Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Perhatian Mama dan Mama


__ADS_3

Sebuah ponsel hitam bergetar di atas tepi tempat tidur


" Alya,, Afkar nelfon"


Yanti berteriak dari kamar memanggil Alya yang sedang menggoreng nasi untuk makan malamnya


" Nanggung, bentar lagi".


Alya mematikan kompor dan memasukan nasi goreng beserta telur ceplok nya ke dalam piring. Membawa piring nasi goreng yang sudah bertabur sambal pedas itu ke kamarnya. Meraih ponsel dan menekan tombol hijau


" Assalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Lagi di mana sayang?"


" Di kost, tadi di bawah lagi masak nasi goreng"


" Wuiih, enaknya, aku jadi mau juga, boleh video call"


" Boleh".


Klik.


Panggilan video


" Ini nasi goreng special ka"


" Kemarin aku disana enggak dimasakin ini, aku mau juga kan merasakan masakannya yang spesial"


" Enggak bilang sih"


" Sayang qa nawarin sih"


" kaka udah makan?"


" Sudah tadi di jalan sebelum pulang, sayang kok baru makan, ini sudah jam 9 malam"


" Tadi bikin tugas ka, eh keterusan, mau jalan cari makan sudah jam segini, ya masak nasi goreng aja"


" Apa kabar hari ini bidadariku?"


" Baik, kemarin ka Pandu datang beliin Alya gitar"


" Mana gitarnya"


" Sebentar ya,,"


Sebuah gitar berwarna cokelat muda dimunculkan di layar ponsel


" Bagus"


" Iya"


" Besok malam ke tempat Bowo qa?"


" Besok? oh malam minggu, kayanya enggak deh ka, Alya mau istirahat aja, sudah 2 malam ini Alya tidak bisa tidur" Ooopppss


Hening


" Sayang kenapa? bukannya malam kemarin kita masih sama-sama, tadi malam sayang nginap di hotel sama mama papa?"


Hening


" Malam kemarin Alya lagi puncak sedihnya karena mau kaka tinggal pergi, tadi malam kurang nyenyak, mungkin karena berubah kamar kali ya".


Maaf ka, bagaimana mungkin gue bilangin 2 malam ini terganggu tidur karena kaka.


" Sayang, kalau ada masalah bilang aja, aku siap jadi pendengar yang baik, siap juga jadi penanggung bebanmu, pindahin aja semua ke aku, biar sayang tidak punya beban lagi"


" Enggak ada, Alya baik-baik aja ka"


" Oh ya udah, itu makan dulu sayang, ini sudah telat makannya, nanti kita sambung lagi ya"


" Iya ka"


" Selamat malam bidadari, selamat tidur, Assalamualaikum"


" Waalaikum salam ka"


" Emuuah".


" Whahahhaa"


" Kok ketawa?"


" Alya bingung mau balas nya gimana"


" Tidak usah di balas, biar aku aja yang enggak punya malu begini, yang harga diriku tidak ada harganya, kamu jangan, hhahaha"


Alya melambaikan tangannya.


Klik


Tangannya mulai mengganti chanel televisi, Yanti datang dengan piring nasi dengan lauk ikan goreng dan kerupuk


" Jadi serius lo sama Afkar Al?"


" Serius banget gue"


" Mudah-mudahan hubungan kalian bisa lanjut ke pelaminan ya Al"


" Aamiin, bagi kerupuk Yan"


" Nih"


Sambil menonton acara televisi mereka menikmati makan malam sederhana, beberapa kali cekikan karena melihat acara hiburan yang lumayan lucu.


Baru saja meminun air putih selesai makannya, ponsel berdering lagi


" Assalamualaikum"


" Waalaikum salam, lagi ngapain Al?"


" Barusan selesai makan ka"


" Maaf ya malam ini aku tidak bisa ke tempat kamu lagi, tidak apa-apa kan?"


" Enggak papa ka, tadi Alya juga sibuk menyesuaikan tugas, ini aja baru makan malam"


" Besok pagi aku anterin ke kampus ya? kita sarapan bareng"


Alya terdiam, mungkin ini adalah waktu yang tepat aku mulai membicarakan masalah ini


"Kalau tidak merepotkan ka"


" Merepotkan apa, ini kan memang sudah menjadi tugasku, sebagai kekasihmu, hehehe"


Deeg, kekasih??? iya,, gue belum memutuskan dia.


