
Afkar memasuki sebuah ruangan besar menyerupai aula dengan cermin-cermin besar yang mengelilingi. Disana ia sudah disambut dengan berbagai macam alat fitness seperti Dumbbell yaitu alat yang terdiri dari 2 buah beban yang dihubungkan oleh sebatang besi yang cukup pendek, Weight plates Alat fitness yang satu ini ialah beban yang berbentuk cakram yang datar dan berat dari logam. Pada umumnya ia terbuat dari bahan besi dan dilapisi cat spesifik untuk menangkal karat. Medicine ball atau bola kebugaran ialah sebuah bola karet yang elastis dengan ukuran diameter yang kurang lebih selebar bahu orang dewasa dan umumnya dipakai buat latihan-latihan yang tidak terlalu berat,. Weighted ialah sebatang besi dengan beban yang berguna untuk menjadi pemberat bagi alat lainnya.Kettlebells alat fitness berbentuk bola yang dibuat dari besi dengan handel yang membuatnya mudah diangkat. Dengan berat bervariasi antara 4 kg sampai 79 kg, pelajaran memakai kettlebells bermanfaat mempertinggi koordinasi otot selain melatihnya menjadi lebih kuat dan memiliki massa yang lebih besar. Kettlebells dipakai sebagai alat-alat generik dalam olahraga atletik.Barbell adalah dumbell yang dibuat dalam bentuk lebih besar. Alat fitness yang satu terdiri dari 2 buah beban yang terhubung oleh sebatang besi yang lebih panjang dari dumbell, lazimnya berkisar antara 1.2 sampai 2.4 meter. Diameter dari batang besi tersebut juga beragam, mulai dari 25 milimeter hingga 51 milimeter.Kali ini Afkar memilih berlari di treadmill. Setelah 20 menit ia bergerak ke alat angkat beban membentuk ototnya terutama otot biseps dan triseps, latihan angkat beban menggunakan barbel, bola stabilitas, kettlebell yang bentuknya menyerupai peluru meriam yang memiliki pegangan, serta berbagai alat lainnya yang dapat melatih otot-otot tertentu secara spesifik.
Selama 1, 5 jam berada di tempat fitness, Afkar memilih beristirahat dan duduk di salah satu ruangan sambil meminum air mineral dari botol. Ia sudah rajin melakukan olahraga dan olah tubuh di tempat ini sejak berada di Kota Surabaya. Alya pernah bilang saat ia masih bersama kalau tubuhnya terlalu ceking, tapi ia belum pernah memiliki waktu untuk berolahraga, dan semenjak pindah kerja ke kota ini, Afkar bisa dengan rutin mendatangi tempat ini untuk membentuk tubuhnya dan pastinya agar ia tetap selalu bugar dan bersemangat untuk kerja dan kuliah.Puas menghabiskan air di botolnya, Afkar berdiri menuju ruang ganti dan bersiap pulang.
Melirik ponsel nya, ada pesan masuk, 10 foto terkirim dari Alya. Foto pertama ada foto selfie Alya bersama teman-temannya yang ceria, hey kali ini Arga dan Roni tampil sedikit berbeda, ooh rambutnya diberi jambul dan agak mencuat keatas, tawa mereka bebas sekali, foto kedua masih dengan selfie, ada penambahan anggota, ka Pandu dan istri ikutan gaya narsis mereka. Selanjutnya ada foto Alya sekeluarga di panggung pelaminan, ini lebih ke fose resmi, benar-benar keluarga bahagia. Foto dari atas panggung mengarah ke tamu undangan yang duduk di bawah panggung, manis sekali temanya mengusung tema outdoor dengan warna senada biru muda. Ada lagi foto Alya yang tengah berdiri membelakangi kamera dan mengobrol dengan Sylvia, sepertinya ini diambil dari tangan usil teman-temannya, tapi kok cantik sekali Alya dari belakang, tubuh imutnya berbalut kebaya modern dan rambut sanggul itu, rambut asli atau palsu ya, hehe. Muncul lagi foto meja prasmanan yang menyediakan berbagai menu masakan dan pencuci mulut berupa kue muffin dan es buah. Foto siapa ini, ada satu foto yang menarik perhatiannya, foto pengantin diapit oleh 2 orang tua dan ini bukan mama dan papa Alya, dan disamping perempuan itu ada seorang laki-laki berbadan atletis mengenakan kemeja coklat muda dengan celana jeans dan bersepatu. Afkar mengunci ponselnya, karena ia akan pulang dulu, kalau ia menelfon Alya sekarang mungkin Alya masih sangat sibuk.
