Bidadari Dalam Puisi

Bidadari Dalam Puisi
Nge Mall


__ADS_3

Akhirnya insiden jambu air selesai diakhiri dengan makan bersama di ruang tamu.


"Enak juga petikan Alya, besok-besok boleh lo manjat lagi"


canda Yanti sambil melirik Alya


"Qa lagi gue, tadi di atas gue liat di depot tuh mata cowok ngeliatin gue, makanya gue sembunyi, ih qa banget deh kejadian tadi"


sahut Alya sambil terus mencomot jambu yang terus di potong menjadi kecil-kecil di tangan Sylvi.


"Gue bingung, lo bisa naik kok qa bisa turun Al?"


Tanya Yanti


" Gue juga qa sadar Yan, bisa-bisa sampe ada di puncak pohon begitu, perasaan cuma di bagian tengah doang. Pas mau turun lutut gue tiba-tiba melemah"


"Belum makan ya yang? Tanya Arga


"Udah makan tadi sama Sylvi, tapi energi nya gue keluarin pas ketemu Dimas di perpustakaan"


" Dimas pacarnya lo Syl?"


Sylvi mengangguk.


"Ngapain lo sama Dimas Al? Lomba lari?" Tanya Arga


"Lomba gampar" Jawab Alya terkekeh.


Setelah puas makan hasil jerih payah Alya, mereka bersiap jalan-jalan


"Kami ganti baju dulu ya Ga"


Sambil menaiki lantai 2


Arga mengangguk sambil bacain komenan teman-teman yang buka status WA nya


Dani


"Jangankan manjat pohon, manjat hati lo aja Alya sanggup"


Rio


" Gue pikir Alya cuma jago ngeles, tenyata jago manjat juga"


Firda


" Pas 17an nanti jangan lupa daftar lomba panjat pinang ya "


Sofia


" Keberanian yang hakiki pacar lo Ga"


Tasya


" Calon mantu sensasional"


Dirga


"Mau ngulang ospek yang belum selesai ya"


Arga tertawa baca komenan di statusnya


"Ngapain lo cengar cengir?"


Tiba-tiba Alya sudah berdiri disampingnya


"Qa papa Al, udah siap? yuk berangkat"


Mereka bertiga berjalan menuju mobil mewah sport hitam yang sejak tadi terparkir di depan kost Alya.


" Ini mobil lu Ga?"


Tanya Alya


Arga mengangguk


" Kan lo tadi minta gue bawa mobil"


"Bukannya mobil lu yang putih kemarin?"


" Oh itu punya ade gue"


Arga membuka pintu buat Alya di depan, sedangkan Sylvia duduk sendiri di belakang. Alya yang awalnya protes mau duduk di belakang menemani Sylvi di protes Arga


" Lo berdua duduk dibelakang, gue kok ngerasa jadi supir aja, lo depan Al, temenin gue"


Daripada ribet urusan gara-gara urusan posisi duduk, Alya ngalah aja.


"Enak juga jadi orang kaya ya Ga" celutuk Alya sesaat setelah mobil melaju dan bergabung di kepadatan jalan


" Belum lunas cicilannya yang, lo mau bantuin nyicil?"


Jawab Arga


Alya menoleh


"Ih qa mau, nanggung beban gue aja udah berat, masa nanggung utang lo"


Arga tertawa " Becanda gue, ini hadiah orang tua gue waktu gue lulus SMA"


"Jadi dikasih satu satu ya sama adek lo?"

__ADS_1


Arga menggangguk


" Jadi gimana, lo udah cinta sama gue?"


" Enggak, kecuali lo punya jet pribadi, naah itu baru gue pertimbangkan" Jawab Alya seenaknya


"Kalau gue setajir itu, selera gue bukan lo lagi yang"


Arga tertawa sambil melirik Alya


Alya memukul lengan Arga terkekeh


" Eh gue nyetir nih Al"


Sylvi yang tadi diam ikutan tertawa


"Selera lo yang gimana Ga?"


"Hmmmm, sementara ini masih Alya sih, tapi kalau udah sukses nanti, gue usahain menaikan level"


"Sebenarnya selera gue tinggi Ga, elo aja yang tiba-tiba datang dan langsung ngancurin level gue"


Sahut Alya sambil cekikan


" Belagu lo yang, kaya main game aja".


" Ga, berhenti dong manggil gue yang, gue risih tau qa?"


