
Dengan ucapan selamat pagi, ciuman manis pun mendarat mulus di pipiku. Meski ada Mayra yang menemaniku duduk di ruang makan, Reza tetap tidak sungkan menunjukkan sikap manis nan mesranya kepadaku.
"Kamu mau sarapan, Mas?"
"Boleh."
"Bubur?"
"Emm... roti, selai srikaya."
"Oke."
Kusiapkan roti dengan selai srikaya itu untuknya, sementara dia nampak asyik dengan ponselnya, ia duduk di sebelahku.
Sesaat kemudian, ponselku berdenting. Kulirik notification dilayar ponselku, Reza mengirimkan pesan via whatsapp, namun tak langsung kugubris. Kuselesaikan dulu mengoles selai ke roti untuk ia sarapan, lalu kutuangkan teh hangat untuknya. "Silakan, Mas."
"Trims, Sayang." Dia pun langsung menikmati sarapannya.
Kubiarkan dia sarapan, sementara aku mengecek whatsapp di ponselku. Dia mengirimkan foto kami di bangku taman Air Terjun Banyumala, foto dengan pose mesra ala Bollywood.
ใ Aku belum pernah mengekspos foto kita berdua, karena aku tidak mau mengganggu privasimu. Tapi kalau boleh, aku mau upload foto ini untuk foto profil akunku. Boleh?
Aku tersenyum, sekaligus tak enak hati setelah membaca pesan itu, sebab aku pun belum pernah mengekspos hubungan kami di sosial mediaku. Bukan seperti alasan Reza yang menaruh hormat penuh padaku dan privasiku. Tapi entahlah, aku juga tidak tahu apa alasanku, apa karena selama ini aku belum pernah pacaran, jadi aku tidak tahu bagaimana semestinya memperlakukan pasanganku agar dia merasa bahwa dia istimewa?
"Hei, kamu lagi memikirkan apa?" Pertanyaannya memutus pikiranku. Aku hanya menggelengkan kepala.
ใ Boleh
ใ Thanks ๐
ใ Urwell
ใ Ciumnya?
ใ Memangnya terasa?
ใ Kalau yang bisa terasa, boleh?
__ADS_1
ใ Boleh.
ใ Sekarang?
Plak! Kupukul bahunya dengan tanganku. "Bercanda saja kamu," kataku.
"Apa sih kalian ini? Sebelahan tapi ngobrolnya via chat. Bahas apa kok sambil nyengir-nyengir?" tanya Mayra.
"Kepo," sahut Reza.
Mereka lanjut bersahut-sahutan, tapi aku tidak ikut mendengarnya. Sebab aku membuka sosial mediaku yang jarang kubuka, hanya untuk mengganti foto profil akunku. Meski sebenarnya terlambat, daripada tidak sama sekali, ya kan?
Seulas senyum manis terukir di wajah Reza, persis setelah aku mengganti foto profil akunku dengan foto kami berdua. Bodoh amatlah, jika pun ada netizen yang akan nyinyir melihatnya.
"Trims," ucapnya sambil mengusap lembut pipiku dengan jemarinya. Aku suka sekali perlakuan manisnya itu, membuat pagi ini terasa lebih indah. Meski ucapannya nyaris tak terdengar, tapi aku mengerti ke mana ucapan terima kasih itu mengarah. Aku tahu, tidak butuh sesuatu yang besar ataupun mahal untuknya, bahkan hal sekecil itu pun bisa membuatnya bahagia.
...โกโกโก...
Hot pants, mini dress, jumpsuit mini. Yap, semua serba mini dan serba seksi. Kecuali aku, meskipun dengan mini dress, tapi tidak terlalu mini, sedikit di atas lutut, bagian dada tetap tertutup, dan dengan celana pendek untuk dalaman. Hari ini khusus acara pantai, sebab itu semua orang berpenampilan seksi. Setidaknya itu lebih baik ketimbang mereka memakai bikini.
"Tidak apa-apa kan kita naik motor?" tanya Reza padaku.
"Tidak masalah," jawabku. Menirukan gaya bicaranya yang sudah terekam baik di otakku.
