
Pa Yusfi melangkahkan kaki ke luar ruangan yang menandakan mata kuliah fisika berakhir. Roni sahabat Arga menarik kursi ke arah Alya dan Sylvia
" Jadi gimana malam ini jadi kan kita ngerayain malam tahun baru?"
" Jadi lah, gue udah beli baju baru"
Jawab Sylvia terkekeh
Alya mencibir " Niat banget lo, malam juga qa keliatan baju baru atau baju lama".
Arga yang sudah memasang tas di punggungnya mendekati mereka
" Yang, nanti gue jemput habis Isya ya, Syl, lo nungguin di kost Alya aja, biar que qa muter jemput lo"
Alya mengangguk " Oke lah bosss"
Mereka berempat memang sudah berencana mau merayakan tahun baru di pusat kota tahun ini, sekedar jalan-jalan saja tanpa petasan tanpa keributan.
Alya dan Sylvia berjalan mendahului Arga dan Roni menuju parkiran. Sedangkan Arga dan Roni berniat ke toko game untuk membeli kaset Playstation terbaru.
" Al, gue laper, makan dulu yuk". Ajak Sylvia sambil menstater motor matic nya
" Boleh, gue juga lapar Syl"
Sylvia melajukan motor kebanggannya menuju depot bakso favoritnya yang juga favorit Alya dan Arga.
" Bakso 2 sama es jeruk 2 ya mas"
Pesan Sylvia sebelum duduk di kursi.
Alya yang sudah lebih dulu duduk meraih kroket yaitu kue yang terbuat dari singkong yang direbus dicampur bawang putih, daun bawang dan biasanya temannya sambal petis, apalagi plus sambal pedasnya.
Seporsi bakso dengan kuah panas segera terhidang di depan mereka. Dan sesuai tata urutan makan bakso yang benar, masukan kecap, tambahkan saos yang sudah disediakan di dalam botol, beberapa tetes jeruk nipis, daaaaann sambal pedas favorit.
" Al, kurangin dong sambelnya, kasian perut tu, usus buntu" dengan tatapan tajam Sylvia melihat mangkok bakso Alya yang sudah berubah warna
" Iya gue usahain Syl" sambil terus mengaduk mangkok baksonya tanpa tak sedikitpun mengurangi kadar pedas sambalnya.
" Al, gimana ka Afkar, sudah ada nemuin lo"
Alya memajukan mangkok baksonya yang sudah habis dan menyerumput es jeruk yang tinggal bersisa seperempat gelas.
" Sejak bawain gue bubur ayam itu, dia qa pernah datang lagi Syl".
" Berarti sudah hampir 2 bulan ya Al"
" Sudah 52 hari"
" Wuiihh, ngitung ya lo, ngarep banget dia datang"
Sambil menepuk punggung kanan Alya.
" Iya lah, tiap hari gue menandai kalender dengan menyilangnya"
" Sabar banget lo Al, iya kalau dia juga naksir, kalau enggak, penantian sia-sia Al".
Alya tidak menanggapi ucapan Sylvia, dia hanya mengaduk-aduk sendok ke gelasnya yang sekarang hanya tersisa pecahan es batu nya
" Dia kan baru aja putus Syl, mungkin dia lagi ngebenerin hatinya"
" Gue tau, tapi kalau gini terus tidak ada kemajuan mending lo sama Arga aja Al, makin hari keliatannya dia makin sayang sama lo, dan lo kayanya senang-senang aja bareng dia".
" Udah yu Syl, kita pulang, kayanya kita perlu tenaga buat ntar malam"
" Okeee".
Sehabis shalat Isya, Alya dan Sylvia asik ngobrol sambil nunggu jemputan, baru aja Arga mengirim pesan ke handpone Alya
Arga
" Yang, nanti Roni yang jemput ya, soalnya dia dari rumahnya sejalur melewati kost lo, biar sekalian jemput"
My Sweety
" Iya, gue sama Sylvia siap-siap dulu"
Arga
__ADS_1
" Dandan yang cantik ya Yang"
My Sweety
" Iya, siapa tau ketemu cowok ganteng"
Arga
" qa usah dandan deh, udah cantik cewe gue'
My Sweety
" Jadi gue dandan apa qa nih?"
Arga
" Qa usah"
My Sweety
" Plin plan lo Ga"
Arga
" Tau ah".
Alya tergelak membaca chat nya, Arga memang selalu kalah kalau adu debat, entah mengalah karena malas rusuh atau memang Alya lebih pinter.
Dari lantai bawah terdengar suara ka Cici memanggil
" Yanti,,, ada tamu"
Yanti yang lagi nonton televisi berteriak
" Siapa ka?"
" Afkar"
Spontan Alya dan Sylvia berpandangan.
Yanti segera bangun dan melangkah ke lantai bawah
Alya mengangkat bahunya
" Qa tau Syl, gue boleh turun qa ya"
" Ngapain?"
" Iya, ngapain ya?"
Hening
" Ngambil minum Al, pura-pura haus lo ke dapur, tungguin apa dia ngajak lo ngobrol bareng"
" Cerdaaas, emang IQ lo diatas rata-rata, baru kali ini lo tunjukin"
" Gue kan udah pinter dari,,,"
Belum sempat Sylvya nerusin ucapannya, Alya sudah melesat berlari kebawah
" Yah, ditinggalin, gue intip aah".
Sylvia ikutan turun, tapi tidak sampai ke dapur, cuma di 3 anak tangga biar tidak ketahuan mengintip. Terlihat Alya sedang membuka lemari es
" Eh ada ka Afkar"
Sapanya dengan lembut yang dibuat-buat, terdengar begitu receh di telinga Sylvia, penjiwaan yang kelewat totalitas.