" Ucapan kan do'a yang, tiap hari manggil lo sayang 41 x, siapa tau lo jadi sayang beneran"


" Ngarap banget lo"


" Arga, gue jadi kepo nih, sebenarnya perasaan elo gimana sih sama Alya" tanya Sylvi sambil mencolek punggung Arga dari belakang kursi penumpang


" Mau tau apa mau tau banget?"


" Gue serius Ga"


" Hmmm gimana ya, kalau dibilang perasaan sayang sama sekali qa ada, tapi berasa nyaman aja deket dia, nyaman ada yang diajak berantem, nyaman ada temen diajak makan bakso, nyaman kalau mau jalan begini ada yang nemenin, gue kan bingung mau ngabisin duit jajan gue sendirian, sekalian lah menyantuni anak kost macam Alya"


"Sembarangan, lo pikir gue anak yatim? gue qa pernah kan minta duit lo?"


" Emang qa pernah, tapi gue yang mau jajanin elo"


Hening


" Arga, kalau ini diterusin sebenarnya tidak bagus buat psikologi gue"


"Kenapa yang?"


" Kita jalan bareng, status pacaran,tapi kita tau ini boongan, yang liat kan ngira kita beneran, jadi qa ada yang mau deket kan sama gue"


" Itu sih namnya bukan jagain, tapi memasung kebebasan gue, gumana gue bisa jatuh cinta kalau elo nempel terus sama gue"


" Bener tu Al" Sylvia ikut celutuk dari belakang


" Emang gue pernah melarang lo jatuh cinta, enggak kan? lo juga qa pernah cerita ada cowo yang lu taksir, jadi keadaan gue masih di zona aman. Lain nih ceritanya kalau lo sudah ada gebetan, ya silakan, gue sama sekali qa melarang"


"Maksud lo Ga?"


" Gini Al, kita biarin aja keadaan kita begini, kalau dalam perjalanan kita nanti, lo merasakan jatuh cinta sama orang lain, lo bilang, gue selidiki tu cowo anak baik atau engga, kalau baik, gue yang nyerahin elo sendiri secara baik-baik dan nitip elo biar dijagain yang bener, diperlakukan dengan baik kaya gue jagain lo selama ini"


Alya terbahak " Omongan lo kaya bokap gue aja mau nyerahin anaknya ke laki nya".


"Tapi bener kan, gue selama ini jagain lo baik-baik, qa pernah nyakitin elo, yang ada elo nyakitin gue tiap hari, gue sudah mulai merasa memilik tanggung jawab sejak kenal lo Al, jiwa kebapakan gue muncul sendiri tanpa gue undang, walaupun di dalamnya belum ada cinta, tapi chemistry nya dapet saat bersama lo, bahkan gue qa pernah maksa kan elo harus nurutin mau nya gue, gue juga tidak melarang lo buat bergaul sama siapa aja, bahkan sekarang gue mempersilakan lo kalau mau jatuh cinta sama orang lain, kalau ada yang mau sih,,,"


Arga tertawa


" Gila lu Ga, gue baper" ucap Sylvi.


Alya tersenyum kecut " Tumben hari ini qa songong lo Ga"


" Ga, mumpung gue jomblo, gue juga mau dong disantunin dan di tanggung jawabin sama lo" Sylvia memulai kontrak penawaran


Alya mendelik " Enak aja lo Syl, gue aja belum dikawinin Arga, masa udah mau di poligami"


" Ogah gue Syl, masa istri pertama gue perawan, istri kedua gue bekas Dimas"


"Balik lagi songongnya, sikat Al"


Mereka bertiga tertawa bersama Sylvia juga sudah tidak ingin lagi memikirkan Dimas yang hari ini sudah memporak porandakan hatinya.


" Berhasil kan ide gue buat Sylvi balik lagi ceria" bisik Alya mendekati telinga Arga


Arga mengangguk kemudian membalas berbisik


" Ide lo cemerlang yang, bikin sahabat lo ketawa, tapi kayanya sebentar lagi dompet pacar lo yang bersedih"


Karena mereka mulai memasuki parkiran mall.


