Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Kejutan Pagi


__ADS_3

Notifikasi pesan masuk


Ting


Arga


" Gimana keadaan lo, udah baikan?"


My Sweety


" Udah lumayan, tapi masih agak lemes"


Arga


" Gue anter ke rumah sakit?"


My Sweety


" Tidak usah, bentaran juga sembuh"


Arga


" Istirahat aja ya yang, gue mau kuliah dulu, nanti pulangnya gue kesana, mau dibawain apa?"


My Sweety


" Bawain cowok ganteng"


Arga


" Gue kurang ganteng apalagi?"


My Sweety


" Ganteng sih, kalau pas mata gue lagi kelilipan"


Arga


" Kalau gue bawain penghulu mau?"


My sweety


" Mau ngapain?"


Arga


" Buat ngehalalin elo"


My Sweety


" Boleh, bikinin gue candi dulu dalam semalam, tawarannya bakal gue pertimbangin"


Arga


" Emang lo mau gue kutuk jadi batu?"


My Sweety


" Ntar buka lagi ya buku dongeng, dimana hubungan legenda Nyi Roro Jongrang sama Maling Kundang"


Arga


" Katanya sekarang udah baikan yang, qa berantem lagi mereka"


My Sweety


" Lo mau lamar gue kan? kuliah yang pinter, kerja, cari duit yang banyak, biar gue jadi bini orang kaya"


Arga


" Gue screenshoot ya permintaan lo ini, gue simpan sampe nanti gue buktiin sama lo suatu saat"


My Sweety


" Gue becanda Ga, cepet gih kuliah, salam sama Pa Agus ya"


Arga


" Qa mau, gue berangkat dulu ya"


My sweety


" peliiitt" sambil memencet emo menjulurkan lidah


Balasa emo love berjejer banyak masuk ke handphone Alya.


Alya yang memang tidak sakit bingung mau ngapain, mau masuk kuliah malu, tiduran aja capek.


Sylvia sudah pamit pulang tadi pagi, Yanti barusan pergi kuliah, anak lain juga sudah pada pergi, tinggal Alya sendiri di kost, nonton tv aja pikirnya sambil rebahan.


Ting tong


Bel berbunyi.


Lho Arga bukannya ke kampus ya pagi ini, kok malah kesini pikir Alya.


Dengan malas-malasan Alya melangkah turun ke lantai bawah untuk menemui si pemencet bel, siapa sih sepagian ini datang.


Kretak, pintu di buka dari dalam


"Assalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Byaaaaaarr


" Ka Afkar?"


Afkar tersenyum manis, kali ini maniiiiisss bangeet.


" Masuk ka"


Afkar masuk dan duduk di ruang tamu


" Yanti nya lagi kuliah ka"


Alya ikutan duduk di depan Afkar


" Aku pengen ketemu kamu Al"


Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini, hampir semalaman gue tidak bisa tidur gara-gara dia, kok sekarang muncul sepagi ini sih.


" Ada perlu apa ka?"


" Oh iya ini kubawakan bubur ayam, kamu sudah sarapan?'


Alya menggeleng


" Aku kuatir sama kamu Al, tadi malam aku tidak bisa tidur, takutnya kamu kenapa-kenapa, mau nelf kamu aku tidak punya no nya, mau nelf Yanti aku ragu kalau dia beranggapan kita ada apa-apa. Makanya aku langsung kesini biar pikiranku tenang"


Alya bingung harus bicara apa

__ADS_1


" Kaka tidak kerja?"


" Aku masuk shift jam 10, masih sempat kesini, ayo sarapan dulu Al, mumpung masih hangat"


Alya mengangguk dan berjalan menuju dapur mengambil minuman


" Oh iya ka Afkar mau minum apa?


" Qa usah Al, tadi aku sudah sarapan, ini masih kenyang"


Alya memasukan bubur ayam ke piring


" Masa aku makan sendiri ka?"


" Makan aja Al, kamu terganggu ya aku disini?"


Alya cepat menggeleng


" Bukan itu ka, Alya malah senang kaka menemani Alya"


Eh salah ngomong ya, duh keceplosan, gimana nih


" Maksud Alya anak-anak lagi ke kampus semua, jadi Alya sendirian, kalau ada kaka kan Alya jadi ada temannya"


Duh untung gue anak pinter berprestasi di kalangan terbatas, cepat punya ide.


