Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Malam Minggu Pertama


__ADS_3

Sambil tengkurap Alya memegang remote televisi, satu chanel awalnya membuatnya tertawa, pas giliran pemain yang satu bikin lawakan tapi dengan cara menghina teman main lainnya, Alya langsung mengganti channel, ih kenapa juga rating acara beginian bisa naik terus, kerjaannya menghina. Beralih ke channel satunya, sinetron tangis-tangisan, kayanya suaminya selingkuh, terus si istri mau-mau aja dibentak-bentak di marah-marahin suaminya.


"emosi gue. Lo tau qa, kemaren pacar temen gue aja selingkuh gue tonjok, elo yang jadi istri di kasar-kasarin diem aja, gatal tangan gue mau masuk ke tv buat nonjok laki lo" Pindah lagi ke acara kuliner


" Wooow, cotto makasar. Udah berapa lama ya gue nggak makan ini, ada kali 6 bulan tidak mampir ke warung Bang Yoes, nanti ah ngajakin Sylvia mampir kesana"


Sedang asik-asiknya komen a, b, c, d tiba- tiba Yanti memanggil


" Alya, ada tamu"


Alya tidak menjawab, kakinya langsung berlari ke tangga tapi tidak turun, dengan gaya khasnya yang sudah terbiasa mengintip dari anak tangga di tengah, bisa ia pastikan posisinya tidak akan terciduk si tamu. Matanya cuma melihat Yanti dan pacar barunya Hans yang tadi sempat dikenalkan Yanti, seorang laki-laki berperawakan sedang, mempunyai senyum manis dan agak kebapakan, mungkin karena sudah angkatan jauh di atasnya, Alya malah menganggapnya agak tua, ya iyalah, Alya punya teman gokil semua, begitu nemu yang agak dewasa nganggap orang lain ketuaan.


Turun lagi satu tangga


" Ssstt, Yan,,, siapa nyari gue"


Tanta Alya sangat pelan


" Afkar, tuh nungguin di teras"


Alya terbelalak " Haah, lo qa salah liat?"


Yanti berdiri mendekati Alya dan ikutan ber posisi setengah mengintip


" Kalo qa percaya, liat di depan sana. Dan ingat jangan coba mengganggu gue"


Alya mencibir


" Enggak ada kerjaan apa gue gangguin lo, sana sana"


Sambil tangannya dikibas-kibaskan menyuruh Yanti menjauh. Perlahan Alya berjalan mendekati pintu dan melewati Yanti dan Hans sambil kakinya dijinjit seolah tidak ingin terdengar Afkar, mengintip sedikit dari balik pintu siapa tamu yang mencarinya, ooopppss ka Afkar sedang memainkan handphone nya. Yanti yang mulai jengah dengan kelakuan Alya yang membuatnya malu di hadapan kekasih barunya menegurnya


"Al, ngapain,,,"


Alya yang kaget dan refleks menggerakan kepalanya langsung mengaduh


"Aawww,,"


Kepalanya terbentur pintu


Afkar menoleh mendengar suara Alya mengaduh dan buru-buru Alya masuk menaiki tangga menuju kamarnya.


Memandang dahinya yang merah di depan cermin besar, astagaa, ngapain ada acara kebentur pintu sih, untung gue qa geger otak, otak gue,,,otak gue, oh aman. Tampang guee, heemmm masih manis sambil tersenyum sendiri.


Eh Ka Afkar di bawah, duh pake baju apa nih gue, dibukanya lemari pakaiannya yang tersusun tidak dengan rapi, dimana baju kece gue yang warna pink ada bunganya itu yaa, celana jeans gue yang udah di cuci kemaren kayanya udah gue lipat, tapi kok qa ada disini, baru ia sadar dengan omelan mamanya yang sering marah dengan isi lemari Alya


" Kalau nyimpan baju itu urutkan sesuai jenisnya,tingkat yang ini buat baju kaos, tingkat yang ini buat celana jeans, yang ini rak buat kemeja ke kampus. Andai aja ada mama, bisa bantuin cari. Dan akhirnya dari pada pusing milih dari lemari, baju dan celana keluar semua dari singgasana dan tergolek pasrah di lantai menunggu tindakan apalagi yang akan dilakukan tuannya yang selama ini memerlakukan mereka dengan semena-mena.


Alya mengacak pakaiannya di lantai, naah ini nih yang gue cari, baju berlengan nanggung di bawah siku dan agak membentuk rumbai-rumbai genit, dipadankan dengan celana jeans biru muda yang baru,,, baru di cuci maksudnya, bukan baru beli. Wuiih kece gue. Tunggu bedakan dulu nih, biar qa pucat, dan mulai nepuk-nepuk spons ke kulit wajahnya yang putih. Hhmmm, lipstik, kayanya gue perlu lipstik nih, siapa tau ada kejadian tak terduga kaya di film-film romantis, sambil tersenyum ngebayangin adegan Cinta dan Rangga di bandara.