" Iya ka, Alya tunggu"


" Ya udah, istirahat aja dulu ya Al, besok pagi aku jemput , assalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Klik.


" Ka Kevin ya Al?"


Yanti menguping karena memang masih disebelahnya


" Iya Yan"


" Lo selingkuhin Afkar?"


" Enggak, besok gue mau putus sama Ka Kevin".


Alya menjawab santai dan membawa piring dan gelas bekas makannya untuk di cuci.


Alya membuka galeri di ponselnya, tidak bosan-bosannya aku memandangmu ka, pikiranku selalu tertuju padamu, kita yang dipertemukan oleh cinta. Kamu bahkan ingin mengambil rasa sakitku, seolah itu milikmu saja, walau kebaikanmu seolah menjadi biasa dan dianggap remeh, tapi bagiku itu teramat istimewa. Dan malam ini, aku ingin tidur di bawah teduh matamu. Sebanyak apapun lintasan dan persimpangan masih kah ke hatiku kamu akan pulang?


Afkar memandang foto-foto mereka.Aku ingin memelukmu dan memberimu selimut dari dinginnya rindu, aku ingin mendengar keluh kesah dan menyiapkan bahuku untukmu bersandar dari segala resah, menjadikannya senja terindah bagi matamu. Begitu ingin kubelai pipi merah merona malumu, kekasihku yang lugu dan lucu. Aku ingin membawamu terbang lebih tinggi dari merpati. Aku suka dengan matamu saat menatap, seperti ingin disana aku menetap, aku juga bisa melihat sesuatu, ada aku di masa depanmu. Semoga kamu memang seseorang yang aku butuhkan, bukan hanya yang aku impikan. Selamat tidur sayangku, jika aku hadir di dalam mimpimu, itu bukan kebetulan, aku memang meminta untuk dihadirkan menjadi teman di tidurmu, walau masih di dalam batasan mimpi, love kekasihku,,,


Menikmati sarapan pagi bersama Kevin pagi ini ada sedikit yang berbeda, Alya sebisanya untuk membicarakan perlahan apa yang sudah terjadi pada mereka


" Kenapa tidak dihabisin sayang? tidak enak ya?"


" Enak ka, cuma Alya sudah merasa kenyang"


Kevin menoleh dan menyentuh dahi Alya dengan tangannya

__ADS_1


" Kamu sakit Al? kita ke dokter?"


Alya menggelang


" Alya baik aja ka"


" Ooh ya sudah, kalau kamu tidak selera makan disini, besok-besok bilang mau makan di mana ya".


Alya mengangguk


" Ka, ada yang mau Alya omongin"


" Oh ya, ada apa Al".


Tiba-tiba ponsel Kevin berdering


" Sebentar sayang, mama nelf. Assalamualaikum ma"


" Waalaikum salam, lagi dimana Kevin"


" Sedang sarapan sama Alya ma"


" Oih, mana mantu mama, mama mau ngobrol sebentar".


Kevib menyerahkan ponselnya ke pada Alya


" Mama mau ngomong".


Alya mengambil ponsel di tangan Kevin


" Assalamualaikum tante"


" Waalaikum salam sayang, maaf ganggu sarapannya, mama cuma mau dengar suara Alya aja, apa kabar Alya?"


" Baik tante"


" Alya, kalau perlu apa aja bilang ke Kevin ya, biar dia yang bantuin apapun keperluan kamu, jangan sungkan, dia anak baik dan bertanggung jawab"


" Iya tante, terima kasih"


" Baiklah, lanjutin makannya ya". Alya menyerahkan ponsel pada Kevin


" Waalaikum salam ma".


Kevin menutup panggilan telfon.


Alya memandang Kevin dengan sayu. Bagaimana aku melanjutkan omonganku, mamanya saja sudah bicara begitu padaku


" Maaf ya, mau ngomong apa tadi Al?"


Kevin menatap Alya dan tersenyum


" hhm, Alya cuma mau bilang terimakasih, kaka sudah baik sama Alya".


" Ooh, kupikir tadi sayang mau ngomong sudah bisa mencintai aku sekarang, hehehe".


