
Sejak sejam yang lalu Alya dan Afkar bercerita di telf, tak henti-henti Afkar mentertawakan kejadian yang menimpa Sylvia, walaupun sudah jam 10 malam, tapi Alya seperti belum menunjukan ceritanya akan berakhir.
" Rencana Sylvia kedepan bagaimana? itu sudah serius lo Al, bukan kaya kamu sama Arga yang semua menganggap permainan, mama kamu aja menganggapnya lelucon, tapi keluarga Pa Agus pasti menganggap ini serius apalagi sudah diumumkan begitu"
" Belum tau lah ka, sampai hari ini aja Sylvia masih syok".
" Kalau kamu di posisi Sylvia gimana Al?"
" Ya Alya terima lah, Pa Agus itu ganteng maksimal ka pokoknya"
" Kamu tu, siapa aja juga di taksir"
" Whahahhaa".
" Al, aku sudah di promosiin untuk naik jabatan doain ya Al"
" Iya, mudah--mudahan pekerjaan dan kuliah kaka lancar, dipermudah dan kaka bisa meraih yang kaka impikan"
"Amiin, terima kasih doa nya ya Al"
" Sama-sama ka".
" Sudah jam 10 lewat Al, kamu istirahat aja dulu, biar besok kuat menghadapi kenyataan, kayanya kamu bakal mulai disibukan lagi sama Sylvia, hehehe"
" Iya ka, tadi aja dia seharian disini, Alya juga enggak bisa kasih saran. Ya udah deh ka, kaka juga istirahat ya"
" Masih ada laporan yang harus kuselesaikan Al, mudah-mudahan dalam satu jam bisa selesai"
" Oke deh ka, selamat tidur"
" Selamat tidur, mimpi indah ya"
" Dah ka Afkar,,,"
" Dah Alya, Assalamualaikum"
" Waalaikum salam".
Afkar membuka laptop dan mulai dengan berkas-berkas di depannya, aku harus kerja keras, sukses dan cepat-cepat bisa melamarmu Alya.
Di bagian sudut kota lain, Alya memandang foto selfie mereka berdua yang sudah dicetak dan di letakan di sisi tempat tidurnya. Ka Afkar,,, angan dan kenangan masih kusimpan dan sampai sekarang aku masih bertahan
tanpa batas dan tak tau kapan bisa ku jeda
Penantianku ini artinya apa???
Menunggu tanpa kamu perintahkan
Aku bagai masuk ke dalam hutan
Menuju pulang atau makin tersesat aku tak punya kepastian
Tapi hatiku masih kau pegang, masih kau temani agar jika benar hilang aku tak sendiri. Alya tertidur disamping senyum Afkar, senyum tanpa raga.
6 bulan kemudian
Sebuah rumah sederhana dengan pekarangan luas sedang disibukan dengan berbagai kegiatan, dari halaman terlihat para pemasang tenda sedang mendirikan tenda-tenda yang terdiri dari 6 buah tenda dengan ukuran 4x6 M, 1 tenda frame yang mempunyai rangka yang besar dan kuat. Tenda ini dapat menampung tamu dengan jumlah yang banyak karena diameternya yang sangat luas, berwarna biru kolaborasi putih dengan hiasan beberapa lampu gantung, di pasang khusus oleh para vendor. Seperti pesta pernikahan!
Iya, dua hari lagi Tuan Rangga dan Nyonya Risma memang akan melangsungkan pesta pernikahan putra pertama mereka " Pandu"
Alya dan teman-temannya baru saja datang, mereka terlihat sangat antusias dengan pernikahan ka Pandu. Beberapa keluarga jauh juga sudah berdatangan ke rumah bercat putih itu.
" Setelah ini disambung pernikahan Alya lagi kan ka Siska?"
Goda tante Lia saudara mama dari Sumatera
" Mudah-mudahan aja dek"
Mama cuma mengaminkan saja setiap ada yang mempertanyakan itu, mama belum terlalu ambil pusing karena usia gadisnya baru saja 20 tahun, baru semester 4, jalannya masih panjang, kuliah yang bener, begitu pikirnya sederhana.