Alya memegang pergelangan tangan Arga


" Sabar ya sayang, pacar gue tajir ini, sepele laaahh" sambil membuat pola imut di bibir nya


" Qa usah sok imut yang, bukannya tambah cantik,geli iya"


"Argaaaaaaa,,,,,"


Alya dan Sylvia melenggang memasuki mall sambil sama-sama menggandeng tangan kiri dan kanan Arga


"Apaan sih lo berdua, jangan pegang-pegang gue, bukan muhrim"

__ADS_1


Sambil menarik-narik tangannya dari dua makhluk manis itu


"Diem lo Ga, gue jahat di kata-katain, gue manis di suruh jauh, mau nya lo apa sih" bisik Alya karena suara nyaring di dalam mall mulai terdengar ditelinganya


"Gue cuma minta lo melepasin kutukan jomblo gue, bukan malah dapet sekalian 2 pacar sekalian begini"


Jawab Arga


"Syl, lepasin, ngapain lo ikut gandeng Arga" kata Alya sambil cemberut.


"Ciye, cemburu dia Ga, noh ambil Al, ikhlas gue"


Sahut Sylvia sambil melepas tangan Arga dan terkekeh


Alya pun melepas pegangannya di pergelangan Arga


"lo qa' usah ikutan lepas gandeng gue dong yang"


pinta Arga sambil menoleh ke Alya


" Bukan muhrim"


Jawab Alya dan menggandeng tangan Sylvia.


"Jangan tinggalin gue, Atm nya masih di gue"


Kejar Arga sambil menjejeri langkah keduanya dan merangkul pundak Alya


Dan hal yang sempat terbersit di otak Arga benar terjadi, kegalauan Sylvia mengakibatkan matanya jauh lebih segar daripada sebelumnya, ia bisa melihat lebih terang bahwa di mall banyak benda bagus yang bisa dimilikinya tanpa harus membayar.


"Lo belum membayar saksi saat kalian jadian, ini adalah saat yang tepat"


"Bayar sih bayar Syl, tapi jangan kalap donk, kasian pacar gue tuh keringetan liat semangat belanja lo"


"Qa papa yang,nanti kalau dia udah punya pacar, kita balas" Arga ikut mengomentari sambil tertawa.


Puas menenteng tas belanja, mereka mampir buat makan dan minum.


"Gue haus Ga, minum dulu yu" Ajak Sylvi


"Gue malah kenyang Syl liat lo belanja"


" Makasih ya Ga, hadiahnya hari ini memuaskan, pokoknya lo tenang aja, gue bantuin jaga Alya, kalau dia macam-macam gue laporin secepatnya ke elo"


" Dasar sahabat penghianat lo"


Bola mata Alya menangkap sosok yang berjalan pelan di depan matanya, seorang laki-laki bertubuh jangkung, kurus dan bertopi, memang topinya sedikit menutupi wajahnya, tapi Alya bisa memastikan siapa dia


" Ka Afkar,,," teriaknya


Lelaki itu menoleh dan tersenyum


" Alya"


Alya melambaikan tangan menyuruh mendekat, saat itu mereka bertiga sedang melahap ayam goreng di restoran xxx di dalam mall itu. Afkar mendekati mereka dan menyapa


" Hai Alya, Arga,,," Afkar mengangguk ke arah Sylvi dan tersenyum


" Iya ka, kenalin ini temen gue, namanya Sylvi, kenalin Syl, ini Ka Afkar"


" Duduk Afkar" Arga mempersilakan Afkar bergabung, terlihat Afkar ragu


" Udah, duduk aja ka, qa papa gabung, kita santai aja kok"


Perlahan Afkar duduk dan menarik kursinya


" Ka Afkar mau makan apa" Alya menawarkan


" Aku sudah makan tadi Al, terima kasih"


" Ka Afkar nge mall sendiri ya"


" Aku kerja di sini Al, OB" jawab Afkar


" Oh, ini sudah jam pulang ya ka"


" Iya Al,ini sudah mau pulang'


" Kita santai aja dulu ka, di kost kaka juga qa ada yang nungguin kan ka?


Alya mulai menggoda Afkar agar muka nya tidak datar begitu seperti yang pernah di bilang Arga.


Afkar memandang Arga seperti takut Arga keberatan dengan permintaan Alya


" Iya, gabung aja, kita malah rame bisa kumpul begini"


Arga seperti memahami keadaan, dan Arga mengangguk.


Selesai makan


" Yang, habis ini mau kemana lagi"


tanya Arga pada Alya


"Kita duduk di taman yuk malam minggu asik juga kita nyantai di sana"


Arga memandang Sylvi dan Afkar seolah meminta persetujuan


Sylvi mengangguk " Gue ngikut aja lah terus"


Afkar mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2