
Setelah tiga hari menginap di rumah sakit, Alya diperbolehkan pulang, tidak ada penyakit serius, Alya hanya diperingatkan untuk menjaga jam makan dan jangan terlalu lelah. Mama dan papah sudah sejak subuh tadi pulang karena ada jadwal meeting siang dan tidak bisa diwakilkan. Hanya Kevin yang mengurus semua administrasi dan kepulangan Alya.
Selesai dengan barang-barang Alya dan obat-obatan, Kevin duduk di kursi dan berhadapan dengan Alya yang duduk di tepi tempat tidur
" Sayang, aku hari ini balik ke Bandung"
" Bukannya hari ini sabtu ka?"
" Hari senin aku ada meeting penting dengan tamu dari Hongkong, aku sudah memberikan perintah pada sekretarisku, kalau dalam sepekan ini aku tidak menerima tamu ataupun meeting apapun, tapi tadi malam dia menghubungiku katanya tamu ini dari satu perusahan yang sedang maju dan menawarkan kerjasama, tidak ada yang berani untuk mengambil keputusan dalam hal kerjasama selain pemimpin. Aku sudah bilang untuk diundur minggu depan, tapi tamu itu akan berada di Indonesia besok dan hanya punya waktu senin untuk kami mengadakan meeting dan kerjasama. Dan sebelum senin tentunya aku dan beberapa manager serta kepala divisi besok harus mengadakan meeting terlebih dahulu"
" Ooh"
" Tidak apa kan sayang?"
" Tidak apa-apa ka, Alya juga sudah sehat"
Kevin menggenggam tangan Alya, Alya merasakan ada sesuatu yang berbeda dari perlakuan Kevin kali ini, setiap akan pergi Kevin memang selalu memperlakukannya begini, tapi tidak sedalam ini.
" Ka, Alya mau mengucakan terima kasih, selama Alya di rawat kaka tidak pernah meninggalkan Alya kecuali untuk makan. Kaka bahkan membawa baju dan peralatan kaka kesini untuk menginap dan menjaga Alya. Semua keperluan Alya kaka urus sampai selesai, semua kebutuhan Alya kaka penuhi, Alya sangat berterima kasih ka"
Kevin kembali mencium jemari Alya
" Kenapa baru berterima kasih, biasanya kan memang begitu, hehehe"
Alya tersipu
" Biasanya memang sangat baik, tapi Alya kan tidak dalam keadaan sakit, jadi pertolongan kaka masih bisa Alya sepelekan, hehehe".
" Aku menyayangimu, bagaimanapun perlakuanmu padaku. Selama kamu masih mau belajar untuk menghargai dan mencintaiku"
Heeyy, terdengar begitu datar, aku menangkap nada dari suaramu ka
" Ka Kevin?"
Alya mendekatkan wajahnya ke arah Kevin
" Apa maksud kaka?"
Kevin menggeleng
" Aku tidak tau sampai kapan kamu bisa belajar untuk itu Alya, sampai sekarang aku masih bertahan dengan ketidakpastian ini".
" Kenapa kaka masih saja membahas ini sih? kita sudah bersama, apalagi yang kaka minta, sudah Alya penuhi kan?"
" Iya, sudah kamu penuhi entah dengan perasaan yang bagaimana. Sudah lah Alya, kita pulang, aku juga harus bersiap untuk ke bandara"
" Alya mengantar kaka ke bandara?"
" Jangan, biar supir saja nanti yang mengantarku. Cepat sembuh sayangku, jangan telat makan, jangan terlalu cape, jangan lupa istirahat"
" Kaka juga ya"
" Iya, aku akan terus bersemangat untuk bekerja, untuk masa depan, dan aku masih saja menginginkan masa depan itu adalah kita"
Alya tersenyum, kali ini Alya membawa tangan Kevin ke bibir dan menciumnya
" Semoga semua lancar, kaka selalu diberikan kesehatan dan kemudahan"
Kevin membelai rambut Alya
" Baik-baik sayangku"
" Kaka minggu depan kesini?"