" Entar aja tan, Alya mau kuliah dulu, terus kerja, baru deh mikirin kawin"
" Sambil jalan juga enggak papa Al, lebih baik menikah di usia muda, biar jarak orang tua dan anaknya tidak terlalu jauh"
" hehehe"
" Memang sudah punya pacar Al?"
Alya terkekeh saja, dia aja tidak tau jawabannya.
Malam itu Alya, Sylvia, Arga, Roni dan Ka Pandu sedang menikmati barbeque di belakang rumah mereka, tidak begitu luas, hanya berukuran 4x6 M, tapi cukup lah buat meletakan alat panggangan mama, satu meja bundar dan 5 kursi. Sambil menggigit jagung bakar hasil mereka berempat, terkecuali ka Pandu karena ia dilarang dekat asap agar mukanya yang baru dibersihkan orang salon tidak terkena dampak bau asap dan debu.
" Besok kaka udah enggak perjaka lagi" Goda Alya. Disambung tawa yang lainnya.
" Mudah-mudahan gue bisa mengemban beban sebagai suami".
" Aamiin"
" Memang berat ya ka beban suami?"
Tanya Roni
__ADS_1
" Iya lah, semua yang dilakukan istri dan anak-anak adalah tanggung jawab suami, makanya jangan salah memilih istri, kalau dia pembangkang, yang susah kan kita ngaturnya, Insya Allah bini gue ini penurut sama gue"
" Kalau aku calon bini sama sekali enggak penurut ka". Arga ikut nyelutuk sambil menunjuk Alya
" Eh emang gue calon bini lu, gue mau kok nurut sama suami gue nanti"
" Semoga aja suami lo punya hati kaya gue Al"
" Belum kawin aja tiap hari lo sudah disiksa Alya Ga, apalagi sudah kawin. Nah kalo Sylvia nih gue jamin penurut sama Pa Agus, gimana bisa ngambek, cemberut sedikit langsung di bawa ke boutique langsung hilang cemberutnya, motor mogok bukannya di antar ke bengkel, malah di beliin baru, kalau lo kawin nanti, terus goreng ikan hangus, kompornya yang di ganti, kalau ngiris bawang terus lo nangis, pedagang bawangnya yang di pensiunin Pa Agus" sambung Roni
" Sembarangan, gue mau dikawinin bukan karena beliau kaya, tapi karena keluarganya baik banget sama gue"
" Itu sih faktor pendukung Syl, yang utama kan beliau ganteng, kaya, yaaa walaupun sudah berumur"
Goda Roni, dan setumpuk tisu bekas terlempar ke muka Roni
" sialan lo, bukan berumur, tapi dewasa. Gue perlu seseorang yang bisa membimbing gue, gabung sama kalian terus mana bisa berkembang gue"
" Gue bilangin ya sama lo berdua anak cewe, suami itu adalah imam, selama yang diperintahkannya baik lo harus menuruti, liat deh kaya mama ya Al, biarpun kalau diberi kritikan dari papah, sering ngeyel dan panjang banget komentar nya, tapi pada akhirnya mama selalu menurut kata papah
" Jikalau kau cinta benr-benar cinta, jangan katakan kamu tidak cinta"
Handphone Alya berbunyi, panggilan video Afkar
" Calon imam gue video call"
" Belagu lo, dinyatain cinta aja enggak, digantungin iya" semprot Roni.
" Ssstt, berisik lo, Assalamualaikum ka"
" Waalaikum salam, lagi dimana Al"
Alya memutar posisi kamera belakangnya
" Lagi di belakang rumah ka, masak jagung bakar"
" Wah seru nya"
" Iya, kita lagi memandu ka Pandu biar nanti bisa membimbing istri dan anak-anaknya"
" Kebalik Al"
" Oh kebalik ya"
" Ka Pandu, maaf ya aku belum bisa ambil cuti, mudah-mudahan jadi keluarga sakinah mawadah warahmah ya ka"
" Aamiin, terima kasih Afkar, enggak papa, aku juga ngerti kita sekarang susah ambil cuti biarpun ada jatahnya"
Sewaktu kamera menyorot Sylvia, dia langsung nyelutuk
" Aww, sadis"
Afkar cuma tersenyum.
