Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Persiapan Wisuda


__ADS_3

Mobil honda civic berwarna white Orchid pearl memasuki Bandara Yogyakarta International Airport Kulon Progo, setelah menempuh jarak 42 km dari pusat kota Yogya akhirnya Alya sampai tepat pukul 6 petang. Alya menuju ke terminal kedatangan dan memarkir mobilnya. Ini kali ke dua dia berada disini untuk menjemput seseorang. Menurut jadwal kedatangan pesawat sudah mendarat 5 menit yang lalu. Alya turun dan berjalan ke arah pintu masuk sambil membuka ponsel dan menekan tombol panggilan


Tiiit


" Assalamualaikum"


" Waalaikum salam, ada di mana ka?"


" Sedang menunggu koper, sayang dimana?"


" Tebaaaakk?"


" Hmmm, sudah di kost ya?"


" Salaaah"


" Di jalan mau ke kost?"


" Salah juga"


" Dimana ya?"


" Kaka dijemput ya?"


" Tidak, aku naik taksi online saja"


" Kenapa tidak dijemput?"


" Pa Budi mendadak ada keperluan"


" Kalau begitu biar Alya yang jemput"


" Jangan, ini sudah mau malam, aku saja yang ke kost kamu ya?"


" Tidak perlu"


" Kalau ngambek, iya deh boleh jemput, aku tunggu dimana?"


" Tidak usah ditunggu, Alya sudah dibelakang kaka"


" Apaaa?"


Kevin menoleh ke belakang, dari jauh dilihatnya seorang gadis sedang melambaikan tangannya


" Sayaaaang"


" Surprise, hahhahaa"


" Tunggu, aku ambil koper sebentar"


Kevin menggeleng melihat kejutan Alya kali ini. Setelah mendapatkan kopernya Kevin langsung mendekati Alya


" Sayaaaang, kok tidak mengabari dulu"


" Namanya juga kejutan, senang tidak?"


" Aku tidak bisa mengungkapkan perasaan senangku"


" Mafa ya Alya yang minta pa Budi nelf kaka dan bilang sedang sibuk, biar Alya yang jemput kaka"


" Lucu sekali kamu sayang, aku sama sekali tidak menyangka"


Ini permintaan mama ka, Alya juga kaget tadi saat makan siang mama menelfon dan minta Alya langsung ke kost saja dan tidak perlu pulang ke rumah, mama bilang kaka pulang hari ini dan mengambil penerbangan jam 5 petang dan meminta Alya menjemput Kevin di bandara, Alya sudah bilang akan pulang kantor jam 5, tidak keburu, tapi mama malah bilang papah sudah meminta kan izin Alya untuk pulang lebih awal karena ada keperluan, dan tidak tanggung-tanggung, bukan hanya minta izin pulang awal, tapi juga izin 3 hari. Untuk apa? untuk mendampingi Kevin saat wisuda. Kenapa 3 hari? karena Kevin akan berada di Yogya selama 3 hari. Sang raja datang, aku yang hanya rakyat jelata akan menjemputnya, tapi tak apalah, hitung-hitung mencicil harga mobil ini.


" Tidak menyangka?"


" Iya, mama bilang Alya akan ke Yogya besok pagi, dan aku malah berniat akan menjemputmu besok pagi, ternyata malah aku yang dijemput"


Alya tersenyum, permainan apalagi yang diinginkan orang tua kita ka, selama dalam batas hiburan begini aku masih bisa menjalaninya, toh aku juga kangen sama Roni dan Sylvia, besok aku akan menemui mereka, sedang Arga tidak bisa karena dia maaih ada di Jakarta.


" Sudah magrib, kita cari nmesjid dulu ya, baru kita makan malam"


Alya mengangguk


Berdua menuju parkir mobil, Kevin masih saja dengan memuji Alya dengan penjemputan mendadak ini, sedang Alya biasa-biasa saja, kenapa ini begitu membuatmu terpana, ini kan hanya penjemputan?


" Sayang tadi sendiri?