Apaan lagi ya, melirik ke tempat make up Yanti, ada pelentik dan maskara, kebetulan. Mulai menjepitkan alat pelentik bulu mata dan perlahan menyapukan kuas maskara. Eh apaan ne ada bedak tapi warna pink, ooh blush on, buat di pipi kaya yang sering dipakai Sylvia. Puas berdandan,,giilaaaa, cakep bener guee. Naah terakhir rambut, disisir rapiih, oh iya ada penjepit rambut Sylvia ketinggalan tadi pagi, sebuah jepitan rambut kecil berbentuk kupu-kupu, diselipkan di antara rambut depannya. Naaahh, siap deh buat menyambut calon pacar.


Yanti mulai gelisah, ngapain Alya di atas ya kok lama, jangan-jangan ketiduran, atau dia pingsan ya habis terbentur pintu tadi, wah bahaya


" Ka Hans, permisi ya mau liat Alya dulu, khawatir kalau dia kenapa-kenapa"


Hans mengangguk " Iya Yan"


Yanti melangkahkan kakinya agak cepat, dia tidak pernah berlari seperti Alya yang selalu berlari setiap menaiki atau menuruni tangga. Tiba di depan kamar matanya langsung dimanjakan dengan pemandangan isi lemari Alya pindah ke lantai.


"Astagfirullah Alyaaa, kenapa kamar jadi begini"


Alya menoleh ke arah Yanti


" Astagfirullah Alyaa, muka lo kenapa?"


" Sstt, jangan ribut, nanti gue beresin, gue ke bawah dulu ya". Alya langsung berlari menuruni tangga dan siap menemui Afkar, si calon masa depan gue. Yanti memandang kamar mereka berdua yang sekarang rasanya tidak ingin dia akui sebagai kamarnya, ujian banget gue punya teman sekamar macam Alyaaa.


" Hai ka, apa kabar"


Afkar mengalihkan pandangannya dari handphone ke seseorang yang memanggilnya, alisnya bergerak di bagian kiri sebentar. Yanti tidak salah panggil kan ya kaya Mba Cici, aku kan cari Alya.

__ADS_1


" Kok bengong, udah lama ka?"


Afkar tersadar, ini Alya,,, benar ini Alya. Mau ke kondangan mana ya dia malam ini, atau dia lagi janjian sama kekasihnya mau ke resepsi pernikahan temannya.


" Iya Al, eh maksudku belum lama"


Tuuuhh kaaan, ka Afkar salah tingkah gitu dihadapan gue, batin Alya sambil senyum-senyum.


Afkar melirik lagi ke arah Alya


Di salon mana ya dia dandan, kok kurang profesional gitu dandanannya, kasian Alya didandanin begini, semoga nanti di resepsi temannya make up nya udah terhapus supaya dia tidak jadi bahan lelucon tamu lain, batin Afkar.


" Lagi sibuk Al?"


Tanya Afkar tenang, takut terjebak lagi dengan pertanyaan nya di malam tahun baru


" Enggak ka, tadi tiduran aja nonton televisi"


" Arga enggak kesini ya"


" Arga kan bukan pacar Alya ka, jadi dia tidak ada kewajiban datang malam minggu"


Alya mencoba tersenyum sekalem mungkin agar bisa mengimbangi nada bicara Afkar yang sudah lembut dari sononya


Afkar bingung mau nerusin pertanyaan, mau di tanyain takut, tidak ditanyain bisa-bisa malam ini tidak bisa tidur lagi semalaman seperti malam kemarin memikirkan siapa laki-laki yang menjemput Alya itu.


" Kalau yang malam kemarin itu pacar kamu ya Al?"


Walaupun Alya gugup dari ubun-ubun sampai mata kaki, tapi jiwa usilnya tetap kokoh di jiwanya


" Hhmm, kalau iya kenapa ka?"


" Oh qa apa-apa, aku liat pantas kok sama kamu, tampan, berkelas, daan yaa sepadan deh".


Naah lo, kali ini Alya mulai lemas lagi, kok qa cemburu sih, kok malah mendukung sih, tuh gue baper lagi.


Sementara itu Afkar memainkan jemarinya perlahan, ternyata memang kekasihnya, sudahlah,,, sepertinya usahaku buat mendekatinya sudah sampai disini saja, lebih baik tau dari sekarang daripada terus-terusan begini.


Kayanya candaan gue salah alamat deh, gue tarik lagi apa ya omongan gue, nariknya gimana.