Alya cuma bisa tersenyum dan menunduk, mungkin belum hari ini ka, maafin Alya.


" Kita ke kampus sekarang?"


" Iya"


Di dalam mobil Alya kembali diam, mungkin besok, aku punya kesempatan untuk membicarakan ini lagi.


" Alya, aku buka medsos kamu, kok belum di konfirmasi ya?"


" Ooh, Alya belum liat ka, maaf"


" Padahal sudah 5 hari lo Al"


Kevin melirik dan tersenyum


" Kemarin aku liat postingan teman kamu , Sylvia ya, ada tag kamu, aku enggak tau kamu pintar nyanyi dan main gitar"


" Oh hobi aja ka, enggak pinter juga"


" Nanti boleh aku dikenalin sama teman-teman kamu yang baik itu?"


" Boleh ka"


" Enggak keberatan kan? kalau aku sayang sama kamu, aku juga harus sayang sama keluarga kamu, teman-teman kamu, iya kan Al?"


" Iya ka"


" Kaka kan sibuk, nanti gampang lah Alya pulang sama teman-teman"


" Begini deh, kalau aku bisa jemput ku kabari ya"


" Iya ka, terima kasih"


" Kembali kasih sayangku"


Alya tertawa sambil membuka pintu mobil dan berjalan menuju halaman kampus meninggalkan Kevin yang masih bengong, kok tidak pamitan, tidak salam, pergi begitu saja, Alya kenapa ya? Apa dia benar lagi sakit? kalau begitu aku harus menjemputnya pulang kuliah untuk ke dokter.


Kevin langsung mengirim pesan ke ponsel Alya


" Alya, pulang kuliah aku jemput, jangan pulang sendiri, tunggu aku ya".


Kevin melajukan mobilnya menuju kampus, beres tidak beres urusanku di kampus, aku harus menjemput Alya, aku khawatir dia sakit.


Tepat jam setengah 11 Kevin sudah berada di depan kampus Alya


" Sayang dimana? aku sudah di depan kampus"


" Iya, Alya turun ka".


Arga mendekati Alya yang baru menutup telfonnya


" Al, jangan bermain-main dengan urusan begini"


" Gue enggak main-main, gue malah yang merasa lagi di main-mainin sama para orang tua"


" Lo harus ambil sikap Al, gue enggak mau ikutan dalam drama ini, ini bukan candaan kita"


" Gue usahain secepatnya selesai, sebenarnya tadi pagi gue udah mau ngomong putus, tp keduluan nyokapnya nelf dan ngebatalanin rencana gue. Ikut gue ke bawah Ga, gue mau ngenalin sama dia, katanya dia mau kenaln sama sahabat-sahabat gue"


Arga mengikuti langkah Alya sambil mulutnya terus memberikan wejangan-wejangan sok bijak yang terdengar Alya seperti seorang kakek sedang memberikan pesan kepada cucu nya kalau mau menyeberang jalan itu harus tengok kiri kanan, kalau jajan jangan beli permen nanti giginya sakit. Kevin keluar dari mobil ketika melihat Alya datang dengan seorang laki-laki bertubuh atletis dan menyandng tas ransel


" Ka, kenalin ini sahabat Alya, namanya Arga"


Kevin mengulurkan tangannya


" Aku Kevin"


" Arga"


" Mana teman yang lain sayang?'


Arga menelan ludah, apalagi ini Alya, sumpah gue kesal dari kemarin-kemarin mendengar lelaki-lelaki ini menyebutmu sayang, apa dulu orang-orangpun kesal mendengar gue manggil lo sayang, batinnya.


" Sylvia lagi lanjutin kuliah sama Roni, kalau kami sudah selesai".


" Arga, nanti kalau sedang tidak sibuk boleh aku ikut gabung kalian, kata Alya kalian sering ngumpul"


" Boleh saja, nanti Alya yang ngabarin"


" Ya udah, kalau begitu kami permisi dulu, mau mengantar Alya ke dokter".


Alya dan Arga bengong, hah gue sakit apa? melirik Arga


Arga melirik Alya, lo bikin drama apa lagi sampai sok sakit lagi.