" Iya ka"


" Besok mama papa ku datang"


" Iya"


" Besok kita cari pakaian ya buat lusa"


" Alya kan sudah banyak pakaian yang kaka belikan dulu, masih bagus lo ka, cuma Alya pakai sekali per gaun"


" Ini kan hari spesial ku, boleh kan aku minta?"


" Setiap mau membelikan pakaian juga kaka bilang spesial"


" Memang kamu spesial, hehehehe. Tapi bener, lusa adalah hari spesial ku, aku mau orang yang aku sayangi juga tampil spesial"


" Memangnya Alya mesti pakai apa sih lusa?"


" Hmm, biasanya ya kalau aku liat-liat pendamping itu pakai semi kebaya gitu"


" Pakai konde"


" Boleh".


Alya dan Kevin tertawa lepas. Membayangkannya saja Alya terpingkal-pingkal


" Bagaimana kalau beneran kita coba?"


" Enggak lah ka"


" Pasti kamu cantik banget"


" Sanggulnya yang gede gitu ya ka"


" Iya, nanti ku cetak gede-gede"


" terus di tempelin di dapur?"


" Tidak, aku cetak 2, satunya tempel di depan pintu rumahku, ditulisin nih, ini calon ratu di rumah ini, satunya di tempel depan kantorku, ini calon Nyonya Kevin"


" Whahaaa, kasian banget yang liat ka, pasti melongo dan bilang dalam hati, tuan Kevin matanya kebalik ya? cewe begini diambil buat calon ratu? enggak ada yang lebih bagusan"


" Memang tidak ada"


" Alya liat tu kalau kaka posting foto, duaaaart yang like ribuan cewe, yang komen juga ratusan"


" Mana ada sih, aku cuma punya sedikit teman"


" Jangan bohong, Alya ngikutin kok, apalagi kemarin pas posting di depan kantor yang pake jas hitam dasinya cokelat muda, sampai ada yang komen, dijadiin selir juga mau"


" Aku tidak baca, habis posting tidak pernah buka lagi"


" Ada juga ka yang komennya gini, andai diterima pasti bahagia banget, walaupun cuma jadi pembantu nya, hahaha".


" Masa?"


" Yang aneh ni, siapa ya namanya, komennya cowo seganteng ini tidak boleh sendiri, harus gue temenin, jadi teman hidup"


" Apalagi?"


" Banyak, itu baru postingan kemarin, belum lagi postingan diatas diatasnya"


" Sayang suka ngintip yaaa"


Kevin tertawa


Alya menelan ludah, huuh keceplosan, ketahuan deh


" Sesekali"


" Sesekali apa sering kali?"


" Geer lagi kan?"


" Kalau sama kamu aku memang selalu geer, ada obatnya tidak biar aku sembuh?"


" Tauuu"


Alya ikut terkekeh.


Seusai makan malam Kevin mengantarkan Alya ke kost nya


" Aku pulang naik taksi online saja"


" Bawa saja mobilnya ka"


" Aku malu pinjam terus"


Alya mencubit lengan Kevin


" Jangan menyindir ya"


" Siapa yang menyindir?"


" Kaka tadi bilang apa?"


" Sayang, bisa tidak sih lelaki itu tidak selalu salah dimata perempuan"


" Hahhaa"


" Supaya aku tidak salah bagaimana?"


" Bawa mobilnya, besok balikin, ini kan punya Alya, puaaass?"


" Wuiiihh ditinggal dua minggu jadi seram, dikasih kerjaan apa sih di kantor?"


" Oh iya Alya lupa cerita"


" Cerita apa?"


" Masa ka di kantor papah Alya tidak punya kerjaan? bolehnya cuma bantuin ngetik doang, Alya kan juga pengen nih disuruh perbanyak berkas ini, tolong bikinkan ini, tolong bikinkan itu, Alya jadi bingung ka, kadang Alya ikutan papah aja, itu juga tidak dikasih ikut kelapangan"


" Memang tidak perlu lah Alya itu mesti ngerjain yang begitu"


" Itu kan tugas nya Alya ka?"


