
Mobil hitam Arga melaju di keramaian kota di malam minggu ini. Ini adalah malam minggu pertama nya bersama pacar baru, Nisha.
" Kita makan di mana ya Nis?"
" Di mall aja ka, sekalian jalan-jalan"
" Boleh"
Tiiit
" Haloo Al"
" Lo dimana?"
" Gue lagi di jalan, mau ke mall"
" Heeeh, kok qa ajakain gue"
" Lupa, hahhaa"
" Ga, gue mau ke kedai Bowo, mau mamerin puisi terbaru gue"
" Gue lagi di jalan sama Nisha"
" Ooh gitu ya? enggak papa, ntar gue telf Roni aja"
" Atau gini deh, gue putar balik nganterin lo ke tempat Bowo, gue tinggal lo di sana, nanti pulang nya gue jemput lagi balikin ke kost"
" Boleh, gue tunggu, berapa menit lagi Ga?"
" 10 menit"
" Okee ayang Arga, gue ganti baju dulu"
" Okee".
" Siapa Ga?"
" Alya, biasanya malam minggu kami nongkrong di kedai kopi Bowo, ini dia mau kita jemput buat antar dia ke sana, nanti pulangnya kita jemput lagi anterin dia balik kost"
" Memang dia tidak berani sendiri?"
Deg, ada nada aneh dari bicara Nisha
" Ini kan malam Nis, kalau sore biasanya kami sendiri-sendiri aja"
" Dia kan punya pacar, ngapain masih minta temani kamu?"
Arga mulai merasa tidak nyaman, tidak mungkin membicarakan soal Alya dan Kevin pada Nisha yang statusnya sebagai pacar baru seminggu
" Mungkin Kevin lagi sibuk"
" Aku qa apa-apa sih, cuma nanti jadi keterusan aja"
" Dia sahabatku, aku merasa tidak enak saja kalau dia lagi perlu aku tidak bantu"
" Terserah"
Arga diam dan memutar arahnya kembali untuk menjemput Alya.
Alya masih belum menutup ponselnya, percakapan Arga dan Nisha sangat jelas terdengar di telinganya, tiba-tiba ada yang sesak di dadanya. Klik
Menutup telf sebentar kemudian menekan tombol hijau
" Iya Al, sebentar lagi gue nyampe"
" Tidak jadi Ga, perut gue mules, besok-besok aja"
" Ooh gitu, makanya sudah dibilangin kurangi sambel masih aja, gue mampir ke apotik dulu ya beliin obat"
" Enggak usah Ga, obat gue masih ada, selamat malam minggu ya, daaah"
Klik
Arga,,, maafin gue, di saat yang seharusnya lo lagi senang-senangnya begini masih saja gue tidak peduli sama lo, nyusahin lo, dan lo sama sekali tidak pernah menolak permintaan gue, lo masih tetap memperhatikan gue, lo sampai membela gue daripada Nisha. Betapa jahatnya gue Arga, gue janji gue enggak akan nyusahin lo lagi, lo sudah punya pacar dan gue cuma sahabat lo, gue harus tau diri untuk berhenti merepotkan lo. Bersandar di tepi tempat tidur. Kenapa gue tidak pernah memikirkan kebutuhan Arga, selama ini gue sama Sylvia selalu membuatnya sibuk dengan perkara sepele dan besar mereka, Arga dan Roni adalah tempat paling nyaman untuk dimintai pertolongan secara ikhlas ataupun paksaan. Dan mereka berdua tidak pernah tidak menurutinya, sesekali memang Roni tidak bisa karena sudah ada janji dengan pacarnya, sedangkan Arga tidak pernah karena dia tidak punya asalan menolak menemani selain main Futsal yang jadwalnya sudah mereka hapal dan pastinya tidak bisa ditawar lagi.
Gue sudah kehilangan Sylvia, perlahan Roni dan satu-satunya hero gue Arga, sekarang pun sudah memiliki orang lain. Okee mukai sekarang gue harus mandiri, kekasih gue jauh, dia bisa memberi gue semangat dan kekuatan, tapi untuk tenaga tidak sama sekali, dan itu sudah gue terima sejak dulu.