Kevin memandang Alya dengan heran
" Tumben menanyakan itu, biasanya tidak pernah, memangnya masih mengharapkan aku datang lagi? hehehe"
Alya tertunduk, sejahat apa aku selama ini tidak pernah menanyakan itu pada dia yang sudah sangat baik padaku, yang sudah memberikan ku bahagia rasa nyaman, rasa nyaman tanpa pamrihnya.
" Tentu saja Alya tunggu"
" Hhmm, sepertinya aku bakal dapat kejutan nih"
" Alya mau jalan-jalan saja, betul kata kaka, Alya terlalu di sibukan dan melupakan kalau raga dan jiwa Alya juga perlu istirahat"
Kevin mengangguk
Sejak keluar dari rumah sakit Alya mulai menjaga lagi pola makannya, beristirahat yang cukup. Tidak ingin lagi di rawat di rumah sakit dengan jarum inpus yang harus menusuk tangannya. Membuka chating di group WhatsApp
__ADS_1
" Akhirnya gue sudah masuk bab 3"
" Kayanya Alya sebentar lagi bisa lo balap Ga"
" Lo kapan majunya? dari kemarin pendahuluan belum beres-beres"
" Gue sih mau banget maju, entahlah mungkin keberuntungan gue masih di jatah percintaan, belum di jatah karir, colek Alya, hahha"
Alya tersenyum dan mulai membalas Roni
" Sorry ya, kayanya gue bakal sukses karir dan sukses di percintaan"
" Lo sudah di telfon Afkar?"
" Belum, tapi sepertinya gue mulai jatuh cinta sama kebaikan ka Kevin"
" Woooow akhirnya setelah satu tahun setengah lo baru bisa jatuh cinta, ckckck, semoga gue enggak ketemu sama kekasih kaya lo".
" Yang bener Al?"
" Benar Ga, sejak gue di rawat di rumah sakit kemarin, gue sangat merasakan perhatian dan kebaikannya"
" Dia memang baik dan peduli sama lo dari dulu, lo nya aja yang nutup mata dan telinga"
" Hati juga Ga"
" Iya itu pang penting Ron"
" Haaiii, gue ketinggalan nih, habis makan malam tadi, ada berita apa nih?"
" Si Alya jatuh cinta sama Kevin Syl"
" Bagus lah, biar bisa melupakan ka Afkar"
" Dari mana lo bisa tau itu jatuh cinta, lo itu bisa gitu sih, baperan"
" Gue mulai mengingatnya dan mulai merindukannya, gue mau menchat dia tapi malu, seumur-umur gue enggak pernah duluan ngabarin dia"
" Ciyeee, udah rindu,, ya udah chat aja duluan Al, biar dia senang"
" Isinya apa ya kalau gue duluan nge chat dia"
" Hhmm macam-macam"
" Nah samain aja isinya, hahahah"
" Gue malu"
" Gue sebel sama lo Al, apa perlu gue yang chat Kevin dan bilang gue rindu"
" Hahahaha, parah Roni, udah punya dua cewe, sekarang mau nambah satu cowok"
Dan chatingan pun semakin banyak dengan isi yang semakin tidak bermutu.
Sabtu siang, ka Kevin kenapa belum menghubungiku ya? apa dia sibuk dan tidak bisa datang?. Alya tidak melepaskan ponsel di genggamannya karena menunggu kabar Kevin. Tak sabar akhirnya di bukalah phonenbook dan memencet tombol panggilan saat keyboard menampilkan nama Ka Kevin.
Tiiit,,, tiit
" Assalamualaikum"
" Waalaikum salam, ka Kevin dimana?"
" Maaf sayang, aku masih meeting, nanti kukabari ya"
" Iya ka, Assalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Klik.