Aku ingat sekali, sebelum roda dua itu berputar menemani petualangan kami, Reza sudah menarik tanganku dan melingkarkan tanganku ke pinggangnya. Membuatku tak bisa melepaskannya, maksudku -- aku tak enak hati untuk melepaskannya, sebab dia memegangi tanganku, kadang-kadang ia meremas lembut jemariku. Mengingatkanku tentang perjalanan kami sewaktu kami di Surabaya.
Hari pertama, kami menuju Nusa Penida Barat. Nusa Penida Barat adalah area yang bisa dibilang paling populer di Nusa Penida. Bisa dibilang mayoritas wisatawan yang datang ke Nusa Penida akan pergi ke Nusa Penida Barat. Sebab, ini adalah area di mana tempat-tempat paling populer di Nusa Penida, seperti Kelingking Beach, Angel's Billabong, dan juga Broken Beach berada.
Kelingking Beach menjadi lokasi tujuan pertama yang kami datangi. Inilah tempat wisata terpopuler di Nusa Penida. Tempatnya memang sangat spektakuler dan sungguh menakjubkan. Dengan pemandangan fantastis yang menurut banyak orang -- batuan Pantai Kelingking itu bila dilihat dari ketinggian akan terlihat seperti tulang punggung dinosaurus, mungkin itu sebabnya di google map teluk itu disebut T-Rex Bay. Dan Pantai Kelingking juga seperti jari kelingking, makanya ia juga disebut sebagai Pantai Kelingking. Berbentuk seperti tangan atau seperti dinosaurus, tergantung imajinasi masing-masing. Tapi menurutku itu sedikit lebih rumit untuk memahami mengapa, atau butuh banyak imajinasi untuk itu.
"Menurut kamu lebih mirip kelingking atau mirip dinosaurus?" tanya Reza.
"Entahlah, Mas. Aku tidak bisa berimajinasi saat ini. Pikiranku sudah penuh dengan semua tentang kamu."
Reza terbahak mendengar kalimat yang kuucapkan itu. "Dasar penulis," ujarnya. "Kamu benar-benar pintar berpuitis."
Itu ejekan atau pujian? Whatever...
__ADS_1
Kami turun ke pantai yang ada di bawah tebing melalui tangga yang dibuat dari alam dengan dasar berupa tanah, bambu, dan bebatuan. Cukup menguras energi karena turunan di sini sangat curam dan anak tangganya sangat banyak. Aku kelelahan. Tapi kami tetap menyempatkan mengambil satu foto prewedding dengan pose tiduran di pasir ala Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata. Ah, kalau posenya seperti itu rasanya aku mau berlama-lama. Eh?
Berikutnya kami menuju Broken Beach. Indah dan unik adalah predikat paling pas untuk wisata Nusa Penida yang satu ini. Pasalnya, pantai ini berada di tengah tebing yang sangat tinggi, di mana asal airnya bersumber dari laut lepas yang masuk melalui lubang atau terowongan pada tebing. Lubang tersebut terbentuk karena abrasi air laut selama ratusan tahun. Inilah sebabnya masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Pasih Uug artinya pantai rusak, sementara wisatawan asing lebih mengenalnya dengan istilah Broken Beach. Air laut yang terperangkap di tengah tebing ini begitu jernih kebiru-biruan, ombaknya pun tenang. Keunikan Pasih Uug tak hanya pada bentuknya yang terlihat seperti kolam atau sumur raksasa, namun juga suasana sekitarnya yang berupa hamparan rumput hijau yang menyejukkan. Gradasi warna tebing yang kecokelatan dengan birunya air laut juga tebing berlubang yang terlihat seperti jembatan dapat menjadi objek foto yang unik, tentunya untuk foto prewedding kami, dengan pose ala Andrew Andika dan Tengku Dewi Putri, meski di foto dari belakang, namun tetap menampakkan ekspresi sisi wajah kami.
Selanjutnya Angel's Billabong yang letaknya hanya terpaut seratus meter dari Broken Beach, bisa ditempuh beberapa menit dengan berjalan kaki. Angel's Billabong sejatinya sebuah cekungan di bibir pantai di antara formasi batu karang yang airnya terisi saat air pasang dan saat air laut surut meninggalkan kolam kecil yang bentuknya mirip brand surfing terkenal yaitu "Billabong", sehingga tempat ini disebut Angel Billabong, atau disebut juga kolam pemandian Bidadari. Dengan warna air yang sangat jernih dan membiru saat memantulkan sinar matahari, kurasa nama itu cocok, bahkan sangat cocok.