" Kalau nanti memimpin perusahaan Alya masih sempat buat memperbanyak berkas? masih sempat bikin ini bikin itu, kamu cuma perlu mengecek, perlu berdiplomasi, perlu strategi"


" Jangan-jangan kaka ni yang minta biar Alya tidak dikasih pekerjaan?"


" Sebagian"


" Iihh, Alya kan jadi bingung ka seharian mondar mandir aja"


" Kenapa tidak ada kerjaan? kan bisa telfon aku, video call aku, chat aku, aku tunggui sampai 2 minggu tidak pernah tuh menghubungi, kupikir kamu kerja banget disana"


" Ooh, jadi memang kaka yang minta Alya nganggur gini dan minta telfonin, receh banget sih ka"


" Kalau gitu nanti ya aku bilang deh sama bos kamu, kasih kerjaan yang banyak, sama aja kan ada kerjaan sama enggak ada kerjaan juga tidak pernah menghubungi aku"


" Yeee, balas nih, boleh kalau tega"


" Makanya udah nikmatin aja"


" Iya deh paduka raja"


" Bilang apa tadi?"


" Enggak ada"


" paduka raja?"


" Iya kaka memang Raja, Alya cuma rakyat jelata"


" Pernah ada raja mengemis pada rakyat jelata dan tidak punya harga dirinya?"


" Enggak tau"


" Hehe, jangan lagi ngomong begitu ya"


" Iya paduka raja"


" Sayaaaangg"


" Hahaha".


" Ya udah sudah malam, besok aku jemput ya kita cari pakaian"


" Kaka cari juga?"


" Iya"


" Kan pakai toga juga"


" Bukan buat besok, tapi buat acara pernikahan kita"


" Udah deh ka, hayalannya ntar kepanjangan, hahaha, Alya masuk dulu"


" Enggak ada salam kangennya nih?"


Kevin menunjuk pipi nya dengan telunjuknya sendiri


" Ka, kalau belum pulang-pulang juga perlu Alya yang anterin pulang?"


" Bener deh sayang, 2 minggu ditinggal sudah mirip ,,,"


" Apaa?"


" Enggak jadi, hehehe"


" Nenek lampir?"


" Memang pernah liat?"


" Enggak, konon katanya sih"


" Ya udah, aku pulang atau tidak nih?"


" Ya pulang"

__ADS_1


" Gimana mau pulang kamu tidak turun dari mobil, apa mau ikut aku pulang heeeemm"


Kevin memainkan alisnya


" Ooh iya Alya lupa turun. Ka hati-hati bawanya ya, ini mobil mahal"


" Duuh, yang diperhatiin mobilnya, aku nya enggak?"


" Iya deh dua-duanya"


" Hahaha, selamat malam ya, selamat beristirahat, mimpi indah, Assalamualaikum"


" Waalaikum salam, ka jangan sampai lecet ya mobilnya"


" Sayang, kalau lecet besok kita ganti baru, sepakat?"


" Enggak, kalau lecet showroom Roni kita beli sama Roni nya"


" Hahhaa, Alya Alya, sudah istirahat, tidur ya, tidak usah telfon-telfonan lagi sama yang lain"


Alya memonyongkan bibirnya


" Daah ka".


Alya memencet bel di depan pintu, setelah pintu dibuka baru Kevin meninggalkannya.


Panggilan tak terjawab 3 kali, ka Afkar


Tiiit


" Assalamualaikum"


" Waalaikum salam ka, maaf tadi tidak dengar"


" Tidak apa, sayang dimana?"


" Di kost"


" Lho, sama siapa?"


Eiittts, sebentar, atur napaaaas


" Ka Pandu"


" Kenapa"


" Ada sedikit yang harus Alya kerjain besok ka di kampus"


" Balik lagi kapan?"


" Tiga hari"


" Tidak apa meninggalkan tugas di kantor?"


Eng ing eng,, napas tolong teratur ya


" Ini kan tugas juga ka"


" Oh iya deh, nanti kabarin ya, aku tadi sempat cemas, sudah malam soalnya, biasanya kan sayang selalu kasih kabar walau cuma dua kata, sudah di rumah, atau mau makan malam"


" Iya maaf ya ka"


" Tidak apa, ya sudah istirahat ya"


" Iya ka"


" Sudah makan sayang?"