" Alya enggak sakit ka"


" Tadi pagi makan sedikit, terus pas nyampe disini kamu kaya kurang enak badan sampai aku ditinggalin begitu aja, mungkin kecapean, atau kita beli vitamin aja mungkin"


" Mungkin juga"


" Terima kasih Arga, kalau begitu kami duluan ya"


Arga mengangguk, tolong Alya jangan bikin masalah baru.


" Kita mau kemana ka?"


" Alya mau ke dokter atau ke apotik?"


" Apotik aja deh ka"


Ngapain ke apotik juga sih, gue ini baik-baik aja, yang ada kaka tu kayanya harus minum vitamin yang banyak biar nanti tidak shock kalau gue putusin.


Nada panggil

__ADS_1


" Assalamualaikum ma"


" Waalaikum salam, Alya sudah dijemput?"


" Sudah ma, ini kami mau ke apotik beli vitamin"


" speaker Kevin mama mau ngobrol"


Kevin memencet tombol speaker agar Alya bisa mendengar suara mamanya


" Alya"


" Iya tante"


" Jaga kesehatan ya, jangan telat makan, istirahat yang cukup, kalau kecapean kuliah, Kevin bisa kok antar jemput, nanti tugas-tugas kuliah juga biar Kevin yang bantuin"


Alya melirik Kevin yang juga meliriknya sambil tersenyum


" Iya tante"


" Kemarin waktu Kevin di Bandung enggak ngingetin kamu ya sayang? , nanti tante bilangin deh, biar dia bisa jagain kamu ya"


" Iya tante, terima kasih"


" Ya udah, baik-baik kalian ya, Assalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Alya dan Kevin menjawab bersamaan.


" Ka, kaka dekat banget ya sama tante apa aja tentang Alya di ceritain?"


" Kamu tidak suka ya Al? tadi pagi mama nanyain lagi, aku cerita aja kayanya kamu kurang sehat"


" Makanya mama menyuruh aku jemput kamu, walaupun tanpa disuruh aku juga niat jemput kamu"


Alya mengangguk


' Alya bukan tidak suka ka, cuma ini kan hal sepele banget"


" Maaf ya Al, tapi mama akhir-akhir ini memang lagi over perhatian banget sama kamu"


Judika,,, jikalau kau cinta


" Assalamualaikum ma"


" Waalaikum salam, lagi dimana sayang?"


" Dari kampus mau pulang"


" kamu sakit? katanya mau ke apotik"


" Alya baik-baik aja ma"


" Kurang enak badan ya Al?"


" Iya ini mau ke apotik beli vitamin ma".


Kevin menepikan mobilnya di halaman parkir


" Ma, ini sudah sampai di apotik, Alya turun dulu ya ma"


" Iya, hati-hati sayang nanti kabarin mama"


" Iya ma, Assalamualaikum"


" Waalaikum salam".


Alya menutup panggilan telfonnya dan memandang Kevin, Kevin juga diam dan membalas pandangannya


" Maafin mamaku ya Al, pasti mama yang ngasih kabar ke mama Kamu".


" Enggak apa-apa, kita masuk yu ka"


Alya membuka pintu mobil dan berjalan menuju apotik tanpa menunggu Kevin yang bengong melihat Alya mencuekinya lagi.


Kevin menunggu Alya di kasir karena melihat wajah Alya yang kurang bersahabat, dia takut akan salah ngomong lagi, sebenarnya bukan dia yang salah ngomong, tapi mama dan mama yang kebanyakan ngomong, sementara Alya mengomel-ngomel di dalam hati


" Begini saja jadi panjang urusan, baru begini, besok-besok gue sakit beneran bisa-bisa rumah sakitnya yang dipindah ke sebelah kost gue. Gue enggak sakit dipaksa sakit"


Setelah mengambil beberapa vitamin Alya melangkah menuju kasir, Kevin langsung mendekati Alya


" Sudah selesai Al, biar aku yang bayar, kamu duduk saja".