Alya memakan bubur ayam dengan lahap, tidak ada sama sekali tanda-tanda orang sakit lagi makan, harusnya kan sandiwara ini berjalan mulus dan rapih, misalnya aja makannya pelan-pelan, atau agak sedikit mau dimuntahin, pura-pura mual atau paling engga makannya jangan banyak sekalian ngabisin satu porsi begitu, waah Alya lepas kendali nih.


" Enak Al?"


Alya mengangguk


" Enak banget ka, terima kasih ya"


" Sama-sama Al"


Hening sesaat,


Eeaak, tiba-tiba Alya bersendawa


Astaga, rasanya Alya pengen lari dan sembunyi di kolong meja, memalukan!!!


Alya merutuki diri sendiri, ngapain pake acara sendawa segala


Afkar senyum " Udah sehat berarti Al"


Alya cuma nyengir, ampuuunn daah.


" Ya udah deh Al, aku mau berangkat kerja dulu ya, cepat sembuh"


" Lho, kok mau pamit ka, bukannya masuk jam 10, ini masih jam 9"


Oopppss, keceplosan lagi gue, rasanya mau nyubit bibirnya yang kalau ngomong rem nya selalu blong.


" Kamu istirahat aja, aku takut mengganggu".


Afkar berdiri dari kursi dan menuju pintu


" Assalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Alya mengantar Afkar ke teras, Afkar memasang helm dan menaiki motornya


Sebelum melaju, Afkar menoleh ke Alya


" Pamit ya Al".


" Terima kasih ka".


Motor pun perlahan menghilang dari pandangannya, Alya masih saja memandang ke arah jalan, semua masih terasa mimpi.


Afkar datang menemui gue dan membawakan bubur ayam buat sarapan gue. Tapi kenapa hal memalukan terjadi lagi, huuuhh.


Lho, tadi kan Afkar bilang mau nelfon, tapi tidak tau nomer gue, kok dia qa minta ya tadi? Apa memang dia tidak mau juga nomer gue?


Alya memasuki rumah dengan perasaan campur aduk, gue kaya orang linglung nih.


Mending chat an sama Sylvi, dia masih di kampus qa ya.


Alya


" Syl, lo dimana"


5 menit


10 menit


15 menit


Sylvia


" Sorry Al, td hp gue taro di tas, qa denger, kenapa'


Alya


" Sudah selesai kuliah?"


Sylvia


" Barusan, ini gue langsung ke kost lo"


Alya


" Gue tunggu"


Remote televisi sudah setengah jam yang lalu menjadi permainan tangan Alya, Dari channel kartun, musik, film, sinetron, drama, fashion, masak-memasak, semua terlalui tanpa diperhatikan Alya. Tatapannya kosong, layar televisi seperti sebuah kertas tanpa tulisan tanpa warna, padahal biasanya jangankan menonton acara lucu, liat iklan aja Alya bisa ngakak sendiri. Betapa tidak berharganya aku di tangan Alya hari, batin televisi.


" Alyaaaaa"


Terdengar suara cempreng Sylvi dari bawah.


" Masuk Syl"


Teriak alya tidak kalah kencangnya


" Gimana Al keadaan lo, masih lemah?"


Alya meggeleng


" Syl, gue mau tanya"


Sylvi menatap Alya serius, kenapa nih anak mendadak begini, Sylvi mengangguk


" Giman rasanya jatuh cinta?"


" Lo udah jatuh cinta sama Arga ya Al, waaahh selamat ya, lagian gue pandangin si Arga, tampangnya lumayan juga, cuma slengean aja, bodinya tinggi, atletis, dia juga,,,"


" Syl, jawab pertanyaan gue'


" Hhmm, gimana ya, berdebar-debar, pengen dekat dia, selalu kebayang wajahnya,, gitu sih dari pengalaman gue"

__ADS_1


" Cuman begitu Syl?'


Alya menaikan alisnya


" Maksud lo apa sih Al?"


" Ada qa rasanya mau di cabut nyawa sama malaikat?"


" Gue belum pernah tu di datangin malaikat pencabut nyawa, jadi qa tau rasanya, nanti-nanti dulu deh, lo mau duluan Al?"


Alya menggeleng " belum siap gue"


" Lo kenapa sih, bingung gue Al, kayanya bener nih kata Arga, mesti cepat-cepat bikin selamatan biar hantu nya di pohon kemarin pergi.


" Apaan, aneh ne kalian"


Alya menghembuskan napasnya panjang dan berat


" Syl, kayanya gue jatuh cinta"


Sylvi melongo


" Sama siapa?"


Hening,,, Alya tertunduk


" Ka Afkar"


" Oohh"


Sylvia menanggapi santai


" Kok lo qa kaget Syl?"