Tepat jam 8 malam handpone Alya berbunyi
Ka Afkar
" Assalamualaikum"
Bidadari
" Waalaikum salam ka"
Ka Afkar
" Sudah bisa kutelf belum?"
Bidadari
" Boleh"
Judikaaaa
" Hallo ka"
" Apa kabar hari ini?"
" Senang banget ka, tapi capek"
" Lancar aja kan semua?"
" Alhamdulillah ka, semua lancar, dari ijab kabul, ka Pandu keren banget sekali ngucapin langsung lancar, enggak sia-sia latihan sama kami tadi malam, hehehe"
" Tamu undangan banyak yang hadir?"
" Wuiih, ternyata relasi papah sama mama bertebaran di mana-mana ka, luar biasa"
" Kamu cantik betul pakai kebaya Al, rambutnya juga bagus, pas sama bentuk muka kamu"
" Itu tadi sempat Alya tolak ka, kok kayanya Alya jadi kaya emak-emak, terus dibilang mba salonnya, kita bikin kreasi anak muda, di mana-mana juga kalau keluarga mempelai seumuran Alya didandaninnya model begini, baru Alya mau, emang enggak ketuaan kan ka tadi penampilan Alya?"
" enggak ketuaan sih, tapi kelewatan"
" Hah kelewatan apa ka?"
" Kelewatan cantiknya, hehehe"
" Udah bisa becanda yaaa, siapa yang ngajarin?"
" Kamu laaah".
Hening sebentar
" Al, yang di foto tadi siapa?"
" Yang mana ka?"
" Itu yang kamu kirim foto ka Pandu dipelaminan sama 2 orang tua dan satu pemuda"
" Ooh, itu, itu Om Hadi dan Kevin ka?"
" Yang tadi malam kamu ceritain?"
" Iya, eh ada kelanjutannya ka cerita tadi malam"
" Apa Al?"
" Bilangnya om Hadi, kami benar-benar mau dijodohin, Alya sama ka Kevin ketawa aja, lucu juga tetanggan di jodohin pas sudah ketemu tua, bilangnya ka Kevin tadi coba dari waktu kita manjat pohon aja ya di jodohin, mungkin yang sekarang ada di pelaminan bukan cuma Ka Pandu, tapi kita berempat, whahhaaa"
" Ganteng ya Al?"
"Hhmm, biasa aja ka, kata Sylvia sih ganteng, tapi lebih ganteng Pa Agus, hehe"
" Kapan balik Al?"
" Lusa ka"
" kamu jangan kebanyakan main sama teman-teman ya, fokus dulu belajarnya"
" Siippp lah"
" Kamu pasti cape, mau istirahat Al?"
" Iya ka, cape banget"
__ADS_1
" Ya udah istirahat aja ya, selamat tidur mimpi indah"
' Selamat istirahat juga ka Afkar, daaaaah"
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam ka"
Layar handphone terkunci afkar memandang handphone nya dengan pikiran melayang. Sudah hampir 1,5 tahun aku di sini tanpa pernah menemui Alya, tanpa pernah memberinya kepastian, sedang aku membangun perasaan agar ia tidak lagi lepas dariku yang hadir dengan ketiadaan.Hati yang menaruh segalanya tentangku di sana. Sebenarnya kamu bisa mengelak dan menolak, kamu boleh berbuat semaumu, tidak ada yang salah jika kamu mau, karena tidak pernah terikat pada janji apalagi pada benda yang melingkar di jari. Aku ini fana, tapi kamu tetap menganggapku nyata. Aku tidak pernah mempertanyakan apakah kamu menungguku pulang? Kenapa aku belum juga pulang, juga tidak pernah kamu pertanyakan. Aku ini pernah berjanji, aku akan pergi dan aku ingat akan kembali. Aku hanya bisa berdiam, mempertanyakan kedalaman hati tentang sinar yang kadang kamu bawa berlari, sedetik aku kehilangan cahaya, sedetik kemudian kamu hamburkan semua cahaya dengan berfoya. Kamu tidak pergi dariku sampai sekarang adalah kebodohanku, aku yang perlahan mengikatkan helai demi helai benang di kakimu agar kau tak lagi bisa pergi, tapi aku malah tidak mendekati. Dan saat kamu mengabarkan hal berat begini kenapa aku baru resah, kemana saja aku saat kamu lelah?. Boleh aku meragumu sekarang? Tentang ikhlas yang tidak aku mintakan
Tentang sabar yang tidak kutawarkan
Sementara kamu hanya mengenalku dengan suara yang mungkin saja lidahku akan berbohong.