Malam ini sebenarnya Kevin berjanji mau datang, tapi Alya menolak halus dengan alasan dia mau istirahat, padahal Alya sengaja mau ke kedai kopi sama Arga atau Roni, dia mau memamerkan puisi barunya di kedai itu dan akan mengirimkan video nya pada Afkar. Tapi setelah beberapa menit yang lalu rencananya jadi berubah. Menatap layar ponselnya dan membuka phone book
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam ka"
" Lagi di kedai ya?"
" Batal ka, Arga lagi jalan sama Nisha"
" Ooh, terus?"
" Ya Alya di kamar aja"
" Kalau gitu enggak papa deh main gitar aja sama bacain puisi barunya, di kamar juga sama aja, sama isi puisi nya, sama orang yang bacanya, sama orang yang dengernya, sama juga masih perasaan cintanya".
Alya yang tadi suntuk sendiri menjadi ceria lagi
" Iya ya ka, boleh deh Alya bacain puisi di kamar aja, nanti VC ya ka, Alya siapin gitar dulu"
" Iya sayang, tutup dulu ya telfon nya"
Klik.
Panggilan video
" Sebentar ya ka, Alya mau nyanderin ponsel biar keliatan".
Alya mulai mencari posisi nyaman duduk di tepi tempat tidur dengan ponsel yang berdiri pada stand handphone.
" Sudah keliatan enggak ka?"
" Sudah sayang"
Alya mulai memetik senar dengan pick, beberapa nada terdengar lembut dan syahdu
" Sangat inginnya aku bersama di dalam nyata walau cara sederhana
Menahan rindu ingin bersua temu
Berunding dengan waktu
Hal apa nanti yang kita lakukan saat bertemu
Kamu adalah orang yang tepat meski kita bertemu terlambat
Tapi cinta tidak pernah salah alamat
Memilih bahumu untukku bersandar
Dan tamanmu ini sudah kupagar.
Laut tidak akan meninggalkan pantai
Langit juga akan tetap bersama bumi
Orbit pun akan berpijak sesuai galaksi
Seperti aku,, menunggu kekasih kembali
Dunia ku sepi
Jika deringan kabar di ponselku tak berbunyi di pagi hari
Beri aku kabar dimana pijakmu hari ini
Aku yang merindukan mu sepenuh hati tanpa henti
Padamu ingin kuhabiskan semua beban
Menikmati sore berhujan walau tanpa pelangi
Sampai bisa menikmati ciuman pagi.
Terima kasih
Alya tersenyum selesai menyanyikan puisinya.
Afkar tersenyum
" Bagus banget, sini sayang aku peluk"
" Whahaaa, jangan bawa-bawa Alya ikutan gila, ini kadang sudah setengah gila"
" Hahaha, aku mau balas gimana ya puisinya?"
" Enggak di balas juga qa papa, Alya sudah tau bentuk puisi kaka?"
" Gimana?"
" Sebentar ya, aku hapalin di google dulu"
" Pintat banget sayang, kok tau isi hatiku, hahaha".
" Kaka malam ini enggak apel?'
" Apel lah"
" Haah?"
" Ini lagi apel, via online"
" Hehehehe, kasian kita ya"
" Jangan kasian, justru kita berbahagia, ini sudah dipermudah, ada telfon buat dengar suara, ada WhatsApp yang bisa nulis kan senua isi hati kita, ada video call yang bisa bikin kita saling memandang mesra begini, bisa bayangin enggak kalau ini terjadi puluhan tahun yang lalu, cuma lewat surat saja"
" Ka, kenapa sih kaka itu selalu positif thinking"
" Ngapain aku negatif thinking, bikin sakit hati"
" Memang saat ini tidak sakit hati?"
" Sakit lah, tapi ngapain aku tunjukan, kan aku sudah bilang, mau berbagi kebahagian saja sama sayang, sedih dan luka nya biar aku saja".
" Ooh, ka Alya mau cerita"
__ADS_1
" cerita apa?"