" Sudah ka tadi di jalan"


" Aku juga masih ada yang dikerjakan, selamat tidur, mimpi indah , Assalamualaikum bidadari"


" Waalaikum salam ka"


" Emuuah"


" Sayang ka Afkar"


Klik


Uuuppss, maaf ka, Alya terpaksa bohong biar kaka tidak kepikiran sama Alya. Janji deh Alya tidak nakal kaya janji Alya kemarin.


Alya mandi dan langsung shalat, karena badannya merasa cape, Alya langsung tertidur.


Pesan terkirim


"Kepada pagi yang membiru


Kita beradu mengalun rindu


Sedu sedan syahdu


Padamu menitip pesan


Raga yang tak menjumpai tuan


Pulanglah segera hati menantikan


Daun pagi


Desau mimpi berakhir saat fajar bermata jingga menyapa


Memberi batas mimpi dan mewujudkannya


Menghantar santun rembulan berpulang"


Pesan masuk


" Pagi yang indah untuk harapan yang merekah


Untuk perjalanan menemui kekasih jiwa ku melangkah


Masih pagi untukku membaur


Dalam rindu cintaku bermata bintang timur


Selamat pagi duhai bidadari


Yang selalu menyinari hati"


Pesan terkirim


" Udah merayu aja, sudah mandi belum?"


Judika,,


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam bidadari"


" Sudah mandi?"


" Sudah ,mau bukti?"


" Enggak usah, terima kasih, hehehe"


" Ke kampus jam berapa sayang?"


" Semoga lancar ya"


" Iya ka, hari ini mau kemana ka?"


" Aku ada tugas keluar, tapi masih di sekitar sini aja sih"


" Iya, Alya tidak usah di chat ya ka, sorean aja atau malam, takutnya Alya tidak pegang ponsel"


" Iya, malam aja, aku juga mungkin pulangnya malam"


" Sudah mau berangkat ka?"


" Sebentar lagi, masih mau dengar cerita sayang"


" Enggak ada cerita dulu deh pagi ini"


" Berarti nanti malam banyak dong"


Alya terdiam, cerita apa? hari ini kan aku menemani tuan raja baru.


" Iya, nanti Alya kumpulin dulu ya, hehehe"


" Ya udah, aku mau siap-siap juga, sampai nanti malam sayang"


" Iya ka, hati-hati, semoga semua lancar"


" Terima kasih sayang, Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


" Emuuah"


" Sayang ka Afkar"


Klik.


Setelah mandi dan berdandan minimalis seperti biasa Alya mengecek ponsel


Mengirim pesan group WhatsApp


Alya


" Haii guyss, gue balik selama 3 hari, ada yang kangen gue?


Sylvia


" Guee kangeen, jam berapa bisa ketemu?"


Roni


" Bolos lo Al?"


Alya


" Enak aja bolos, bos gue sudah ngizinin"


Arga


" Ngapain balik, kok enggak kasih kabar, tau gitu gue juga balik"


Roni


" Jangan bolos berjamaah"


Alya


" Ka Kevin besok wisuda, gue diminta orang tuanya mendampingi"


Sylvia


" Oh iya besok wisuda, kemarin gue nemani ka Agus nyari jas baru buat besok"


Alya


" Gue nanti malam ada Syl, kalau pagi mau cari pakaian dulu kata Ka Kevin"


Roni


" Kalau gitu nanti gue juga ke tempat lo ya Al, jemput lo, kita makan diluar"


Alya


" Maaf ya sahabat gue, lo lupa gue punya mobil, enggak ada jemput-jemputan, gue bisa datang sendiri"


Roni


" Sudah gue tebak, sombong lo bakal berlipat-lipat Al, serah lo deh"


Arga


" Gue juga berasa mau balik deh, gue cari penerbangan sore"


Alya


" Kereen Arga, perlu gue jemput?"


