaka lo, rebahan disini kepala gue disini, tubuh gue disini, masa iya kaki gue di halaman"
" Kalau kaki kamu di halaman, itu namanya mutilasi Ga"
Tuh mama mulai deh becanda garing nya
" Tante nih, enggak kasian apa calon mantu diinjak-injak begini"
" Percaya dirinya ketinggian Ga, emang Alya udah nerima kamu?"
Mama belum berniat berhenti mengerjai Arga
" Nasib gue Ron, tiap hari disiksa Alya, sekarang adeknya, dikata-katain sama calon mertua, miris gue" sambil menepuk punggung Roni
Malam itu semua tamu laki-laki tidur di ruang keluarga dengan beralaskan kasur-kasur yang sudah rapi disusun mama.
Waktu mereka berbaring mama ngitung sambil berdiri "1,2,3,4,, pas udah, tinggal di taburin cabe, bawang merah, mangga muda, masukin ke daun pisang, tinggal pepes"
" Mamaaaa"
" Tante,,,," mereka spontan berteriak, kecuali Afkar.
" Ini adalah perwujudan Alya yang sekarang, periang, lucu, konyol, suka iseng"
Sementara papah lebih serius, tapi sama sekali tidak terganggu demgan kekonyolan yang penghuni lainnya ciptakan di depan matanya.
" Pandu, kamu sudah ngantuk? papah mau bicara"
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam, tapi pasukan "pepes" masih menonton film di televisi. Pandu bangun dan mengikuti papah menuju teras, mama yang mendengar ikutan keluar juga
" Kenapa pah?"
" Kayla itu siapa?"
" Iya, mamah mau nanya belum sempat kita ngobrol berdua".
Seperti biasa mama suka nguping dan suka nyelutuk
" Pacar Pandu pah"
" Papah enggak keberataan kamu punya pacar, usia kamu sudah hampir 25, sudah kerja, papah juga menikah usia segitu, tapi papah kurang nyaman Pan, kamu ngajakin anak gadis orang ke rumah nginap, walaupun di sini pasti dalam pengawasan kami, tapi apa kata orang tua nya kamu bawa kesini, kamu sudah izin ke orang tua nya?'
" Dia kost pah, jadi Pandu enggak bisa izin lah'
" Nah apalagi itu, papah enggak mau ya anak papah bawa anak gadis orang sedang orang tuanya tidak tau, karena papah juga enggak mau ade-ade kamu diperlakukan begitu"
Pandu mengangguk " Iya Pandu ngerti pah, maafin Pandu. Tapi Pandu memang serius sama Kayla, makanya Pandu ajak kesini buat ngenalin sama calon mertua"
Senyum-senyum melirik mama
" Kamu sudah selidiki keluarganya Pan?".Mama ikutan komentar
" Sudah mah, orang tua nya pedagang tekstil, dan dari keluarga baik-baik, Insya Allah Pandu tidak salah pilih"
Mama mengangguk, papah menepuk pundak Pandu
" Kalau kamu merasa sudah menemukan jodohmu, kita percepat saja, tidak ada yang kamu tunggu kan? supaya mamah papah cepat dipanggil oma opa"
Mereka bertiga tertawa di teras
" Tidak terasa ya pah, anak-anak kita sudah besar"
" Iya mah, semoga kita berumur panjang melihat mereka menjadi sholeh sholehah dan sukses dan menikmati bermain bersama cucu-cucu'
" Aamiin".
__ADS_1