" Barusan Alya nelfon Arga minta temenin ke kedai Bowo kan mau konser puisi ini, terus dia lagi di jalan sama Nisha, telfonya belum terputus, kayanya Nisha cemburu Arga mau anterin Alya"
" Wajar lah dia kan pacarnya"
" Tapi Arga kan sahabat Alya, cuma nganterin doang masa marah"
' Arga jawab apa?"
" Arga mau putar balik kesini ka, mau jemputin Alya, trus Alya batalin kan enggak enak nanti mereka bisa berantem"
" Tuh sayang paham, memang harusnya begitu"
" Tapi Alya sedih"
" Kenapa lagi"
" Kemarin Sylvia menikah, akan jarang kami bisa ngobrol dan curhat lagi, Roni yang sudah punya cewe dan makin jarang ngajakin Alya jalan, ini terakhir Arga baru punya pacar, Alya merasa tidak dipedulikan lagi"
" Jangan merasa begitu, aku percaya mereka masih peduli, cuma nanti kalau mau minta tolong sayang liat kondisi dulu ya, ini kan malam minggu wajarlah mereka sudah punya acara sendiri, aku juga kalau sekarang ada di sana, pasti sedang bersama sayang. Kita pegangan tangan, bercerita masa depan, duduk di taman, atau sekarang mungkin kita juga ada di jalan mungkin di mall, atau rumah makan"
" Kaka kangen lagi enggak masa itu?"
" Enggak"
" Hah"
" Aku sakit kalau ingat itu, aku sekarang lagi ngebayangin kita sudah menikah, lagi nonton televisi berdua di rumah kita, sayang masak buat makan malam, nanti aku yang bantu beresin meja makan. Kita bisa shalat berjamaah, aku imam sayang makmum, kita berdoa semoga rumah tangga kita hanya maut yang memisahkan, diberikan anak yang sholeh dan sholehah. Terus nanti tengah malamnya kita mencoba mewujudkan doa mempunyai anak sholeh"
" mencoba mewujudkan?"
" Iya, kan tadi ada tuh doa diberikan anak sholeh dan sholehah, kalau tidak kita berdua yang berusaha kerjasama kan tidak ada anak sholehnya"
" Waah Alya baru loading, hahaha. Banyakin olahraga deh ka biar otaknya sehat terus"
" Iya, makanya ini rajin olah raga, hahaha".
" Ya udah, bete nya sudah hilang belum?"
" Sudah ka, makasih ya, malam minggu Alya tetap manis dalam bentuk apapun kalau sama Ka Afkar'
" Semoga aku selalu diberikan kesempatan membuat sayang bahagia, sekarang dan untuk selama-lamanya"
" Amiin"
" Kalau sudah cape bilang aja, mungkin sayang mau istirahat, biar nanti disambung lagi"
" Iya deh ka, tapi jangan lupa balasan puisi nya ya"
" Iya, nanti aku hapalin dulu dari google"
" Pacar Alya ini kapan bisa romantis tanpa nyontek".
" Tidak apa-apa nyontek, asal romantis".
" Huuh, iya deh sayangnya Alya juga istirahat ya, jangan kelayapan"
" Iya sayangku, ya udah Assalamualaikum"
" Waalaikum salam"
" Emmuaaah"
" Hahahah, ya udah. dadaaaahh".
Sejak hari itu, Alya menjaga jarak dengan Arga dan Roni, selama ini dia tidak memikirkan perasaan teman-temannya, dia hanya tau bahwa kepentingannya di atas kepentingan teman-teman, kurang lebih begitu lah. Lalu bagaimana Alya menjalani hari-harinya setelah ini? benar-benar mandiri? TIDAK
" Sayang, besok pagi aku jemput ya"
" Sayang tunggu aku, nanti ku jemput di kampus"
" Sayang makan siang di mana?"
" Sayang makan malam di mana?"