" Ngapain harus kaget? wajar lah, ini juga lo telat, telat banget Al, harusnya udah dari SMA lo bisa merasakan jatuh cinta"


Alya terdiam


" Sejak kapan Al?"


" Tadi malam"


"Ooh"


" Emang jatuh cinta itu harus di tandai dengan sakit ya Syl?"


Sylvia menggeleng " Gue enggak tuh, lo aja yang ketuaan, makanya mesti diawali dengan sakit" sambil mentertawakan Alya.


Alya kembali memainkan remote tv nya tanpa memperdulikan Sylvia, sebenarnya ia pun tidak memperdulikan acara televisi, setidaknya televisi masih bersahabat dengannya karena tidak sedang menertawainya.


Notifikasi, tiiing


Arga


" Gue udah keluar kampus, mau dibawain apa?"


My Sweety


" Qa usah Ga, gue udah sehat"


Arga


" Bakso mau??"


My Sweety


" Mau, 2 ya Ga, ini ada Sylvia"


Arga


" Siyaaapp, otw".


"Arga ya Al?"


" Iya Syl".


Alya merebahkan tubuhnya di tempat tidur


" Al, gue boleh kasih pendapat? Mulai sekarang kayanya hidup lo tidak sesandiwara kemarin, lo harus mengambil sikap"


Alya memiringkan tubuhnya menghadap Sylvia


" Syl, gue ini juga belum tau perasaan apa gue sama Ka Afkar, dan soal Arga, kami memang tidak ada hubungan apa-apa, ngapain gue pikirin, gue bilang aja gue udah jatuh cinta, dia bakal pergi, simple kan"


" Al, tadi malam Ka Afkar ngomong apa sama lo , tiba- tiba lo bisa jatuh cinta begini, dia nyatain perasaanya sama lo"


" Enggak syl, dia cuma bilang terima kasih sudah membuka pikirannya buat ngelupain mantannya".


" Dia menggoda lo?"


" Enggak, kami malah diam-diaman karena gue langsung kejang otot kejang otak"


" Dia ada qa kasih sinyal dia juga naksir lo".


" Penting ya gue cari tau Syl?".


" Iya lah, kalau dia kasih sinyal lo boleh lanjut deh sama perasaan lo, tapi kalau tidak ada, ngapain diterusin, mending lo seriusin Arga, gue yakin Arga sudah menyimpan rasa buat lo".


Alya kembali berbalik menghadap langit kamarnya " Gue sama sekali qa ada perasaan sama Arga, jadi menurut gue, dia bukan masalah di saat ini, yang jadi masalah gue, gimana gue bisa tau ka Afkar naksir atau qa ke gue ya?"


" Dia cool ya Al"


" Iya Syl, tadi pagi aja cuma nemenin gue sarapan, habis itu langsung pamit"


" Apaaaaa"


Alya serasa ikut melambung dari tempat tidurnya karena Sylvia yang langsung terlonjak dari tempat tidurnya


" Astaga Syl bener gue kaget, ngapain pake loncat sih"


" Kalau yang ini bener gue kaget Al, ngapain dia kesini?"


" Katanya tadi malam tidak bisa tidur karena khawatir sama gue, jadi sebelum berangkat kerja dia mampir dulu bawain sarapan bubur ayam. Lo tau qa Syl, gue malu banget, habis makan pake sendawa lagi di depan dia, hiiii, sumpah gue malu banget Syl".


Sylvia tertawa


" Kalau depan Arga lo cuek banget Al, mau apa juga lo bebas, qa pernah malu, kenapa?"


" Ya karena gue qa ada perasaan apapun sama Arga".


"Waktu pertama ketemu ka Afkar emang lo sudah suka Al?'


" Enggak sama sekali, gue malah marah liat dia lemah begitu"


" Cakep sih Al, tadi malam gue sempat nyuri-nyuri pandang gitu, tapi dia cool banget ya, kaya hidup di kutub aja"


" Arga bilang muka nya datar"


Mereka berdua tertawa.


Sylvia mulai membayangkan gimana jadinya Afkar dan Arga bersaing mendapatkan Alya, yang satu dengan tatapan dan senyuman yang mematikan , yang satu dengan gaya slengean tapi selalu menghibur dan bikin ketawa.

__ADS_1


Alya mencoba memejamkan mata dan mengingat lagi perlakuan lembut Afkar padanya tadi malam dan barusan pagi tadi, apa ka Afkar juga memiliki perasaan yang sama padaku, atau cuma aku yang terlalu baper??


__ADS_2