' Hai Arga, apa kabar?"
Arga cuma mengangguk " Baik gue"
" Iya, kapan lo balik kesini, Alya makin ngerepotin nih, kemaren malam tiba-tiba minta beliin seblak, udah jam 11 malam, kami pikir dia ngigau, ternyata habis nonton acara kuliner. Jadilah gue sama Arga nyariin seblak tengah malam, lo tau enggak tampang kami diliatin orang, sangkanya kami punya bini lagi ngidam, makanya sejak malam kemarin kami punya peraturan baru kalau Alya enggak boleh buka youtube kuliner lagi di atas jam 8 malam, kalau masih melanggar tanggung sendiri akibatnya,kalau lo ada kan beban repot dan malunya bakal kita bagi rata"
Pandu yang baru tau ceritanya juga tertawa dan menyelutuk
" Syukur gue sudah bebas dari sikap anehnya adek gue yang unik ini, dulu juga sering minta sesuatu yang enggak masuk nalar, dan gue satu-satunya kakanya ya mesti kebagian tugas menyelesaikannya, selamat menikmati deh kalian sama permintaan Alya. Iklhas gie nyerahin tanggung jawab ini sama kalian"
" Ngapain mengumbar aib gue sih? Sesama manusia itu harus saling menutupi"
Alya mengembalikan kamera depannya dan berjalan menjauhi komplotan perusuh itu
" Jangan dengerin ya ka, mereka cuma mengadu domba"
" enggak papa, dombanya manis ini"
Alya menjulurkan lidahnya
" Gimana kabar hari ini Al?"
" Seru ka, keluarga jauh sudah ngumpul sejak kemarin, beberapa sahabat mama papa juga ada yang datang duluan takutnya besok enggak bisa datang karena harus balik lagi ke Jakarta"
" Waah, pasti kamu senang ya bisa kumpul keluarga"
" Iya, momen begini palingan lebaran bisa terjadi, itu juga enggak semua karena kadang waktunya mepet. Oh iya ka tadi ada cerita lucu lho"
Afkar yang memakai baju kaos dengan beberapa helai rambut jatuh di alisnya yang tebal itu membenarkan posisi duduknya agar terkesan bisa serius mendengar cerita Alya hari ini yang kadang sangat tidak terlalu penting, tapi Afkar selalu menyimak dengan baik karena ia tidak mementingkan ceritanya, ia sedang memperkuat bangunan kepercayaan Alya bahwa walaupun jauh ia adalah sosok yang dibutuhkan Alya.
" Cerita apa tuh"
" Tadi ada bekas tetangga kami dari Jakarta, pas ngeliatin Alya beliau nanya, ini Alya yang dulu suka manjat pohon sama Kevin itu kan, iya jawab papah, sudah besar, cantik lagi"
" Kevin itu siapa Al"
" Kevin itu anak beliau ka, dulu rumah Om Hadi memang disini, Ka Kevin sering main kesini,kami sering manjat pohon mangga sama jambu di depan rumah Alya, dia 3 tahun di atas Alya, waktu Alya masuk SMP dia masuk SMA dan pindah ke Jakarta"
__ADS_1
" Ooh,,,"
" Kata Om Hadi Kevin belum punya pacar, gimana kalau kita jodohin Alya sama Kevin, papah ketawa aja ka"
" kamu pernah ketemu Kevin lagi Al?"
" Setelah dia pindah, Alya enggak tau lagi kabar dia, ini baru aja ketemu lagi sama om Hadi"
" Kevin ikut juga ke rumah kamu?"
" Tadi dia cuma mengantar om Hadi dan tante, dia mau jalan-jalan katanya kangen kampung halaman, kata om Hadi besok mau kesini".
Afkar diseberang sana sangat gelisah, sangaaat gelisah. Ringannya kamu cerita begini Alya, aku merasa di runtuhi beban ber ton-ton.