" Sayang, nanti sore aku temani ke salon, sudah seminggu ini kita naik motor, kasian muka nya kena matahari berhari-hari"
" Sayang, kita ke mall yu beli baju dan sandal nanti malam minggu kan mau ke kedai kopi, nanti kalau manggung tiba-tiba ada yang merekam dan memposting penampilan sayang kan biar terlihat elegan mending pakai baju sopan yang celananya tidak tambal-tambalan begitu"
" Sayang, nanti malam keluargaku mau datang, kita makan malam bersama, bagaimana kalau siang ini kita mampir ke boutique buat beli gaun"
" Sayang tugas kuliahnya mana, biar aku bantu ngerjain"
" Sayang, motor baru kemarin biar taro di kost sayang aja, siapa tau nanti bisa di pakai"
" Sayang, aku mau ke Bandung selama 3 hari, mobilku pakai saja"
" Sayang aku mau balik lagi, mau dibawain oleh-oleh apa?"
" Sayang selama 3 hari aku tidak ada, ini no ponsel pa Budi, dia bisa kok kamu mintai bantuan apa saja, jangan sungkan ya"
" Sayang, ada handphone keluaran terbaru, mungkin kita bisa beli couple an, kalau sayang mau kita berangkat sekarang"
" Selain suka main gitar sayang bisa main apalagi, aku bisa membuatkan studio mini biar sayang bisa leluasa mainnya tanpa perlu kita harus datang ke kedai kopi lagi"
" Sayang kita mampir sebentar ke apotik, vitamin kamu kayanya sudah mau habis kan"
Semua yang selama ini dilakukan oleh 3 sahabat terbaiknya, bisa dilakukan oleh satu orang Kevin. Alya tidak pernah merasakan sendiri apalagi ketakutan menghadapi hari-harinya. Terlalu di manja bahkan, dari urusan ujung rambut, wajah, badan, perut, kaki, semua akan di tangani dengan baik oleh Kevin. Dan Alya terlihat menikmati saja, kali ini lebih menerima tanpa penolakan. Dan ini membuat Arga sedikit merasa tidak nyaman, dia tahu hal ini karena dia lah penyebab nya.
Judika,,
" Hallo Ga"
" Lo dimana Al?"
" Gue baru mandi, ini mau rebahan sebentar nunggu Isya"
" Kevin malam ini ke tempat lo?"
" Enggak, dia lagi Bandung"
" Alya, ada yang mau gue omongin, enaknya kita ngobrol di mana?"
" Apaan sih kaya serius aja, udah ngobrolin di telf ini aja"
" Enggak, gue mau kita bicara langsung, ini penting Al"
" Terserah lo"
" Di kedai kopi, gue jemput habis Isya"
" Heeh, apaan sih lo gue jadi takut dengernya"
" Nanti aja kita omongin, dah Alya"
" Okee".
Klik.
Alya merapikan bajunya yang sekarang sudah tidak slengean lagi, walaupun masih dengan celana jeans, tapi sudah tidak ada tambal-tambalan lagi.
Panggilan video
" Assalamualaikum sayang"
" Waalaikum salam ka"
" Bidadari mau kemana?"
" Mau ke kedai kopi sama Arga"
" Ooh sama teman-teman juga?"
" Enggak, sama Arga aja, aneh dia kak tiba-tiba nelfonin Alya mau ngomong serius berdua katanya"
Afkar menaikan alisnya
" Ya udah hati-hati di jalan ya sayang, aku masih ada kerjaan, daripada lembur di kantor aku bawa ke rumah saja"
" Iya, sudah makan ka?"
" Ini barusan makan"
" eh kayanya Arga datang jemput ka, Alya turun dulu ya"
" Iya sayang, Assalamualaikum"
" Waalaikum salam ka"
" Emuuah"
" Dadah cintanya Alya"
Alya melambaikan tangan, menutup panggilan video dan bergegas turun.
" Hai Ga"
" Kita langsung aja yu"
" Ayulah,, enggak bawa Nisha?"
" Malam ini khusus nge date sama lo, kangen gue"
"Ciyeee, makanya sudah punya pacar baru pacar lama jangan dilupakan"
Sambil merangkul pinggang Arga, kayanya sudah lama banget tidak becanda begini dan berjalan menuju halaman tempat Arga memarkir mobilnya.
Bowo mendekati meja Alya dan Arga
" Berdua aja, nih pacar masing-masing enggak cemburu apa?"