Meeting? ini kan sabtu? sepenting apa meetingnya di hari libur begini?. Alya merebahkan dirinya. Ka Kevin sedang bersemangat juga, katanya untuk masa depan kita. Alya mulai tersenyum sendiri, membuka galeri dan memandangi foto dia bersama Kevin. Semua foto yang ada di galerinya hanya ada foto mereka berdua dan sahabat-sahabatnya, tanpa ada foto dari masa lalunya. Ini foto saat mereka makan di Malioboro di sebuah lesehan dengan di temani penyanyi jalanan, ada lagi foto mereka di satu mall saat Alya di belikan dress untuk makan malam bersama orang tua Kevin. Ini juga satu foto yang diambil ketika Alya diajak ke pantai, diambil oleh satu pengunjung yang ada di dekat mereka. Kevin memeluk Alya dari belakang dan Alya yang tertawa lepas karena sesekali Kevin menggelitiknya dari belakang. Heey, ini ada foto yang diambil Alya dengan tidak sengaja, Kevin yang sedang serius menyetir mobil dengan pandangan tajam ke depan, wajah wibawa dan berkarismamu terlalu menawan ka. Saat menyadari itu Kevin tertawa dan minta mereka berfoto selfie saja, katanya dia terlalu garang untuk berada di sisi gadis imut sepertiku dengan fose wajah serius begitu. Kamu tampan ka, aku sudah lama mengakui itu, tapi kenapa baru akhir-akhir ini aku mulai mengagumi.
Tiiit
" Assalamualaikum ka Kevin"
" Waalaikum salam, maaf tadi aku meeting mendadak, di luar jam kerja sih, tapi memang penting"
" Kenapa ka?"
__ADS_1
Hening
" Alya, aku akan berangkat ke Hongkong"
" Berapa hari ka?"
" Entahlah, tapi tidak akan sebentar"
" Maksudnya?"
" Perusahaan ku sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan yang kuceritakan kemarin, kami sedang melaksanakan proyek besar, aku sudah melakukan pembicaraan dengan divisi-divisi penting, dan semua menujuk aku yang langsung menangani proyek ini di sana"
" Lama nya sampai kapan ka?"
Hening.
" Ka, kaka serius akan pergi?"
" Iya, ini tanggung jawab ku sebagai pemimpin".
" Kalau ka Kevin yang pergi siapa yang mengambil alih di perusahaan kaka?"
" Om Yuda, sebelum aku di sini kan beliau yang ditunjuk papah"
" Ooh"
" Sayang, maaf kami makan siang dulu, setelah ini kami masih lanjut meeting"
" Iya ka"
" Sayang jangan lupa makan ya, jangan tidur larut malam, assalamualaikum"
" Waalaikum salam ka"
Klik.
Kenapa perasaanku tidak enak? Ka Kevin mau pergi jauh dan tidak tau sampai kapan?
Kevin menutup ponselnya dengan perasaan sedih, maafkan aku Alya, aku harus pergi. Ada atau tidak ada proyek besar ini aku memang harus pergi. Aku harus punya alasan hebat untuk kita berpisah, agar kita bisa menghadapi pertanyaan-pertanyaan orang tua kita, ini kan yang kamu tunggu sejak dulu, aku saja yang pergi, bukan Afkarmu yang sampai sekarang masih saja kamu cintai. Untuk apa ragaku harus hancur di sini mati tersia-sia tanpa bisa memiliki hatimu.
Waktu yang belum juga berpihak padaku, diam dalam lingkaran penantian, aku harus menyudahi kenangan yang kita buat agar tak lebih dalam menyakitiku kelak.
Untuk kekasih yang tak pernah merinduku
Rasa ku tak akan bisa sama dengan yang kau rasakan.
Semampu apapun sudah yang terlaku dan terberi.
Aku yang sudah menjatuhkan hatiku ditempat aku memulai.