Alya menyerahkan vitamin dan duduk sesuai instruksi Kevin. Melihat Kevin membuka dompet yang di taruh di saku belakang celananya. Tubuhnya yang tinggi dan tidak terlalu kurus, berbalut kemeja hem polos biru tua dengan tangan panjang yang bergulung, huuh mengingatkanku pada ka Afkar, sekarang tampilannya pun begitu saat memakai kemeja hem. Rambutnya tersisir rapi walau ada beberapa helai yang jatuh. Kulitnya yang hampir disebut putih terlihat lembut, pasti dia tidak pernah kena matahari. Walaupun sejak kecil Kevin sering main ke rumahnya karena ia adalah teman Pandu, tapi Alya lebih sering bersama juga, terutama untuk memanjat pohon di depan rumahnya. Rumah Kevin cuma selisih dua rumah dari rumahnya, makanya keluarganya sejak dulu sampai sekarang masih dekat. Kevin sudah selesai membayar ke kasir dan mendekati Alya


" Kita makan siang dulu ya, baru ku antar pulang"


Alya mengangguk.


" Mau makan apa Al?"


" Terserah Kaka"


" Nanti kalau aku yang nentukan kamu makan sedikit lagi"


" Alya coba makan yang banyak, kalau perlu sekalian buat makan malam, sarapan besok, makan siang besok, makan malam besok, supaya tante Risma tidak usah lagi khawatir kalau Alya telat makan". Terdengar nada kesal dari suara Alya


" Alya, maafin aku, aku bukan suka ngadu, tapi mama menanyakan kamu terus, ya aku jawab"


Judika, jikalau kau cinta


Heh, Ka Afkar


" Assalamualaikum ka"


" Waalaikum salam bidadari, lagi dimana?"


" Di jalan ka, mau pulang"


" Sama Arga?".


Hening.


" Sama teman ka"


" Oh ya sudah, jangan telat makan ya sayang, aku mau meeting, kalau nanti telat balas chat jangan marah ya"


" Iya ka"


" Assalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Emuuaah"


" Hehe".


Alya tersenyum, takut ya Alya marah kalau chat nya lama di balas, kalau berkabar begini kan Alya paham kalau chat nya enggak di balas


" Dari siapa Al?"


Ooopps lupa ada Kevin


" Teman ka"


" Oh teman kamu belum tau ya kamu punya pacar"


" Maksudnya apa ka?"


" Tadi kamu bilang lagi sama teman, aku cuma teman ya, hehe"


Uuuhh, jawab apa nih


" Hehehe"


Gila, jawaban apaan tuh, bingung gue mau jawab apaan, lagian kenapa nanya sih? mau tau urusan gue aja.


Jawaban Alya kok gitu, kaya menyembunyikan sesuatu, aku kan pacarnya, wajarlah aku bertanya dan mendapat jawabannya, kali ini maklumi saja lah, dia kan memang belum pernah punya pacar, jadi tidak tau kalau hal ini memang pantas ditanyakan dan harus di jawab. Kenapa tadi panggil ka juga ya, sama kaya dia manggil aku, kalau sahabatnya pastinya enggak pakai ka dong, tadi aja dia manggil Arga ya Arga aja, nyebut Roni juga Roni aja. Atau dia masih punya sahabat selain mereka yang lebih tua ya. Mungkin nanti sambil jalan aku mulai lebih dekat dengan teman-temannya. Tapi kenapa hatiku bergetar ya, daripada aku penasaran lebih baik kutanyakan saja


" Laki-laki ya Al"


" Iya"


" Sekampus?"


Alya menoleh ke arah Kevin


" Enggak, dia di Surabaya,kerja"


" Oohh".

__ADS_1


Heh, makin lancang aja nih nanya nya, sebel banget gue, perlu gue tambahin, namanya Ka Afkar, cinta pertama gue, cinta terakhir gue, dia lagi kerja keras buat melamar gue, nikahin gue, lagi nyari duit walaupun gajinya yang kata ka Pandu sudah bisa ditebak dan kalau ngaku sekarang kaya bisa-bisa hasil korupsi, tapi gue sayang banget.


Laki-laki? kerja di Surabaya? ngapain nelfonin pacarku siang begini, urusan kuliah enggak mungkin, urusan kerjaan apalagi, cuma say hello? Kenapa juga Alya begitu menutup telfonnya tadi tersenyum, dan sekarang sama aku melirik dengan tatapan sinis. Ya sudahlah, Alya sedang tidak enak badan, dia perlu istirahat, dan ini sudah siang, mungkin perutnya sudah lapar.


__ADS_2