Oke, waktunya cekrek-cekrek, foto dari atas tebing -- lagi. Kali ini dengan pose ala Ganindra Bimo dan Andrea Dian, susah untuk kujelaskan. Pokoknya foto yang Andrea Dian dengan dress kuning dan Ganindra Bimo dengan kaus warna putih. Yeah, yang itu.
Berikutnya kami ke Pantai Pasih Andus atau Smoke Beach, lokasinya juga tidak jauh dari Broken Beach. Pantai ini disebut dengan Pasih Andus oleh masyarakat sekitar adalah karena bentukan asap dari hempasan atau deburan ombak yang ke atas. Pasih Andus ini berarti Pantai Asap. Asap yang ditimbulkan bukan akibat polusi udara melainkan deburan ombak alami. Dan waktunya cekrek-cekrek lagi. Pose yang mudah saja kata Zia, kemesraan ala Chef Arnold dan Tiffany. Berdiri saling berhadapan, menyatukan kedua tangan, saling bergenggaman setinggi dada, dengan memejamkan kedua mata, dan posisi kening dan hidung yang bersentuhan. Saat hempasan ombak naik ke atas, langsung cekrek. Yey! Keren!
Terakhir untuk hari ini, kami berkunjung ke Pantai Crystal Bay. Pantai yang terkenal dengan keindahan alam yang mengagumkan disertai dengan pasir putih nan bersih yang dikombinasikan dengan air laut berwarna hijau turquoise. Tujuan pertama kami di sini ialah ke Crystal Bay Palm Road, tempat yang hampir mirip dengan Siargao di Filipina. Buru-buru, seperti itulah kesannya -- hanya untuk foto prewedding satu kali, sisanya foto bebas. Sebab, sore itu adalah jam istirahat untuk berleyeh-leyeh and quality times dengan pasangan masing-masing.
Foto di bawah pohon palm, foto dengan pose ala Fendy Chow dan Stella. Berdiri saling berhadapan, tangan Reza di pinggulku, dan tanganku di wajah Reza yang memandangi wajahku. Sedangkan aku mendongakkan wajah ke atas. Dengan pose itulah rambut roll-ku menjuntai melebihi pinggang. Setelah berfoto, Reza menggendongku dan mengajakku masuk ke air. Ouwww sweet sekali. Digendong Reza yang bertelanjang dada dan dikelilingi air laut, sungguh membuatku mesem-mesem. Pengen cepat dinikahi rasanya. hihi.
"Mas?"
"Emm?"
"Boleh tidak gendongnya lama-lama?"
"Kenapa?" tanyanya, dahinya mengernyit, tapi bibirnya menyunggingkan senyuman.
"Jangan tanya," kataku dengan manja. Reza pun menuruti mauku. "Enak kali ya menetap di Bali. Aku betah rasanya lama-lama di sini."
Dia menggeleng. "Kalau untuk hal satu ini, aku tidak bisa mengiyakan. Tidak cocok untuk pekerjaanku. Aku bahkan lebih sering di Jakarta daripada di Bogor. Lebih mudah untuk akses transportasi ke berbagai kota. Maaf, ya?"
Aku menganggukkan kepala, sebab aku mengerti kesibukan dan tanggung jawabnya atas bisnis keluarganya.
"Kenapa? Masih ada yang kamu pikirkan?"
"Entahlah," jawabku. "Tiba-tiba ada perasaan tidak nyaman, semacam rasa takut, aku tidak tahu kenapa dan takut pada apa. Pokoknya perasaanku jadi tidak enak."
"Mungkin karena kamu kelelahan."
"Bukan." Kuhela napas panjang, rasanya berat. "Turunkan aku, Mas."
Aku berdiri di depan Reza, dengan posisi membelakanginya. Kutarik tangannya supaya memelukku, tanpa aku harus memintanya dengan kata-kata, dia pun menurut tanpa komentar dan tanpa bertanya. Dan andai saja aku tidak malu mengatakan atau memberi sinyal, aku ingin dia menciumku, untuk sekadar menghilangkan kegelisahan yang tiba-tiba datang menyergapku tanpa alasan. Ada apa denganku? Seolah ada sesuatu yang akan terjadi, tapi apa?
__ADS_1