Pilihan sekarang adalah masih menunggu?
Atau harus pergi dan melupa?
Dan menunggu sudah terlalu lama bahkan aku sudah tau jawabnya.
Untuk pergi dan melupa, sehancur apapun aku nanti, tapi dengan pergi sejauh ini setidaknya kalian tidak akan melihatku sakit yang sebenarnya . Aku bisa mengatakan aku baik-baik saja.
Sejak membaca chatingan di ponselmu kemarin aku semakin menyadari
Aku yang teramat mencinta, aku yang sendiri mencinta dan aku yang memaksa untuk di cinta. Kamu tidak bahagia denganku, kamu masih saja memilih bahagia mu dengan menunggu dia menghubungimu lagi. Aku yang memenjarakanmu selama ini? aku yang teramat mengikatmu pada ikatan matiku? hingga kamu tidak ingin lagi mempunyai impian, kamu hanya akan menjalani kehidupan ini dengan apa yang sudah digariskan. Aku tidak sanggup untuk tidak menyalahkan diriku untuk kesedihanmu, kamu teramat menyayangi kekasihmu daripada aku kekasihmu yang tidak kamu anggap.
Aku bahkan tidak tau sekuat apa setelah aku meninggalkan kisah kita ini, apakah aku akan sekuat Afkar yang tidak lagi menghubungimu? atau aku menjadi lemah dan nanti masih saja memohon untuk kamu cintai? Yang pasti aku harus pergi agar kita tidak lagi berlama-lama dalam sandiwaramu ini. Agar kamu dan aku tidak disalahkan mereka yang begitu ingin kita bersama.
Orang tua kita yang sudah sepenuhnya percaya bahwa kita adalah pencinta yang akan memulai hidup dengan yang mereka minta. Aku minta maaf karena tidak bisa lagi menemuimu, tidak bisa mengatakan ini langsung seperti saat Afkar melepasmu dengan sakitnya yang entah ada di batas mana saat itu, walau kamu tidak cerita aku tau malam itu Afkar menemuimu dan kalian menghabiskan malam di taman dengan sedu sedan dan tangismu yang tidak palsu. Karena aku?
Kemunduranku ini adalah yang pertama, semoga tidak lagi diikuti dengan kemunduranku selanjutnya, aku tidak ingin lagi kembali pada kita, sehancur apapun perasaanku, tidak boleh menghancurkan masa depanku. Aku akan serius dalam karirku, setidaknya aku akan berlindung dengan alasan itu seandainya dalam waktu lama tidak juga mendapat penggantimu. Perlakuanmu menyakitiku walaupun tidak salah, aku bahkan tidak tau harus menyalahkan siapa, mungkin memang semua benar atas kehendaknya masing-masing.
Aku tidak ingin meninggalkan kotak-kotak berisi kisah sedihku sekarang untuk masa depan, berlama-lama dalam derita yang berkepanjangan, aku tidak mau menghadirkan air mata di dalam perjalanan.
Tidak semua rasa harus dijemput dengan sosok yang kita impikan. Aku sudah tidak mampu menunggu dan terlalu akrab dengan waktu kemudian aku hancur menjadi debu.
Aku pergi Alya, dengan membawa runtuhnya hati.
Aku harus pergi cepat agar tidak terlalu tersesat.
Agar aku masih bisa tau tempat mana yang akan aku tuju.
Tidak seperti kekasihmu itu yang pergi tanpa tujuan pasti, oh iya aku lupa mengabarkan kalau dia sekarang ada di satu kota di Kalimantan, tepatnya di Banjarmasin, dia bekerja sebagai driver car grab. Kamu tidak serius mencarinya Alya, aku dengan mudah bisa menemukannya, tapi karena kamu tidak pernah menanyakan padaku, biar kusimpan saja sendiri. Mungkin nanti kalian akan bisa bertemu lagi.
__ADS_1