" Pacar gue di Surabaya, sudah tau malam ini gue sama Arga, sudah minta izin gue"
" Sama Arga aja lo minta izin, tuh kalau kesini sama Kevin berani enggak lo minta izin ke Afkar?"
" Siapa berani?"
" Whaha, Al manggung malam ini?"
Arga yang tadi diam sambil meminum kopinya tiba-tiba menjawab
" Enggak, malam ini Alya khusus buat gue"
__ADS_1
" Oh iya lupa gue Ga, CLBK lo"
" Apaan, udah sana gue ada yang di omongin sama Alya"
" oke lah, Alya gue pesenin sama lo ya, sekarang ini lo sudah mendua, jangan di tambah lagi mentiga, liat lo bawa Kevin kesini aja kok gue yang merasa berkhianat".
Alya mendorong tubuh gempal Bowo
" Eeh, ini kafe milik gue, malah gue yang terusir"
Sambil mengomel Bowo berlalu dihadapan mereka
" Ga, mau ngomong apaan sih?".
Arga menghepa napas panjang
" Al, gue langsung aja nih, padahal dari rumah tadi gue sudah nyusun kata-kata, hilang sudah susunan hapalan gue"
" Lo enggak bilang lo mau gue tigain kan"
" Lo masih mengharapkan gue?"
" Enggak"
" Ya memang enggak"
Percakapan serius apa sih begini, sama sekali tidak berfaedah.
" Alya, lo mau nerusin kisah cinta segitiga ini Sampai kapan?"
" Ooh soal itu?"
" Jawab"
" Ya sampai waktunya sampai"
" Alya, gue benar-benar tidak suka liat lo begini, sudah 6 bulan Alya, gue juga capek liat lo harus sembunyi-sembunyi nerima telfon Afkar, lo bohongin Kevin saat jam Afkar jadwal nelfonin lo"
" Gue kan sudah lama mau mengakhiri ini"
" Tapi ini sudah 6 bulan Alya"
" Akhir-akhir ini gue semakin ragu sama pilihan gue Ga"
" Artinya lo sudah bisa mencintai Kevin?"
" Belum"
" Terus?"
" Gue merasa nyaman aja sekarang gue ada yang melindungi, ada yang memperhatikan gue, yang mencukupi kebutuhan gue, yang selalu ada waktu buat gue, padahal gue tau selain kuliah, perusahaan juga butuh dia"
" Afkar?"
" Gue tidak pernah mengurangi kadar cinta gue, tetap dia lah yang gue sayangi"
" Lo manfaatin Kevin?"
" Enggak'
" Tu tadi lo bilang berasa nyaman sama dia"
Alya meraih tangan Arga, kali ini dia yang serius
" Arga,, sejak Sylvia menikah, Roni punya pacar, sekarang lo juga, gue kesepian Ga, tidak ada yang ngajak gue jalan lagi, makan, nongkrong"
Arga melepaskan tangannya dari Alya
" Al, lo salah, lo yang jauhin gue, tiap gue nanya lo mau jalan kemana gue mau anter lo selalu jawab sama Kevin aja, gue tanyain motor lo gue mau cek ke bengkel lo bilang biarin aja, ada motor baru pemberian Kevin, gue kalau ke apotik selalu nelfon lo apakah vitamin dan obat sakit perut lo masih ada lo jawab baru di belikan Kevin, siapa diantara kita yang menghindar?"
" Gue tau Ga, lo itu super super super pokoknya enggak bisa gue bahasain deh baik ya lo ke gue, tapi gue juga harus jaga perasaan Nisha kan?"
" Jadi maksud lo karena gue sudah jalan sama Nisha, lo jaga perasaan dia, terus lo nyari seseorang buat gantiin peran gue ke Kevin?"
Alya tertunduk
" Bukan itu"
Tapi seakan yang di sebutkan Arga itu memang benar, semua berawal dari Arga
" Nisha baik aja kok kalau gue masih memperhatikan lo"
" Bohong lo Ga, gue denger sendiri dia keberatan waktu gue minta temani lo ke sini malam minggu itu"
Oopppss, bablas bablas dah gue
Arga menelisik wajah Alya
" Denger?"