Afkar mendekati kalender di atas meja kerjanya, senyum tipisnya merekah, Alya,,,
Setelah menutup berkas yang perlu ditandatangani, Afkar berjalan menuju ruang kepegawaian yang berada di bagian kanan dari ruang kerjanya.
To tok
" Assalamualaikum bu"
"Waalaikum salam, masuk Pa Afkar"
Wanita paruh baya yang memakai kerudung warna putih itu menyapanya lembut
" Silakan duduk pa"
Afkar duduk di kursi yang sudah disediakan
" Bu Laily, apakah saya sudah boleh mengambil cuti bulan ini?"
Bu Laily melirik ke wajah Afkar
" Memang mau kemana kamu" senyumnya.
" Saya mau ke Jogya bu, kangen sama teman-teman saya saat saya masih tinggal di sana"
" Oohh, rencana mau minta berapa hari".
Afkar berbinar-binar mendengar pertanyaan sebagus ini
" 5 hari bisa bu?"
" Kalau 5 hari belum bisa, 3 hari mau?"
" Ibu,,ibu, tadi nanyain saya mau berapa hari
, giliran saya minta malah dibatasi 3 hari, tau begitu kan tidak usah ditanya bu"
" Heheehe, maaf ya, tapi kamu boleh cuti kok, walaupun cuma 3 hari, bagaimana?"
" Dari pada tidak saya terima dengan senang hati, terima kasih bu"
" Oh iya, nanti langsung ajukan tanggalnya ya, karena kalau dari bidang pemasaran ada yang mengajukan juga tanggal yang sama, Pa Afkar harus rela mundur tanggalnya"
" Baik bu, secepatnya akan saya ajukan tanggalnya, terima kasih, saya permisi, Assalamualaikum
" Waalaikum salam".
Seharian Afkar merasa sangat bersemangat, nanti malam akan menghubungi Alya, tanggal berapa dia bisa dikunjungi, Alyaaa aku ingin menepati janjiku.
Sepulang dari kantor Afkar mampir ke toko perhiasan, mengamati benda-benda cantik disana, apa yang bisa kujadikan oleh-oleh untuk calon kekasihku? Para pegawai mulai menawarkan barang-barang terbaik mereka, dari cincin, gelang, kalung, anting.
Awalnya Afkar sangat tertarik pada cincin, pasti cantik sekali Alya memakai ini, tapi saat ditanya ukurannya bagaimana Afkar menggeleng. Dia tidak pernah memperhatikan jari Alya, yang dia tau badannya mungil, tapi tidak pernah memperhatikannya, ia memang pernah mencium jari itu di bandara, tapi sama sekali tidak mengukur berapa lingkaran jari manisnya. Pilihannya kemudian tertuju kepada kalung, sebuah kalung dengan rantai sederhana, berapapun ukurannya tidak akan berpengaruh untuk si pemakai.
" Bapak bisa pilih liontin nya di bagian sini pa"
Pegawai ramah itu membawa Afkar ke etalase sebelahnya, berbagai jenis dan model liontin tersedia disana, dari model bentuk bunga, symbol, huruf, nama. Afkar tertarik dengan nama, di telitinya satu persatu, apakah ada nama Alya,tidak ada.
" Mbak, ada tidak liontoinnya bertulisan Alya?"
" Sepertinya belum ada pa, kami juga menyediakan pemesanan nama, tapi bapak mohon bersabar, proses pembuatannya memerlukan waktu selama 3 hari, karena akan di buat oleh staf ahli kami"
Afkar mengangguk
" 3 hari, boleh,saya akan menemui kekasih saya 1 minggu lagi"
" Baik, bisa bapa tuliskan namanya di sini pa, sambil menyodorkan kertas di hadapan Afkar.
Afkar menuliskan nama Alya, tapi kemudian ia menarik lagi kertas itu, mencoretnya dan mengganti dengan tulisan "ALFAR" Alya dan Afkar Sesuatu yang baru sedetik yang tadi mampir di otaknya, pasti Alya suka dengan liontin selucu ini, terbayang wajah Alya yang imut kegirangan menerima hadiah ini.
Menyelesaikan tugas kuliah dengan deretan angka-angka itu membuat kepala Alya pusing. Walaupun dengan sesekali berlari ke kamar sebelah untuk meminta bantuan Mba Cici dan Hana, akhirnya selesai juga tugasnya
" Akhirnya selesai"
Langsung memoto hasil pekerjaannya dan mengirim gambar ke wa group yang terdiri dari Alya, Sylvia, Arga dan Roni
__ADS_1
" Ini jawaban tugasnya, tapi besok kita makan siang di cotto makasar Bangyoes"
" Terima kasih Alya sayang"
balas Sylvia
" Bener enggak nih jawabannya?"
tanya Roni
" Jangan belagu lo Ron, emang selain jawaban ini lo punya jawaban lain?"