" Iya Al, apa kabar?"
" Baik ka".
Alya malah menutup lemari es tanpa mengambil apapun dan langsung ikut duduk bergabung mereka. Sylvia menepuk jidatnya pelan
" Kok qa ambil minum sih, ngapain gue keluarin ide emas gue tadi dan lo menyetujui nya, pada akhirnya qa di pake juga
" Malam tahun baru qa keluar Al?"
__ADS_1
Alya terdiam, mau jawab iya padahal dia mau ngobrol sama Afkar, mau bilang enggak, sebentar lagi si gondrong jemput dia
" Lagi nungguin jemputan dia Af, mau keliling kota katanya"
Kali ini Yanti yang membantu jawabkan, sebenarnya Alya tidak perlu bantuan, dia cuma perlu waktu buat mencari jawaban
Sebuah mobil sedan merah berhenti di depan kost Alya, seorang cowok gondrong, memakai baju kaos hitam dengan lambang orang berkuda terpampang di tubuh atletisnya, celana panjang jeans biru muda dan agak sedikit robek di bagian lutut. Tangan kanannya memegang handphone apel digigit dan tangan kirinya memegang remote.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Alya, Yanti dan Afkar serempak menjawab.
Melihat Alya sudah duduk di ruang tamu, tanpa masuk dan melihat ada tamu lain Roni menyapa
" Sudah siap Al, berangkat sekarang yuks"
Alya menatap Afkar yang juga sedang menatapnya
Alya seakan ingin mengucapkan sesuatu, tapi tidak ada yang keluar dari mulutnya.
" Kalau mau pergi silakan Al"
Afkar dengan lembut mempersilakan Alya meninggalkannya
Alya melangkah gontai menuju lantai atas, di tangga sudah ada Sylvia menunggunya dan cepat menarik tangannya ke kamar
" Al, lo kenapa mendadak kumat lagi?"
Alya menggeleng
" Syl, gue batal deh ikut keliling, lo aja bertiga".
" Enak aja batal, qa mau gue, kasian Arga sama Roni Al, lagian kalau lo qa ikut, lo bisa jalan sama Afkar, dia aja nyariin Yanti, bukan nyari lo".
Alya tertunduk
" Al, jangan seenaknya gini dong, ini setahun sekali doang kita bisa menikmati pergantian tahun, besok-besok udah qa ada Al".
Alya menatap Sylvia yang sedang memohon-mohon, terbayang wajah Arga yang sedang menunggunya, terbayang wajah Roni yang sedang menjemputnya. Tapi terbayang wajah Afkar,,,sepertinya kaki nya kaku untuk dilangkahkan, Alya ingin duduk saja di bawah, biarin tidak ngobrol, cukup memandang wajah Afkar.
" Please Al,,, kita udah siap ini, gue ambilin handphone dan tas lo ya".
Sylvia memasukan handphone ke dalam tas punggung kecil Alya. Sylvia mendorong pelan tubuh mungil sahabatnya menuruni tangga
" Eh ada ka Afkar, kami permisi dulu ya ka".
Sylvia melewati Afkar dan Yanti menuju teras sambil menggandeng tangan Alya, takut Alya bikin ulah dengan menggagalkan rencana jalan-jalan mereka. Alya sempat memandang Afkar yang juga sedang memandangnya, kali ini Afkar tidak tersenyum, hanya memandang!!!
Di teras menuju parkiran, Alya menoleh ke motor Afkar, disana ada 2 helm. Alya cepat loading. Kenapa Ka Afkar bawa 2 helm, berarti dia malam ini juga jalan-jalan, sama siapa? Yanti?? atau balikan lagi sama Hani? Atau sudah ada yang baru lagi??. Ingin sekali Alya menoleh lagi ke dalam dan mencari tau ada apa, tapi diurungkannya karena Roni sudah membukakan pintu mobil buat Alya dan Sylvia. Dan malam itu semua menikmati kegembiraan, kecuali Alya yang tidak semangat.
Arga melihat Alya yang beda dari biasanya, malam ini tidak ada berantem, tidak ada tonjok-tonjokan, tidak ada tawa, bahkan Alya selalu menyetujui kemanapun teman-temannya mau, padahal biasanya Alya yang sering protes jika tempat yang mereka tuju tidak sesuai kehendaknya.
Jam 2 malam baru mereka pulang, Sylvia lebih dulu diantar ke rumahnya, sedangkan Roni mengambil mobil dulu ke kost Arga, dan Arga mengantar Alya pulang ke kost nya.
" Lo sakit lagi yang?"
" Agak pusing Ga"
" Ini yang kedua kali kita jalan malam dan lo sakit, nanti kita tidak usah lagi jalan malam ya yang, gue qa mau liat lo sakit".
Alya diam
" Habis ini lo istirahat aja, kalau perlu apa-apa, telfonin gue"
" Makasih ya Ga"
' Buat lo gue selalu siap yang"
" kaya suami yang lagi nyiapin istri mau lahiran aja lo".
" Ooh, begitu ya, berarti gue harus hapalin nih kosakatanya, biar nanti saat lo mau ngelahirin, tinggal gue ucapin ulang kata-kata tadi ya"
Mereka berdua tertawa, dan tak terasa sudah sampai di depan kost Alya
" Makasih ya Ga, gue masuk dulu"
__ADS_1
" Iya, istirahat yang, mimpiin gue"
Alya menjulurkan lidahnya.