Mama datang ke belakang sambil bertepuk tangan
" Sudah jam 10 malam, pengantin jangan keluyuran lagi, ayo masuk, ini lagi anak perawan 2, masuk tidur, besok perias datangnya subuh, biar besok cantik, ayo sudah tidur"
" Udah ya ka, di suruh bubar sama satpol PP"
" Alyaaaa"
Mama berkacak pinggang
" Tuh kan ka, padahal Alya ngomongnya pelan, tauuu aja apa yang Alya omongin, hehehe, udah dulu ya ka"
" Iya Al, selamat tidur, mimpi indah, Assalamualaikum"
" Waalaikum salam, dadaaah kaka'.
Sambil melambai ke layar handphone
" Daah Alya" cuma tersenyum tanpa ikut kegilaan Alya.
Memandang foto mereka berdua yang tersenyum saat di bandara dalam bingkai berwarna cokelat muda. Senyummu manis sekali Alya. Tapi detik ini aku tersentak dan memiliki ketakutan kelak kau akan melakukan hal yang pernah kuresahkan. Aku takut kelak kau membuka mata dan menyadari perasaan untukku yang tak lagi sama. Aku masih belum bisa menghadapi kenyataan jika satu waktu kamu akan lelah dan bosan kemudian meninggalkanku begitu saja karena ketiadaan raga dan pasti ku. Mendekap bingkai foto itu sampai tertidur, Alyaku,,,
Sejak subuh semua yang berada di rumah Tuan Rangga sibuk, bagian yang bertugas kepala seksi di masing-masing divisi mulai menjalankan tugasnya. Mama, Alya dan Anastasya memakai baju seragam berwarna biru muda, mama menggunakan model kebaya panjang karena memakai jilbab, Alya dan Tasya memakai model semi kebaya. Tasya hanya membiarkan rambut panjangnya tergerai dan diberi sentuhan keriting gantung di bagian bawahnya, sementara Alya membiarkan hairstylis memutar dan mengobrak-abrik rambutnya dengan kekuasaan penuhnya, karena percuma kalau ia protes justru omelan mama lebih panjang dari ukuran rambutnya, selama setengah jam mereka bertiga sudah disulap bak puteri dongeng.Mama yang sudah cantik semakin cantik dan anggun dengan pemasangan jilbab kreasi nya, dengan makeup yang tidak tebal, mama sungguh memukau, papah yang tidak sabar langsung masuk ke kamar Anastasya yang hari itu berubah menjdi kamar hias. " Cantik banget mama, rasanya papah pengen mengulang perkawinan kita lagi" dan merangkul pundak mama dan mencium pipinya
Disambut dengan cibiran 2 anak gadisnya
" Mau goda-godaan jangan di sini, mata kami masih perawan" sahut Alya sambil memencet kamera pada layar handphone nya dan berselfie
Cekrek cekrek cekrek
Foto terkirim
Ka Afkar
" Cantik betul,,,"
Bidadari
" Gitu aja komennya?"
Ka Afkar
" Aku harus komen apa dong, memang cantik banget"
Bidadari
" Di gombal-gombalin dikit kek, tapi jangan bilang cahaya matahari pindah ke Alya lagi, bosan bacanya"
Ka Afkar
" Tahu gak kenapa kita cuma bisa lihat pelangi setengah lingkaran? Sebab setengahnya lagi ada di mata kamu."
Bidadari
" Nyontek dimana? Tapi lumayan ada kemajuan"
Ka Afkar
" Ya bikin lah"
Bidadari
" Yang bikin siapa?"
Ka Afkar
" Orang lah"
Bidadari
" Dari dulu belum kreatif juga"
Ka Afkar
" Hehe, selamat bersenang-senang ya Al, nanti kirimin lagi foto-foto cantiknya yaaaa"
Bidadari
__ADS_1
" Kalau Alya ingat yaaaa"
emo tertawa lebar. Alya tidak pernah mengirim emoji yang aneh-aneh karena Afkar itu orangnya cool, bisa-bisa tersinggung.