" Iyaaa, handphone lo belum mati oneng"
Arga melenguh, astaga lo dengar Al, maafin ya, bagaimana perasaan lo saat itu,maaf Alya.
" Oke, kalau itu permasalah nya, lo menjaga perasaan Nisha, tapi lo mengakibatkan masalah panjang di hidup lo dengan membuat seakan lo sudah mencintai Kevin. Gue akan jaga jarak dengan Nisha biar gue bisa tetap total jagain lo"
Alya menjambak rambut Arga
" Aww"
" Kalau otak lo miring sendirian aja, jangan bawa gue, ini gue kadang aja sudah enggak waras lagi"
" Iya, terus bagaimana lagi, lo enggak cinta sama Kevin, tapi lo sudah membuatnya yakin kalau sikap-sikapnya itu sudah lo terima. Dan Afkar, lo bilang lo masih cinta tapi lo membiarkan laki-laki lain sepanjang waktu bersama lo, ini tidak adil Al, gue cowo, merasa terhina dengan kelakuan lo ini".
Alya merasa sangat gelisah, meminum lagi kopi di depannya.
" Jangan menyalahkan gue Ga, kalau ka Afkar tidak bisa membantu gue dengan bantuan tenaganya, sahabat-sahabat gue mulai jauh, terus gue meminta bantuan siapa? orang tua gue jauh, kakak gue jauh"
Terdengar Alya mulai ingin menumpahkan sedihnya
" Artinya lo memerlukan Kevin, putuskan Afkar"
Alya melotot
" Enggak akan"
" Kalau begitu putuskan Kevin"
" Gue masih nyaman Ga"
" Putusin dua-duanya"
" Satu aja gue enggak mau apalagi keduanya"
" Bener-bener lo ya Al, pengen gue jitak juga, atau gue sumbangin otak waras gue sebagian buat bantu lo mikir?"
" Lo aja engga waras mau nyumbangin otak lo ke gue,tambah enggak waras gue"
Arga dan Alya terdiam menatap panggung kecil didepannya dan mendengarkan suara penyanyi sedang membawakan lagu-lagu romantis, huuh, sangat tidak sesuai dengan kedaan hati gue sekarang
" Al, lo mau naik, gitar lo ada di dalam".
Bowo datang sambil membawa segelas kopi
" Malas gue baru di marahin Arga"
" Lo di marahin Arga? gue kira tadi dia nyatain cinta"
Alya melirik kesal
" Kopi buat siapa ni Wo"
memandang gelas yang dibawa Bowo dan sekarang sudah berada di atas meja.
" Kopi gue, spesial ini gue mix sendiri"
Alya menarik gelas berisi kopi itu dan langsung meminumnya
" Lo bikin lagi, gue haus dengar omelan Arga"
" Alya, lo kapan berhenti buat gue kesel sih"
" Entar gue bisa insyap kalau sudah dikawini kekasih gue"
Melirik Arga yang masih menatap penyanyi di depannya.
Judika,,
" Assalamualaikum ka Kevin"
" Waalaikum salam sayangku, eh lagi di kedai kopi ya?"
" Iya ka sama Arga dan Bowo" Alya memutar balik kameranya agar terlihat wajah kesal Arga dan wajah bengong Bowo dari panggilan video itu.
" Ya sudah, jangan terlalu malam pulangnya ya sayang"
" Iya, ini sudah mau pulang"
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Klik
Setelah mengantar Alya pulang Arga menepikan mobil dan meraih handphone nya, membuka phonebook
" Assalamualaikum Arga"
" Waalaikum salam, Alya sudah gue antar barusan'
" Terima kasih Arga"
" Lo ada rencana cuti?"
" Belum ada, kenapa Ga"
" Enggak apa-apa, cuma mau bilang, gue mulai kewalahan sama Alya, mungkin lo bisa bantuin mewaraskan otaknya"
Hening
" Oke Afkar, gue mau pulang dulu, semoga lo bisa ngerti. Assalamualaikum"
" Waalaikum salam, terima kasih Arga"
__ADS_1