" enggak ada"
" Ya udah, ikut aja bawel nih"
" Okeee, jangankan cotto Bangyoes, sekalian Bangyoes nya kalo lo yang minta gue beliin"
" Jangan kalap dong Ga, kasian bininya kalo Bangyoes nya kita beli" Sylvia menanggapi
" Mau gue taro dimana kalau gue dibeliin Bangyoes nya Ga?"
" Di hati muuu"
Balas Roni
notifikasi masuk
Ka Afkar
" Assalamualaikum, sedang sibuk Al?"
" Enggak ka"
" Ku telf ya"
" iya"
" Hallo ka"
" Apa kabar hari ini Al"
" ini baru ngerjain tugas, langsung Alya kirimin ke group biar teman-teman bisa nyontek, bayarannya Alya mau makan cotto Makasar Bangyoes besok, eh Arga malah sekalian mau beliin Bangyoes nya"
" Hahaha."
" Kaka apa kabar hari ini?"
" Baik"
Afkar ingin sekali mengabarkan kalau dia akan mengambil cuti minggu depan dan menemui calon kekasihnya, tapi sesaat kemudian diurungkannya ketika Alya mengabarkan sesuatu
" Ka, Alya mau cerita"
" Cerita apa hari ini Al?"
Hening,,,
" Tadi sore om Hadi datang ke kost Alya sama tante"
" Tetangga kamu dulu itu ya?"
" Iya, beliau menanyakan kehidupan Alya, beliau juga menceritakan kehidupan ka Kevin. Terus beliau bilang seandainya Alya belum punya kekasih, apakah Alya bersedia dijodohkan sama ka Kevin"
" Alya jawab apa?"
" Alya bilang belum punya pacar, tapi kalau dijodohkan Alya enggak mau"
Hening,,,
" Terus apa kata beliau?"
" Kata tante, mereka tidak menuntut Alya jawab sekarang, jalani saja dulu sama Ka Kevin"
" Perasaan Alya gimana?"
" Sementara Alya belum mau"
" Ooh, sudah malam Al, kamu istirahat saja dulu, aku juga masih mau menyelesaikan perkerjaanku"
" Iya ka, terima kasih, daah ka Afkar
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Afkar menutup panggilannya, kenapa Alya menjawab belum, apakah nanti dia akan menerimanya? sepertinya aku harus bergerak lebih cepat, ini keadaan darurat. Orang tua Kevin sudah berani menemui Alya dan meminta perjodohan, sedangkan aku sama sekali tidak memberi kepastian selama ini. Besok aku akan mengurus cuti secepatnya, harus!!!
__ADS_1
Sudah saatnya aku pulang, menyatakan semua perasaan yang sudah aku simpan selama dua tahun. Kenapa aku tidak khawatir tentang perasaannya di sana? Mungkin banyak hal yang sudah ia lewati tanpaku. Walaupun setiap hari kita selalu memberi kabar, walaupun katamu semua cerita yang terjadi hari itu sudah sampai ke aku, tapi tidak tentang kabar hatimu. Kamu yang bercerita sudah sarapan, makan siang dan malam dengan menu apa dan bersama siapa. Tapi kamu tidak pernah bercerita jiwamu apakah juga sudah kamu suguhi dengan minuman saat dahaganya? Tentang tugas kuliah yang harus kamu selesaikan dalam satu minggu, lalu tugas penjagaan hati tidak kamu mintakan, kamu seakan bebas saja kapanpun harus menyelesaikannya. Dan matamu yang selalu berbinar, aku hanya melihat dari layar ponsel, apakah cahayanya sekarang masih sama dengan venus? Aku tidak bisa lagi masuk ke sana. Suaramu lah yang paling berkuasa sekarang untuk kunikmati, walau tawa itu masih terdengar sama. Tentang kedai kopi yang baru saja kamu singgapi, katamu merindukan bisa duduk disana dengan kekasihmu, sekarang kamu hanya akan meminum pahitnya dulu, kamu menyisakan rasa manisnya untuk kamu nikmati nanti berdua disana bersama kekasihmu. Juga lagu yang baru saja kamu mainkan pada gitarmu, kamu bilang terkadang petangmu habis untuk memainkan lagu favorit teman-temanmu yang mereka minta, karena sekarang kamu masih menunggu bahagia, maka selagi bisa membahagiakan orang lain dulu, agar nanti bahagiamu datang berlipat ganda. Terkadang terdengar tidak penting, tapi setiap akhir cerita,aku selalu punya kesimpulan yang sama, kamu sedang menunggu.