Roni


" Belagu banget ni Alya"


Alya


Mengirim emo tangan meninju


Roni


" Ga, nanti kasih tau gue jadwal penerbangan lo, gue jemput, si Alya kalau jemput bisa minta uang sewa mobil buat beli bensin, mobil aja canggih, beli bensin literan "


Alya


" Ron, konglomerat juga kalau beli bensin literan, ada yang beli bensin langsung satu drum?"


Arga


" Udah, gue mau nyari tiket"


Sylvia


" Gue juga mau berangkat, sampai nanti malam cintaa"


.


Alya


" Sampai nanti malam jugaa, Arga bawain gue oleh-oleh"


Arga


" Gue enggak janji, ini mau ngantor dulu"

__ADS_1


Alya


" Ya udah, bye sayang sayang gueee"


Emo love berjejer.


Jam menunjukan jam 8 pagi. Kevin datang membawa mobil sedan Alya, dan diikuti pa Budi yang membawa mobil Silver Kevin


" pa, pulang nya pakai taksi online ya"


" Iya tuan"


Pa Budi berpamitan pulang


" Alya sudah sarapan?"


" Belum ka"


" Maaf ya aku telat"


" Ini malah kepagian, Alya tadi masih mau tiduran?"


" Mau tidur lagi? sudah jam segini, tidak baik buat kesehatan"


" Becanda ka, perut Alya sudah lapar"


" Ayo kita cari sarapan"


Kevin membukakan pintu mobilnya


" Kita pakai yang ini aja ya, soalnya nanti mau jemput mama papa di bandara"


" Iya ka"


Mereka memasuki halaman sebuah rumah makan sederhana yang menyajikan menu khas sarapan pagi. Warung makan bernama Warung Makan Prasmanan Selera Semua ini selalu dipenuhi pengunjung, buka setiap jam 7 pagi, beragam masakan rumahan sudah tersedia. Untuk pilihan nasinya bisa nasi putih, nasi merah, atau nasi kuning. Menu yang ditawarkan cukup beragam mulai dari ayam goreng, ayam kecap, jengkol, teri, telur dadar, kerang, daun singkong, tumis labu, sampai lodeh tempe semuanya tersedia.


Setelah sarapan Alya dan Kevin mulai berburu pakaian dan perlengkapan buat besok. Untuk soal penampilan Alya tidak perlu berikir keras, Kevin akan sangat cekatan memilihkan model terupdate dan termodis untuk dikenakannya dan seperi biasa Alya tidak perlu protes, semakin menolak Kevin malah akan membeli semua yang sudah dipilihkannya, jadi cara teraman adalah menurut saja, uangnya uang dia, gue santuy aja, begitulah motto Alya sejak beberapa bulan yang lalu setiap mereka berbelanja. Sebuah gaun bermodel A line V neck lenght chiffon Lace mother of the bridge dress berwarna abu-abu, sebuah warna netral yang dapat menciptakan kesan misterius, namun juga mententramkan dan menimbulkan perasaan damai. Kesan yang lain dari abu-abu antara lain adalah independen dan stabil, menciptakan keheningan dan kesan luas. Kevin juga memilihkan tas yang akan terlihat makin fashionable Tentu saja warnanya juga harus senada dengan warna dress. Karena dress yang Alya pakai sedikit menggunakan Swarovski di bagian dada, Kevin juga memilihkan model clutch dengan sedikit tambahan Swarovski agar terlihat semakin modis. Juga karena tas model clutch sangatlah populer.


Di toko yang khusus menyediakan beragam model ukuran dan merk ternama yang mereka singgahi ini berjejer banyak tas pesta model ada yang memliki 2 way yang dilengkapi dengan tali yang dapat dilepas-pasang agar lebih praktis. Kevin memilihkan Charles & Keith Classic Push-Lock ini rasanya lebih cocok digunakan Alya besok Sebab, ukurannya cukup kecil dengan dimensi 65 mm x 150 mm x 220 mm. Tas ini hanya memiliki satu komparten utama yang di dalamnya terdapat satu kantong ritsleting dan 4 slot kartu. Meskipun model tas ini klasik persegi, tetapi tetap terlihat elegan karena sentuhan tali rantai silver.