" Ka Afkar,,,"


" Iyaa"


Waduuuuhhh,,, matanya tolong kondisikan ka, beneran jantungku ini qa kolaborasi banget sama mataku, mataku sudah berusaha setenang mungkin membalas tatapan itu, tapi jantung ini,,,


" Iya Al,,,?"


Alya terhenyak


" Tadi Alya boongan ka, Roni itu sahabat Alya, kemarin jemputin Alya karena rumahnya sejurusan sama kost ini, jadi biar Arga qa muter jemput Alya, soalnya malam tahun baru kan macet ka, kalau dipake acara jemput-jemputan bisa kejebak macet.


Afkar tersenyum


Apaan lagi sih, dapat teror terus gue, dari tatapan, senyuman, kapan jantung gue istirahaatt???


Di balik senyum Afkar


" Yes yes yesss,,, ternyata dugaanku salah, dibatalin niat mundurnya maju aja, majuuu!!!"


Tapi memang Afkar bahagia dan sedih mukanya qa jauh beda, Alya tidak bisa menangkap apalagi memahami maksud senyum Afkar.


" Ka, boleh tanya???"


" Hheemmm"


Ulalaaaaa, bener-bener jiwaku sedang tertantang malam ini buat tidak ambruk, kenapa suaranya lembut tapi laki bangeett, ampun dah ampun, suer ka Afkar, rasanya tidak berani lagi denger suara kaka, boleh pertanyaannya di tulis di kertas aja qa, nanti kaka jawabnya di kertas juga biar kita tidak saling ngobrol. Rapuh sudah pertahananku buat tidak kacau dengan pesona-pesona dadakan yang begini


" Iya Al?"


" Kemarin kaka bawa helm 2, kaka jalan sama pacar kaka ya".

__ADS_1


" Hhmm, kalau iya kenapa Al?"


Afkar mulai mencoba bercanda, lah iya lah dia sudah dalam posisi aman dan sudah bisa lega karena sudah menemukan jawaban yang membuatnya semalam suntuk tidak bisa tidur.


" Kaka qa kreatif nih, jawabannya kok copy paste sih " Alya berpura-pura cemberut.


" Ha,,ha,,ha"


" Jadi???"


" Jadi apa Al?"


Kali ini Alya yang bingung, iya ya jadi apa sih maksud guee,,,???


" Oh soal helm, iya rencana sih mau ajakin seseorang, tapi ternyata seseorang itu sudah janjian sama teman-temannya"


" Maksud Ka Afkar?"


" Aku mau mengajak kamu jalan-jalan malam kemarin Al, tapi kamu sudah dijemput Roni, eh Roni kan namanya"


" Astaga kaaaa, kok qa bilang, tau gitu kan kita bisa jalan bareng, qa bikin Alya sampai kepikiran terus, Alya kan penasaran kaka mau jalan sama siapa, apa kaka udah punya pacar baru, trus ,,,,"


Alya menepuk dahinya keras karena kaget, rem mulutnya blong lagi, dan


" Aduuuh sakit"


Ternyata Alya menepuk dahinya di posisi tepat dia terbentur pintu tadi


" Kenapa Al kepalanya?"


" Terbentur pintu ka"


" Ooh waktu ngintip aku tadi yaa"


Goda Afkar


Alya langsung meninju bahu Afkar tanpa sengaja


" Aww"


" Eh maaf ka, qa sengaja, boleh diulang biar sengaja"


Mereka berdua tertawa di teras kost yang memang ramai orang berlalu lalang, apalagi malam minggu begini, pasangan muda mudi berkeliaran bebas selama jam belum menunjukan jam 10, pemilik-pemilik kost mengizinkan mereka menikmati masa mudanya, selama masih postif lho ya, yang jomblo kebagian nonton televisi sama main youtube nonton drakor aja ya.


Jam sudah menunjukan jam 10 malam, Afkar pun pamit


" Aku pulang dulu ya Al, besok-besok aku boleh mampir lagi?"


" Boleh dong ka"


" Oh iya, kalau nanti aku bertamu, tidak usah diintip lagi ya, kasian kepalanya benjol nanti"


" Ka, mau aku tinju lagi bahunya"


sahut Alya terkekeh


" Sebaiknya kamu melakukannya di saat yang lebih bermanfaat ya". Afkar memasang helm nya sambil tertawa,


" Assalamualaikum Al"


" Waalaikum salam ka, hati-hati ya"


Alya memandang puggung Afkar sampai hilang darl pandangannya


Terima kasih buat malam yang sangat indah ini, perlahan kakinya melangkah menuju ke dalam dan menaiki tangga


Di depan kamar sudah berdiri Yanti yang memasang muka seram


" Tolong jangan ribut Yan, ini mau gue beresin"


Sambil telapak tangannya di pertemukannya di depan dada seolah orang sedang memohon pengampunan.

__ADS_1


__ADS_2