Tali rantai ini bisa difungsikan menjadi dua model strap model crossbody dan tas bahu, dengan memanjangkan atau memendekkan tali. Model pengunciannya adalah pushlock closeure yang senada dengan warna tas, dibingkai  gtone hardhardwareold , dan material PU. Meskipun ukurannya mungil, tetapi Alya tetap bisa menyimpan dompet pendek, ponsel, mungkin bedak dan lipstik kecilnya.


Tugas Kevin memilihkan busana dan aksesoris untuk menunjang penampilan Alya besok selesai


" Aku ke kampus dulu, gladi resik, kamu mau ikut?"


" Tidak, Alya mau pulang saja ka, sudah lama tidak kumpul teman-teman"


" Baik lah, kuantar ya, nanti aku mau jemput mama papah sekalian"


" Ka, nanti malam Alya sudah janjian sama Sylvia Arga dan Roni mau makan malam"


" Oh ya, Arga balik jua?"


" Iya, tadi pagi dengar Alya balik tiba-tiba mesan tiket juga, hahaha"


" Wah seru, aku diajak enggak?"


" Hhmm, tadi pagi sih janjian cuma berempat, kecuali mereka bawa pasangan ya ka"


" Hehehe, iya enggak apa, aku juga mau istirahat dulu, besok kan hari besar"


" Iya ka"


" Mau aku antar?"


" Tidak, kan Alya sudah punya mobil"


" Kayanya peranku mulai tersingkir deh sama si white itu"


" Hahaha, mungkin ka"


" Ya udah, kita pulang, oh ya, nanti jangan pulang larut malam ya, istirahat yang cukup, besok pagi aku jemput"


" Iya ka".


Empat sekawan memasuki ruangan besar yang diberi nama Rumah Makan Gugah Rasa.


Baru 2 minggu tidak bertemu kangennya seperti sudah melalui bilangan tahun


" Ini anak magang mana sih, belagu banget"


Arga mengusap rambut belakang Alya yang sudah lebih dulu sampai dan duduk


Alya menoleh ke belakang, begitu melihat Arga langsung memeluk


" Arga, gue kangen, lo jahat banget enggak ada balas chat gue, kemarin gue curhat enggak ada di balas"


" Gue sibuk tapi gue baca"


" Sombong banget"


" Bukan sombong, gue malas ngomong di telf, mau langsung aja jawabnya"


Slyvia melongo


" Curhat apaan, gue enggak dikasih tau?"


" Bukan begitu Syl, gue cuma enggak mau ganggu lo, kan sudah punya suami, enggak enak aja"


" Gue enggak dianggap sahabat lagi ya?"


Sylvia pura-pura bersedih


" Enggak usah drama Syl".


" Hahaha"


" Kita pesan makan dulu"


Roni melambai ke arah seorang wanita muda yang terlihat sedang membawa buku menu.


Seusai makan malam tentu saja dengan gaya konyol masing-masing mereka masih sibuk bercerita pengalaman magang masing-masing


Judika,,,


" Assalamualaikum ka"


" Waalaikum salam sayang, lagi ngapain?"


" Lagi sama teman-teman, video call deh ka"


" Iya"


Klik


Panggilan video


" Hai ka, kita baru selesai makan, kaka sudah?"


" Barusan"


Alya mengubah posisi kameranya biar terlihat tampang teman-temannya


" Hai Ka Afkaar"


Sylvia melambaikan tangan


" Sehat Syl?"


" Alhamdulillah ka"


Kamera beralih ke Arga dan Roni


" Hai Afkar"


" Salam buat semua ya"


Kamera kembali menghadap wajah Alya


" Gimana tadi sayang, beres?"


Alya mengangguk, beres banget, Alya dapat 2 gaun, satu dress satu semi kebaya, satu tas dan satu sandal berhak 5 cm


" Kaka gimana?"


" Alhamdulillah, ya udah nanti kita sambung lagi, nikmatin dulu saat bersama teman-temannya"


" Iya ka"


" Assalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Emuuah"


" Sayang ka Afkar"


Alya melambai tangan


Klik.


" Al, belum selesai juga?"


Roni langsung menegurnya


" Lo nanyain selesai yang mananya?"


" Sama Afkar"


" Enggak akan selesai, tapi kalau pertanyaan nya sama ka Kevin, ini lagi diusahain"


Sylvia menyikut lengan Alya yang memang berada disebelahnya


" Usahaian maju atau usahain berhenti?"


" Berhenti lah"


" Gue malah liat lo lagi usahain bisa maju"


Alya menatap Sylvia


" Maksud lo?"


" Al, yang liat itu orang lain, bukan diri sendiri, lo enggak merasa sekarang ini lo kaya memproklamirkan ka Kevin sudah menjadi kekasih lo"


" Masa?"


" Lo terima semua hadiah ka Kevin, lo kembali jalan sama dia, lo malah bersedia menjadi pendamping besok, itu apa namanya?"


Alya terdiam


" Ini bukan keinginan gue, gue aja kaget mama kemarin minta gue balik kesini"


" Soal hadiah, mama lo juga yang minta lo terima?"


" Enggak, orang tuanya yang maksa"


" Harus nya lo punya pendirian Al, jangan siapa yang dekat itu yang lo turutin"


" Gue tetap milih ka Afkar sampai kapanpun".


" Tapi prilaku lo enggak bilang begitu"


Alya terdiam, Roni yang sejak tadi hanya mendengar kali ini mulai buka suara


" Al, sampai kapanpun ini tidak akan selesai, kalau lo milih Afkar hentikan semua"


" Kalian enak ya nasihatin gue, karena kalian tidak berada di posisi gue"


" Lo yang tidak keluar dari posisi lo sekarang"


" Jadi???"


" Gue sudah tau jawaban lo Al, lo cinta sama Ka Afkar tapi lo merasa nyaman karena perlindungan dari ka Kevin, begitu kan? enggak bisa lo gabungin Al, semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, jangan menutupi kekurangan seseorang dengan kelebihan seorang yang lain. Itu lah fungsi kita sebagai pendamping, bukan malah ingin mencari kesempurnaan"


Sylvia kembali dengan petuah nya


" Jadi gue balikin mobilnya?


" Bukan mobilnya saja, sikap lo yang harus lo balikin ke Afkar kaya semula"


" Gue tetap biasa aja, lo liat kan barusan kami video call dan masih mesra"


" Tapi lo bohongin"


" Gue tidak jahat, tapi memang belum bisa selesai sekarang, gue usahain secepatnya selesai"


Alya menunduk


Dan ketiga temannya ikut diam dengan pikiran masing-masing


Roni memecahkan kesunyian


" Kalau memang lo merasa Kevin lebih bisa lo andalkan sekarang, putuskan saja Afkar"


Alya melotot


" Gue enggak mau"


" Lo itu emang egois banget Al, lo bakal nyakitin Afkar lebih lama, dan nanti saat dia tau perbuatan lo ini lo bisa bayangin sakitnya dia?"


" Lo bisa bayangin nanti gimana gue akan menghadapi mereka? ka Kevin? orang tua gue? orang tua ka Kevin?"


" Kalau lo merasa tidak sanggup bawa Afkar berjuang bersama, jangan sendiri, ini kan buat kalian juga?"


" Kalian tidak akan mengerti bagaimana mereka memandang ka Afkar"


" Lo bikin lama makin banyak masalah nanti Al"


" Okee, setelah ini gue pasti selesaikan ini, gue akan bicara lagi sama ka Kevin dan orang tua gue"


Sylvia memeluk Alya


" Kita semua sayang lo Al, kita mau lo bisa nyaman, jangan dengan begini, kita juga risih liat lo jalan sama ka Kevin tapi hati lo sama ka Afkar. Apapun yang lo pilih kami selalu dukung, dan jangan takut sendiri, kita selalu bersama lo"


Alya membalas pelukan Sylvia

__ADS_1


" Terima kasih kalian selalu baik sama gue"


Dan makan malam diakhiri dengan suasana sendu


__ADS_2